SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Risalah Jihad
»
Ba’iat Mujahidin Libya kepada Khalifah Ibrahim
Ba’iat Mujahidin Libya kepada Khalifah Ibrahim
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 14 November 2014 |
Risalah Jihad
Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Libya kepada Khalifah Ibrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
Pernyataan Bai’at Mujahidin Libya
Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr Al-Baghdadi
Dan Bergabungnya Mereka dengan Daulah Islam
Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, meminta
pertolongan-Nya dan ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari
kejahatan diri kami dan keburukan niat kami. {Barangsiapa yang
diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan
barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan
seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya} [Al Kahfi: 17].
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi) kecuali
Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du:
Sesungguhnya, di antara yang telah menjangkiti umat kita adalah
perpecahan, perselisihan, penindasan, dan masing-masing individu
terkotak-kotak oleh pendapatnya pribadi. Karena perselisihan ini,
orang-orang jahat di antara manusia memperoleh kekuasaan atas kita,
orang-orang yang tidak memiliki moral memerintah kita, dan ruwaibidhah
(orang yang berbicara tanpa ilmu) mulai berbicara. Kemudian malam-malam
kita berubah menjadi suram oleh tahun-tahun penipuan di mana seorang
pendusta dibenarkan dan seorang yang jujur didustakan, dan kita
diperintah oleh pemimpin yang mengadopsi pemerintahan mereka dari
Fir’aun dan menimbun kekayaan seperti Qarun. Mereka ditolong dalam
penindasan mereka oleh para penyeru kepada keburukan, mereka itu dalam
pandangan Allah lebih rendah daripada seekor anak keledai. Mereka
menyeru kepada pintu neraka dan barangsiapa menyambut seruan mereka maka
ia akan masuk ke dalamnya.
Ketika kita tenggelam dalam kesedihan yang suram, fajar Khilafah
mulai terbit, kegelapan mulai berubah bercahaya, dan penghalang telah
hilang. Allah memudahkan bagi mujahidin suatu urusan kebaikan, karena
mereka bisa diandalkan di dalamnya. Mereka terus berjalan di atas
kebenaran, sebagaimana yang kita saksikan dalam penghormatan kelompok
mereka kepada Islam dan kemuliaan orang-orangnya. Kemudian juru bicara
mereka memproklamasikan, “Sambutlah seruan dari Allah.” Maka di antara
mereka yang meyambut seruan tersebut adalah sekumpulan batalion dan
faksi mujahidin di Libya di tiga wilayah berikut – Barqah, Fazzan, dan
Tarablus (Tripoli)- disebabkan firman Allah, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa
jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam),
perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah,
kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad
ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat,
dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah
tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran
yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada
kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan
menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi
kewajiban yang diabaikan di zaman ini.
Kami bersumpah setia karena kebaikan umat ini, baik urusan agama dan
duniawinya, tidak akan dapat diperoleh kecuali dengan seorang pemimpin
yang memerintah manusia dengan hukum Allah, memaksa para pembangkang
kembali kepada kebenaran, dan memerangi mereka yang keras kepala dan
mereka yang menghalang-halangi manusia dari agama Allah. Inilah pondasi
agam –kitab sebagai petunjuk dan pedang sebagai penolong. {Dan cukuplah Rabb-mu sebagai pemberi petunjuk dan penolong} [Al Furqan: 31].
Ibnu Taimiyyah (semoga Allah merahmatinya) berkata, “Wajib atas manusia
mengetahui bahwa kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk
kewajiban agama yang paling besar, bahkan tidaklah urusan agama dan
dunia akan tegak kecuali dengannya. Karena sesungguhnya mashlahat anak
cucu Adam tidaklah sempurna kecuali dengannya. Ketika mereka bersatu
bersama maka mereka harus memiliki pemimpin, dan syariat telah
menjadikannya wajib dalam perkumpulan yang kecil, demikian itu
menunjukkan bahwa hal itu juga berlaku atas berbagai perkumpulan lainnya
yang lebih besar.” Selesai perkataan beliau, semoga Allah mencurahkan
berkah atas beliau.
Kami bersumpah setia karena tidak ada solusi bagi perselisihan selain
Khilafah. Oleh karenanya, kami menyeru kepada setiap Muslim kepada
kebaikan ini, karena sesungguhnya, hal ini lebih membuat geram
musuh-musuh Allah. Demi Allah, berkumpulnya kita di bawah seorang
pemimpin lebih berat bagi musuh-musuh Allah daripada seribu kemenangan
di medan tempur. Dan jangan terperdaya dengan pembelotan orang yang
membelot. Ibnu Hazm (rahimahulla) berkata, “Dan bagi mereka yang berkata
bahwa imamah tidak valid kecuali dengan persetujuan seluruh pembesar
umat dari berbagai negeri, maka hal ini keliru, karena hal ini menuntut
sesuatu yang tidak mungkin, di luar kemampuan seorangpun, dan merupakan
beban yang paling berat, padahal Allah tidak membebani seorangpun di
bawah kemampuannya. Allah berfirman, {Dan Dia tidak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesulitan pun} [Al Hajj: 78].” Selesai perkataan beliau, semoga Allah mencurahkan berkah atas beliau.
Sedangkan untukmu, wahai orang-orang murtad, termasuk orang-orang
sekuler, parlemen, dan penolong-penolong mereka dari kalangan polisi,
tentara dan sahawat, demi Allah kami telah mempersiapkan untuk kalian
minuman paling pahit, kematian paling buruk, peperangan paling
menghancurkan, dan tentara paling agresif dengan izin Allah. Wahai
pengekor penyembah salib, wahai laki-laki, kalian yang memulai ini,
tetapi kamilah –dengan izin Allah- yang akan menyelesaikannya. Kalianlah
yang menghancurkan rumah-rumah keluarga mujahidin. Demi Allah, demi
Allah, kami akan menunjukkan kepada kalian wajah peperangan dan
pertempuran yang sengit.
Jika sebuah kaum menyerangku, aku balas menyerang mereka,
Maka apakah aku, -wahai keluarga Hamdan- orang yang dzalim?
Jika kalian tidak memiliki hati yang cerdas dan sebuah pedang,
Dan semangat dan menantang, hak-hakmu akan meninggalkanmu. (Syair)
Sebagai seruanku kepada suku-suku yang baik dan diberkahi aku
berkata, wahai orang-orang yang berjiwa kesatria dan memiliki rasa
cemburu, wahai orang-orang yang memiliki nasihat dan kekuatan, wahai
keturunan Tariq bin Ziyad dan Uqbah bin Nafi’, wahai orang-orang dengan
garis keturunan mulia, kami adalah putra-putramu mujahid. Kami tidak
datang kepadamu dari langit, tidak juga datang kepadamu dari dalam bumi.
Melainkan kami berasal dari suku-suku tersebut. Kami dikandung dalam
rahim yang suci, dan dirawat di atas martabat, kemuliaan, jiwa kesatria,
dan rasa cemburu dari sumber yang sama dengan yang kalian minum. Kami
datang untuk menolong agama Allah, dan untuk melihat kalian dimuliakan
karenanya dan memerintah dengannya di antara kalian, tetapi ada beberapa
orang yang berdiri menghalang-halangi tercapainya tujuan ini, dan
sangat disayangkan, mereka berasal dari suku-suku kami. Maka tahanlah
pelanggaran mereka dan beritahulah mereka untuk berhenti, atau lepaskan
tanganmu dari mereka dan kami akan menyelesaikan sendiri urusan kami
dengan mereka untuk kalian dan membela kalian dari mereka, dengan
pertolongan Allah.
{Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya} [Yusuf: 21].
Audio:
Video:
Transkip Bahasa Arab:
Transkip Bahasa Inggris:
Transkip Bahasa Indonesia:
-----------------------------------
Sumber: http://manbar.me/libya & http://manbar.me/bayat_translation
[singa/shoutussalam]
Tweet
