Oleh : Ahmad Thaha
    Penerjemah : Abu Hanan

    Daulah Islamiyah kini tengah memproses penerbitan mata uang khusus miliknya yang didasarkan pada emas dan perak. Jika benar-benar terjadi, maka ini adalah sebuah langkah besar dalam pembangunan ekonomi yang sesungguhnya bagi Daulah Khilafah. Pada kenyataannya, Daulah selalu memberikan kejutan kepada kita, dengan imajinasi-imajinasi kita yang terbatas. Apa yang kita sangka akan memakan waktu bertahun-tahun dan merupakan langkah terakhir, kita temukan terwujud dalam realita lebih cepat dari apa yang kita pikirkan dalam khalayan kita.

    Sebelum orang-orang bodoh—seperti kebiasaan mereka—mengejek dirham dan dinar, sebagaimana sebelumnya mereka telah mengejek syariat dan agama—La haula wa la quwwata illa billah—saya akan menjelaskan dalam tulisan ini beberapa fakta tentang uang emas dan perak.
    1. Uang emas—dan uang kertas yang didasarkan pada cadangan emas—adalah pondasi asli perekonomian dunia. Emas-lah yang menunjukkan nilai sesungguhnya dari uang kertas. Dunia telah terbiasa menggunakan emas dan perak sebagai uang, sampai menjelang Perang Dunia Pertama, ketika transaksi dengan keduanya dihentikan. Setelah Perang Dunia Pertama usai, dunia kembali menggunakan emas dan perak secara parsial. Kemudian penggunaan keduanya terus berkurang. Ketika Perang Dunia Pertama terjadi, orang-orang bergegas menuju bank-bank untuk menarik uang mereka, yaitu emas mereka. Tetapi mereka dikejutkan oleh kenyataan bahwa emas yang tersedia tidak mencukupi semua pencairan yang ada. Maka dikeluarkanlah sebuah undang-undang di Inggris yang mengharuskan semua orang untuk tidak menuntut lagi emas mereka, dan bahwa surat-surat berharga yang ada di tangan mereka menjadi obligasi bagi mereka. Dengan demikian, terjadilah proses penipuan dan penggelapan terbesar dalam sejarah, dan terjadilah pencurian harta manusia oleh orang-orang Yahudi. Dan muncullah istilah standar emas, yaitu rasio cadangan emas terhadap uang kertas yang beredar. Dan standar emas ini terus menurun secara bertahap seiring dengan perjalanan waktu, sampai masa kita sekarang ini.Pada tahun 1971 M, transaksi menggunakan emas dan perak dihapuskan secara total, ketika Presiden Amerika, Nixon, memutuskan secara resmi pada 15 Juli 1971 penghapusan sistem Bretton Woods yang mengharuskan konvertibilitas dolar terhadap emas dan pengaitan dolar dengan emas dengan harga yang tetap. Sejak saat itu, mata uang menjadi salah satu dari sarana penjajahan. Di balik keputusan itu, Amerika ingin menjadikan dolar sebagai pondasi keuangan di dunia, sehingga ia bisa mengontrol dan menguasai pasar uang internasional. Sistem moneter dunia pun menjadi kacau dan nilai tukar uang menjadi berubah-ubah.
    1. Uang emas dan perak masih ada sampai Daulah Khilafah Islamiyah jatuh dan terjadi perancurian harta dan uang kaum muslimin. Bukan cuma kaum muslimin, tetapi seluruh dunia. Lalu masyarakat diberi kertas-kertas berwarna yang mereka namakan uang kertas. Sebenarnya, penerbitan uang kertas adalah proses penipuan dan penggelapan terbesar yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Dan uang kertas adalah yang mendatangkan semua bencara ekonomi yang kita alami saat ini. Uang kertaslah yang telah menyeret kita sekuat-kuatnya, sehingga riba mendominasi ekonomi dunia saat ini. Misalnya, saya meminjam 100 pound dari Anda tiga tahun lalu. Jika saya mengembalikan 100 pound kepada Anda sekarang, maka saya telah menzalimi Anda, karena 100 pound di masa lalu bisa membeli barang-barang yang jauh lebih banyak daripada apa yang bisa dibelinya sekarang. Dan agar Anda bisa mengganti kerugian Anda, Anda terpaksa meminta uang tambahan. Itulah alasan yang selalu dikatakan oleh bank. Dan itulah riba itu sendiri.
    2. Uang kertas menjadi sekadar kertas yang tidak ada nilainya. Dari situ, terjadilah inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi dunia. Itu dialami oleh Amerika sendiri sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia, seperti yang terjadi pada fase “resesi besar” tahun 1929 dan “krisis ekonomi dunia” tahun 2008. Seluruh umat manusia menderita karenanya, karena enkonomi seluruh dunia terikat dengan uang kertas dolar yang sebenarnya tidak memiliki nilai, selain kekuatan militer yang dengannya Amerika memaksakan kebijakannya kepada umat manusia. Amerika menjadikan dolar sebagai mata uang yang sulit didapat, padahal sebenarnya ia tidak sulit didapat. Dan yang mengontrol penerbitan uang adalah Bank Federal Amerika. Tetapi sebenarnya ia tidaklah bersifat federal. Ia dimiliki dan dikuasai oleh sekelompok pebisnis yang menyedot jerih payah seluruh manusia. Dan pemerintah Amerika tidak memiliki kekuasaan terhadapnya.Riba, inflasi, serta permainan nilai dan harga mata uang menimbulkan bencana-bencana ekonomi dan menjadikan seluruh manusia hidup sebagai tawanan bagi segelintir orang. Semua itu dilarang oleh Islam. Dan jika terjadi, maka boleh dikobarkan perang atas nama Allah dan Rasul-Nya, karena ia termasuk penyebab kerusakan dan kezaliman yang paling besar dalam kehidupan manusia.
    1. Amerika sendiri terbebani hutang yang paling besar di dunia dalam sejarah manusia, yaitu 17,6 triliun dolar pada tahun 2014. Ini adalah angka yang memaksa akal untuk bertanya: Bagaimana negara dengan hutang sebesar ini bisa bertahan? Jawabannya adalah umat Islam. Kitalah yang menstimulus ekonomi Amerika dengan monopoli Amerika terhadap kekayaan minyak yang dianugerahkan oleh Allah kepada umat Islam. Amerika telah melakukan hal-hal berikut ini: (1) memonopoli minyak umat Islam dan ekstraksinya; (2) memaksakan dolar sebagai satu-satunya mata uang untuk menentukan harga minyak; (3) mengontrol produksi dunia. Sampai-sampai dikatakan bahwa salah satu sebab perang Irak adalah karena Saddam Husein membeli minyak dengan berbagai mata uang dan melepaskan diri dari hegemoni dolar.
    2. Tujuan diadakannya uang bukanlah untuk menjadi barang dagangan tersendiri, tetapi untuk menjadi mediator yang memiliki nilai yang tetap untuk melaksanakan proses jual beli. Dan sejak dulu kala, Allah telah memberi petunjuk kepada manusia untuk menggunakan emas dan perak sebagai uang. Yang demikian itu karena Allah ‘Azza wa Jalla telah meletakkan dalam kedua logam ini karakteristik-karakteristik yang menjadikannya layak untuk digunakan sebagai uang. Allah ‘Azza wa Jalla telah menyimpan emas dan perak dalam perut bumi untuk manusia dengan kuantitas yang cukup untuk digunakan sampai hari kiamat. Ini tercakup dalam firman Allah Ta’ala:
    وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا.

    “Dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya di dalamnya.” (Fushshilat: 10)

    Allah ‘Azza wa Jalla mengisyaratkan penggunaan emas dan perak sebagai uang dalam firman-Nya:

    وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ.

    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak membelanjakannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (At-Taubah: 34)

    Dan dalam firman-Nya:

    زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ.

    “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak.” (Ali Imran: 14)

    Umat-umat dan bangsa-bangsa terus menggunakan emas dan perak sebagai uang sampai permulaan abad ke-19, ketika orang-orang Yahudi di Eropa dilarang untuk bekerja dengan profesi apa pun. Mereka pun kemudian bekerja dalam bidang penyimpanan uang. Profesi penyimpanan uang adalah sebagai berikut: Ketika seorang pedagang hendak melakukan perjalanan dagang, dia harus meninggalkan uangnya di rumah. Dia pun takut uangnya itu akan hilang. Maka orang-orang Yahudi meyakinkannya untuk memberikan uangnya kepada mereka sebagai titipan, sampai dia kembali dari perjalanan. Lebih jauh, mereka merayu pemilik harta untuk meminjamkan uangnya kepada mereka dengan riba. Orang-orang Yahudi mendapatkan keuntungan dari semua itu dan memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan riba juga. Demikianlah, profesi penyimpanan uang ini berkembang di Eropa dan menjadi pekerjaan bagi orang-orang Yahudi.
    1. Islam mengharamkan tindakan menyimpan emas dan perak serta menghalangi peredaran keduanya. Hukum dasar dalam Islam terkait dengan uang adalah bahwa ia harus beredar, dibelanjakan di jalan Allah, dan dibelanjakan di jalan-jalan kebaikan. Islam mengharamkan monopoli. Islam melarang pembatasan uang bagi kelompok orang-orang kaya saja. Dan Islam mengharamkan riba, pemborosan, harta yang haram, dan tindakan mempermainkan makanan dan penghidupan manusia.
    2. Islam menutup jalan ke arah permainan standar emas dan mata uang, dan menganggapnya sebagai salah satu jenis riba. Islam menamakannya dengan riba fadhl atau riba jual beli. Emas dan perak adalah harga dan uang (alat tukar). Karena itu, Allah melarang untuk menjadikannya sebagai komoditas yang diperdagangkan oleh para pedagang. Ibnu Qayyim mengatakan perkataan yang sangat bagus tentang masalah tujuan penetapan harga dengan emas: “Illah (alasan) pengharaman riba dalam emas dan perak adalah keberadaannya sebagai harga. Dinar dan dirham adalah harga barang-barang dagangan. Dan harga adalah standar yang dengannya nilai harta ditentukan. Maka ia harus pasti dan akurat, tidak naik dan tidak turun. Sebab, jika harga naik dan turun seperti komoditas, maka kita tidak memiliki harga yang dengannya kita mengukur barang-barang dagangan, tetapi semuanya adalah komoditas. Kebutuhan manusia terhadap harga yang dengannya mereka mengukur barang-barang dagangan adalah kebutuhan primer yang bersifat umum. Barang-barang dagangan tidak diketahui kecuali dengan harga yang dengannya nilainya ditentukan. Dan itu tidak terwujud kecuali dengan adanya harga yang dengannya nilai barang-barang ditentukan dan memiliki kondisi yang stabil. Ia tidak boleh dinilai dengan barang lain, karena dengan begitu ia akan menjadi komoditas yang naik dan turun, sehingga transaksi-transaksi manusia akan rusak, kemunduran akan terjadi, dan madharat akan merajalela… Fungsi harga bukanlah untuk dijadikan tujuan, tetapi untuk dijadikan alat perantara untuk mendapatkan komoditas. Apabila harga itu sendiri menjadi komoditas yang menjadi tujuan, maka rusaklah kondisi manusia.” (A’lamul Muwaqqi’in, 2/159) Semua uang memiliki hukum yang sama dengan emas dan perak, dari materi apa pun dia dibuat, seperti dolar, pound, dan dinar, baik kertas mapun logam, selama ia adalah harga bagi barang-barang.
    1. Pencetakan uang yang didasarkan pada cadangan emas, atau uang emas itu sendiri, adalah sebuah prinsip ekonomi Islam yang adil. Kita bisa membayangkan bahwa satu prinsip Islam saja bisa melindungi makanan, keringat, dan jerih payah manusia dari pencaplokan yang berada di balik permainan harga mata uang. Ketika seseorang membandingkan manhaj Islam dan manhaj Jahiliyah dalam setiap bagian kehidupan —dan tema kita di sini adalah tentang uang— kita akan menemukan perbedaan antara manhaj Islam dengan kebenaran, keadilan, kebaikan, dan rahmat yang dibawanya untuk seluruh umat manusia, dan antara manhaj Jahiliyah yang mendatangkan kemiskinan, kezaliman, dan kebiadaban yang membakar seluruh umat manusia.
    2. Sebuah perusahaan khusus di Malaysia benar-benar telah memulai proyek pencetakan uang emas dan perak.
    3. Sistem emas dan perak tidak akan menghadapkan dunia pada pertambahan apa yang beredar darinya secara mengejutkan, sebagaimana terjadi pada uang kertas. Dengan begitu, uang memiliki sifat tetap dan stabil. Kepercayaan terhadapnya akan bertambah. Dan ia membuat nilai tukar antara mata uang berbagai negara menjadi seimbang, karena setiap mata uang dinilai dengan satuan-satuan tertentu dari emas dan perak. Dengan begitu, seluruh dunia pada hakikatnya akan memiliki satu uang saja, yaitu emas dan perak, meskipun mata uang mereka berbeda-beda.
    Kaum muslimin bersepakat bahwa berat satu dinar emas menurut syariat adalah 4,25 gram emas murni 24 karat, dan berat satu dirham perak menurut syariat adalah 2,975 gram perak murni.
    1. Di antara tugas Daulah Islamiyah adalah mencetak uang, karena ini adalah proses yang membutuhkan biaya. Ketika pencetakan dilakukan dalam kuantitas yang sangat besar, maka biaya produksi akan menjadi sangat murah, sehingga nilai uang pada akhirnya adalah nilai emas atau perak yang dikandungnya, tanpa ditambahkan padanya biaya produksi. Uang termasuk hal-hal yang dijelaskan hukumnya oleh Islam, bukan termasuk hal-hal yang berada dalam wilayah pendapat dan musyawarah. Ia tidak boleh disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan kondisi ekonomi atau kondisi moneter. Tetapi mengingat keberadaannya sebagai satuan pembayaran tunai dan mengingat jenisnya, ia harus bersifat tetap berdasarkan hukum syariat. Maka kembali kepada kaedah emas dan perak dianggap sebagai salah satu hukum syariat bagi Daulah Khilafah. Tindakan Daulah Khifah mencetak uang emas akan mendatangkan banyak manfaat yang besar: (1) mengikuti ridha Allah dengan mewujudkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan manusia; (2) membebaskan diri dari lingkaran riba internasional yang dikuasai oleh kaum Yahudi dan Salibis; (3) membebaskan kekayaan umat, berupa minyak dan lainnya, dari keterikatan dengan dolar di bawah penindasan kekuatan militer Amerika; (4) mempercepat kehancuran ekonomi Amerika, karena setiap dolar yang beredar akan menstimulus ekonomi Amerika; (5) memotivasi negara-negara yang lemah dan tertindas untuk memerdekakan diri dari belenggu penghinaan Amerika, membebaskan mata uangnya, dan melindungi negaranya dari inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi yang diatur oleh segelintir Yahudi yang menguasai Bank Dunia dan IMF, serta para pebisnis dan penguasa wilayah-wilayah lepas pantai, yang mempermainkan makanan, keringat, dan jerih payah manusia, tanpa ada yang mengawasi dan mengaudit.
    1. Saya mengusulkan kepada Daulah Islamiyah terkait penerbitan uang emas dan perak agar Baitul Mal menerbitkan kartu ATM kepada rakyat Daulah secara gratis, yang terhubung dengan jaringan percetakan uang pusat dan cabang-cabang bank Islam, baik di dalam wilayah Daulah Khilafah maupun di daerah-daerah yang akan ditaklukkan di masa mendatang insya Allah. Dari layanan kartu ATM akan diperoleh kemudahan dalam mengedarkan uang, kemudahan dalam mengumpulkan zakat, serta kemudahan dalam memberikan penghidupan kepada masyarakat, membayarkan gaji, dan menyalurkan zakat, melalui transfer elektronik. Sebab, di dalamnya terdapat kecepatan, ketelitian, kemajuan, dan keselarasan dengan teknologi modern. Di samping bahwa di dalamnya terdapat pembebasan ekonomi Khilafah dari penjajahan internasional terhadap pasar uang dan nilai tukar, serta usaha memakan harta manusia dengan cara yang batil.
    dari Al-Mustaqbal Channel
     

    ,



    Adanya berita keributan antar kelompok pejuang di Suriah yang menurut DR Muinudinillah (Ketua Dewan Syariah Kota Solo) dijadikan sebagai propaganda musuh untuk melemahkan kekuatan Mujahidin, tidak sepantasnya diekspos berlebihan. Sebagai awak media sudah sepatutnya bisa memilah mana yang membawa manfaat lebih banyak kepada umat.

    Ketua Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS), Ustadz Bachtiar Nasir, mengatakan masalah antar kelompok Mujahidin biarlah menjadi urusan mereka, dan mereka yang mengambil solusinya.

    “Apa gunanya memberitakan konflik (Mujahidin, red)? Karena kita masih berada di ruangan ber-AC,” kata Bachtiar dalam acara tabligh akbar Suriah Memanggil Kita di panggung utama Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Sabtu (8/3).

    Menurut ustadz yang akrab disapa Abi Bachtiar di kalangan tahfizh cilik itu keributan antar kelompok Mujahidin bisa jadi diakibatkan karena ada yang tidak ikhlas berjihad di jalan Allah. Maka dari itu, memudahkan pihak ketiga yang ingin melakukan infiltrasi ke dalam kelompok Mujahidin.

    “Kalau ada yang bisa menyelesaikan masalah, ya, silakan selesaikan. Tapi, kalau tidak bisa menyelesaikan, ya, lebih baik diam,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini.

    Bachtiar kemudian menceritakan kepada hadirin yang memenuhi panggung utama Islamic Book Fair bahwa semasa menempuh studi di kota Madinah, ia pernah menyaksikan keluruhan akhlak dan rasa saling menghormati di antara kelompok jihad Afghanistan.

    Kala itu, lanjutnya, para pemimpin tersebut bertemu di suatu tempat untuk berunding menyelesaikan masalah di antara mereka. “Permasalahannya adalah bawahan mereka yang tidak bisa dikendalikan,” pungkasnya. (UL/bumisyam)

    ,

    Mungkin surat ini sudah menyebar cukup lama untuk rakyat Indonesia, namun tidak sedikit pula yang belum membaca dan meresapi isinya, Bagi yang sudah membaca silahkan dibaca lagi dan dibagikan, jika yang belum silahkan membaca nya..

    Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

    Untuk saudaraku di Indonesia, ..Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia .. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini .. bukankah demikian wahai saudaraku???

    Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!!?.

    Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku ..jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di gabung .. itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja ...

    Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah?.wah?pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya ..? .. Subhanallah.

    Wahai saudaraku di Indonesia, ..

    Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah? pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian..

    Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

    Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil ... yah diatas mobil saudaraku!!

    Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun .., mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah ...itu yang kami dapat dari informasi televisi.

    Dan yang membuat saya terkejut dan merinding,,, ,, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA ... Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian ..???

    Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut ..?!! !, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan .. atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! !!, Mereka mati syahid .. saudaraku! mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!!

    Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel ...

    Saudaraku .., bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui,,,sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami Namun,,,,sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar ... Allahu Akbar!!!

    Wahai saudaraku di Indonesia, ...

    Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar, Apa karena kalian sulit mencari rezki disana ..? apa negeri kalian sedang di blokade juga ..?

    Perlu kalian ketahui .. saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan .., walau sudah lama kami diblokade .. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.

    Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda Baru saja melangsungkan pernikahan,, ,yah,,,mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut.

    Wahai Saudaraku di Indonesia, ..

    Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut.

    Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan Buku-buku pasti kalian telah lahap .., kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu .. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku ... Satu jam .., yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.

    Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau Cuma satu jam saudaraku ..,Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami) dan takaful (saling menangung beban) di sana .. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami .. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian??

    Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur?an, umurnya baru 10 tahun , Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

    Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma .., yah di tempat itulah mereka belajar Saudaraku,, bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal .., karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

    Wahai Saudaraku di Indonesia, ..

    Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, .. kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.

    Namun,,,bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

    Oh.., iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

    ( Gaza City ..1430 H )

    Akhhuka….. Abdullah 

    Begitulah isi surat tanpa harus mengubah isinya, Silakan baca dan resapi surat diatas, betapa miris dan terlukanya hati saat surat diatas diterima nurani kita, betapa terlukanya saudara kita disana. Tetap dukung mereka walau hanya Do’a ataupun dana yang bisa kita lakukan, Allahu Akbar ...
    (Subhallah & Semoga Bermanfaat )

    (sumber : Dukungan Indonesia Untuk bangsa palestina)


    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamu’alaikum.wr.wb!

    Pada hari ini, 11 September 11 tahun yang lalu, 19 Pemuda Muslim Pemberani (The Magnificent 19) menumbangkan mitos kedigdayaan negara teroris Amerika Serikat dengan menabrakkan pesawat American Airlines flight 11 ke gedung kembar WTC menara utara dan pesawat United Airline Flight 175 ke WTC menara selatan. Hanya dalam waktu kurang dari 60 menit, kesombongan Amerika luluh lantah bersamaan dengan melelehnya gedung kembar WTC.

    Presiden negara teroris Amerika Serikat, sekaligus pimpinan perang salib modern, George W Bush langsung mendeklarasikan perang salib baru dengan ucapannya, “This is Crusade” atau ini adalah perang salib! Pasca serangan berbarokah tersebut, dunia akhirnya memang hanya terbagi menjadi dua camp (kelompok) saja, yakni bersama Amerika Serikat dan menjadi antek-anteknya, atau bersama teroris, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mujahidin, Islam, dan kaum Muslimin itu sendiri.

    Kini, setelah 11 tahun berlalu dari peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan oleh umat manusia tersebut, telah berlangsung perang salib modern dengan nama “Perang Melawan Terorisme” yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama antek-anteknya di seluruh dunia, dimana mereka memerangi Mujahidin, Islam, dan kaum Muslimin, dan akhirnya Alhamdulillah, atas idzin Allah SWT., Amerika kalah perang! Allahu Akbar!

    Serangan berbarokah 11 September 2001 yang dilakukan oleh 19 Pemuda Muslim Pemberani (The Magnificent 19) menjadi awal dari kekalahan demi kekalahan Amerika Serikat dan antek-anteknya. Penarikan demi penarikan pasukan Amerika Serikat dan antek-anteknya mulai diberlakukan secara massal, di Afghanistan, Irak, Somalia, dan menyusul yang lainnya.

    Gelombang Tsunami Revolusi yang menyapu Tunisia, Mesir, Libya, dan juga terus merembet ke negeri-negeri Timur Tengah, secara signifikan akan terus melemahkan Amerika Serikat dan antek-anteknya hingga pada titik terakhir kehancuran totalnya, Insya Allah!

    Sementara itu, Alhamdulillah, atas idzin Allah SWT., Mujahidin, Islam, dan Kaum Muslimin terus saja memetik buah iman dan taqwa mereka berupa kemenangan-kemenangan dari Allah SWT, dengan tetap eksisnya Imarah Islam Afghanistan, Daulah Islam Irak, Imarah Islam Kaukasus, dan Imarah Islam Somalia. Bahkan kini, Imarah-Imarah Islam yang baru terus saja bermunculan, seperti Imarah Islam Waqar di Yaman, dan Imarah Islam Azawad di Mali Utara.

    Sementara itu, di seluruh belahan dunia manapun, seruan dan aksi-aksi serta tuntutan penegakan syariat Islam terus bergema mengguncang singgasana rezim-rezim bengis, baik di Eropa, Amerika, Australia, dan tentu saja di Asia.

    Semua hal ini menjadi bukti dan pelajaran bagi kita semua, umat Islam dan umat manusia di seluruh dunia, bahwa pada hari ini, ketika kita memperingati 11 tahun peristiwa 11 September 2001, Amerika Serikat dan antek-anteknya telah kalah perang melawan Mujahidin, Islam, dan Kaum Muslimin.

    Maha Benar Allah SWT., yang telah berfirman :

    “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.?…” [QS. Al-Baqarah : 249]

    Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

    Wa’alaikumussalam.wr.wb!

    11 September 2012
    Sharia4Indonesia

    Abu Muhammad
    Jubir Aksi

    ,


    Anti-thoghut.com | Sembahlah Alloh Jauhilah Thoghut - Tragedi (baca: operasi syahid) 9/11 akan memasuki tahun ke-11 terhitung sejak 11 September 2001.

    Presiden AS yang berkuasa saat itu, George W Bush Laknatullah, mengumumkan “Crussade” (Perang Salib) terhadap Islam.

    Setelah 11 tahun berlalu, invasi AS baik di Afghanistan dan Irak tak membuahkan “hasil” sebagaimana yang mereka impi-impikan, yakni terciptanya pemerintahan yang demokratis di negeri-negeri yang menginginkan sistem pemerintahan Islami.

    Namun sangat disayangkan, media-media barat dan mainstream cenderung ogah menayangkan kekalahan AS atas jihad para Mujahidiin di Afghanistan, Irak, dan tempat-tempat lainnya.

    Oleh karena itulah, Sharia4Indonesia bermaksud mengadakan “Demonstrasi Peringatan 11 Tahun Peristiwa 11 September: AMERIKA KALAH PERANG!”

    “Umat Islam secara khusus dan penduduk bumi secara umum harus tahu bahwa sebenarnya Amerika itu kalah perang! Kekalahan AMerika harus diungkap ke public, kejahatan perang Amerika harus diekspos ke masyarakat, agar Amerika sadar diri dan segera menarik pasukannya dan pasukan sekutu-sekutunya dari negeri-negeri kaum Muslimiin,” demikian pernyataan Sharia4Indonesia kepada Mukminun.com.

    Aksi tersebut rencananya akan digelar secara besar-besaran pada Selasa, 11 September 2012 dengan menunjuk Bundaran HI, Jakarta, sebagai pusat lokasi acara dan insyallah akan dilanjutkan menuju Kantor Perwakilan PBB di gedung Menara Thamrin.

    Acara tersebut akan diisi dengan tausiyah dan orasi singkat oleh beberapa ulama seperti Ust. Abu Bilal, Ust. Hardiansyah, Ust. Abu Abdullah Rabbani, dan Ust. Ainur Rofiq mulai pukul 09.00 pagi dan insyallah akan selesai pukul 09.45.

    “Kaum muslimin yang ingin berpartisipasi, kami mengundang secara terbuka bagi siapa saja yang ingin menghadirinya. Namun kami himbau agar tidak membawa bendera/simbol organisasi/negara manapun, hanya diperkenankan menggunakan bendera/simbol daulah, al-liwa' dan ar-roya,” imbau Sharia4Indonesia untuk umat Islam yang hendak menghadiri acara tersebut.

    Jadi, mari umat Islam! Kita buka tabir kekalahan AS! Allahu’akbar! (source : Irfan/Mukminun.com)

    Sabtu malam, 18 Agustus 2012, jama’ah jihad Irak, Jama’ah Ansharul Islam, merilis ucapan selamat ‘Idul Fitri dari komandan-komandan Jama’ah. Dalam ucapan tersebut mereka menyeru kepada mujahidin intern secara khusus dan mujahidin Irak secara umum serta pemimpin-pemimpin jihad.

    “Kalian masih tetap menjadi tentara Allah, pemuda risalah dan pemegang amanat. Sungguh kalian telah memanggul tanggungjawab membela ummat dan agama semenjak kalian bersumpah kepada Allah diatas panji Islam, Jihad dan pengokohan.  Sedangkan Allah, ahlul haq dan orang yang berhukum dengan syari’at mengetahui bahwa kalian adalah orang yang pertama kali mengangkat panji Tauhid dan Jihad di Irak. Darah-darah yang suci mereka mengalir. Dan orang yang paling pertama bergabung ke Darul Islam dengan sepenuh persyaratannya dan orang yang yang pertama memerangi kaum murtad. Sunggh darah kalian adalah darah pertama yang mengalir dalam front pertempuran di Irak melawan para murtaddin dan darah kalian adalah darah yang pertama yang dimiliki mujahidin mengalir dalam menghadapi pasukan salibis Amerika serta belum ada darah yang tertumpah. Dan cukuplah dengan itu ia mendapatkan karunia besar dari Allah ”.

    Mereka juga menyampaikan pesan kepada ulama dan imam dakwah tauhid dan jihad yang Allah berikan perbendaharaan ilmu dan hikmah serta pemimpin-pemimpin lapangan yang memanggul senjata yang agama tidak tegak keuali dengan wasilahnya. Mereka menyerukan beberapa poin diantaranya memelihara kemurnian panji agar tidak dicemari oleh fanatisme buta jahiliyyah, memelihara agama, kehormatan, jiwa dan harta kaum muslimin dan persiapan materi yang meningkat dan menyiapkan strategi .(usamah/ansar)

    (sumber:voa-islam.com)


    Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilhamd… Hati orang-orang beriman kembali gembira dan lega atas tegaknya sebuah Imarah (Negara) Islam di Azawad Afrika Barat.

    Imarah Islam Azawad di deklarasikan pada tanggal 5 Rajab 1433 Hijriyah / 26 Mei 2012 lalu di kota Gao. Wilayah gurun pasir sahara ini awalnya merupakan wilayah Republik Mali, tetapi pejuang kemerdekaan berhasil menguasai dan menyatakan kemerdekaan Azawad pada awal tahun 2012 lalu setelah mereka berhasil mengusir Tentara Nasional Mali.

    Dideklarasikannya Imarah Islam Azawad merupakan hasil kerjasama antara pejuang kemerdekaan yang dikenal sebagai Milisi Tuareg (Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad/MNLA), pejuang islam lokal Harakah Anshorud Dien, serta pejuang islam internasional Al Qaeda Afrika Barat (AQIM/Al Qaeda in Islamic Maghrib).

    Menurut wikipedia, wilayah kekuasaan Imarah Azawad meliputi Region Timbuktu, Kidal, Gao, dan sebagian Region Mopti, yang secara keseluruhan meliputi enam puluh persen wilayah Mali. Azawad berbatasan dengan Burkina Faso di selatan, Mauritania di barat dan barat laut, Aljazair di utara dan timur laut, Niger di timur dan tenggara, dan Mali di barat daya. Gao adalah kota terbesar dan ibukota sementara. Timbuktu, kota terbesar kedua, akan dijadikan ibukota permanen.

    Sebelumnya, berbagai media telah menyiarkan penerapan syariah islam di kota Gao dan Timbuktu. Dimana minuman keras dilarang, para wanita diwajibkan berjilbab, sekolah yang memiliki kurikulum dan aturan islami, serta baru-baru ini diberlakukan pelarangan rokok.

    Berikut ini kami lampirkan naskah kesepakatan antara Jama’ah Ansharud Dien dan Milisi Tuareg :

    بسم الله الرحمن الرحيم
    Keputusan Perjanjian
    Antara: 
    Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad dengan Jama’ah Ansharud Dien

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (Ali-Imran: 103)

    Tunduk pada perintah Allah dalam ayat yang mulia ini, saudara-saudara dari Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad dan Jama’ah Ansharud Dien melakukan serangkaian pertemuan dan konsultasi selama seminggu penuh, mendiskusikan hal-hal mendasar diantaranya :

    - Konsep Kufur kepada Thaghut

    - Konsep Al-Wala wal Bara’

    - Perlunya pendirian Negara Islam di Azawad ini karena kami diperintahkan oleh Tuhan Semesta Alam dalam firman-Nya, “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Al-Hajj: 41)

    Kesepakatan kedua belah pihak:

    - Menekankan pada pemegangan Kemerdekaan Azawad, dengan pengakuan total dan menghormati perbatasan negara-negara tetangga.

    - Berkomitmen untuk bekerja pada pendirian dan pembangunan sebuah Negara Islam di Azawad yang manhajnya adalah Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW berdasarkan pemahaman para Salafus shalih.

    - Memutuskan untuk bergabung untuk kepentingan yang lebih tinggi dari Islam dan Kaum Muslimin di tanah rakyat Azawad ini.

    - Berkomitmen segera menggabungkan pasukan bersenjata kami, untuk membentuk sebuah persatuan Tentara.

    - Bersepakat untuk membentuk sebuah badan eksekutif transisi atas nama: “Dewan Transisi Negara Islam Azawad”.

    - Bersepakat untuk bendera khusus untuk Negara Islam Azawad.

    - Menyeru kepada semua kelompok Azawad yang bersifat organisasi untuk perlunya mengambil inisiatif dan berkerja bergabung dengan kerangka kerja baru ini.

    - Dewan Transisi Negara Islam Azawad bekerja untuk menyusun rencana untuk melaksanakan ketentuan dari perjanjian ini.

    - Pernjanjian ini akan mulai berlaku setelah penandatanganan ini.

    Gao, 5 Rajab 1433 H
    Sesuai dengan 26 Mei 2012
    Atas nama Gerakan Nasional Pembebasan Azawad dan Jama’ah Ansharud Dien
    Bilal Ag Charif Alghabass Ag Intalla (Sekjen MNLA)

    -----------------------------
    Sharia4Indonesia mengucapkan selamat atas lahirnya Imarah Islam Azawad, semoga keberkahan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Azawad dapat menyinari dunia ini menuju tegaknya Khilafah Islamiyah.
    Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilhamd…
    Jakarta, 8 Rajab 1433 H / 29 Mei 2012
    Sharia4Indonesia
    (sumber:
    Sharia4Indonesia.com)


Top