SEO BLOG & TEMPLATES
1. Di sini semua orang tau bahwa gempuran ataupun kematian bisa datang kapan saja, namun di sini semuanya "TERSENYUM"
2. Semua wanita berbusana syar'i di sini, jadi buat
para ISTRI tidak perlu takut, tak perlu menyuruh suami untuk
"menundukkan pandangan"
3. Tidak ada
pergaulan bebas, tidak ada alkohol, tidak ada pornografi !!! inilah
Daulah Islam bukan negara Demokrasi yang membolehkan hal-hal HARAM atas
dasar HAM.
4. Jangan kaget kalau tiba-tiba ada 'makanan di depan pintu' (biasanya tetangga di sini suka berbagi makananan)
5. Siapapun yang berpapasan dengan kita
di jalan, maka akan dia akan mengucap salam pada kita (ikhwan kepada
ikhwan, akhwat kepada akhwat)
6. Jika Malaysia dikatakan "truly Asia", maka Daulah Islamiyyah (IS)
betul-betul "GLOBAL" ! berbagai etnis ada di SINI (NO
NASIONALISME/ashobiyah)
7. Perkataan "ITTAQULLAH!" (takutlah kepada Allah) di sini dianggap
sebagai NASIHAT, tidak dianggap sebagai vonis ataupun hujatan.
8. di Daulah Islam (IS) kita bisa berdakwah kepada siapa saja! tanpa
perlu takut ada orang yang mengatakan "Jangan menilai saya! '
9. Tidak boleh ada "RIBAA" yang merupakan DOSA BESAR dalam islam. Di
sini dilarang melakukan pinjaman riba, jual beli riba dan lainnya.
10. Daulah Islamiyyah (IS) adalah zona bebas asap rokok 100% !
wallohu A'lam.
>> diolah dari FP "Diary of A Muhajirah" (page yang dikelola oleh seorang dokter yang berhijrah ke daulah islam) dari posting yang berjudul "Another 10 'Beautiful' Facts from the Islamic State that you should know!"
>> diolah dari FP "Diary of A Muhajirah" (page yang dikelola oleh seorang dokter yang berhijrah ke daulah islam) dari posting yang berjudul "Another 10 'Beautiful' Facts from the Islamic State that you should know!"
- Uang emas—dan uang kertas yang didasarkan pada cadangan emas—adalah pondasi asli perekonomian dunia. Emas-lah yang menunjukkan nilai sesungguhnya dari uang kertas. Dunia telah terbiasa menggunakan emas dan perak sebagai uang, sampai menjelang Perang Dunia Pertama, ketika transaksi dengan keduanya dihentikan. Setelah Perang Dunia Pertama usai, dunia kembali menggunakan emas dan perak secara parsial. Kemudian penggunaan keduanya terus berkurang. Ketika Perang Dunia Pertama terjadi, orang-orang bergegas menuju bank-bank untuk menarik uang mereka, yaitu emas mereka. Tetapi mereka dikejutkan oleh kenyataan bahwa emas yang tersedia tidak mencukupi semua pencairan yang ada. Maka dikeluarkanlah sebuah undang-undang di Inggris yang mengharuskan semua orang untuk tidak menuntut lagi emas mereka, dan bahwa surat-surat berharga yang ada di tangan mereka menjadi obligasi bagi mereka. Dengan demikian, terjadilah proses penipuan dan penggelapan terbesar dalam sejarah, dan terjadilah pencurian harta manusia oleh orang-orang Yahudi. Dan muncullah istilah standar emas, yaitu rasio cadangan emas terhadap uang kertas yang beredar. Dan standar emas ini terus menurun secara bertahap seiring dengan perjalanan waktu, sampai masa kita sekarang ini.Pada tahun 1971 M, transaksi menggunakan emas dan perak dihapuskan secara total, ketika Presiden Amerika, Nixon, memutuskan secara resmi pada 15 Juli 1971 penghapusan sistem Bretton Woods yang mengharuskan konvertibilitas dolar terhadap emas dan pengaitan dolar dengan emas dengan harga yang tetap. Sejak saat itu, mata uang menjadi salah satu dari sarana penjajahan. Di balik keputusan itu, Amerika ingin menjadikan dolar sebagai pondasi keuangan di dunia, sehingga ia bisa mengontrol dan menguasai pasar uang internasional. Sistem moneter dunia pun menjadi kacau dan nilai tukar uang menjadi berubah-ubah.
- Uang emas dan perak masih ada sampai Daulah Khilafah Islamiyah jatuh dan terjadi perancurian harta dan uang kaum muslimin. Bukan cuma kaum muslimin, tetapi seluruh dunia. Lalu masyarakat diberi kertas-kertas berwarna yang mereka namakan uang kertas. Sebenarnya, penerbitan uang kertas adalah proses penipuan dan penggelapan terbesar yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Dan uang kertas adalah yang mendatangkan semua bencara ekonomi yang kita alami saat ini. Uang kertaslah yang telah menyeret kita sekuat-kuatnya, sehingga riba mendominasi ekonomi dunia saat ini. Misalnya, saya meminjam 100 pound dari Anda tiga tahun lalu. Jika saya mengembalikan 100 pound kepada Anda sekarang, maka saya telah menzalimi Anda, karena 100 pound di masa lalu bisa membeli barang-barang yang jauh lebih banyak daripada apa yang bisa dibelinya sekarang. Dan agar Anda bisa mengganti kerugian Anda, Anda terpaksa meminta uang tambahan. Itulah alasan yang selalu dikatakan oleh bank. Dan itulah riba itu sendiri.
- Uang kertas menjadi sekadar kertas yang tidak ada nilainya. Dari situ, terjadilah inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi dunia. Itu dialami oleh Amerika sendiri sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia, seperti yang terjadi pada fase “resesi besar” tahun 1929 dan “krisis ekonomi dunia” tahun 2008. Seluruh umat manusia menderita karenanya, karena enkonomi seluruh dunia terikat dengan uang kertas dolar yang sebenarnya tidak memiliki nilai, selain kekuatan militer yang dengannya Amerika memaksakan kebijakannya kepada umat manusia. Amerika menjadikan dolar sebagai mata uang yang sulit didapat, padahal sebenarnya ia tidak sulit didapat. Dan yang mengontrol penerbitan uang adalah Bank Federal Amerika. Tetapi sebenarnya ia tidaklah bersifat federal. Ia dimiliki dan dikuasai oleh sekelompok pebisnis yang menyedot jerih payah seluruh manusia. Dan pemerintah Amerika tidak memiliki kekuasaan terhadapnya.Riba, inflasi, serta permainan nilai dan harga mata uang menimbulkan bencana-bencana ekonomi dan menjadikan seluruh manusia hidup sebagai tawanan bagi segelintir orang. Semua itu dilarang oleh Islam. Dan jika terjadi, maka boleh dikobarkan perang atas nama Allah dan Rasul-Nya, karena ia termasuk penyebab kerusakan dan kezaliman yang paling besar dalam kehidupan manusia.
- Amerika sendiri terbebani hutang yang paling besar di dunia dalam sejarah manusia, yaitu 17,6 triliun dolar pada tahun 2014. Ini adalah angka yang memaksa akal untuk bertanya: Bagaimana negara dengan hutang sebesar ini bisa bertahan? Jawabannya adalah umat Islam. Kitalah yang menstimulus ekonomi Amerika dengan monopoli Amerika terhadap kekayaan minyak yang dianugerahkan oleh Allah kepada umat Islam. Amerika telah melakukan hal-hal berikut ini: (1) memonopoli minyak umat Islam dan ekstraksinya; (2) memaksakan dolar sebagai satu-satunya mata uang untuk menentukan harga minyak; (3) mengontrol produksi dunia. Sampai-sampai dikatakan bahwa salah satu sebab perang Irak adalah karena Saddam Husein membeli minyak dengan berbagai mata uang dan melepaskan diri dari hegemoni dolar.
- Tujuan diadakannya uang bukanlah untuk menjadi barang dagangan tersendiri, tetapi untuk menjadi mediator yang memiliki nilai yang tetap untuk melaksanakan proses jual beli. Dan sejak dulu kala, Allah telah memberi petunjuk kepada manusia untuk menggunakan emas dan perak sebagai uang. Yang demikian itu karena Allah ‘Azza wa Jalla telah meletakkan dalam kedua logam ini karakteristik-karakteristik yang menjadikannya layak untuk digunakan sebagai uang. Allah ‘Azza wa Jalla telah menyimpan emas dan perak dalam perut bumi untuk manusia dengan kuantitas yang cukup untuk digunakan sampai hari kiamat. Ini tercakup dalam firman Allah Ta’ala:
- Islam mengharamkan tindakan menyimpan emas dan perak serta menghalangi peredaran keduanya. Hukum dasar dalam Islam terkait dengan uang adalah bahwa ia harus beredar, dibelanjakan di jalan Allah, dan dibelanjakan di jalan-jalan kebaikan. Islam mengharamkan monopoli. Islam melarang pembatasan uang bagi kelompok orang-orang kaya saja. Dan Islam mengharamkan riba, pemborosan, harta yang haram, dan tindakan mempermainkan makanan dan penghidupan manusia.
- Islam menutup jalan ke arah permainan standar emas dan mata uang, dan menganggapnya sebagai salah satu jenis riba. Islam menamakannya dengan riba fadhl atau riba jual beli. Emas dan perak adalah harga dan uang (alat tukar). Karena itu, Allah melarang untuk menjadikannya sebagai komoditas yang diperdagangkan oleh para pedagang. Ibnu Qayyim mengatakan perkataan yang sangat bagus tentang masalah tujuan penetapan harga dengan emas: “Illah (alasan) pengharaman riba dalam emas dan perak adalah keberadaannya sebagai harga. Dinar dan dirham adalah harga barang-barang dagangan. Dan harga adalah standar yang dengannya nilai harta ditentukan. Maka ia harus pasti dan akurat, tidak naik dan tidak turun. Sebab, jika harga naik dan turun seperti komoditas, maka kita tidak memiliki harga yang dengannya kita mengukur barang-barang dagangan, tetapi semuanya adalah komoditas. Kebutuhan manusia terhadap harga yang dengannya mereka mengukur barang-barang dagangan adalah kebutuhan primer yang bersifat umum. Barang-barang dagangan tidak diketahui kecuali dengan harga yang dengannya nilainya ditentukan. Dan itu tidak terwujud kecuali dengan adanya harga yang dengannya nilai barang-barang ditentukan dan memiliki kondisi yang stabil. Ia tidak boleh dinilai dengan barang lain, karena dengan begitu ia akan menjadi komoditas yang naik dan turun, sehingga transaksi-transaksi manusia akan rusak, kemunduran akan terjadi, dan madharat akan merajalela… Fungsi harga bukanlah untuk dijadikan tujuan, tetapi untuk dijadikan alat perantara untuk mendapatkan komoditas. Apabila harga itu sendiri menjadi komoditas yang menjadi tujuan, maka rusaklah kondisi manusia.” (A’lamul Muwaqqi’in, 2/159) Semua uang memiliki hukum yang sama dengan emas dan perak, dari materi apa pun dia dibuat, seperti dolar, pound, dan dinar, baik kertas mapun logam, selama ia adalah harga bagi barang-barang.
- Pencetakan uang yang didasarkan pada cadangan emas, atau uang emas itu sendiri, adalah sebuah prinsip ekonomi Islam yang adil. Kita bisa membayangkan bahwa satu prinsip Islam saja bisa melindungi makanan, keringat, dan jerih payah manusia dari pencaplokan yang berada di balik permainan harga mata uang. Ketika seseorang membandingkan manhaj Islam dan manhaj Jahiliyah dalam setiap bagian kehidupan —dan tema kita di sini adalah tentang uang— kita akan menemukan perbedaan antara manhaj Islam dengan kebenaran, keadilan, kebaikan, dan rahmat yang dibawanya untuk seluruh umat manusia, dan antara manhaj Jahiliyah yang mendatangkan kemiskinan, kezaliman, dan kebiadaban yang membakar seluruh umat manusia.
- Sebuah perusahaan khusus di Malaysia benar-benar telah memulai proyek pencetakan uang emas dan perak.
- Sistem emas dan perak tidak akan menghadapkan dunia pada pertambahan apa yang beredar darinya secara mengejutkan, sebagaimana terjadi pada uang kertas. Dengan begitu, uang memiliki sifat tetap dan stabil. Kepercayaan terhadapnya akan bertambah. Dan ia membuat nilai tukar antara mata uang berbagai negara menjadi seimbang, karena setiap mata uang dinilai dengan satuan-satuan tertentu dari emas dan perak. Dengan begitu, seluruh dunia pada hakikatnya akan memiliki satu uang saja, yaitu emas dan perak, meskipun mata uang mereka berbeda-beda.
- Di antara tugas Daulah Islamiyah adalah mencetak uang, karena ini adalah proses yang membutuhkan biaya. Ketika pencetakan dilakukan dalam kuantitas yang sangat besar, maka biaya produksi akan menjadi sangat murah, sehingga nilai uang pada akhirnya adalah nilai emas atau perak yang dikandungnya, tanpa ditambahkan padanya biaya produksi. Uang termasuk hal-hal yang dijelaskan hukumnya oleh Islam, bukan termasuk hal-hal yang berada dalam wilayah pendapat dan musyawarah. Ia tidak boleh disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan kondisi ekonomi atau kondisi moneter. Tetapi mengingat keberadaannya sebagai satuan pembayaran tunai dan mengingat jenisnya, ia harus bersifat tetap berdasarkan hukum syariat. Maka kembali kepada kaedah emas dan perak dianggap sebagai salah satu hukum syariat bagi Daulah Khilafah. Tindakan Daulah Khifah mencetak uang emas akan mendatangkan banyak manfaat yang besar: (1) mengikuti ridha Allah dengan mewujudkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan manusia; (2) membebaskan diri dari lingkaran riba internasional yang dikuasai oleh kaum Yahudi dan Salibis; (3) membebaskan kekayaan umat, berupa minyak dan lainnya, dari keterikatan dengan dolar di bawah penindasan kekuatan militer Amerika; (4) mempercepat kehancuran ekonomi Amerika, karena setiap dolar yang beredar akan menstimulus ekonomi Amerika; (5) memotivasi negara-negara yang lemah dan tertindas untuk memerdekakan diri dari belenggu penghinaan Amerika, membebaskan mata uangnya, dan melindungi negaranya dari inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi yang diatur oleh segelintir Yahudi yang menguasai Bank Dunia dan IMF, serta para pebisnis dan penguasa wilayah-wilayah lepas pantai, yang mempermainkan makanan, keringat, dan jerih payah manusia, tanpa ada yang mengawasi dan mengaudit.
- Saya mengusulkan kepada Daulah Islamiyah terkait penerbitan uang emas dan perak agar Baitul Mal menerbitkan kartu ATM kepada rakyat Daulah secara gratis, yang terhubung dengan jaringan percetakan uang pusat dan cabang-cabang bank Islam, baik di dalam wilayah Daulah Khilafah maupun di daerah-daerah yang akan ditaklukkan di masa mendatang insya Allah. Dari layanan kartu ATM akan diperoleh kemudahan dalam mengedarkan uang, kemudahan dalam mengumpulkan zakat, serta kemudahan dalam memberikan penghidupan kepada masyarakat, membayarkan gaji, dan menyalurkan zakat, melalui transfer elektronik. Sebab, di dalamnya terdapat kecepatan, ketelitian, kemajuan, dan keselarasan dengan teknologi modern. Di samping bahwa di dalamnya terdapat pembebasan ekonomi Khilafah dari penjajahan internasional terhadap pasar uang dan nilai tukar, serta usaha memakan harta manusia dengan cara yang batil.
Dunia Islam
Oleh : Ahmad Thaha
Penerjemah : Abu Hanan
Daulah Islamiyah kini tengah memproses
penerbitan mata uang khusus miliknya yang didasarkan pada emas dan
perak. Jika benar-benar terjadi, maka ini adalah sebuah langkah besar
dalam pembangunan ekonomi yang sesungguhnya bagi Daulah Khilafah. Pada
kenyataannya, Daulah selalu memberikan kejutan kepada kita, dengan
imajinasi-imajinasi kita yang terbatas. Apa yang kita sangka akan
memakan waktu bertahun-tahun dan merupakan langkah terakhir, kita
temukan terwujud dalam realita lebih cepat dari apa yang kita pikirkan
dalam khalayan kita.
Sebelum orang-orang bodoh—seperti
kebiasaan mereka—mengejek dirham dan dinar, sebagaimana sebelumnya
mereka telah mengejek syariat dan agama—La haula wa la quwwata illa billah—saya akan menjelaskan dalam tulisan ini beberapa fakta tentang uang emas dan perak.
وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا.
“Dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya di dalamnya.” (Fushshilat: 10)
Allah ‘Azza wa Jalla mengisyaratkan penggunaan emas dan perak sebagai uang dalam firman-Nya:
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ.
“Dan orang-orang yang menyimpan emas
dan perak dan tidak membelanjakannya di jalan Allah, maka berikanlah
kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang
pedih.” (At-Taubah: 34)
Dan dalam firman-Nya:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ.
“Dijadikan terasa indah dalam
pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa
perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk
emas dan perak.” (Ali Imran: 14)
Umat-umat dan bangsa-bangsa terus
menggunakan emas dan perak sebagai uang sampai permulaan abad ke-19,
ketika orang-orang Yahudi di Eropa dilarang untuk bekerja dengan profesi
apa pun. Mereka pun kemudian bekerja dalam bidang penyimpanan uang.
Profesi penyimpanan uang adalah sebagai berikut: Ketika seorang pedagang
hendak melakukan perjalanan dagang, dia harus meninggalkan uangnya di
rumah. Dia pun takut uangnya itu akan hilang. Maka orang-orang Yahudi
meyakinkannya untuk memberikan uangnya kepada mereka sebagai titipan,
sampai dia kembali dari perjalanan. Lebih jauh, mereka merayu pemilik
harta untuk meminjamkan uangnya kepada mereka dengan riba. Orang-orang
Yahudi mendapatkan keuntungan dari semua itu dan memberikan pinjaman
kepada masyarakat dengan riba juga. Demikianlah, profesi penyimpanan
uang ini berkembang di Eropa dan menjadi pekerjaan bagi orang-orang
Yahudi.
Kaum muslimin bersepakat bahwa berat
satu dinar emas menurut syariat adalah 4,25 gram emas murni 24 karat,
dan berat satu dirham perak menurut syariat adalah 2,975 gram perak
murni.
dari Al-Mustaqbal Channel
Risalah Jihad
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Pesan Audio Amirul Mukminin
Bertema
- Walau Orang-Orang Kafir Membencinya -
بسم الله الرحمن الرحيم
Muassasah Al Furqan lil Intajil I’lami menghadirkan
Pidato dari Pemimpin Kita Amirul Mu’minin, Khalifah Muslimin
Abu Bakar al-Husayni al-Qurashy al-Baghdady (hafidhahullah) berjudul
“Walau Orang-Orang Kafir Membencinya”
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memujinya. Kami
memohon pertolongan kepadaNya. Kami juga memohon ampunan dan bertaubat
kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan
keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh
Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang
Allah sesatkan maka tiada satupun yang bisa memberi hidayah kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah
semata tanpa ada sekutu bagiNya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusanNya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan
keselamatan kepadanya dan kepada keluarga serta para sahabatnya. Amma
ba’du:
Allah (‘azza wa jalla) telah mewajibkan jihad kepada kita sebagaimana
Dia mewajibkan shalat dan puasa, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci” [Al-Baqarah: 216], dan Dia (subhanah) berfirman, “Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” [Al-Baqarah: 183].
Allah (tabaraka wa ta’ala) juga menjadikan jihad sebagai sebaik-baik
amal dan puncak tertinggi dari Islam. Dia (subhanah) menjadikan
kehormatan kaum Muslimin dengan jihad dan menjadikan atas mereka
kehinakan jika meninggalkannya. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa
sallam) bersabda, “Jika kalian telah berjual beli dengan sistem
baiiul ‘innah, memegang ekor sapi dan ridho dengan pertanian serta
meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kehinaan atas kalian,
Dia tidak akan mencabutnya dari kalian, hingga kalian kembali kepada
agama kalian” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar].
Allah (‘azza wa jalla) juga menyiapkan adzab yang pedih bagi siapa
saja yang berpangku tangan dari jihad. Dia (ta’ala) berfirman, “Jika
kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu
dengan siksa yang pedih dan menggantikanmu dengan kaum yang lain, dan
kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun” [At-Taubah: 39].
Dan Dia memerintahkan semua orang untuk berjihad tanpa mengecualikan seorang pun, sebagaimana Dia (‘azza wa jalla) berfirman, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau berat” [At-Taubah: 41].
Dia (subhanah) memerintahkan untuk berperang dalam setiap keadaan,
bahkan jika hanya seorang mujahid yang tersisa, sebagaimana Dia
(subhanah) berfirman, “Maka berperanglah kamu di jalan Allah,
tidaklah kamu dibebani melainkan dengan dirimu sendiri. Dan kobarkanlah
semangat kaum mukminin” [An-Nisa’: 84].
Dan Dia (subhanah) menjanjikan bagi siapa yang berperang di jalan-Nya
dengan pertolongan dan menjadikan kemenangan dan akhir yang baik bagi
orang-orang yang beriman. Dia (ta’ala) berfirman, “Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang kafir itu” [An-Nisa’: 84]. Dan Dia (subhanah) berfirman, “Dan
sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami, para
Rasul, bahwa sesungguhnya mereka pasti mendapat pertolongan. Dan
sesungguhnya tentara kami itulah yang pasti menang” [As-Saffat: 171-173]. Dan Dia (ta’ala) berfirman, “Dan wajib atas Kami menolong orang-orang yang beriman” [Ar-Rum: 47].
Maka, wajib bagi kaum Muslim untuk memahami dengan baik dan menyadari
bahwa berperang adalah kewajiban atas setiap individu dari mereka, dan
bahwa jihad adalah sebaik-baik amal dan puncak tertinggi Islam.
Kehormatan dan keagungan mereka adalah dengannya, juga keselamatan di
dunia dan di akhirat. Kehinaan, kegagalan, dan kemunduran mereka adalah
disebabkan meninggalkan jihad, begitu pula adzab di dunia dan di
akhirat. Mereka juga harus menyadari bahwa Allah (‘azza wa jalla) akan
menolong mujahidin; hal ini tidak diragukan lagi. Dan oleh karenanya,
tentara Daulah Islam berperang. Mereka berperang sebagai ketaatan kepada
Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya (subhanah). Mereka tidak akan
meninggalkan jihad selama-lamanya. Bahkan jika hanya seorang tentara
dari mereka yang tersisa, mereka tidak akan meninggalkan jihad
selama-lamanya, karena mereka menentang kehinaan dan ketidakadilan.
Mereka tidak akan meninggalkan jihad karena mereka tidak merasakan
kehormatan dan kemuliaan kecuali dengannya. Mereka tidak akan
meninggalkan jihad, karena sesungguhnya merekalah yang akan menang.
Mereka akan mendapat kemenangan walaupun hanya tersisa satu laki-laki
dari mereka. Merekalah yang mendapat kemenangan dan mereka di atas
keyakinan atas pertologan Allah kepada mereka. Maka bergembiralah wahai
umat Islam dan berharaplah kebaikan, karena putra-putra kalian dari
tentara Daulah Islam hari ini lebih berani, lebih kuat, dan lebih tabah
–dengan karunia Allah. Perang salib ini hanya meningkatkan keyakinan
mereka terhadap manhaj mereka, keteguhan di atas jalan mereka, dan
ketabahan untuk mencapai tujuan mereka. Segala puji hanya bagi Allah.
Dan walaupun perang salib ini adalah yang paling dahsyat dan sengit,
tetapi ini adalah yang paling gagal dan mengecewakan. Kita melihat
Amerika dan sekutunya tersandung antara ketakutan, kelemahan,
ketidakmampuan, dan kegagalan. Amerika, Eropa, Australia, Kanada,
pengikut dan budak mereka yang murtad dari kalangan pemerintah
negeri-negari kaum Muslimin merasa ketakutan akan Daulah Islam. Yahudi
juga ketakutan; mereka mengkhawatirkan ekonomi mereka. Mereka ketakutan
karena harta kaum Muslimin dan kekayaan alam kita, yang mereka rampas,
mereka hisap, mereka nikmati sendiri, dan dengannya mereka memerangi
kita melalui agen-agen mereka dari kalangan pemerintah pengkhianat di
negeri-negeri kaum Muslimin. Mereka takut akan keamanan mereka. Mereka
takut revolusi umat Muslim [terhadap penguasa tersebut]. Mereka takut
kekalahan mereka. Mereka takut kembalinya Khilafah dan kembalinya umat
Muslim untuk menjadi yang terdepan dan berkuasa.
Kita melihat semua ketakutan mereka dengan jelas dan dengan bukti.
Dan kita melihat kelemahan mereka. Karena ketakukan mereka, mereka tidak
mau memulai sebuah operasi militer sampai berkumpul bersama mereka
budak-budak dan anjing-anjing mereka dari kalangan penguasa di
negeri-negeri kaum Muslimin. Kelemahan mereka tidak terletak pada
kebutuhan mereka akan pesawat terbang dari budak-budak mereka, yang
tidak mereka berikan kecuali setelah melakukan layanan militer untuk
mereka. Yahudi dan Salibis tidak butuh dengan pilot-pilot banci dari
bala tentara penguasa teluk, tidak pula butuh kepada pesawat-pesawat
mereka, berita keikutsertaan mereka dalam perang salib hanyalah lelucon
media. Sebaliknya, kelemahan Salibis dan sekutunya terletak pada
kebutuhan mereka pada penyihir jahat dari kalangan ulama’ dan penguasa
thgahut di negeri-negeri kaum Muslimin, sehingga mereka menyihir mata
manusia dan menipu Muslim secara umum dengan fatwa-fatwa dari
orang-orang Yahudi dan disebarkan oleh Salibis, yang mengatakan bahwa
peperangan ini bukanlah peperangan salib dan orang-orang tersebut
(Daulah Islam) adalah khawarij dan orang-orang jahat, bukan mujahidin.
Mereka melakukan hal ini melalui penyihir-penyihir dan fatwa-fatwa itu
untuk mencegah kembalinya kaum Muslimin kepada Khilafah mereka dan
bersatunya mereka untuk menolong mujahidin. Inilah rahasia di balik
ketakukan Yahudi dan Salibis dan di dalamnya terdapat kelemahan mereka.
Maka, pahamilah hal ini baik-baik, wahai kaum Muslimin. Allah (ta’ala)
berfirman, “Sesungguhnya dalam hati mereka (orang-orang munafik),
kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena
mereka orang-orang yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu
dalam keadaan bersatu padu, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng
atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu
kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah. Yang
demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti” [Al-Hasyr: 13-14].
Amerika dan sekutunya ketakutan, lemah, dan tanpa kekuatan. Karena
ketakutan dan kelemahan mereka, orang-orang Yahudi berpartisipasi dalam
perang salib ini secara rahasia dan diam-diam. Mereka tidak memiliki
keberanian untuk mengumumkannya, karena ketakukan kepada kaum Muslimin.
Dan karena rasa takut sekutunya dan kelemahan mereka, mereka tidak mampu
mencegah kaum Muslimin dari Khilafah. Dan kerena ketakutan dan
kelemahan mereka, mereka tidak mampu mengirim pasukan darat untuk
memerangi mujahidin. Dan di antara ketakutan, kelemahan, dan
ketidakberdayaan ini, kita melihat mereka tersandung dengan kegagalan.
Yahudi dan Salibis –melalui wakil-wakil mereka- gagal dalam mencegah
berdirinya Khilafah, sehingga mereka dipaksa untuk berhadapan langsung.
Yahudi, Salibis, dan sekutu-sekutu mereka mengumpulkan semua “ulama’
istana” dan menggunakan semua corong, stasiun televisi, media mereka
dalam sebuah kampanye terbesar untuk memalsukan, mendistorsi, dan
memfitnah Daulah Islam, sehingga manusia akan menjauh darinya dan untuk
mengurangi para pendukung dan pengikutnya. Tetapi mereka tidak mampu
untuk melakukannya dan gagal. Inilah sekarang para penyokong Daulah
Islam dan pendukungnya serta tentaranya yang terus bertambah di tengah
meningkatnya keganasan kampanye media mereka [yang gagal].
Para pemimpin Yahudi, Salibis, orang-orang murtad, setan-setan, para
kepala, dan para senior mereka berkumpul. Mereka memikirkan, menghitung,
merencanakan, dan bersekongkol untuk memerangi Daulah Islam. Kemudian
mereka menghasilkan sebuah rencana yang gagal berupa membombardir
posisi, batalion, kendaraan, dan tentara Daulah Islam dengan tujuan
untuk mencegah kemajuan dan barisannya… Sebuah rencana yang diwujudkan
dengan mempersenjatai, merekrut, dan melatih tentara-tentara murtad, dan
juga berjuang untuk membentuk kembali sahawat untuk merebut kembali
kota-kota yang ditaklukkan Daulah Islam. Kegagalan rencana mereka
menjadi tampak dengan cepat, dengan keutamaan Allah. Dan tidak lama
lagi, Yahudi dan Salibis akan dipaksa untuk turun ke darat dan mengirim
pasukan darat mereka kepada kematian dan kehancuran, dengan izin Allah.
Bahkan, nyatanya hal ini sudah dimulai. Inilah Obama telah memerintahkan
pengiriman 1500 tentara tambahan dengan menyebut mereka sebagai
penasihat karena serangan udara Salibis dan bombardir yang terus menerus
–siang dan malam- terhadap posisi-posisi Daulah Islam tidak dapat
mencegah kemajuannya dan tidak pula melemahkan tekadnya. Dan agen-agen
Yahudi dan Salibis, budak-budak, pengekor, dan anjing-anjing mereka,
tidak mampu bertahan di hadapan Daulah Islam, dan mereka tidak akan
pernah mampu bertahan melawannya. Dan sesungguhnya Salibis akan
dikalahkan. Dengan izin Allah, mereka akan dikalahkan. Dan sesungguhnya
kaum Muslimin akan menang. Dengan izin Allah, mereka akan menang. Dan
barisan mujahidin akan terus melaju sampai mereka mencapai Roma, dengan
izin Allah. Oleh karena itu, yakinlah, wahai kaum Muslimin, dan
sampaikanlah kabar gembira. Yakinlah, bahwa rencana dan operasi militer
Salibis adalah suatu kegagalan. Yakinlah, dan jangan mempercayai
media-media mereka yang berdusta dan klaim mereka bahwa mereka membunuh
puluhan mujahidin setiap hari, menghancurkan markas dan kendaraan
mereka, dan apapun dari kebohongan-kebohongan mereka dan bualan-bulan
mereka. Yakinlah, wahai kaum Muslimin, bahwa Daulah kalian baik-baik
saja dan berada di kondisi terbaik. Barisannya tidak akan berhenti dan
akan terus melebar, dengan izin Allah, walaupun orang-orang kafir
membencinya.
Kabar gembira, wahai kaum Muslimin, bahwa kami memberi kalian kabar
baik berupa pengumuman ekspansi Daulah Islam ke negeri-negeri baru, ke
negeri al-Haramain dan Yaman… ke Mesir, Libya, dan Algeria. Kami
mengumumkan penerimaan bai’at dari saudara-saudara kami yang memberi
kami bai’at dari negeri-negeri tersebut, penghapusan jama’ah-jama’ah di
dalamnya, mengumumkan wilayah baru bagi Daulah Islam, dan pengangkatan
pemimpin untuk mereka. Kami juga mengumumkan penerimaan bai’at yang
diberikan oleh kelompok-kelompok dan individu di semua wilayah yang
disebutkan dan juga yang lainnya. Kami meminta setiap individu di antara
mereka untuk bergabung dengan wilayah terdekat dengannya, dan untuk
mendengar dan taat kepada pemimpin yang kami angkat baginya.
Maka wahai putra-putra al-Haramain… Wahai orang-orang bertauhid…
Wahai orang-orang pemilik wala’ dan bara’… Kepala ular dan benteng
penyakit ada di samping kalian. Oleh karena itu, angkatlah pedang kalian
dan hancurkanlah sarungnya. Ceraikanlah dunia, karena tidak akan ada
keamanan tidak pula istirahat bagi Al Salul dan tentaranya setelah hari
ini. Tidak ada tempat bagi kaum musyrikin di jazirah Muhammad
(shallallahu ‘alaihi wa sallam). Angkat pedang-pedang kalian. Urusilah
rafidhah terlebih dahulu, di manapun kalian menemukan mereka, kemudian
Al Salul dan bala tentaranya sebelum Salibis dan basis mereka. Hukumlah
rafidhah, Al Salul, dan tentara-tentara mereka. Potonglah tangan-tangan
dan kaki-kaki mereka. Tangkap mereka secara berkelompok maupun individu.
Kacaukanlah hidup mereka dan buatlah mereka sibuk dengan diri mereka
sendiri daripada kita. Sabarlah dan jangan tergesa-gesa. Tidak lama lagi
–in sya’a Alllah- barisan terdepan Daulah Islam akan mencapai kalian.
Dan wahai tentara-tentara Yaman… Wahai orang-orang pemilik dukungan
dan pertolongan… Wahai orang-orang pemilik kebijaksanaan dan keimanan…
Bersikap keraslah kepada Houthi rafidhah, karena mereka adalah
orang-orang kafir lagi murtad. Perangilah mereka dan kalahkan mereka.
Yakinlah bahwa keadaan akan menguntungkan kalian atas mereka, karena
rafidhah adalah bangsa yang ditinggalkan. Jika mereka bertemu muwahhidin
dan memerangi mereka, keburukan mereka tidak akan hilang. Karenanya,
mintalah pertolongan dari Allah, karena kalian dapat mengatasi mereka,
in sya’a Allah. Kalahlah kesyirikan mereka dengan tauhid kalian, dan
Allah akan menghancurkan kekuatan mereka. Allah akan memindahkan harta
dan senjata mereka kepada kalian. Kalian akan merebutnya dari
tangan-tangan mereka sebagai ghanimah yang dengannya kalian akan
menolong agama Allah dan in sya’a Allah akan terus menjadi orang-orang
pemilik pertolongan.
Dan wahai putra-putra aqidah di Sinai yang tercinta, selamat atas
kalian dan bergembiralah. Selamat atas kalian, wahai laki-laki. Selamat
atas kalian atas karena kalian telah melaksana-kan kewajiban jihad
melawan thaghut-thaghut Mesir. Selamat atas kalian karena telah menolong
Baitul Maqdis. Selamat atas kalian karena kalian telah menakut-nakuti
Yahudi. Apa yang bisa kami katakan kepada kalian, sedangkan kalian telah
memecahkan sarung pedang kalian, membakar kapal-kapa kalian, dan
berjalan dengan susah payah di tengah padang pasir, sedangkan kalian
sabar menghadapi kepahitan dan menggenggam bara api. Bersabarlah dan
bergembiralah, maka Allah akan menolong kalian.
Dan wahai singa-singa tauhid di Libya, Aljazair , Tunisia, dan
Morocco… Wahai pahlawan jihad… Wahai anak cucu Musa, ‘Uqbah, Tariq, dan
Ibnu Tashifin… tiada kebaikan pada kalian jika kalian menyerahkan negeri
kalian kepada putra-putra sekuler sedangkan kalian memiliki mata yang
mampu berkedip (hidup, pent.). Tiada kebaikan pada kalian jika mereka
hidup aman dan senang sementara kalian memiliki nadi yang berdenyut.
Tiada kebaikan pada kalian jika kalian cenderung kepada dunia dan padang
pasir dan berbalik ke belakang. Tidak, bahkan kalian diciptakan untuk
kebaikan dan kebaikan diciptakan untuk kalian. Kalian adalah bahan bakar
dan penolong setiap medang jihad, dan di antara pemimpin-pemimpinnya.
Kami memohon kepada Allah untuk memuliakan kalian, merahmati kalian dan
mengaruniakan kepada kalian kemenangan.
Wahai tentara Daulah Islam, lanjutkanlah memanen bala tentara.
Ledakkan gunung api jihad di setiap tempat. Terangilah bumi dengan api
yang membakar semua thaghut, bala tentaranya, dan pendukungnya.
Lanjutkanlah di jalanmu, karena kalianlah yang kuat dengan izin Allah.
Lanjutkanlah, karena kalianlah yang mulia. Lanjutkanlah, karena
kalianlah yang unggul. Lanjutkanlah, karena kalianlah pemenang –in sya’a
Allah.
Yaa Allah, tiada sesembahan (yang berhak disembah) selain Engkau, yaa
Al Mannan (Maha Pemberi nikmat)… Pencipta langit dan bumi… Pemilik
Keagungan dan Kemuliaan… Sesungguhnya kami berperang di jalanmu, takut
akan murka-Mu dan mencari ampunan-Mu. Kami tidak keluar dengan sombong,
tidak pula tinggi hati, tidak pula riya’ dan tidak pula sum’ah. Yaa
Allah, semua tentara kekafiran dari kalangan Yahudi, Salibis, atheis,
dan orang-orang murtad telah berkumpul memusuhi kami. Mereka melakukan
itu sebagai permusuhan terhadap agama-Mu, ingin memadamkan cahaya-Mu.
Yaa Allah, kami tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dari-Mu. Maka,
yaa Allah, tolonglah tentara-tentara-Mu dan berikanlah kemenangan kepada
agama-Mu. Ya Allah, hukumlah Amerika dan sekutunya. Yaa Allah,
kuatkanlah ikatan-Mu pada mereka, tolonglah kami atas mereka dengan
tujuh tahun sebagaimana Yusuf. Kalahkan mereka dengan kekalahan terburuk
yang pernah mereka alami. Pecah belah barisan mereka, koyak tubuh
mereka, hancurkan mereka seluruhnya, dan jadikanlah kami menyerbu mereka
dan bukan mereka menyerbu kami. Tiada sesembahan (yang berhak disembah)
selain Engkau. Maha Suci Engkau. Kami memohon ampunan dan bertaubah
kepada-Mu. Dan segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.
----------------------------------------
Download Audio:
Download Transkip Bahasa Arab:
Download Transkip Bahasa Inggris:
Download Transkip Bahasa Rusia:
Download Transkip Bahasa Indonesia:
Alih Bahasa Indonesia: Tim Shoutussalam Islamic Media
Sumber: http://manbar.me/kalimah
[singa/shoutussalam]
Risalah Jihad
Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Yaman kepada Khilafah Ibrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
Deklarasi Mujahidin Yaman atas Baiat mereka kepada sang khalifah Abu Bakar Al Baghdadi dan bergabung dengan Daulah Islam.
Segalla puju hanya milik Allah yang telah menunjukki kita kepada jalan
islam. yang mengajari kita dengan keutaman serta kasih sayangNya dengan
Al Quran. Dia Telah menjadikan kami pelaku jihad yang faham akan hujjah
serta anak panah. Sholawat dan salam terhadap Nabi Muhammad yang
bersabda: “Aku tinggalkan untuk kalian satu cahaya dimana malamnya
seperti siangnya, ia tak pernah tertukar kecuali ia hancur” dan juga
bersabda “kemudian akan menjadi khilafah di atas manhaj kenabian”.
Amma ba’du:
Allah Ta’ala berfirman:
Berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah secara keseluruhan, dan
janganlah kalian berpecah belah”. Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang
mati namun di lehernya belum ada ikatan baiat, maka matinya adalah mati
jahiliyah”. Sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah Azza Wajalla, serta
melazimi perintah Rasul SAW agar menghilangkan perbedaan dan bersatu
padu dalam jamaah.
Dengan ini kami mengumumkan baiat atas Khalifah
Ibrahim Bin Awwad Ibn Ibrahim Al Quraisy Al Husainy untuk mendengar dan
taat dalam suka maupun duka, dalam ridha maupun terpaksa, sebagai
penerang bagi kami, dan kami tidak akan mencabut baiat ini karena kami
adalah keluarganya. Kecuali jika kami melihat kekufuran yang nyata pada
dirinya.
Kami mendapati bukti-bukti yang Allah janjikan ada pada dirinya. Kami
menghimbau kepada segenap kaum muslimin di seluruh dunia, agar berbaiat
kepadanya, dan menolongnya. Hal ini sebagai bukti ketaatan kita kepada
Allah Ta’ala, serta sebagai langkah nyata yang diambil. Sungguh Rasul
SAW telah memberi kita kabar gembira tentang kemunculan khilafah di atas
manhaj kenabian. Sungguh Demi Allah kami telah melihat Syaikh Abu Bakar
Al Baghdadi sebagai Khilafah di atas manhaj kenabian.
Tatkala kami mendengar selera yahudi dan nasrani, yang gemar mengajak
manusia menuju pintu-pintu neraka. Maka kami respon hal tersebut dengan
perintah Rasulullah agar melebur kedalam jama’ah bersama dengan
imamnya. Dari Hudzaifah RA dia berkata, satu ketika para sahabat
bertanya kepada Rasul SAW tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepadnya
tentang keburukan yang aku takut akan menimpaku, dikatakan di dalamnya,
“Apakah ada kejelekan setelah datang kebaikan?” Nabi menjawab, “Ya,
para dai yang menyeru kepada pintu-pintu neraka. Barangsiapa yang
menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam
neraka”. Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka
kepada kami ?” Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita,
dan berbicara dengan bahasa kita” Aku bertanya : “Apa yang Anda
perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini” Beliau menjawab
: “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka” (HR Bukhari-Muslim).
Apakah disana ada imam yang ia dibaiat oleh banyak kelompok selain
Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi? maka perintahkanlah kami wahai Khalifah
atas kehendakmu! Sesungguhnya kami adalah para kesatria dan penolongmu.
Sungguh kami adalah tentaramu di Yaman. Semoga Allah mendengarkanmu,
agar matamu mengakui pengakuan kami. Sungguh Allah telah mengumpulkanmu
bersama ummat muslim di bawah kepemimpinanmu, yaitu tentara Syam, irak
dan Yaman. Dari Abdillah Bin Hawalah dia berkata, “Pokok segala perkara
kelak akan berada di tangan tentara yang terlatih, yaitu tentara Syam,
tentara Irak dan tentara Yaman.
Segala puji kami haturkan kepada Allah yang telah menunjukkan kami
dengan islam, dan memperkenankan kami agar berbaiat kepada Khalifah,
menjadikan kami termasuk tentara khalifah di bumi yang penuh berkah.
Sungguh ia atas izin Allah akan terus eksis, serta tersebar. Allahu
Akbar, Izzah itu hanya milik Allah, RasulNya serta orang mukmin, akan
tetapi orang-orang munafik tidak mengerti. Sholawat dan salam kepada
Nabi Muhammad dan segala puji hanya milik Allah semata.
Tim Terjemah Shoutussalam Islamic Media
Sumber: http://manbar.me/yemen
[Sher/Shoutussalam]
Risalah Jihad
Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Aljazair kepada Khalifah Ibrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
Al Fath Foundation Menghadirkan:
Rekaman Pesan dari Syaikh Khalid Abu Sulayman
Pemimpin Jama’ah Jundu al-Khilafah
Dari Tanah Aljazair Menyatakan Bai’at Kelompok
Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi
Dan Bergabungnya kepada Daulah Islam
Segala puji hanya bagi Allah, yang menyatukan hati-hati dengan
persatuan Islam dan mengumpulkan manusia dalam ibadah kepada-Nya dan
memasuki negeri kedamaian (surga). Aku bersaksi bahwa tidak
ada sesembahan (yang berhak diibadahi) selain Allah, tiada sekutu
bagi-Nya. Dia memerintahkan kita untuk bersatu dan melarang kita dari
perpecahan dan perdebatan. Aku bersaksi bahwa pemimpin kita dan yang
kita cintai, Muhammad, adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah
mencurahkan shalawat dan salam atas beliau. Beliau meletakkan dasar
untuk persatuan, dan mendirikan menara untuk tauhid di antara para
mahkluk. Dan semoga shalawat dan salam juga tercurah atas keluarga dan
shahabatnya yang mulia, serta yang mengikuti petunjuk mereka sampai hari
kiamat. Amma ba’du:
Allah menjanjikan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kemenangan dan persatuan, sebagai-mana Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), jika kita mengibadahi Allah semata dan mentaati perintah-Nya tanpa disertai syirik. Allah Ta’ala berfirman, {Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku} [An-Nur: 55]. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, sebagaimana dalam hadits Tamim ad Dari (radhiyallahu ‘anhu) yang berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Sungguh agama ini akan mencapai apa yang bisa dicapai oleh malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan ada rumah dari tanah liat maupun bulu unta (yaitu rumah di perkotaan dan di pedesaan), kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina. Kemulian yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad]. Dan Allah telah memberkahi saudara-saurada mujahidin kita di Daulah Islam dengan penaklukan, kemenangan, dan persatuan, setelah perjuangan berat dan pengorbanan besar. Maka mereka mengumumkan berdirinya Khilafah dan menunjuk Imam bagi kaum Muslimin, kewajiban yang telah dilalaikan yang jika mereka mengabaikan atau meninggalkannya maka kita semua berdosa. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk berbai’at (sumpah setia) kepadanya, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang mana Dia memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya.
Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini. Kami secara khusus mengingatkan mujahidin yang mengorbankan semua yang berharga, mempersembahkan jiwa mereka tanpa keragu-raguan, dan berteriak, “Misi dan tujuan kami adalah untuk menegakkan Syari’at Allah di bumi dan Khilafah di atas manhaj kenabian.” Lalu, mengapa kalian menundanya sekarang? Kami bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah penundaan ini membawa kebahagian bagi orang-orang beriman dan membuat marah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Dan kami katakan kepada Amir kami, sang mujahid, demi Allah, kami tidak akan mengatakan apa yang dikatakan Bani Israil kepada Musa (semoga shalawat dan salam tercurah untuknya), “Pergilah engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah. Sesungguhnya, kami akan tetap tinggal di sini.” Melainkan kami akan berkata, “Kami ada tentara-tentaramu bersamamu.” Maka kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk memudahkan urusan engkau dan menunjuki engkau kepada kebenaran.
Ya Allah, anugerahkan kepada umat ini perkara yang sesuai petunjuk, dimuliakan di dalamnya orang-orang yang taat kepada-Mu, dan dihinakan di dalamnya orang-orang yang bermaksiat kepada-Mu, di dalamnya diperintahkan kebajikan dan dilarang di dalamnya kemungkaran. Dan kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengekalkan bagi kami Daulah kami –Daulah Khilafah- dan untuk membuat makar kepada musuh-musuh mereka dan musuh-musuh kami, dan untuk membuat mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Yaa Allah, yang menurunkan Al-Kitab, yang menggerakkan awan, yang telah mengalahkan tentera ahzab, hancurkanlah Prancis, Amerika, dan sekutu-sekutu mereka dari kalangan kafirin dan murtaddin. Yaa Allah, kirimkanlah kepada mereka adzab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum pendosa, Allahumma aamiin.
Allah menjanjikan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kemenangan dan persatuan, sebagai-mana Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), jika kita mengibadahi Allah semata dan mentaati perintah-Nya tanpa disertai syirik. Allah Ta’ala berfirman, {Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku} [An-Nur: 55]. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, sebagaimana dalam hadits Tamim ad Dari (radhiyallahu ‘anhu) yang berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Sungguh agama ini akan mencapai apa yang bisa dicapai oleh malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan ada rumah dari tanah liat maupun bulu unta (yaitu rumah di perkotaan dan di pedesaan), kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina. Kemulian yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad]. Dan Allah telah memberkahi saudara-saurada mujahidin kita di Daulah Islam dengan penaklukan, kemenangan, dan persatuan, setelah perjuangan berat dan pengorbanan besar. Maka mereka mengumumkan berdirinya Khilafah dan menunjuk Imam bagi kaum Muslimin, kewajiban yang telah dilalaikan yang jika mereka mengabaikan atau meninggalkannya maka kita semua berdosa. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk berbai’at (sumpah setia) kepadanya, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang mana Dia memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya.
Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini. Kami secara khusus mengingatkan mujahidin yang mengorbankan semua yang berharga, mempersembahkan jiwa mereka tanpa keragu-raguan, dan berteriak, “Misi dan tujuan kami adalah untuk menegakkan Syari’at Allah di bumi dan Khilafah di atas manhaj kenabian.” Lalu, mengapa kalian menundanya sekarang? Kami bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah penundaan ini membawa kebahagian bagi orang-orang beriman dan membuat marah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Dan kami katakan kepada Amir kami, sang mujahid, demi Allah, kami tidak akan mengatakan apa yang dikatakan Bani Israil kepada Musa (semoga shalawat dan salam tercurah untuknya), “Pergilah engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah. Sesungguhnya, kami akan tetap tinggal di sini.” Melainkan kami akan berkata, “Kami ada tentara-tentaramu bersamamu.” Maka kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk memudahkan urusan engkau dan menunjuki engkau kepada kebenaran.
Ya Allah, anugerahkan kepada umat ini perkara yang sesuai petunjuk, dimuliakan di dalamnya orang-orang yang taat kepada-Mu, dan dihinakan di dalamnya orang-orang yang bermaksiat kepada-Mu, di dalamnya diperintahkan kebajikan dan dilarang di dalamnya kemungkaran. Dan kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengekalkan bagi kami Daulah kami –Daulah Khilafah- dan untuk membuat makar kepada musuh-musuh mereka dan musuh-musuh kami, dan untuk membuat mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Yaa Allah, yang menurunkan Al-Kitab, yang menggerakkan awan, yang telah mengalahkan tentera ahzab, hancurkanlah Prancis, Amerika, dan sekutu-sekutu mereka dari kalangan kafirin dan murtaddin. Yaa Allah, kirimkanlah kepada mereka adzab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum pendosa, Allahumma aamiin.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.
17 Muharram 1436 H
Audio:
Transkip Bahasa Arab:
Transkip Bahasa Inggris:
Transkip Bahasa Indonesia:
-------------------------------
Sumber: http://manbar.me/algeria & http://manbar.me/bayat_translation
[singa/shoutussalam]
Risalah Jihad
Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Jazirah Arab kepada Khalifah Ibrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
Deklarasi Bai’at dai Mujahidin Semenanjung Arab
Kepada Khilafah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi
Dan Bergabungnya Mereka kepada Daulah Islam
Segala puji hanya bagi Allah yang menguatkan Islam dengan
pertolongan-Nya, menghinakan syirik dengan kekuatan-Nya, mengatur
urusan-urusan dengan perintah-Nya, dan menipu orang-orang kafir dengan
makar-Nya. Dia menurunkan kemenangan silih berganti antara kejahatan dan
kebenaran dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir bagi
kebenaran dengan kemurahan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah
kepada Rasulullah yang dengan pedangnya Allah mengangkat menara Islam.
Dunia telah melihat dan mendengar apa yang telah dilakukan oleh
penguasa-penguasa murtad di tanah al Haramain (Makkah dan Madinah) – Al
Salul, agen Yahudi dan Salibis- termasuk pembunuhan kepada muwahiddin
dan muslihin terbaik, penumpahan darah mereka, penahanan ulama’-ulama’
yang benar dan mereka yang mengungkap-kan kebenaran dari kalangan da’i
dan mujahidin, penangkapan wanita-wanita muwahhid, bebas, dan suci dari
suku-suku yang mulia, perampokan sumber daya alam, perbudakan terhadap
orang-orangnya, penyerahan kekuasaan kepada otak-otak yang kerusakan,
pembangunan basis, kamp, dan pusat untuk musyrikin (pagan),
memperbolehkan mereka untuk menetap di semenanjung Muhammad (shallallahu
‘alaihi wa sallam), dan terang-terangan mengumumkan perang melawan
Islam dan kaum Muslimin.
Dunia telah melihat dan mendengar pesawat-pesawat thaghut (pemerintah
yang berhukum dengan hukum buatan manusia) di semenanjung Arab, yang
tidak pernah seharipun terbang untuk membela wanita-wanita ahlus sunnah
di Iraq, tidak pula anak-anak di Syam yang mengalami penyiksaan paling
berat dan disembelih oleh tangan-tangan nusayriyyah dan rafidhah.
Sebaliknya, pesawat-pesawat Al Salul tinggal landas untuk menyerang
barisan mujahidin yang membela ahlus sunnah di Iraq dan Syam, dan untuk
memadamkan sinar harapan yang dilihat kaum Muslimin di tangan-tangan
para mujahidin.
Para thaghut di semenanjung Arab berpikir bahwa muwahiddin di tanah
al Haramain akan tidur menutup mata dari ketidakadilan dan tetap diam
terhadap makar Yahudi dan Salibis di wilayah itu. Tidak akan pernah!
Karena kami –muwahiddin putra-putra semenanjung Arab- mengumumkan
pengangkatan panji jihad di tanah al Haramain dan bergabung dengan
kafilah dari Khilafah. Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai}
[Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam)
bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka
dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah (‘azza
wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa
sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada
jama’ah, kami mengumumkan dari tanah al Haramain bai’at (janji setia)
kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni,
bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam
suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari
pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami
memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di
manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai
bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan
di zaman ini.
Oleh karena itu, wahai muwahhidin di semenanjung Arab, kebenaran
telah tampak dan menang. Maka datanglah ke Daulah kalian dan bersatulah
di bawah Khalifah kalian. Wahai muwahiddin di tanah al Haramain, kabar
gembira, bahwa jihad -yang kalian siapkan pelana kalian untuknya- telah
tiba di pintu masuk rumah-rumah kalian, dan tidak ada batas yang
menghalangimu untuk mencapainya, tidak juga passport dan visa akan
menghalangimu mendapatkannya.
Maka datanglah, wahai muwahhidin, karena kalian memiliki banyak
perkara yang harus diselesaikan dengan Al Salul dan petugas penjaga yang
bekerja untuk mereka. Bangkitlah, wahai putra-putra al Haramain.
Bangkitlah, semoga Allah tidak membiarkan seorangpun dari kita tetap
tinggal jika kita meninggalkan tanah musyrik (pagan) di semenanjung.
Wahai thaghut-thaghut Al Salul, kami memberimu kabar gembira atas apa
yang akan membuatmu bersedih, wahai penjahat, bahwa kami akan memenggal
kepala-kepala kalian, menghancurkan tubuh-tubuh petugas dan agen
intelijen kalian, menghentikan nafas para pelindung dan tentara kalian,
urusilah dirimu sndiri, halaulah dosa-dosamu kepada mujahidin dan
muwahhidin. Pertemuan telah dijanjikan.
{Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali} [Asy Syu’ara: 227]
Audio:
Video:
Transkip Bahasa Arab:
Transkip Bahasa Inggris:
Transkip Bahasa Indonesia:
[singa/shoutussalam]
Risalah Jihad
Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Libya kepada Khalifah Ibrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
Pernyataan Bai’at Mujahidin Libya
Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr Al-Baghdadi
Dan Bergabungnya Mereka dengan Daulah Islam
Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, meminta
pertolongan-Nya dan ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari
kejahatan diri kami dan keburukan niat kami. {Barangsiapa yang
diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan
barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan
seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya} [Al Kahfi: 17].
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi) kecuali
Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du:
Sesungguhnya, di antara yang telah menjangkiti umat kita adalah
perpecahan, perselisihan, penindasan, dan masing-masing individu
terkotak-kotak oleh pendapatnya pribadi. Karena perselisihan ini,
orang-orang jahat di antara manusia memperoleh kekuasaan atas kita,
orang-orang yang tidak memiliki moral memerintah kita, dan ruwaibidhah
(orang yang berbicara tanpa ilmu) mulai berbicara. Kemudian malam-malam
kita berubah menjadi suram oleh tahun-tahun penipuan di mana seorang
pendusta dibenarkan dan seorang yang jujur didustakan, dan kita
diperintah oleh pemimpin yang mengadopsi pemerintahan mereka dari
Fir’aun dan menimbun kekayaan seperti Qarun. Mereka ditolong dalam
penindasan mereka oleh para penyeru kepada keburukan, mereka itu dalam
pandangan Allah lebih rendah daripada seekor anak keledai. Mereka
menyeru kepada pintu neraka dan barangsiapa menyambut seruan mereka maka
ia akan masuk ke dalamnya.
Ketika kita tenggelam dalam kesedihan yang suram, fajar Khilafah
mulai terbit, kegelapan mulai berubah bercahaya, dan penghalang telah
hilang. Allah memudahkan bagi mujahidin suatu urusan kebaikan, karena
mereka bisa diandalkan di dalamnya. Mereka terus berjalan di atas
kebenaran, sebagaimana yang kita saksikan dalam penghormatan kelompok
mereka kepada Islam dan kemuliaan orang-orangnya. Kemudian juru bicara
mereka memproklamasikan, “Sambutlah seruan dari Allah.” Maka di antara
mereka yang meyambut seruan tersebut adalah sekumpulan batalion dan
faksi mujahidin di Libya di tiga wilayah berikut – Barqah, Fazzan, dan
Tarablus (Tripoli)- disebabkan firman Allah, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa
jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam),
perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah,
kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad
ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat,
dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah
tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran
yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada
kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan
menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi
kewajiban yang diabaikan di zaman ini.
Kami bersumpah setia karena kebaikan umat ini, baik urusan agama dan
duniawinya, tidak akan dapat diperoleh kecuali dengan seorang pemimpin
yang memerintah manusia dengan hukum Allah, memaksa para pembangkang
kembali kepada kebenaran, dan memerangi mereka yang keras kepala dan
mereka yang menghalang-halangi manusia dari agama Allah. Inilah pondasi
agam –kitab sebagai petunjuk dan pedang sebagai penolong. {Dan cukuplah Rabb-mu sebagai pemberi petunjuk dan penolong} [Al Furqan: 31].
Ibnu Taimiyyah (semoga Allah merahmatinya) berkata, “Wajib atas manusia
mengetahui bahwa kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk
kewajiban agama yang paling besar, bahkan tidaklah urusan agama dan
dunia akan tegak kecuali dengannya. Karena sesungguhnya mashlahat anak
cucu Adam tidaklah sempurna kecuali dengannya. Ketika mereka bersatu
bersama maka mereka harus memiliki pemimpin, dan syariat telah
menjadikannya wajib dalam perkumpulan yang kecil, demikian itu
menunjukkan bahwa hal itu juga berlaku atas berbagai perkumpulan lainnya
yang lebih besar.” Selesai perkataan beliau, semoga Allah mencurahkan
berkah atas beliau.
Kami bersumpah setia karena tidak ada solusi bagi perselisihan selain
Khilafah. Oleh karenanya, kami menyeru kepada setiap Muslim kepada
kebaikan ini, karena sesungguhnya, hal ini lebih membuat geram
musuh-musuh Allah. Demi Allah, berkumpulnya kita di bawah seorang
pemimpin lebih berat bagi musuh-musuh Allah daripada seribu kemenangan
di medan tempur. Dan jangan terperdaya dengan pembelotan orang yang
membelot. Ibnu Hazm (rahimahulla) berkata, “Dan bagi mereka yang berkata
bahwa imamah tidak valid kecuali dengan persetujuan seluruh pembesar
umat dari berbagai negeri, maka hal ini keliru, karena hal ini menuntut
sesuatu yang tidak mungkin, di luar kemampuan seorangpun, dan merupakan
beban yang paling berat, padahal Allah tidak membebani seorangpun di
bawah kemampuannya. Allah berfirman, {Dan Dia tidak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesulitan pun} [Al Hajj: 78].” Selesai perkataan beliau, semoga Allah mencurahkan berkah atas beliau.
Sedangkan untukmu, wahai orang-orang murtad, termasuk orang-orang
sekuler, parlemen, dan penolong-penolong mereka dari kalangan polisi,
tentara dan sahawat, demi Allah kami telah mempersiapkan untuk kalian
minuman paling pahit, kematian paling buruk, peperangan paling
menghancurkan, dan tentara paling agresif dengan izin Allah. Wahai
pengekor penyembah salib, wahai laki-laki, kalian yang memulai ini,
tetapi kamilah –dengan izin Allah- yang akan menyelesaikannya. Kalianlah
yang menghancurkan rumah-rumah keluarga mujahidin. Demi Allah, demi
Allah, kami akan menunjukkan kepada kalian wajah peperangan dan
pertempuran yang sengit.
Jika sebuah kaum menyerangku, aku balas menyerang mereka,
Maka apakah aku, -wahai keluarga Hamdan- orang yang dzalim?
Jika kalian tidak memiliki hati yang cerdas dan sebuah pedang,
Dan semangat dan menantang, hak-hakmu akan meninggalkanmu. (Syair)
Sebagai seruanku kepada suku-suku yang baik dan diberkahi aku
berkata, wahai orang-orang yang berjiwa kesatria dan memiliki rasa
cemburu, wahai orang-orang yang memiliki nasihat dan kekuatan, wahai
keturunan Tariq bin Ziyad dan Uqbah bin Nafi’, wahai orang-orang dengan
garis keturunan mulia, kami adalah putra-putramu mujahid. Kami tidak
datang kepadamu dari langit, tidak juga datang kepadamu dari dalam bumi.
Melainkan kami berasal dari suku-suku tersebut. Kami dikandung dalam
rahim yang suci, dan dirawat di atas martabat, kemuliaan, jiwa kesatria,
dan rasa cemburu dari sumber yang sama dengan yang kalian minum. Kami
datang untuk menolong agama Allah, dan untuk melihat kalian dimuliakan
karenanya dan memerintah dengannya di antara kalian, tetapi ada beberapa
orang yang berdiri menghalang-halangi tercapainya tujuan ini, dan
sangat disayangkan, mereka berasal dari suku-suku kami. Maka tahanlah
pelanggaran mereka dan beritahulah mereka untuk berhenti, atau lepaskan
tanganmu dari mereka dan kami akan menyelesaikan sendiri urusan kami
dengan mereka untuk kalian dan membela kalian dari mereka, dengan
pertolongan Allah.
{Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya} [Yusuf: 21].
Audio:
Video:
Transkip Bahasa Arab:
Transkip Bahasa Inggris:
Transkip Bahasa Indonesia:
-----------------------------------
Sumber: http://manbar.me/libya & http://manbar.me/bayat_translation
[singa/shoutussalam]
Risalah Jihad
Aneh Umat ini, dan aneh pula orang-orang yang dianggap tokoh dan
di-ulama-kan umat, seolah mereka tidak pernah membaca Al Qur’an dan
mengkaji Sirah Nabawiyyah. Setiap kali fitnah dan tuduhan disematkan
kepada Daulah Islamiyyah, maka Allah Ta’ala memberikan jawabannya dengan
fakta realita yang nyata, namun setiap kali syubhat dan fitnah itu
terbantahkan maka para pendengki dan musuh Daulah itu mendatangkan
syubhat dan fitnah yang lain, dan begitulah seterusnya, ini semua tidak
lain adalah dikarenakan Daulah Islamiyyah itu membawa ajaran Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar-benar murni lagi segar seolah
ia baru diturunkan, sedangkan setiap nabi itu memiliki musuh dari
kalangan setan manusia dan jin yang melontarkan syubhat yang dikemas
dengan kemasan yang indah dalam rangka menipu manusia, maka begitu juga
setiap orang atau pihak yang membawa ajaran Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam yang murni maka ia akan memiliki musuh dan pendengki
dari kalangan setan jin dan manusia yang melontarkan syubhat dan fitnah
dalam rangka menipu umat dan memalingkan mereka darinya, Allah Ta’ala
berfirman:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا
شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ
الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا
يَفْتَرُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu
musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin,
sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika
Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka
tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al An’am: 112).
Ketahuilah dan ingatlah bahwa barangsiapa tidak mengenali al Haq dan
Daulah Khilafah sekarang, maka dia tidak akan mengenali al Haq dan
Daulah Khilafah di saat kemunculan Al Mahdiy dan datangnya Dajjal,
dikarenakan syubhat semakin hari semakin besar dan pekat, bila dengan
syubhat murahan saja banyak orang terpengaruh dan mengikutinya serta
malah mencela pihak yang benar, maka bagaimana dengan fitnah Dajjal yang
mana ia adalah fitnah paling besar yang tidak seorangpun merasa mantap
dengan imannya terus ia mendatangi Dajjal dalam rangka menghujjahnya
namun pada akhirnya ia malah jadi pengikut Dajjal, karena sangat
dasyatnya syubhat yang dibawanya. Maka sadarlah wahai para pencela
Daulah Khilafah, sambutlah karunia Allah Ta’ala yang sudah ada di depan
mata kita yaitu Daulah Khilafah, dan kasihanilah diri kalian yang
sekarang sudah berbaris bersama salibis, zionis dan para thaghut murtad
serta para penyembah berhala di BARISAN dan fusthath (Tenda/Kubu)
penentang Daulah Islamiyyah. Perang Ahzab (Multi Nasional) dalam
memerangi dan mengepung Daulah Islamiyyah akan dimulai yang dipimpin
oleh Amerika, dan itu adalah tanda awal kemenangan yang telah Allah
Ta’ala janjikan, sebagaimana Perang Ahzab di zaman Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah disambut para sahabat dengan
keyakinan datangnya janji Allah Ta’ala, di mana Allah Ta’ala berfirman:
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا
اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا
إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat
golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang
dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan
Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali
iman dan ketundukan.” (Al Ahzab: 22),
dikarenakan Nashrullah itu akan
datang di saat puncak kesulitan dan puncak kesabaran:
أَمْ
حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ
الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء
وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ
مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu
mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka
ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang
beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah,
sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah: 214),
dan
Dia berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, dan pertolongan itu
bersama kesulitan, serta bersama kesusahan itu ada kemudahan.”
Akan tetapi orang-orang munafiq dan para pendengki Daulah Islamiyyah,
maka di saat Daulah itu dikeroyok oleh pasukan Sekutu (Ahzab/Multi
Nasional), maka mereka aka mencemoohkan Daulah Islamiyyah dan akan
menyalahkannya dikarenakan telah mengundang banyak musuh serta mereka
meyakini bahwa Daulah Islamiyyah itu pasti hancur dan mereka menyalahkan
Manhaj Daulah Islamiyyah, sebagaimana kaum munafiqin di zaman
Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meyakini hal yang sama di
saat pasukan Ahzab mengepung Madinah, Allah Ta’ala mengisahkan:
إِذْ جَاؤُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتْ
الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ
الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا
شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا
“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan
ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai
ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam
purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan
(hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan (ingatlah) ketika
orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya
berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan
tipu daya”.” (Al Ahzab: 10-12).
Dengan kondisi itu orang-orang
mu’min yang jujur meyakini bahwa itu justru awal dari datangnya
Nashrullah, karena pertolongan Allah Ta’ala akan datang di atas puncak
kesabaran dan puncak kesulitan, dan itulah yang terjadi pada perang
Ahzab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana di
dalam kondisi yang sangat genting itu datanglah nashrullah:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ
جَاءتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ
تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا
“Hai
orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah
dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami
kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu
melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”
(Al Ahzab: 9),
dan berfirman:
وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا
بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ
الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا
“Dan Allah menghalau
orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan,
(lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah
menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha
Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Ahzab: 25).
Dan setelah Ahzab itu
maka tidak ada lagi kecuali invasi kaum muslimin ke negeri-negeri kafir,
Rasulullah mengatakan setelah cerai-berainya Ahzab:
الْآنَ نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَنَا
“Sekarang kita yang menginvasi mereka dan mereka tidak akan menginvasi kita lagi.”
Maka setelah itu disapu bersihlah kaum Yahudi Banu Quraidhah yang
membantu musyrikin Quraisy di Ahzab, di mana mereka dikepung oleh
pasukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di benteng-benteng
mereka dan akhirnya mereka menyerah pasrah, Allah Ta’ala mengisahkan:
وَأَنزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُم مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن
صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ
وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ
وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَؤُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرًا
“Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani
Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari
benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka.
Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan
Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda
mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah
Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Al Ahzab: 26-27).
Di mana
tanah, harta dan rumah-rumah mereka menjadi rampasan perang milik kaum
muslimin, dan anak-anak dan para wanita mereka menjadi hamba-sahaya bagi
kaum muslimin, serta laki-laki yang sudah baligh mereka dipenggali
lehernya satu persatu dalam satu hari atas perintah Rasulullah
shallallahu ‘alahi wa sallam dan dimasukkannya mayat-mayat mereka itu di
parit-parit yang digali di pasar-pasar Madinah, sedang jumlah yang
dibunuh itu berkisar antara 600-900 orang Yahudi. Dan setelah itu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan suku-suku kafir dan
memberikan pelajaran kepada suku-suku kafir yang telah menindas kaum
muslimin, dan kemudian perjanjian Hudaibiyyah di mana eksistensi
kenegaraan Daulah Islam di Madinah diakui oleh Otoritas Jazirah Arab
yaitu musyrikin Quraisy, dan setelah itu terjadilah Futuh Mekkah. Dan in
syaa Allah kondisi itu akan dilalui juga oleh Daulah Islamiyyah atau
Daulah Khilafah, baik musuh atau pendengki itu suka maupun tidak suka.
Di saat Ahzab jilid dua itu terjadi dengan Koalisi pimpinan Amerika
menyerang Daulah Islamiyyah, maka kafirlah setiap orang yang
menginginkan kehancuran Daulah Islamiyyah oleh Ahzab itu, dan
munafiq-lah orang yang menyembunyikan keinginan itu di hatinya, dan
keinginan hati itu akan Allah tampakkan di dalam ungkapan-ungkapan lisan
samar mereka, Allah Ta’ala berfirman:
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي
قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ وَلَوْ نَشَاء
لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُم بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي
لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ
“Atau apakah
orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak
akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya
Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal
mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka
dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui
perbuatan-perbuatan kamu.” (Muhammad: 29-30).
Walau akan ada
segolongan pihak yang akan menjadi penonton yang menunggu siapa pemenang
di dalam Perang Ahzab itu, dan mereka akan mengikuti pihak pemenang,
sebagaimana kaum arab pedalaman zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjadi penonton dan menggantungkan keagamaan mereka kepada pihak
yang menang, di mana mereka menyandarkan kebenaran ajaran kepada
kemenangan pihak yang berperang, Allah Ta’ala mengisyaratkan kepada
mereka itu di dalam firman-Nya:
يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ
يَذْهَبُوا وَإِن يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ
فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُم
مَّا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا
“Mereka mengira (bahwa)
golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika
golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka
ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil
menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada
bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.” (Al
Ahzab: 20).
Oleh sebab itu di saat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berhasil menaklukkan Mekkah maka berbondong-bondonglah
berbagai suku pedalaman masuk Islam. Dan kondisi ini in Syaa Allah akan
terjadi pula, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah
mengabarkan kepada kita bahwa dien ini akan sampai ke semua tempat yang
ada malam dan siang, dien ini akan masuk ke setiap rumah, baik rumah
yang terbuat dari tanah maupun dari bulu-bulu hewan dengan kejayaan
orang yang jaya dan kehinaan orang yang hina. Maka ambillah bagian
posisimu wahai kawan, apakah bersama Daulah Islamiyyah, atau bersama
Ahzab (Amerika dan sekutunya dari kalangan para thaghut juga para ulama
suu’ yang merapat dengan thaghut dan rela menjadi sepatu mereka) atau
menjadi penonton seperti orang-orang arab badui menunggu siapa
pemenang?!
Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
7 Dzulqa’dah 1435H
LP Kembang Kuning Nusakambangan.
sumber : millahibrahim.wordpress.com






