1. Di sini semua orang tau bahwa gempuran ataupun kematian bisa datang kapan saja, namun di sini semuanya "TERSENYUM"  

    2. Semua wanita berbusana syar'i di sini, jadi buat para ISTRI tidak perlu takut, tak perlu menyuruh suami untuk "menundukkan pandangan"

    3. Tidak ada pergaulan bebas, tidak ada alkohol, tidak ada pornografi !!! inilah Daulah Islam bukan negara Demokrasi yang membolehkan hal-hal HARAM atas dasar HAM. 

    4. Jangan kaget kalau tiba-tiba ada 'makanan di depan pintu' (biasanya tetangga di sini suka berbagi makananan) 

    5. Siapapun yang berpapasan dengan kita di jalan, maka akan dia akan mengucap salam pada kita (ikhwan kepada ikhwan, akhwat kepada akhwat) 

    6. Jika Malaysia dikatakan "truly Asia", maka Daulah Islamiyyah (IS) betul-betul "GLOBAL" ! berbagai etnis ada di SINI (NO NASIONALISME/ashobiyah)

    7. Perkataan "ITTAQULLAH!" (takutlah kepada Allah) di sini dianggap sebagai NASIHAT, tidak dianggap sebagai vonis ataupun hujatan.

    8. di Daulah Islam (IS) kita bisa berdakwah kepada siapa saja! tanpa perlu takut ada orang yang mengatakan "Jangan menilai saya! '
     
      9. Tidak boleh ada "RIBAA" yang merupakan DOSA BESAR dalam islam. Di sini dilarang melakukan pinjaman riba, jual beli riba dan lainnya.

    10. Daulah Islamiyyah (IS) adalah zona bebas asap rokok 100% !

    wallohu A'lam.

    >> diolah dari FP "Diary of A Muhajirah" (page yang dikelola oleh seorang dokter yang berhijrah ke daulah islam) dari posting yang berjudul "Another 10 'Beautiful' Facts from the Islamic State that you should know!"


    Oleh : Ahmad Thaha
    Penerjemah : Abu Hanan

    Daulah Islamiyah kini tengah memproses penerbitan mata uang khusus miliknya yang didasarkan pada emas dan perak. Jika benar-benar terjadi, maka ini adalah sebuah langkah besar dalam pembangunan ekonomi yang sesungguhnya bagi Daulah Khilafah. Pada kenyataannya, Daulah selalu memberikan kejutan kepada kita, dengan imajinasi-imajinasi kita yang terbatas. Apa yang kita sangka akan memakan waktu bertahun-tahun dan merupakan langkah terakhir, kita temukan terwujud dalam realita lebih cepat dari apa yang kita pikirkan dalam khalayan kita.

    Sebelum orang-orang bodoh—seperti kebiasaan mereka—mengejek dirham dan dinar, sebagaimana sebelumnya mereka telah mengejek syariat dan agama—La haula wa la quwwata illa billah—saya akan menjelaskan dalam tulisan ini beberapa fakta tentang uang emas dan perak.
    1. Uang emas—dan uang kertas yang didasarkan pada cadangan emas—adalah pondasi asli perekonomian dunia. Emas-lah yang menunjukkan nilai sesungguhnya dari uang kertas. Dunia telah terbiasa menggunakan emas dan perak sebagai uang, sampai menjelang Perang Dunia Pertama, ketika transaksi dengan keduanya dihentikan. Setelah Perang Dunia Pertama usai, dunia kembali menggunakan emas dan perak secara parsial. Kemudian penggunaan keduanya terus berkurang. Ketika Perang Dunia Pertama terjadi, orang-orang bergegas menuju bank-bank untuk menarik uang mereka, yaitu emas mereka. Tetapi mereka dikejutkan oleh kenyataan bahwa emas yang tersedia tidak mencukupi semua pencairan yang ada. Maka dikeluarkanlah sebuah undang-undang di Inggris yang mengharuskan semua orang untuk tidak menuntut lagi emas mereka, dan bahwa surat-surat berharga yang ada di tangan mereka menjadi obligasi bagi mereka. Dengan demikian, terjadilah proses penipuan dan penggelapan terbesar dalam sejarah, dan terjadilah pencurian harta manusia oleh orang-orang Yahudi. Dan muncullah istilah standar emas, yaitu rasio cadangan emas terhadap uang kertas yang beredar. Dan standar emas ini terus menurun secara bertahap seiring dengan perjalanan waktu, sampai masa kita sekarang ini.Pada tahun 1971 M, transaksi menggunakan emas dan perak dihapuskan secara total, ketika Presiden Amerika, Nixon, memutuskan secara resmi pada 15 Juli 1971 penghapusan sistem Bretton Woods yang mengharuskan konvertibilitas dolar terhadap emas dan pengaitan dolar dengan emas dengan harga yang tetap. Sejak saat itu, mata uang menjadi salah satu dari sarana penjajahan. Di balik keputusan itu, Amerika ingin menjadikan dolar sebagai pondasi keuangan di dunia, sehingga ia bisa mengontrol dan menguasai pasar uang internasional. Sistem moneter dunia pun menjadi kacau dan nilai tukar uang menjadi berubah-ubah.
    1. Uang emas dan perak masih ada sampai Daulah Khilafah Islamiyah jatuh dan terjadi perancurian harta dan uang kaum muslimin. Bukan cuma kaum muslimin, tetapi seluruh dunia. Lalu masyarakat diberi kertas-kertas berwarna yang mereka namakan uang kertas. Sebenarnya, penerbitan uang kertas adalah proses penipuan dan penggelapan terbesar yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Dan uang kertas adalah yang mendatangkan semua bencara ekonomi yang kita alami saat ini. Uang kertaslah yang telah menyeret kita sekuat-kuatnya, sehingga riba mendominasi ekonomi dunia saat ini. Misalnya, saya meminjam 100 pound dari Anda tiga tahun lalu. Jika saya mengembalikan 100 pound kepada Anda sekarang, maka saya telah menzalimi Anda, karena 100 pound di masa lalu bisa membeli barang-barang yang jauh lebih banyak daripada apa yang bisa dibelinya sekarang. Dan agar Anda bisa mengganti kerugian Anda, Anda terpaksa meminta uang tambahan. Itulah alasan yang selalu dikatakan oleh bank. Dan itulah riba itu sendiri.
    2. Uang kertas menjadi sekadar kertas yang tidak ada nilainya. Dari situ, terjadilah inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi dunia. Itu dialami oleh Amerika sendiri sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia, seperti yang terjadi pada fase “resesi besar” tahun 1929 dan “krisis ekonomi dunia” tahun 2008. Seluruh umat manusia menderita karenanya, karena enkonomi seluruh dunia terikat dengan uang kertas dolar yang sebenarnya tidak memiliki nilai, selain kekuatan militer yang dengannya Amerika memaksakan kebijakannya kepada umat manusia. Amerika menjadikan dolar sebagai mata uang yang sulit didapat, padahal sebenarnya ia tidak sulit didapat. Dan yang mengontrol penerbitan uang adalah Bank Federal Amerika. Tetapi sebenarnya ia tidaklah bersifat federal. Ia dimiliki dan dikuasai oleh sekelompok pebisnis yang menyedot jerih payah seluruh manusia. Dan pemerintah Amerika tidak memiliki kekuasaan terhadapnya.Riba, inflasi, serta permainan nilai dan harga mata uang menimbulkan bencana-bencana ekonomi dan menjadikan seluruh manusia hidup sebagai tawanan bagi segelintir orang. Semua itu dilarang oleh Islam. Dan jika terjadi, maka boleh dikobarkan perang atas nama Allah dan Rasul-Nya, karena ia termasuk penyebab kerusakan dan kezaliman yang paling besar dalam kehidupan manusia.
    1. Amerika sendiri terbebani hutang yang paling besar di dunia dalam sejarah manusia, yaitu 17,6 triliun dolar pada tahun 2014. Ini adalah angka yang memaksa akal untuk bertanya: Bagaimana negara dengan hutang sebesar ini bisa bertahan? Jawabannya adalah umat Islam. Kitalah yang menstimulus ekonomi Amerika dengan monopoli Amerika terhadap kekayaan minyak yang dianugerahkan oleh Allah kepada umat Islam. Amerika telah melakukan hal-hal berikut ini: (1) memonopoli minyak umat Islam dan ekstraksinya; (2) memaksakan dolar sebagai satu-satunya mata uang untuk menentukan harga minyak; (3) mengontrol produksi dunia. Sampai-sampai dikatakan bahwa salah satu sebab perang Irak adalah karena Saddam Husein membeli minyak dengan berbagai mata uang dan melepaskan diri dari hegemoni dolar.
    2. Tujuan diadakannya uang bukanlah untuk menjadi barang dagangan tersendiri, tetapi untuk menjadi mediator yang memiliki nilai yang tetap untuk melaksanakan proses jual beli. Dan sejak dulu kala, Allah telah memberi petunjuk kepada manusia untuk menggunakan emas dan perak sebagai uang. Yang demikian itu karena Allah ‘Azza wa Jalla telah meletakkan dalam kedua logam ini karakteristik-karakteristik yang menjadikannya layak untuk digunakan sebagai uang. Allah ‘Azza wa Jalla telah menyimpan emas dan perak dalam perut bumi untuk manusia dengan kuantitas yang cukup untuk digunakan sampai hari kiamat. Ini tercakup dalam firman Allah Ta’ala:
    وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا.

    “Dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya di dalamnya.” (Fushshilat: 10)

    Allah ‘Azza wa Jalla mengisyaratkan penggunaan emas dan perak sebagai uang dalam firman-Nya:

    وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ.

    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak membelanjakannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (At-Taubah: 34)

    Dan dalam firman-Nya:

    زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ.

    “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak.” (Ali Imran: 14)

    Umat-umat dan bangsa-bangsa terus menggunakan emas dan perak sebagai uang sampai permulaan abad ke-19, ketika orang-orang Yahudi di Eropa dilarang untuk bekerja dengan profesi apa pun. Mereka pun kemudian bekerja dalam bidang penyimpanan uang. Profesi penyimpanan uang adalah sebagai berikut: Ketika seorang pedagang hendak melakukan perjalanan dagang, dia harus meninggalkan uangnya di rumah. Dia pun takut uangnya itu akan hilang. Maka orang-orang Yahudi meyakinkannya untuk memberikan uangnya kepada mereka sebagai titipan, sampai dia kembali dari perjalanan. Lebih jauh, mereka merayu pemilik harta untuk meminjamkan uangnya kepada mereka dengan riba. Orang-orang Yahudi mendapatkan keuntungan dari semua itu dan memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan riba juga. Demikianlah, profesi penyimpanan uang ini berkembang di Eropa dan menjadi pekerjaan bagi orang-orang Yahudi.
    1. Islam mengharamkan tindakan menyimpan emas dan perak serta menghalangi peredaran keduanya. Hukum dasar dalam Islam terkait dengan uang adalah bahwa ia harus beredar, dibelanjakan di jalan Allah, dan dibelanjakan di jalan-jalan kebaikan. Islam mengharamkan monopoli. Islam melarang pembatasan uang bagi kelompok orang-orang kaya saja. Dan Islam mengharamkan riba, pemborosan, harta yang haram, dan tindakan mempermainkan makanan dan penghidupan manusia.
    2. Islam menutup jalan ke arah permainan standar emas dan mata uang, dan menganggapnya sebagai salah satu jenis riba. Islam menamakannya dengan riba fadhl atau riba jual beli. Emas dan perak adalah harga dan uang (alat tukar). Karena itu, Allah melarang untuk menjadikannya sebagai komoditas yang diperdagangkan oleh para pedagang. Ibnu Qayyim mengatakan perkataan yang sangat bagus tentang masalah tujuan penetapan harga dengan emas: “Illah (alasan) pengharaman riba dalam emas dan perak adalah keberadaannya sebagai harga. Dinar dan dirham adalah harga barang-barang dagangan. Dan harga adalah standar yang dengannya nilai harta ditentukan. Maka ia harus pasti dan akurat, tidak naik dan tidak turun. Sebab, jika harga naik dan turun seperti komoditas, maka kita tidak memiliki harga yang dengannya kita mengukur barang-barang dagangan, tetapi semuanya adalah komoditas. Kebutuhan manusia terhadap harga yang dengannya mereka mengukur barang-barang dagangan adalah kebutuhan primer yang bersifat umum. Barang-barang dagangan tidak diketahui kecuali dengan harga yang dengannya nilainya ditentukan. Dan itu tidak terwujud kecuali dengan adanya harga yang dengannya nilai barang-barang ditentukan dan memiliki kondisi yang stabil. Ia tidak boleh dinilai dengan barang lain, karena dengan begitu ia akan menjadi komoditas yang naik dan turun, sehingga transaksi-transaksi manusia akan rusak, kemunduran akan terjadi, dan madharat akan merajalela… Fungsi harga bukanlah untuk dijadikan tujuan, tetapi untuk dijadikan alat perantara untuk mendapatkan komoditas. Apabila harga itu sendiri menjadi komoditas yang menjadi tujuan, maka rusaklah kondisi manusia.” (A’lamul Muwaqqi’in, 2/159) Semua uang memiliki hukum yang sama dengan emas dan perak, dari materi apa pun dia dibuat, seperti dolar, pound, dan dinar, baik kertas mapun logam, selama ia adalah harga bagi barang-barang.
    1. Pencetakan uang yang didasarkan pada cadangan emas, atau uang emas itu sendiri, adalah sebuah prinsip ekonomi Islam yang adil. Kita bisa membayangkan bahwa satu prinsip Islam saja bisa melindungi makanan, keringat, dan jerih payah manusia dari pencaplokan yang berada di balik permainan harga mata uang. Ketika seseorang membandingkan manhaj Islam dan manhaj Jahiliyah dalam setiap bagian kehidupan —dan tema kita di sini adalah tentang uang— kita akan menemukan perbedaan antara manhaj Islam dengan kebenaran, keadilan, kebaikan, dan rahmat yang dibawanya untuk seluruh umat manusia, dan antara manhaj Jahiliyah yang mendatangkan kemiskinan, kezaliman, dan kebiadaban yang membakar seluruh umat manusia.
    2. Sebuah perusahaan khusus di Malaysia benar-benar telah memulai proyek pencetakan uang emas dan perak.
    3. Sistem emas dan perak tidak akan menghadapkan dunia pada pertambahan apa yang beredar darinya secara mengejutkan, sebagaimana terjadi pada uang kertas. Dengan begitu, uang memiliki sifat tetap dan stabil. Kepercayaan terhadapnya akan bertambah. Dan ia membuat nilai tukar antara mata uang berbagai negara menjadi seimbang, karena setiap mata uang dinilai dengan satuan-satuan tertentu dari emas dan perak. Dengan begitu, seluruh dunia pada hakikatnya akan memiliki satu uang saja, yaitu emas dan perak, meskipun mata uang mereka berbeda-beda.
    Kaum muslimin bersepakat bahwa berat satu dinar emas menurut syariat adalah 4,25 gram emas murni 24 karat, dan berat satu dirham perak menurut syariat adalah 2,975 gram perak murni.
    1. Di antara tugas Daulah Islamiyah adalah mencetak uang, karena ini adalah proses yang membutuhkan biaya. Ketika pencetakan dilakukan dalam kuantitas yang sangat besar, maka biaya produksi akan menjadi sangat murah, sehingga nilai uang pada akhirnya adalah nilai emas atau perak yang dikandungnya, tanpa ditambahkan padanya biaya produksi. Uang termasuk hal-hal yang dijelaskan hukumnya oleh Islam, bukan termasuk hal-hal yang berada dalam wilayah pendapat dan musyawarah. Ia tidak boleh disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan kondisi ekonomi atau kondisi moneter. Tetapi mengingat keberadaannya sebagai satuan pembayaran tunai dan mengingat jenisnya, ia harus bersifat tetap berdasarkan hukum syariat. Maka kembali kepada kaedah emas dan perak dianggap sebagai salah satu hukum syariat bagi Daulah Khilafah. Tindakan Daulah Khifah mencetak uang emas akan mendatangkan banyak manfaat yang besar: (1) mengikuti ridha Allah dengan mewujudkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan manusia; (2) membebaskan diri dari lingkaran riba internasional yang dikuasai oleh kaum Yahudi dan Salibis; (3) membebaskan kekayaan umat, berupa minyak dan lainnya, dari keterikatan dengan dolar di bawah penindasan kekuatan militer Amerika; (4) mempercepat kehancuran ekonomi Amerika, karena setiap dolar yang beredar akan menstimulus ekonomi Amerika; (5) memotivasi negara-negara yang lemah dan tertindas untuk memerdekakan diri dari belenggu penghinaan Amerika, membebaskan mata uangnya, dan melindungi negaranya dari inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi yang diatur oleh segelintir Yahudi yang menguasai Bank Dunia dan IMF, serta para pebisnis dan penguasa wilayah-wilayah lepas pantai, yang mempermainkan makanan, keringat, dan jerih payah manusia, tanpa ada yang mengawasi dan mengaudit.
    1. Saya mengusulkan kepada Daulah Islamiyah terkait penerbitan uang emas dan perak agar Baitul Mal menerbitkan kartu ATM kepada rakyat Daulah secara gratis, yang terhubung dengan jaringan percetakan uang pusat dan cabang-cabang bank Islam, baik di dalam wilayah Daulah Khilafah maupun di daerah-daerah yang akan ditaklukkan di masa mendatang insya Allah. Dari layanan kartu ATM akan diperoleh kemudahan dalam mengedarkan uang, kemudahan dalam mengumpulkan zakat, serta kemudahan dalam memberikan penghidupan kepada masyarakat, membayarkan gaji, dan menyalurkan zakat, melalui transfer elektronik. Sebab, di dalamnya terdapat kecepatan, ketelitian, kemajuan, dan keselarasan dengan teknologi modern. Di samping bahwa di dalamnya terdapat pembebasan ekonomi Khilafah dari penjajahan internasional terhadap pasar uang dan nilai tukar, serta usaha memakan harta manusia dengan cara yang batil.
    dari Al-Mustaqbal Channel
     


    Shoutussalam Islamic Media

    menghadirkan

    Terjemah Indonesia

    Pesan Audio Amirul Mukminin

    Bertema

    - Walau Orang-Orang Kafir Membencinya -

    بسم الله الرحمن الرحيم

     

    Muassasah Al Furqan lil Intajil I’lami menghadirkan
    Pidato dari Pemimpin Kita Amirul Mu’minin, Khalifah Muslimin
    Abu Bakar al-Husayni al-Qurashy al-Baghdady (hafidhahullah) berjudul

    “Walau Orang-Orang Kafir Membencinya”

    Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memujinya. Kami memohon pertolongan kepadaNya. Kami juga memohon ampunan dan bertaubat kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tiada satupun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata tanpa ada sekutu bagiNya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan keselamatan kepadanya dan kepada keluarga serta para sahabatnya. Amma ba’du:

    Allah (‘azza wa jalla) telah mewajibkan jihad kepada kita sebagaimana Dia mewajibkan shalat dan puasa, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci” [Al-Baqarah: 216], dan Dia (subhanah) berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” [Al-Baqarah: 183].

    Allah (tabaraka wa ta’ala) juga menjadikan jihad sebagai sebaik-baik amal dan puncak tertinggi dari Islam. Dia (subhanah) menjadikan kehormatan kaum Muslimin dengan jihad dan menjadikan atas mereka kehinakan jika meninggalkannya. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Jika kalian telah berjual beli dengan sistem baiiul ‘innah, memegang ekor sapi dan ridho dengan pertanian serta meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kehinaan atas kalian, Dia tidak akan mencabutnya dari kalian, hingga kalian kembali kepada agama kalian” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar].

    Allah (‘azza wa jalla) juga menyiapkan adzab yang pedih bagi siapa saja yang berpangku tangan dari jihad. Dia (ta’ala) berfirman, “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan menggantikanmu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun[At-Taubah: 39].

    Dan Dia memerintahkan semua orang untuk berjihad tanpa mengecualikan seorang pun, sebagaimana Dia (‘azza wa jalla) berfirman, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau berat[At-Taubah: 41].

    Dia (subhanah) memerintahkan untuk berperang dalam setiap keadaan, bahkan jika hanya seorang mujahid yang tersisa, sebagaimana Dia (subhanah) berfirman, “Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan dirimu sendiri. Dan kobarkanlah semangat kaum mukminin” [An-Nisa’: 84].

    Dan Dia (subhanah) menjanjikan bagi siapa yang berperang di jalan-Nya dengan pertolongan dan menjadikan kemenangan dan akhir yang baik bagi orang-orang yang beriman. Dia (ta’ala) berfirman, “Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang kafir itu” [An-Nisa’: 84]. Dan Dia (subhanah) berfirman, “Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami, para Rasul, bahwa sesungguhnya mereka pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara kami itulah yang pasti menang” [As-Saffat: 171-173]. Dan Dia (ta’ala) berfirman, “Dan wajib atas Kami menolong orang-orang yang beriman” [Ar-Rum: 47].

    Maka, wajib bagi kaum Muslim untuk memahami dengan baik dan menyadari bahwa berperang adalah kewajiban atas setiap individu dari mereka, dan bahwa jihad adalah sebaik-baik amal dan puncak tertinggi Islam. Kehormatan dan keagungan mereka adalah dengannya, juga keselamatan di dunia dan di akhirat. Kehinaan, kegagalan, dan kemunduran mereka adalah disebabkan meninggalkan jihad, begitu pula adzab di dunia dan di akhirat. Mereka juga harus menyadari bahwa Allah (‘azza wa jalla) akan menolong mujahidin; hal ini tidak diragukan lagi. Dan oleh karenanya, tentara Daulah Islam berperang. Mereka berperang sebagai ketaatan kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya (subhanah). Mereka tidak akan meninggalkan jihad selama-lamanya. Bahkan jika hanya seorang tentara dari mereka yang tersisa, mereka tidak akan meninggalkan jihad selama-lamanya, karena mereka menentang kehinaan dan ketidakadilan. Mereka tidak akan meninggalkan jihad karena mereka tidak merasakan kehormatan dan kemuliaan kecuali dengannya. Mereka tidak akan meninggalkan jihad, karena sesungguhnya merekalah yang akan menang. Mereka akan mendapat kemenangan walaupun hanya tersisa satu laki-laki dari mereka. Merekalah yang mendapat kemenangan dan mereka di atas keyakinan atas pertologan Allah kepada mereka. Maka bergembiralah wahai umat Islam dan berharaplah kebaikan, karena putra-putra kalian dari tentara Daulah Islam hari ini lebih berani, lebih kuat, dan lebih tabah –dengan karunia Allah. Perang salib ini hanya meningkatkan keyakinan mereka terhadap manhaj mereka, keteguhan di atas jalan mereka, dan ketabahan untuk mencapai tujuan mereka. Segala puji hanya bagi Allah.

    Dan walaupun perang salib ini adalah yang paling dahsyat dan sengit, tetapi ini adalah yang paling gagal dan mengecewakan. Kita melihat Amerika dan sekutunya tersandung antara ketakutan, kelemahan, ketidakmampuan, dan kegagalan. Amerika, Eropa, Australia, Kanada, pengikut dan budak mereka yang murtad dari kalangan pemerintah negeri-negari kaum Muslimin merasa ketakutan akan Daulah Islam. Yahudi juga ketakutan; mereka mengkhawatirkan ekonomi mereka. Mereka ketakutan karena harta kaum Muslimin dan kekayaan alam kita, yang mereka rampas, mereka hisap, mereka nikmati sendiri, dan dengannya mereka memerangi kita melalui agen-agen mereka dari kalangan pemerintah pengkhianat di negeri-negeri kaum Muslimin. Mereka takut akan keamanan mereka. Mereka takut revolusi umat Muslim [terhadap penguasa tersebut]. Mereka takut kekalahan mereka. Mereka takut kembalinya Khilafah dan kembalinya umat Muslim untuk menjadi yang terdepan dan berkuasa.

    Kita melihat semua ketakutan mereka dengan jelas dan dengan bukti. Dan kita melihat kelemahan mereka. Karena ketakukan mereka, mereka tidak mau memulai sebuah operasi militer sampai berkumpul bersama mereka budak-budak dan anjing-anjing mereka dari kalangan penguasa di negeri-negeri kaum Muslimin. Kelemahan mereka tidak terletak pada kebutuhan mereka akan pesawat terbang dari budak-budak mereka, yang tidak mereka berikan kecuali setelah melakukan layanan militer untuk mereka. Yahudi dan Salibis tidak butuh dengan pilot-pilot banci dari bala tentara penguasa teluk, tidak pula butuh kepada pesawat-pesawat mereka, berita keikutsertaan mereka dalam perang salib hanyalah lelucon media. Sebaliknya, kelemahan Salibis dan sekutunya terletak pada kebutuhan mereka pada penyihir jahat dari kalangan ulama’ dan penguasa thgahut di negeri-negeri kaum Muslimin, sehingga mereka menyihir mata manusia dan menipu Muslim secara umum dengan fatwa-fatwa dari orang-orang Yahudi dan disebarkan oleh Salibis, yang mengatakan bahwa peperangan ini bukanlah peperangan salib dan orang-orang tersebut (Daulah Islam) adalah khawarij dan orang-orang jahat, bukan mujahidin. Mereka melakukan hal ini melalui penyihir-penyihir dan fatwa-fatwa itu untuk mencegah kembalinya kaum Muslimin kepada Khilafah mereka dan bersatunya mereka untuk menolong mujahidin. Inilah rahasia di balik ketakukan Yahudi dan Salibis dan di dalamnya terdapat kelemahan mereka. Maka, pahamilah hal ini baik-baik, wahai kaum Muslimin. Allah (ta’ala) berfirman, “Sesungguhnya dalam hati mereka (orang-orang munafik), kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti[Al-Hasyr: 13-14].

    Amerika dan sekutunya ketakutan, lemah, dan tanpa kekuatan. Karena ketakutan dan kelemahan mereka, orang-orang Yahudi berpartisipasi dalam perang salib ini secara rahasia dan diam-diam. Mereka tidak memiliki keberanian untuk mengumumkannya, karena ketakukan kepada kaum Muslimin. Dan karena rasa takut sekutunya dan kelemahan mereka, mereka tidak mampu mencegah kaum Muslimin dari Khilafah. Dan kerena ketakutan dan kelemahan mereka, mereka tidak mampu mengirim pasukan darat untuk memerangi mujahidin. Dan di antara ketakutan, kelemahan, dan ketidakberdayaan ini, kita melihat mereka tersandung dengan kegagalan. Yahudi dan Salibis –melalui wakil-wakil mereka- gagal dalam mencegah berdirinya Khilafah, sehingga mereka dipaksa untuk berhadapan langsung. Yahudi, Salibis, dan sekutu-sekutu mereka mengumpulkan semua “ulama’ istana” dan menggunakan semua corong, stasiun televisi, media mereka dalam sebuah kampanye terbesar untuk memalsukan, mendistorsi, dan memfitnah Daulah Islam, sehingga manusia akan menjauh darinya dan untuk mengurangi para pendukung dan pengikutnya. Tetapi mereka tidak mampu untuk melakukannya dan gagal. Inilah sekarang para penyokong Daulah Islam dan pendukungnya serta tentaranya yang terus bertambah di tengah meningkatnya keganasan kampanye media mereka [yang gagal].

    Para pemimpin Yahudi, Salibis, orang-orang murtad, setan-setan, para kepala, dan para senior mereka berkumpul. Mereka memikirkan, menghitung, merencanakan, dan bersekongkol untuk memerangi Daulah Islam. Kemudian mereka menghasilkan sebuah rencana yang gagal berupa membombardir posisi, batalion, kendaraan, dan tentara Daulah Islam dengan tujuan untuk mencegah kemajuan dan barisannya… Sebuah rencana yang diwujudkan dengan mempersenjatai, merekrut, dan melatih tentara-tentara murtad, dan juga berjuang untuk membentuk kembali sahawat untuk merebut kembali kota-kota yang ditaklukkan Daulah Islam. Kegagalan rencana mereka menjadi tampak dengan cepat, dengan keutamaan Allah. Dan tidak lama lagi, Yahudi dan Salibis akan dipaksa untuk turun ke darat dan mengirim pasukan darat mereka kepada kematian dan kehancuran, dengan izin Allah. Bahkan, nyatanya hal ini sudah dimulai. Inilah Obama telah memerintahkan pengiriman 1500 tentara tambahan dengan menyebut mereka sebagai penasihat karena serangan udara Salibis dan bombardir yang terus menerus –siang dan malam- terhadap posisi-posisi Daulah Islam tidak dapat mencegah kemajuannya dan tidak pula melemahkan tekadnya. Dan agen-agen Yahudi dan Salibis, budak-budak, pengekor, dan anjing-anjing mereka, tidak mampu bertahan di hadapan Daulah Islam, dan mereka tidak akan pernah mampu bertahan melawannya. Dan sesungguhnya Salibis akan dikalahkan. Dengan izin Allah, mereka akan dikalahkan. Dan sesungguhnya kaum Muslimin akan menang. Dengan izin Allah, mereka akan menang. Dan barisan mujahidin akan terus melaju sampai mereka mencapai Roma, dengan izin Allah. Oleh karena itu, yakinlah, wahai kaum Muslimin, dan sampaikanlah kabar gembira. Yakinlah, bahwa rencana dan operasi militer Salibis adalah suatu kegagalan. Yakinlah, dan jangan mempercayai media-media mereka yang berdusta dan klaim mereka bahwa mereka membunuh puluhan mujahidin setiap hari, menghancurkan markas dan kendaraan mereka, dan apapun dari kebohongan-kebohongan mereka dan bualan-bulan mereka. Yakinlah, wahai kaum Muslimin, bahwa Daulah kalian baik-baik saja dan berada di kondisi terbaik. Barisannya tidak akan berhenti dan akan terus melebar, dengan izin Allah, walaupun orang-orang kafir membencinya.

    Kabar gembira, wahai kaum Muslimin, bahwa kami memberi kalian kabar baik berupa pengumuman ekspansi Daulah Islam ke negeri-negeri baru, ke negeri al-Haramain dan Yaman… ke Mesir, Libya, dan Algeria. Kami mengumumkan penerimaan bai’at dari saudara-saudara kami yang memberi kami bai’at dari negeri-negeri tersebut, penghapusan jama’ah-jama’ah di dalamnya, mengumumkan wilayah baru bagi Daulah Islam, dan pengangkatan pemimpin untuk mereka. Kami juga mengumumkan penerimaan bai’at yang diberikan oleh kelompok-kelompok dan individu di semua wilayah yang disebutkan dan juga yang lainnya. Kami meminta setiap individu di antara mereka untuk bergabung dengan wilayah terdekat dengannya, dan untuk mendengar dan taat kepada pemimpin yang kami angkat baginya.

    Maka wahai putra-putra al-Haramain… Wahai orang-orang bertauhid… Wahai orang-orang pemilik wala’ dan bara’… Kepala ular dan benteng penyakit ada di samping kalian. Oleh karena itu, angkatlah pedang kalian dan hancurkanlah sarungnya. Ceraikanlah dunia, karena tidak akan ada keamanan tidak pula istirahat bagi Al Salul dan tentaranya setelah hari ini. Tidak ada tempat bagi kaum musyrikin di jazirah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam). Angkat pedang-pedang kalian. Urusilah rafidhah terlebih dahulu, di manapun kalian menemukan mereka, kemudian Al Salul dan bala tentaranya sebelum Salibis dan basis mereka. Hukumlah rafidhah, Al Salul, dan tentara-tentara mereka. Potonglah tangan-tangan dan kaki-kaki mereka. Tangkap mereka secara berkelompok maupun individu. Kacaukanlah hidup mereka dan buatlah mereka sibuk dengan diri mereka sendiri daripada kita. Sabarlah dan jangan tergesa-gesa. Tidak lama lagi –in sya’a Alllah- barisan terdepan Daulah Islam akan mencapai kalian.

    Dan wahai tentara-tentara Yaman… Wahai orang-orang pemilik dukungan dan pertolongan… Wahai orang-orang pemilik kebijaksanaan dan keimanan… Bersikap keraslah kepada Houthi rafidhah, karena mereka adalah orang-orang kafir lagi murtad. Perangilah mereka dan kalahkan mereka. Yakinlah bahwa keadaan akan menguntungkan kalian atas mereka, karena rafidhah adalah bangsa yang ditinggalkan. Jika mereka bertemu muwahhidin dan memerangi mereka, keburukan mereka tidak akan hilang. Karenanya, mintalah pertolongan dari Allah, karena kalian dapat mengatasi mereka, in sya’a Allah. Kalahlah kesyirikan mereka dengan tauhid kalian, dan Allah akan menghancurkan kekuatan mereka. Allah akan memindahkan harta dan senjata mereka kepada kalian. Kalian akan merebutnya dari tangan-tangan mereka sebagai ghanimah yang dengannya kalian akan menolong agama Allah dan in sya’a Allah akan terus menjadi orang-orang pemilik pertolongan.

    Dan wahai putra-putra aqidah di Sinai yang tercinta, selamat atas kalian dan bergembiralah. Selamat atas kalian, wahai laki-laki. Selamat atas kalian atas karena kalian telah melaksana-kan kewajiban jihad melawan thaghut-thaghut Mesir. Selamat atas kalian karena telah menolong Baitul Maqdis. Selamat atas kalian karena kalian telah menakut-nakuti Yahudi. Apa yang bisa kami katakan kepada kalian, sedangkan kalian telah memecahkan sarung pedang kalian, membakar kapal-kapa kalian, dan berjalan dengan susah payah di tengah padang pasir, sedangkan kalian sabar menghadapi kepahitan dan menggenggam bara api. Bersabarlah dan bergembiralah, maka Allah akan menolong kalian.

    Dan wahai singa-singa tauhid di Libya, Aljazair , Tunisia, dan Morocco… Wahai pahlawan jihad… Wahai anak cucu Musa, ‘Uqbah, Tariq, dan Ibnu Tashifin… tiada kebaikan pada kalian jika kalian menyerahkan negeri kalian kepada putra-putra sekuler sedangkan kalian memiliki mata yang mampu berkedip (hidup, pent.). Tiada kebaikan pada kalian jika mereka hidup aman dan senang sementara kalian memiliki nadi yang berdenyut. Tiada kebaikan pada kalian jika kalian cenderung kepada dunia dan padang pasir dan berbalik ke belakang. Tidak, bahkan kalian diciptakan untuk kebaikan dan kebaikan diciptakan untuk kalian. Kalian adalah bahan bakar dan penolong setiap medang jihad, dan di antara pemimpin-pemimpinnya. Kami memohon kepada Allah untuk memuliakan kalian, merahmati kalian dan mengaruniakan kepada kalian kemenangan.

    Wahai tentara Daulah Islam, lanjutkanlah memanen bala tentara. Ledakkan gunung api jihad di setiap tempat. Terangilah bumi dengan api yang membakar semua thaghut, bala tentaranya, dan pendukungnya. Lanjutkanlah di jalanmu, karena kalianlah yang kuat dengan izin Allah. Lanjutkanlah, karena kalianlah yang mulia. Lanjutkanlah, karena kalianlah yang unggul. Lanjutkanlah, karena kalianlah pemenang –in sya’a Allah.

    Yaa Allah, tiada sesembahan (yang berhak disembah) selain Engkau, yaa Al Mannan (Maha Pemberi nikmat)… Pencipta langit dan bumi… Pemilik Keagungan dan Kemuliaan… Sesungguhnya kami berperang di jalanmu, takut akan murka-Mu dan mencari ampunan-Mu. Kami tidak keluar dengan sombong, tidak pula tinggi hati, tidak pula riya’ dan tidak pula sum’ah. Yaa Allah, semua tentara kekafiran dari kalangan Yahudi, Salibis, atheis, dan orang-orang murtad telah berkumpul memusuhi kami. Mereka melakukan itu sebagai permusuhan terhadap agama-Mu, ingin memadamkan cahaya-Mu. Yaa Allah, kami tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dari-Mu. Maka, yaa Allah, tolonglah tentara-tentara-Mu dan berikanlah kemenangan kepada agama-Mu. Ya Allah, hukumlah Amerika dan sekutunya. Yaa Allah, kuatkanlah ikatan-Mu pada mereka, tolonglah kami atas mereka dengan tujuh tahun sebagaimana Yusuf. Kalahkan mereka dengan kekalahan terburuk yang pernah mereka alami. Pecah belah barisan mereka, koyak tubuh mereka, hancurkan mereka seluruhnya, dan jadikanlah kami menyerbu mereka dan bukan mereka menyerbu kami. Tiada sesembahan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau. Kami memohon ampunan dan bertaubah kepada-Mu. Dan segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.

    ----------------------------------------
    Download Audio:
    Download Transkip Bahasa Arab:
    Download Transkip Bahasa Inggris:
    Download Transkip Bahasa Rusia:
    Download Transkip Bahasa Indonesia:
    Alih Bahasa Indonesia: Tim Shoutussalam Islamic Media
    [singa/shoutussalam]

     

     

     


     
    Shoutussalam Islamic Media
    menghadirkan
    Terjemah Indonesia
    Ba’iat Mujahidin Yaman kepada Khilafah Ibrahim
     
     
    بسم الله الرحمن الرحيم
     
    Deklarasi Mujahidin Yaman atas Baiat mereka kepada sang khalifah Abu Bakar Al Baghdadi dan bergabung dengan Daulah Islam.
     
    Segalla puju hanya milik Allah yang telah menunjukki kita kepada jalan islam. yang mengajari kita dengan keutaman serta kasih sayangNya dengan Al Quran. Dia Telah menjadikan kami pelaku jihad yang faham akan hujjah serta anak panah. Sholawat dan salam terhadap Nabi Muhammad yang bersabda: “Aku tinggalkan untuk kalian satu cahaya dimana malamnya seperti siangnya, ia tak pernah tertukar kecuali ia hancur” dan juga bersabda “kemudian akan menjadi khilafah di atas manhaj kenabian”.
     
    Amma ba’du:
     
    Allah Ta’ala berfirman:
     
    Berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah secara keseluruhan, dan janganlah kalian berpecah belah”. Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang mati namun di lehernya belum ada ikatan baiat, maka matinya adalah mati jahiliyah”. Sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah Azza Wajalla, serta melazimi perintah Rasul SAW agar menghilangkan perbedaan dan bersatu padu dalam jamaah.
     
    Dengan ini kami mengumumkan baiat atas Khalifah Ibrahim Bin Awwad Ibn Ibrahim Al Quraisy Al Husainy untuk mendengar dan taat dalam suka maupun duka, dalam ridha maupun terpaksa, sebagai penerang bagi kami, dan kami tidak akan mencabut baiat ini karena kami adalah keluarganya. Kecuali jika kami melihat kekufuran yang nyata pada dirinya.
     
    Kami mendapati bukti-bukti yang Allah janjikan ada pada dirinya. Kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin di seluruh dunia, agar berbaiat kepadanya, dan menolongnya. Hal ini sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah Ta’ala, serta sebagai langkah nyata yang diambil. Sungguh Rasul SAW telah memberi kita kabar gembira tentang kemunculan khilafah di atas manhaj kenabian. Sungguh Demi Allah kami telah melihat Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi sebagai Khilafah di atas manhaj kenabian.
     
    Tatkala kami mendengar selera yahudi dan nasrani, yang gemar mengajak manusia menuju pintu-pintu neraka. Maka kami respon hal tersebut dengan perintah Rasulullah agar melebur kedalam jama’ah bersama dengan imamnya. Dari Hudzaifah RA dia berkata, satu ketika para sahabat bertanya kepada Rasul SAW tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepadnya tentang keburukan yang aku takut akan menimpaku, dikatakan di dalamnya, “Apakah ada kejelekan setelah datang kebaikan?” Nabi menjawab, “Ya, para dai yang menyeru kepada pintu-pintu neraka. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka”. Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?” Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita” Aku bertanya : “Apa yang Anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini” Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka” (HR Bukhari-Muslim).
     
    Apakah disana ada imam yang ia dibaiat oleh banyak kelompok selain Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi? maka perintahkanlah kami wahai Khalifah atas kehendakmu! Sesungguhnya kami adalah para kesatria dan penolongmu. Sungguh kami adalah tentaramu di Yaman. Semoga Allah mendengarkanmu, agar matamu mengakui pengakuan kami. Sungguh Allah telah mengumpulkanmu bersama ummat muslim di bawah kepemimpinanmu, yaitu tentara Syam, irak dan Yaman. Dari Abdillah Bin Hawalah dia berkata, “Pokok segala perkara kelak akan berada di tangan tentara yang terlatih, yaitu tentara Syam, tentara Irak dan tentara Yaman.
     
    Segala puji kami haturkan kepada Allah yang telah menunjukkan kami dengan islam, dan memperkenankan kami agar berbaiat kepada Khalifah, menjadikan kami termasuk tentara khalifah di bumi yang penuh berkah. Sungguh ia atas izin Allah akan terus eksis, serta tersebar. Allahu Akbar, Izzah itu hanya milik Allah, RasulNya serta orang mukmin, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengerti. Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan segala puji hanya milik Allah semata.
     

    Tim Terjemah Shoutussalam Islamic Media

    Sumber:

    [Sher/Shoutussalam]

    Shoutussalam Islamic Media
    menghadirkan
    Terjemah Indonesia
    Ba’iat Mujahidin Aljazair kepada Khalifah Ibrahim

    بسم الله الرحمن الرحيم

     Al Fath Foundation Menghadirkan:

    Rekaman Pesan dari Syaikh Khalid Abu Sulayman
    Pemimpin Jama’ah Jundu al-Khilafah
    Dari Tanah Aljazair Menyatakan Bai’at Kelompok
    Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi
    Dan Bergabungnya kepada Daulah Islam

    Segala puji hanya bagi Allah, yang menyatukan hati-hati dengan persatuan Islam dan mengumpulkan manusia dalam ibadah kepada-Nya dan memasuki negeri kedamaian (surga). Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dia memerintahkan kita untuk bersatu dan melarang kita dari perpecahan dan perdebatan. Aku bersaksi bahwa pemimpin kita dan yang kita cintai, Muhammad, adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas beliau. Beliau meletakkan dasar untuk persatuan, dan mendirikan menara untuk tauhid di antara para mahkluk. Dan semoga shalawat dan salam juga tercurah atas keluarga dan shahabatnya yang mulia, serta yang mengikuti petunjuk mereka sampai hari kiamat. Amma ba’du:

    Allah menjanjikan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kemenangan dan persatuan, sebagai-mana Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), jika kita mengibadahi Allah semata dan mentaati perintah-Nya tanpa disertai syirik. Allah Ta’ala berfirman, {Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku} [An-Nur: 55]. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, sebagaimana dalam hadits Tamim ad Dari (radhiyallahu ‘anhu) yang berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Sungguh agama ini akan mencapai apa yang bisa dicapai oleh malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan ada rumah dari tanah liat maupun bulu unta (yaitu rumah di perkotaan dan di pedesaan), kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina. Kemulian yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad]. Dan Allah telah memberkahi saudara-saurada mujahidin kita di Daulah Islam dengan penaklukan, kemenangan, dan persatuan, setelah perjuangan berat dan pengorbanan besar. Maka mereka mengumumkan berdirinya Khilafah dan menunjuk Imam bagi kaum Muslimin, kewajiban yang telah dilalaikan yang jika mereka mengabaikan atau meninggalkannya maka kita semua berdosa. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk berbai’at (sumpah setia) kepadanya, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang mana Dia memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya.

    Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].

    Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini. Kami secara khusus mengingatkan mujahidin yang mengorbankan semua yang berharga, mempersembahkan jiwa mereka tanpa keragu-raguan, dan berteriak, “Misi dan tujuan kami adalah untuk menegakkan Syari’at Allah di bumi dan Khilafah di atas manhaj kenabian.” Lalu, mengapa kalian menundanya sekarang? Kami bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah penundaan ini membawa kebahagian bagi orang-orang beriman dan membuat marah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Dan kami katakan kepada Amir kami, sang mujahid, demi Allah, kami tidak akan mengatakan apa yang dikatakan Bani Israil kepada Musa (semoga shalawat dan salam tercurah untuknya), “Pergilah engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah. Sesungguhnya, kami akan tetap tinggal di sini.” Melainkan kami akan berkata, “Kami ada tentara-tentaramu bersamamu.” Maka kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk memudahkan urusan engkau dan menunjuki engkau kepada kebenaran.

    Ya Allah, anugerahkan kepada umat ini perkara yang sesuai petunjuk, dimuliakan di dalamnya orang-orang yang taat kepada-Mu, dan dihinakan di dalamnya orang-orang yang bermaksiat kepada-Mu, di dalamnya diperintahkan kebajikan dan dilarang di dalamnya kemungkaran. Dan kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengekalkan bagi kami Daulah kami –Daulah Khilafah- dan untuk membuat makar kepada musuh-musuh mereka dan musuh-musuh kami, dan untuk membuat mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Yaa Allah, yang menurunkan Al-Kitab, yang menggerakkan awan, yang telah mengalahkan tentera ahzab, hancurkanlah Prancis, Amerika, dan sekutu-sekutu mereka dari kalangan kafirin dan murtaddin. Yaa Allah, kirimkanlah kepada mereka adzab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum pendosa, Allahumma aamiin.

    Segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.
    17 Muharram 1436 H


    Audio:
    Transkip Bahasa Arab:
    Transkip Bahasa Inggris:
    Transkip Bahasa Indonesia:
    -------------------------------
    [singa/shoutussalam]

     


    Shoutussalam Islamic Media
    menghadirkan
    Terjemah Indonesia
    Ba’iat Mujahidin Jazirah Arab kepada Khalifah Ibrahim

    بسم الله الرحمن الرحيم

     

    Deklarasi Bai’at dai Mujahidin Semenanjung Arab
    Kepada Khilafah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi
    Dan Bergabungnya Mereka kepada Daulah Islam

    Segala puji hanya bagi Allah yang menguatkan Islam dengan pertolongan-Nya, menghinakan syirik dengan kekuatan-Nya, mengatur urusan-urusan dengan perintah-Nya, dan menipu orang-orang kafir dengan makar-Nya. Dia menurunkan kemenangan silih berganti antara kejahatan dan kebenaran dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir bagi kebenaran dengan kemurahan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah yang dengan pedangnya Allah mengangkat menara Islam.

    Dunia telah melihat dan mendengar apa yang telah dilakukan oleh penguasa-penguasa murtad di tanah al Haramain (Makkah dan Madinah) – Al Salul, agen Yahudi dan Salibis- termasuk pembunuhan kepada muwahiddin dan muslihin terbaik, penumpahan darah mereka, penahanan ulama’-ulama’ yang benar dan mereka yang mengungkap-kan kebenaran dari kalangan da’i dan mujahidin, penangkapan wanita-wanita muwahhid, bebas, dan suci dari suku-suku yang mulia, perampokan sumber daya alam, perbudakan terhadap orang-orangnya, penyerahan kekuasaan kepada otak-otak yang kerusakan, pembangunan basis, kamp, dan pusat untuk musyrikin (pagan), memperbolehkan mereka untuk menetap di semenanjung Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam), dan terang-terangan mengumumkan perang melawan Islam dan kaum Muslimin.

    Dunia telah melihat dan mendengar pesawat-pesawat thaghut (pemerintah yang berhukum dengan hukum buatan manusia) di semenanjung Arab, yang tidak pernah seharipun terbang untuk membela wanita-wanita ahlus sunnah di Iraq, tidak pula anak-anak di Syam yang mengalami penyiksaan paling berat dan disembelih oleh tangan-tangan nusayriyyah dan rafidhah. Sebaliknya, pesawat-pesawat Al Salul tinggal landas untuk menyerang barisan mujahidin yang membela ahlus sunnah di Iraq dan Syam, dan untuk memadamkan sinar harapan yang dilihat kaum Muslimin di tangan-tangan para mujahidin.

    Para thaghut di semenanjung Arab berpikir bahwa muwahiddin di tanah al Haramain akan tidur menutup mata dari ketidakadilan dan tetap diam terhadap makar Yahudi dan Salibis di wilayah itu. Tidak akan pernah! Karena kami –muwahiddin putra-putra semenanjung Arab- mengumumkan pengangkatan panji jihad di tanah al Haramain dan bergabung dengan kafilah dari Khilafah. Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].

    Oleh karena itu, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan dari tanah al Haramain bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini.

    Oleh karena itu, wahai muwahhidin di semenanjung Arab, kebenaran telah tampak dan menang. Maka datanglah ke Daulah kalian dan bersatulah di bawah Khalifah kalian. Wahai muwahiddin di tanah al Haramain, kabar gembira, bahwa jihad -yang kalian siapkan pelana kalian untuknya- telah tiba di pintu masuk rumah-rumah kalian, dan tidak ada batas yang menghalangimu untuk mencapainya, tidak juga passport dan visa akan menghalangimu mendapatkannya.

    Maka datanglah, wahai muwahhidin, karena kalian memiliki banyak perkara yang harus diselesaikan dengan Al Salul dan petugas penjaga yang bekerja untuk mereka. Bangkitlah, wahai putra-putra al Haramain. Bangkitlah, semoga Allah tidak membiarkan seorangpun dari kita tetap tinggal jika kita meninggalkan tanah musyrik (pagan) di semenanjung. Wahai thaghut-thaghut Al Salul, kami memberimu kabar gembira atas apa yang akan membuatmu bersedih, wahai penjahat, bahwa kami akan memenggal kepala-kepala kalian, menghancurkan tubuh-tubuh petugas dan agen intelijen kalian, menghentikan nafas para pelindung dan tentara kalian, urusilah dirimu sndiri, halaulah dosa-dosamu kepada mujahidin dan muwahhidin. Pertemuan telah dijanjikan.

    {Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali} [Asy Syu’ara: 227]

    Audio:
    Video:
    Transkip Bahasa Arab:
    Transkip Bahasa Inggris:
    Transkip Bahasa Indonesia:


    [singa/shoutussalam]

     


    Shoutussalam Islamic Media
    menghadirkan
    Terjemah Indonesia
    Ba’iat Mujahidin Libya kepada Khalifah Ibrahim

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Pernyataan Bai’at Mujahidin Libya
    Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr Al-Baghdadi
    Dan Bergabungnya Mereka dengan Daulah Islam


    Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan niat kami. {Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya} [Al Kahfi: 17]. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi) kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du:

    Sesungguhnya, di antara yang telah menjangkiti umat kita adalah perpecahan, perselisihan, penindasan, dan masing-masing individu terkotak-kotak oleh pendapatnya pribadi. Karena perselisihan ini, orang-orang jahat di antara manusia memperoleh kekuasaan atas kita, orang-orang yang tidak memiliki moral memerintah kita, dan ruwaibidhah (orang yang berbicara tanpa ilmu) mulai berbicara. Kemudian malam-malam kita berubah menjadi suram oleh tahun-tahun penipuan di mana seorang pendusta dibenarkan dan seorang yang jujur didustakan, dan kita diperintah oleh pemimpin yang mengadopsi pemerintahan mereka dari Fir’aun dan menimbun kekayaan seperti Qarun. Mereka ditolong dalam penindasan mereka oleh para penyeru kepada keburukan, mereka itu dalam pandangan Allah lebih rendah daripada seekor anak keledai. Mereka menyeru kepada pintu neraka dan barangsiapa menyambut seruan mereka maka ia akan masuk ke dalamnya.

    Ketika kita tenggelam dalam kesedihan yang suram, fajar Khilafah mulai terbit, kegelapan mulai berubah bercahaya, dan penghalang telah hilang. Allah memudahkan bagi mujahidin suatu urusan kebaikan, karena mereka bisa diandalkan di dalamnya. Mereka terus berjalan di atas kebenaran, sebagaimana yang kita saksikan dalam penghormatan kelompok mereka kepada Islam dan kemuliaan orang-orangnya. Kemudian juru bicara mereka memproklamasikan, “Sambutlah seruan dari Allah.” Maka di antara mereka yang meyambut seruan tersebut adalah sekumpulan batalion dan faksi mujahidin di Libya di tiga wilayah berikut – Barqah, Fazzan, dan Tarablus (Tripoli)- disebabkan firman Allah, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].

    Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini.

    Kami bersumpah setia karena kebaikan umat ini, baik urusan agama dan duniawinya, tidak akan dapat diperoleh kecuali dengan seorang pemimpin yang memerintah manusia dengan hukum Allah, memaksa para pembangkang kembali kepada kebenaran, dan memerangi mereka yang keras kepala dan mereka yang menghalang-halangi manusia dari agama Allah. Inilah pondasi agam –kitab sebagai petunjuk dan pedang sebagai penolong. {Dan cukuplah Rabb-mu sebagai pemberi petunjuk dan penolong} [Al Furqan: 31]. Ibnu Taimiyyah (semoga Allah merahmatinya) berkata, “Wajib atas manusia mengetahui bahwa kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan tidaklah urusan agama dan dunia akan tegak kecuali dengannya. Karena sesungguhnya mashlahat anak cucu Adam tidaklah sempurna kecuali dengannya. Ketika mereka bersatu bersama maka mereka harus memiliki pemimpin, dan syariat telah menjadikannya wajib dalam perkumpulan yang kecil, demikian itu menunjukkan bahwa hal itu juga berlaku atas berbagai perkumpulan lainnya yang lebih besar.” Selesai perkataan beliau, semoga Allah mencurahkan berkah atas beliau.

    Kami bersumpah setia karena tidak ada solusi bagi perselisihan selain Khilafah. Oleh karenanya, kami menyeru kepada setiap Muslim kepada kebaikan ini, karena sesungguhnya, hal ini lebih membuat geram musuh-musuh Allah. Demi Allah, berkumpulnya kita di bawah seorang pemimpin lebih berat bagi musuh-musuh Allah daripada seribu kemenangan di medan tempur. Dan jangan terperdaya dengan pembelotan orang yang membelot. Ibnu Hazm (rahimahulla) berkata, “Dan bagi mereka yang berkata bahwa imamah tidak valid kecuali dengan persetujuan seluruh pembesar umat dari berbagai negeri, maka hal ini keliru, karena hal ini menuntut sesuatu yang tidak mungkin, di luar kemampuan seorangpun, dan merupakan beban yang paling berat, padahal Allah tidak membebani seorangpun di bawah kemampuannya. Allah berfirman, {Dan Dia tidak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesulitan pun} [Al Hajj: 78].” Selesai perkataan beliau, semoga Allah mencurahkan berkah atas beliau.

    Sedangkan untukmu, wahai orang-orang murtad, termasuk orang-orang sekuler, parlemen, dan penolong-penolong mereka dari kalangan polisi, tentara dan sahawat, demi Allah kami telah mempersiapkan untuk kalian minuman paling pahit, kematian paling buruk, peperangan paling menghancurkan, dan tentara paling agresif dengan izin Allah. Wahai pengekor penyembah salib, wahai laki-laki, kalian yang memulai ini, tetapi kamilah –dengan izin Allah- yang akan menyelesaikannya. Kalianlah yang menghancurkan rumah-rumah keluarga mujahidin. Demi Allah, demi Allah, kami akan menunjukkan kepada kalian wajah peperangan dan pertempuran yang sengit.

    Jika sebuah kaum menyerangku, aku balas menyerang mereka,

    Maka apakah aku, -wahai keluarga Hamdan- orang yang dzalim?

    Jika kalian tidak memiliki hati yang cerdas dan sebuah pedang,

    Dan semangat dan menantang, hak-hakmu akan meninggalkanmu. (Syair)

    Sebagai seruanku kepada suku-suku yang baik dan diberkahi aku berkata, wahai orang-orang yang berjiwa kesatria dan memiliki rasa cemburu, wahai orang-orang yang memiliki nasihat dan kekuatan, wahai keturunan Tariq bin Ziyad dan Uqbah bin Nafi’, wahai orang-orang dengan garis keturunan mulia, kami adalah putra-putramu mujahid. Kami tidak datang kepadamu dari langit, tidak juga datang kepadamu dari dalam bumi. Melainkan kami berasal dari suku-suku tersebut. Kami dikandung dalam rahim yang suci, dan dirawat di atas martabat, kemuliaan, jiwa kesatria, dan rasa cemburu dari sumber yang sama dengan yang kalian minum. Kami datang untuk menolong agama Allah, dan untuk melihat kalian dimuliakan karenanya dan memerintah dengannya di antara kalian, tetapi ada beberapa orang yang berdiri menghalang-halangi tercapainya tujuan ini, dan sangat disayangkan, mereka berasal dari suku-suku kami. Maka tahanlah pelanggaran mereka dan beritahulah mereka untuk berhenti, atau lepaskan tanganmu dari mereka dan kami akan menyelesaikan sendiri urusan kami dengan mereka untuk kalian dan membela kalian dari mereka, dengan pertolongan Allah. 

    {Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya} [Yusuf: 21].


    Audio:
    Video:
    Transkip Bahasa Arab:
    Transkip Bahasa Inggris:
    Transkip Bahasa Indonesia:


    -----------------------------------
    [singa/shoutussalam]

     



    Aneh Umat ini, dan aneh pula orang-orang yang dianggap tokoh dan di-ulama-kan umat, seolah mereka tidak pernah membaca Al Qur’an dan mengkaji Sirah Nabawiyyah. Setiap kali fitnah dan tuduhan disematkan kepada Daulah Islamiyyah, maka Allah Ta’ala memberikan jawabannya dengan fakta realita yang nyata, namun setiap kali syubhat dan fitnah itu terbantahkan maka para pendengki dan musuh Daulah itu mendatangkan syubhat dan fitnah yang lain, dan begitulah seterusnya, ini semua tidak lain adalah dikarenakan Daulah Islamiyyah itu membawa ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar-benar murni lagi segar seolah ia baru diturunkan, sedangkan setiap nabi itu memiliki musuh dari kalangan setan manusia dan jin yang melontarkan syubhat yang dikemas dengan kemasan yang indah dalam rangka menipu manusia, maka begitu juga setiap orang atau pihak yang membawa ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang murni maka ia akan memiliki musuh dan pendengki dari kalangan setan jin dan manusia yang melontarkan syubhat dan fitnah dalam rangka menipu umat dan memalingkan mereka darinya, Allah Ta’ala berfirman:

    وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

    “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al An’am: 112).

    Ketahuilah dan ingatlah bahwa barangsiapa tidak mengenali al Haq dan Daulah Khilafah sekarang, maka dia tidak akan mengenali al Haq dan Daulah Khilafah di saat kemunculan Al Mahdiy dan datangnya Dajjal, dikarenakan syubhat semakin hari semakin besar dan pekat, bila dengan syubhat murahan saja banyak orang terpengaruh dan mengikutinya serta malah mencela pihak yang benar, maka bagaimana dengan fitnah Dajjal yang mana ia adalah fitnah paling besar yang tidak seorangpun merasa mantap dengan imannya terus ia mendatangi Dajjal dalam rangka menghujjahnya namun pada akhirnya ia malah jadi pengikut Dajjal, karena sangat dasyatnya syubhat yang dibawanya. Maka sadarlah wahai para pencela Daulah Khilafah, sambutlah karunia Allah Ta’ala yang sudah ada di depan mata kita yaitu Daulah Khilafah, dan kasihanilah diri kalian yang sekarang sudah berbaris bersama salibis, zionis dan para thaghut murtad serta para penyembah berhala di BARISAN dan fusthath (Tenda/Kubu) penentang Daulah Islamiyyah. Perang Ahzab (Multi Nasional) dalam memerangi dan mengepung Daulah Islamiyyah akan dimulai yang dipimpin oleh Amerika, dan itu adalah tanda awal kemenangan yang telah Allah Ta’ala janjikan, sebagaimana Perang Ahzab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah disambut para sahabat dengan keyakinan datangnya janji Allah Ta’ala, di mana Allah Ta’ala berfirman:

    وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

    “Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.” (Al Ahzab: 22), 

    dikarenakan Nashrullah itu akan datang di saat puncak kesulitan dan puncak kesabaran:

    أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah: 214), 

    dan Dia berfirman:

    فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

    “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6).

    Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

    وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

    “Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, dan pertolongan itu bersama kesulitan, serta bersama kesusahan itu ada kemudahan.”

    Akan tetapi orang-orang munafiq dan para pendengki Daulah Islamiyyah, maka di saat Daulah itu dikeroyok oleh pasukan Sekutu (Ahzab/Multi Nasional), maka mereka aka mencemoohkan Daulah Islamiyyah dan akan menyalahkannya dikarenakan telah mengundang banyak musuh serta mereka meyakini bahwa Daulah Islamiyyah itu pasti hancur dan mereka menyalahkan Manhaj Daulah Islamiyyah, sebagaimana kaum munafiqin di zaman Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meyakini hal yang sama di saat pasukan Ahzab mengepung Madinah, Allah Ta’ala mengisahkan:

    إِذْ جَاؤُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتْ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

    “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.” (Al Ahzab: 10-12).

    Dengan kondisi itu orang-orang mu’min yang jujur meyakini bahwa itu justru awal dari datangnya Nashrullah, karena pertolongan Allah Ta’ala akan datang di atas puncak kesabaran dan puncak kesulitan, dan itulah yang terjadi pada perang Ahzab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana di dalam kondisi yang sangat genting itu datanglah nashrullah:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

    “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.” (Al Ahzab: 9), 

    dan berfirman:

    وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

    “Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Ahzab: 25).

    Dan setelah Ahzab itu maka tidak ada lagi kecuali invasi kaum muslimin ke negeri-negeri kafir, Rasulullah mengatakan setelah cerai-berainya Ahzab:

    الْآنَ نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَنَا

    “Sekarang kita yang menginvasi mereka dan mereka tidak akan menginvasi kita lagi.”

    Maka setelah itu disapu bersihlah kaum Yahudi Banu Quraidhah yang membantu musyrikin Quraisy di Ahzab, di mana mereka dikepung oleh pasukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di benteng-benteng mereka dan akhirnya mereka menyerah pasrah, Allah Ta’ala mengisahkan:

    وَأَنزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُم مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَؤُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

    “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Al Ahzab: 26-27).

    Di mana tanah, harta dan rumah-rumah mereka menjadi rampasan perang milik kaum muslimin, dan anak-anak dan para wanita mereka menjadi hamba-sahaya bagi kaum muslimin, serta laki-laki yang sudah baligh mereka dipenggali lehernya satu persatu dalam satu hari atas perintah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan dimasukkannya mayat-mayat mereka itu di parit-parit yang digali di pasar-pasar Madinah, sedang jumlah yang dibunuh itu berkisar antara 600-900 orang Yahudi. Dan setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan suku-suku kafir dan memberikan pelajaran kepada suku-suku kafir yang telah menindas kaum muslimin, dan kemudian perjanjian Hudaibiyyah di mana eksistensi kenegaraan Daulah Islam di Madinah diakui oleh Otoritas Jazirah Arab yaitu musyrikin Quraisy, dan setelah itu terjadilah Futuh Mekkah. Dan in syaa Allah kondisi itu akan dilalui juga oleh Daulah Islamiyyah atau Daulah Khilafah, baik musuh atau pendengki itu suka maupun tidak suka.

    Di saat Ahzab jilid dua itu terjadi dengan Koalisi pimpinan Amerika menyerang Daulah Islamiyyah, maka kafirlah setiap orang yang menginginkan kehancuran Daulah Islamiyyah oleh Ahzab itu, dan munafiq-lah orang yang menyembunyikan keinginan itu di hatinya, dan keinginan hati itu akan Allah tampakkan di dalam ungkapan-ungkapan lisan samar mereka, Allah Ta’ala berfirman:

    أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ وَلَوْ نَشَاء لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُم بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ

    “Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.” (Muhammad: 29-30).

    Walau akan ada segolongan pihak yang akan menjadi penonton yang menunggu siapa pemenang di dalam Perang Ahzab itu, dan mereka akan mengikuti pihak pemenang, sebagaimana kaum arab pedalaman zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi penonton dan menggantungkan keagamaan mereka kepada pihak yang menang, di mana mereka menyandarkan kebenaran ajaran kepada kemenangan pihak yang berperang, Allah Ta’ala mengisyaratkan kepada mereka itu di dalam firman-Nya:

    يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِن يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُم مَّا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا

    “Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.” (Al Ahzab: 20).

    Oleh sebab itu di saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menaklukkan Mekkah maka berbondong-bondonglah berbagai suku pedalaman masuk Islam. Dan kondisi ini in Syaa Allah akan terjadi pula, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa dien ini akan sampai ke semua tempat yang ada malam dan siang, dien ini akan masuk ke setiap rumah, baik rumah yang terbuat dari tanah maupun dari bulu-bulu hewan dengan kejayaan orang yang jaya dan kehinaan orang yang hina. Maka ambillah bagian posisimu wahai kawan, apakah bersama Daulah Islamiyyah, atau bersama Ahzab (Amerika dan sekutunya dari kalangan para thaghut juga para ulama suu’ yang merapat dengan thaghut dan rela menjadi sepatu mereka) atau menjadi penonton seperti orang-orang arab badui menunggu siapa pemenang?!

    Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

    7 Dzulqa’dah 1435H

    LP Kembang Kuning Nusakambangan.

    sumber : millahibrahim.wordpress.com


Top