Bai’at dai Mujahidin Semenanjung Arab Kepada Khilafah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi Dan Bergabungnya Mereka kepada Daulah Islam


Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Jazirah Arab kepada Khalifah Ibrahim

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Deklarasi Bai’at dai Mujahidin Semenanjung Arab
Kepada Khilafah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi
Dan Bergabungnya Mereka kepada Daulah Islam

Segala puji hanya bagi Allah yang menguatkan Islam dengan pertolongan-Nya, menghinakan syirik dengan kekuatan-Nya, mengatur urusan-urusan dengan perintah-Nya, dan menipu orang-orang kafir dengan makar-Nya. Dia menurunkan kemenangan silih berganti antara kejahatan dan kebenaran dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir bagi kebenaran dengan kemurahan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah yang dengan pedangnya Allah mengangkat menara Islam.

Dunia telah melihat dan mendengar apa yang telah dilakukan oleh penguasa-penguasa murtad di tanah al Haramain (Makkah dan Madinah) – Al Salul, agen Yahudi dan Salibis- termasuk pembunuhan kepada muwahiddin dan muslihin terbaik, penumpahan darah mereka, penahanan ulama’-ulama’ yang benar dan mereka yang mengungkap-kan kebenaran dari kalangan da’i dan mujahidin, penangkapan wanita-wanita muwahhid, bebas, dan suci dari suku-suku yang mulia, perampokan sumber daya alam, perbudakan terhadap orang-orangnya, penyerahan kekuasaan kepada otak-otak yang kerusakan, pembangunan basis, kamp, dan pusat untuk musyrikin (pagan), memperbolehkan mereka untuk menetap di semenanjung Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam), dan terang-terangan mengumumkan perang melawan Islam dan kaum Muslimin.

Dunia telah melihat dan mendengar pesawat-pesawat thaghut (pemerintah yang berhukum dengan hukum buatan manusia) di semenanjung Arab, yang tidak pernah seharipun terbang untuk membela wanita-wanita ahlus sunnah di Iraq, tidak pula anak-anak di Syam yang mengalami penyiksaan paling berat dan disembelih oleh tangan-tangan nusayriyyah dan rafidhah. Sebaliknya, pesawat-pesawat Al Salul tinggal landas untuk menyerang barisan mujahidin yang membela ahlus sunnah di Iraq dan Syam, dan untuk memadamkan sinar harapan yang dilihat kaum Muslimin di tangan-tangan para mujahidin.

Para thaghut di semenanjung Arab berpikir bahwa muwahiddin di tanah al Haramain akan tidur menutup mata dari ketidakadilan dan tetap diam terhadap makar Yahudi dan Salibis di wilayah itu. Tidak akan pernah! Karena kami –muwahiddin putra-putra semenanjung Arab- mengumumkan pengangkatan panji jihad di tanah al Haramain dan bergabung dengan kafilah dari Khilafah. Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].

Oleh karena itu, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan dari tanah al Haramain bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini.

Oleh karena itu, wahai muwahhidin di semenanjung Arab, kebenaran telah tampak dan menang. Maka datanglah ke Daulah kalian dan bersatulah di bawah Khalifah kalian. Wahai muwahiddin di tanah al Haramain, kabar gembira, bahwa jihad -yang kalian siapkan pelana kalian untuknya- telah tiba di pintu masuk rumah-rumah kalian, dan tidak ada batas yang menghalangimu untuk mencapainya, tidak juga passport dan visa akan menghalangimu mendapatkannya.

Maka datanglah, wahai muwahhidin, karena kalian memiliki banyak perkara yang harus diselesaikan dengan Al Salul dan petugas penjaga yang bekerja untuk mereka. Bangkitlah, wahai putra-putra al Haramain. Bangkitlah, semoga Allah tidak membiarkan seorangpun dari kita tetap tinggal jika kita meninggalkan tanah musyrik (pagan) di semenanjung. Wahai thaghut-thaghut Al Salul, kami memberimu kabar gembira atas apa yang akan membuatmu bersedih, wahai penjahat, bahwa kami akan memenggal kepala-kepala kalian, menghancurkan tubuh-tubuh petugas dan agen intelijen kalian, menghentikan nafas para pelindung dan tentara kalian, urusilah dirimu sndiri, halaulah dosa-dosamu kepada mujahidin dan muwahhidin. Pertemuan telah dijanjikan.

{Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali} [Asy Syu’ara: 227]

Audio:
Video:
Transkip Bahasa Arab:
Transkip Bahasa Inggris:
Transkip Bahasa Indonesia:


[singa/shoutussalam]

 



Top