SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Risalah Jihad
»
Baiat Mujahidin Aljazair Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi Dan Bergabungnya kepada Daulah Islam
Baiat Mujahidin Aljazair Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi Dan Bergabungnya kepada Daulah Islam
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 14 November 2014 |
Risalah Jihad
Shoutussalam Islamic Media
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Ba’iat Mujahidin Aljazair kepada Khalifah Ibrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
Al Fath Foundation Menghadirkan:
Rekaman Pesan dari Syaikh Khalid Abu Sulayman
Pemimpin Jama’ah Jundu al-Khilafah
Dari Tanah Aljazair Menyatakan Bai’at Kelompok
Kepada Khalifah Muslimin Abu Bakr al-Baghdadi
Dan Bergabungnya kepada Daulah Islam
Segala puji hanya bagi Allah, yang menyatukan hati-hati dengan
persatuan Islam dan mengumpulkan manusia dalam ibadah kepada-Nya dan
memasuki negeri kedamaian (surga). Aku bersaksi bahwa tidak
ada sesembahan (yang berhak diibadahi) selain Allah, tiada sekutu
bagi-Nya. Dia memerintahkan kita untuk bersatu dan melarang kita dari
perpecahan dan perdebatan. Aku bersaksi bahwa pemimpin kita dan yang
kita cintai, Muhammad, adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah
mencurahkan shalawat dan salam atas beliau. Beliau meletakkan dasar
untuk persatuan, dan mendirikan menara untuk tauhid di antara para
mahkluk. Dan semoga shalawat dan salam juga tercurah atas keluarga dan
shahabatnya yang mulia, serta yang mengikuti petunjuk mereka sampai hari
kiamat. Amma ba’du:
Allah menjanjikan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kemenangan dan persatuan, sebagai-mana Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), jika kita mengibadahi Allah semata dan mentaati perintah-Nya tanpa disertai syirik. Allah Ta’ala berfirman, {Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku} [An-Nur: 55]. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, sebagaimana dalam hadits Tamim ad Dari (radhiyallahu ‘anhu) yang berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Sungguh agama ini akan mencapai apa yang bisa dicapai oleh malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan ada rumah dari tanah liat maupun bulu unta (yaitu rumah di perkotaan dan di pedesaan), kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina. Kemulian yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad]. Dan Allah telah memberkahi saudara-saurada mujahidin kita di Daulah Islam dengan penaklukan, kemenangan, dan persatuan, setelah perjuangan berat dan pengorbanan besar. Maka mereka mengumumkan berdirinya Khilafah dan menunjuk Imam bagi kaum Muslimin, kewajiban yang telah dilalaikan yang jika mereka mengabaikan atau meninggalkannya maka kita semua berdosa. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk berbai’at (sumpah setia) kepadanya, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang mana Dia memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya.
Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini. Kami secara khusus mengingatkan mujahidin yang mengorbankan semua yang berharga, mempersembahkan jiwa mereka tanpa keragu-raguan, dan berteriak, “Misi dan tujuan kami adalah untuk menegakkan Syari’at Allah di bumi dan Khilafah di atas manhaj kenabian.” Lalu, mengapa kalian menundanya sekarang? Kami bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah penundaan ini membawa kebahagian bagi orang-orang beriman dan membuat marah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Dan kami katakan kepada Amir kami, sang mujahid, demi Allah, kami tidak akan mengatakan apa yang dikatakan Bani Israil kepada Musa (semoga shalawat dan salam tercurah untuknya), “Pergilah engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah. Sesungguhnya, kami akan tetap tinggal di sini.” Melainkan kami akan berkata, “Kami ada tentara-tentaramu bersamamu.” Maka kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk memudahkan urusan engkau dan menunjuki engkau kepada kebenaran.
Ya Allah, anugerahkan kepada umat ini perkara yang sesuai petunjuk, dimuliakan di dalamnya orang-orang yang taat kepada-Mu, dan dihinakan di dalamnya orang-orang yang bermaksiat kepada-Mu, di dalamnya diperintahkan kebajikan dan dilarang di dalamnya kemungkaran. Dan kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengekalkan bagi kami Daulah kami –Daulah Khilafah- dan untuk membuat makar kepada musuh-musuh mereka dan musuh-musuh kami, dan untuk membuat mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Yaa Allah, yang menurunkan Al-Kitab, yang menggerakkan awan, yang telah mengalahkan tentera ahzab, hancurkanlah Prancis, Amerika, dan sekutu-sekutu mereka dari kalangan kafirin dan murtaddin. Yaa Allah, kirimkanlah kepada mereka adzab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum pendosa, Allahumma aamiin.
Allah menjanjikan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kemenangan dan persatuan, sebagai-mana Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), jika kita mengibadahi Allah semata dan mentaati perintah-Nya tanpa disertai syirik. Allah Ta’ala berfirman, {Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku} [An-Nur: 55]. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, sebagaimana dalam hadits Tamim ad Dari (radhiyallahu ‘anhu) yang berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Sungguh agama ini akan mencapai apa yang bisa dicapai oleh malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan ada rumah dari tanah liat maupun bulu unta (yaitu rumah di perkotaan dan di pedesaan), kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina. Kemulian yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran.” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad]. Dan Allah telah memberkahi saudara-saurada mujahidin kita di Daulah Islam dengan penaklukan, kemenangan, dan persatuan, setelah perjuangan berat dan pengorbanan besar. Maka mereka mengumumkan berdirinya Khilafah dan menunjuk Imam bagi kaum Muslimin, kewajiban yang telah dilalaikan yang jika mereka mengabaikan atau meninggalkannya maka kita semua berdosa. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk berbai’at (sumpah setia) kepadanya, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang mana Dia memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya.
Allah Ta’ala berfirman, {Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai} [Ali Imran: 103]. Dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” [HR. Muslim].
Oleh karena itu, sebagai ketaatan kepada perintah Allah (‘azza wa jalla) dan ketaatan kepada Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), perintah untuk tidak berpecah belah dan berpegang teguh kepada jama’ah, kami mengumumkan bai’at (janji setia) kepada Khalifah Ibrahim ibn ‘Awwad ibn Ibrahim al Qurasyi al Husayni, bersumpah untuk mendengar dan taat, dalam kesulitan dan kemudahan, dalam suka maupun benci. Kami bersumpah tidak mencabut perkara dari pemegangnya kecuali kami melihat kekafiran yang nyata seraya kami memiliki buktinya dari Allah. Kami menyeru kepada kaum Muslimin di manapun untuk memberikan bai’at kepada Khalifah dan menolongnya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan aktualisasi kewajiban yang diabaikan di zaman ini. Kami secara khusus mengingatkan mujahidin yang mengorbankan semua yang berharga, mempersembahkan jiwa mereka tanpa keragu-raguan, dan berteriak, “Misi dan tujuan kami adalah untuk menegakkan Syari’at Allah di bumi dan Khilafah di atas manhaj kenabian.” Lalu, mengapa kalian menundanya sekarang? Kami bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah penundaan ini membawa kebahagian bagi orang-orang beriman dan membuat marah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Dan kami katakan kepada Amir kami, sang mujahid, demi Allah, kami tidak akan mengatakan apa yang dikatakan Bani Israil kepada Musa (semoga shalawat dan salam tercurah untuknya), “Pergilah engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah. Sesungguhnya, kami akan tetap tinggal di sini.” Melainkan kami akan berkata, “Kami ada tentara-tentaramu bersamamu.” Maka kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk memudahkan urusan engkau dan menunjuki engkau kepada kebenaran.
Ya Allah, anugerahkan kepada umat ini perkara yang sesuai petunjuk, dimuliakan di dalamnya orang-orang yang taat kepada-Mu, dan dihinakan di dalamnya orang-orang yang bermaksiat kepada-Mu, di dalamnya diperintahkan kebajikan dan dilarang di dalamnya kemungkaran. Dan kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengekalkan bagi kami Daulah kami –Daulah Khilafah- dan untuk membuat makar kepada musuh-musuh mereka dan musuh-musuh kami, dan untuk membuat mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Yaa Allah, yang menurunkan Al-Kitab, yang menggerakkan awan, yang telah mengalahkan tentera ahzab, hancurkanlah Prancis, Amerika, dan sekutu-sekutu mereka dari kalangan kafirin dan murtaddin. Yaa Allah, kirimkanlah kepada mereka adzab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum pendosa, Allahumma aamiin.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.
17 Muharram 1436 H
Audio:
Transkip Bahasa Arab:
Transkip Bahasa Inggris:
Transkip Bahasa Indonesia:
-------------------------------
Sumber: http://manbar.me/algeria & http://manbar.me/bayat_translation
[singa/shoutussalam]
Tweet
