SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Risalah Jihad
»
Menyongsong Perang Ahzab Jilid Dua
Menyongsong Perang Ahzab Jilid Dua
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 05 September 2014 |
Risalah Jihad
Aneh Umat ini, dan aneh pula orang-orang yang dianggap tokoh dan
di-ulama-kan umat, seolah mereka tidak pernah membaca Al Qur’an dan
mengkaji Sirah Nabawiyyah. Setiap kali fitnah dan tuduhan disematkan
kepada Daulah Islamiyyah, maka Allah Ta’ala memberikan jawabannya dengan
fakta realita yang nyata, namun setiap kali syubhat dan fitnah itu
terbantahkan maka para pendengki dan musuh Daulah itu mendatangkan
syubhat dan fitnah yang lain, dan begitulah seterusnya, ini semua tidak
lain adalah dikarenakan Daulah Islamiyyah itu membawa ajaran Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar-benar murni lagi segar seolah
ia baru diturunkan, sedangkan setiap nabi itu memiliki musuh dari
kalangan setan manusia dan jin yang melontarkan syubhat yang dikemas
dengan kemasan yang indah dalam rangka menipu manusia, maka begitu juga
setiap orang atau pihak yang membawa ajaran Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam yang murni maka ia akan memiliki musuh dan pendengki
dari kalangan setan jin dan manusia yang melontarkan syubhat dan fitnah
dalam rangka menipu umat dan memalingkan mereka darinya, Allah Ta’ala
berfirman:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا
شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ
الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا
يَفْتَرُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu
musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin,
sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika
Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka
tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al An’am: 112).
Ketahuilah dan ingatlah bahwa barangsiapa tidak mengenali al Haq dan
Daulah Khilafah sekarang, maka dia tidak akan mengenali al Haq dan
Daulah Khilafah di saat kemunculan Al Mahdiy dan datangnya Dajjal,
dikarenakan syubhat semakin hari semakin besar dan pekat, bila dengan
syubhat murahan saja banyak orang terpengaruh dan mengikutinya serta
malah mencela pihak yang benar, maka bagaimana dengan fitnah Dajjal yang
mana ia adalah fitnah paling besar yang tidak seorangpun merasa mantap
dengan imannya terus ia mendatangi Dajjal dalam rangka menghujjahnya
namun pada akhirnya ia malah jadi pengikut Dajjal, karena sangat
dasyatnya syubhat yang dibawanya. Maka sadarlah wahai para pencela
Daulah Khilafah, sambutlah karunia Allah Ta’ala yang sudah ada di depan
mata kita yaitu Daulah Khilafah, dan kasihanilah diri kalian yang
sekarang sudah berbaris bersama salibis, zionis dan para thaghut murtad
serta para penyembah berhala di BARISAN dan fusthath (Tenda/Kubu)
penentang Daulah Islamiyyah. Perang Ahzab (Multi Nasional) dalam
memerangi dan mengepung Daulah Islamiyyah akan dimulai yang dipimpin
oleh Amerika, dan itu adalah tanda awal kemenangan yang telah Allah
Ta’ala janjikan, sebagaimana Perang Ahzab di zaman Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah disambut para sahabat dengan
keyakinan datangnya janji Allah Ta’ala, di mana Allah Ta’ala berfirman:
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا
اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا
إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat
golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang
dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan
Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali
iman dan ketundukan.” (Al Ahzab: 22),
dikarenakan Nashrullah itu akan
datang di saat puncak kesulitan dan puncak kesabaran:
أَمْ
حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ
الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء
وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ
مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu
mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka
ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang
beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah,
sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah: 214),
dan
Dia berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, dan pertolongan itu
bersama kesulitan, serta bersama kesusahan itu ada kemudahan.”
Akan tetapi orang-orang munafiq dan para pendengki Daulah Islamiyyah,
maka di saat Daulah itu dikeroyok oleh pasukan Sekutu (Ahzab/Multi
Nasional), maka mereka aka mencemoohkan Daulah Islamiyyah dan akan
menyalahkannya dikarenakan telah mengundang banyak musuh serta mereka
meyakini bahwa Daulah Islamiyyah itu pasti hancur dan mereka menyalahkan
Manhaj Daulah Islamiyyah, sebagaimana kaum munafiqin di zaman
Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meyakini hal yang sama di
saat pasukan Ahzab mengepung Madinah, Allah Ta’ala mengisahkan:
إِذْ جَاؤُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتْ
الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ
الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا
شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا
“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan
ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai
ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam
purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan
(hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan (ingatlah) ketika
orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya
berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan
tipu daya”.” (Al Ahzab: 10-12).
Dengan kondisi itu orang-orang
mu’min yang jujur meyakini bahwa itu justru awal dari datangnya
Nashrullah, karena pertolongan Allah Ta’ala akan datang di atas puncak
kesabaran dan puncak kesulitan, dan itulah yang terjadi pada perang
Ahzab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana di
dalam kondisi yang sangat genting itu datanglah nashrullah:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ
جَاءتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ
تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا
“Hai
orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah
dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami
kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu
melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”
(Al Ahzab: 9),
dan berfirman:
وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا
بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ
الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا
“Dan Allah menghalau
orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan,
(lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah
menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha
Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Ahzab: 25).
Dan setelah Ahzab itu
maka tidak ada lagi kecuali invasi kaum muslimin ke negeri-negeri kafir,
Rasulullah mengatakan setelah cerai-berainya Ahzab:
الْآنَ نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَنَا
“Sekarang kita yang menginvasi mereka dan mereka tidak akan menginvasi kita lagi.”
Maka setelah itu disapu bersihlah kaum Yahudi Banu Quraidhah yang
membantu musyrikin Quraisy di Ahzab, di mana mereka dikepung oleh
pasukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di benteng-benteng
mereka dan akhirnya mereka menyerah pasrah, Allah Ta’ala mengisahkan:
وَأَنزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُم مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن
صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ
وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ
وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَؤُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرًا
“Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani
Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari
benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka.
Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan
Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda
mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah
Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Al Ahzab: 26-27).
Di mana
tanah, harta dan rumah-rumah mereka menjadi rampasan perang milik kaum
muslimin, dan anak-anak dan para wanita mereka menjadi hamba-sahaya bagi
kaum muslimin, serta laki-laki yang sudah baligh mereka dipenggali
lehernya satu persatu dalam satu hari atas perintah Rasulullah
shallallahu ‘alahi wa sallam dan dimasukkannya mayat-mayat mereka itu di
parit-parit yang digali di pasar-pasar Madinah, sedang jumlah yang
dibunuh itu berkisar antara 600-900 orang Yahudi. Dan setelah itu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan suku-suku kafir dan
memberikan pelajaran kepada suku-suku kafir yang telah menindas kaum
muslimin, dan kemudian perjanjian Hudaibiyyah di mana eksistensi
kenegaraan Daulah Islam di Madinah diakui oleh Otoritas Jazirah Arab
yaitu musyrikin Quraisy, dan setelah itu terjadilah Futuh Mekkah. Dan in
syaa Allah kondisi itu akan dilalui juga oleh Daulah Islamiyyah atau
Daulah Khilafah, baik musuh atau pendengki itu suka maupun tidak suka.
Di saat Ahzab jilid dua itu terjadi dengan Koalisi pimpinan Amerika
menyerang Daulah Islamiyyah, maka kafirlah setiap orang yang
menginginkan kehancuran Daulah Islamiyyah oleh Ahzab itu, dan
munafiq-lah orang yang menyembunyikan keinginan itu di hatinya, dan
keinginan hati itu akan Allah tampakkan di dalam ungkapan-ungkapan lisan
samar mereka, Allah Ta’ala berfirman:
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي
قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ وَلَوْ نَشَاء
لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُم بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي
لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ
“Atau apakah
orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak
akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya
Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal
mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka
dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui
perbuatan-perbuatan kamu.” (Muhammad: 29-30).
Walau akan ada
segolongan pihak yang akan menjadi penonton yang menunggu siapa pemenang
di dalam Perang Ahzab itu, dan mereka akan mengikuti pihak pemenang,
sebagaimana kaum arab pedalaman zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjadi penonton dan menggantungkan keagamaan mereka kepada pihak
yang menang, di mana mereka menyandarkan kebenaran ajaran kepada
kemenangan pihak yang berperang, Allah Ta’ala mengisyaratkan kepada
mereka itu di dalam firman-Nya:
يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ
يَذْهَبُوا وَإِن يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ
فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُم
مَّا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا
“Mereka mengira (bahwa)
golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika
golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka
ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil
menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada
bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.” (Al
Ahzab: 20).
Oleh sebab itu di saat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berhasil menaklukkan Mekkah maka berbondong-bondonglah
berbagai suku pedalaman masuk Islam. Dan kondisi ini in Syaa Allah akan
terjadi pula, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah
mengabarkan kepada kita bahwa dien ini akan sampai ke semua tempat yang
ada malam dan siang, dien ini akan masuk ke setiap rumah, baik rumah
yang terbuat dari tanah maupun dari bulu-bulu hewan dengan kejayaan
orang yang jaya dan kehinaan orang yang hina. Maka ambillah bagian
posisimu wahai kawan, apakah bersama Daulah Islamiyyah, atau bersama
Ahzab (Amerika dan sekutunya dari kalangan para thaghut juga para ulama
suu’ yang merapat dengan thaghut dan rela menjadi sepatu mereka) atau
menjadi penonton seperti orang-orang arab badui menunggu siapa
pemenang?!
Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
7 Dzulqa’dah 1435H
LP Kembang Kuning Nusakambangan.
sumber : millahibrahim.wordpress.com
Tweet
