SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Risalah Jihad
»
Teks Deklarasi Khilafah - "Ini Adalah Janji Alloh"
Teks Deklarasi Khilafah - "Ini Adalah Janji Alloh"
Posted by Anti Thoghut on Selasa, 01 Juli 2014 |
Risalah Jihad
Bismillahirrahmanirrahim
Mu-assasah Al Furqan
Menampilkan:
Statement Asy Syaikh Al Mujahid “Abu Muhammad Al ‘Adnaniy Asy Syamiy”
Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyyah -Hafidlahullah-
Dengan Judul:
“Haadzaa Wa’dullah”
“Ini Adalah Janji Allah”
Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
Segala
puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Shalawat dan
salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai
rahmat bagi sekalian alam.
Amma Ba’du:
Allah Ta’ala berfirman:
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang
saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka
bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah
diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)
mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka
tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan
Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka
itulah orang-orang yang fasik.” [An Nur: 55]
Istikhlaf (pemberian kekuasaan), Tamkin
(peneguhan kekusaan) serta rasa aman, adalah janji yang Allah tetapkan
bagi kaum muslimin, akan tetapi dengan syarat:
يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيْئًا
“Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” [An Nur: 55]
Yaitu iman
kepada Allah dan menjauhi segala pintu-pintu syirik dan ragam-ragamnya,
yang disertai pemasrahan diri kepada perintah Allah di dalam hal besar
dan kecil, dan ketaatan; yaitu ketaatan yang menjadikan hawa nafsu,
keinginan jiwa serta kecenderungan hati tunduk mengikuti apa yang dibawa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan janji itu tidak akan
terealisasi kecuali dengan syarat ini; di mana dengannya diraihlah
kemampuan untuk memakmurkan bumi dan melakukan perbaikan, melenyapkan
kedzaliman, membentangkan keadilan, serta merealisasikan rasa aman dan
nyaman, dengan itu saja terwujud Khalifah yang mana Allah ‘Azza wa Jalla
telah mengabarkannya kepada malaikat. Dan tanpa hal itu, maka kekuasaan
itu hanya sebagai kerajaan, pendominasian dan pemerintahan yang
disertai penghancuran, pengrusakan, kedzaliman, pemaksaan dan rasa
takut, serta pengrusakan moral manusia dan penjerumusan kepada
perilaku-perilaku hewan, itulah hakikat istikhlaf (pemberian kekuasaan)
yang karenanya Allah menciptakan kita, bukan sekedar kerajaan, pemaksaan
kekuasaan, pendominasian dan pemerintahan, akan tetapi ia itu adalah
penundukan itu semua dan penggunaannya di dalam membawa seluruh manusia
kepada tuntutan syari’at; di dalam kepentingan-kepentingan akhirat dan
dunia, yang tidak mungkin terealisasi kecuali dengan merealisasikan
perintah Allah, penegakan dien-Nya dan tahakum kepada syari’at-Nya.
Istikhlaf ini dengan hakikat ini: adalah tujuan yang karenanya Allah
mengutus rasul-rasul-Nya, dan menurunkan kitab-kitab-Nya serta
pedang-pedang jihad itu dihunus. Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah
memuliakan umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberikan
karunia terhadap mereka dan menjadikan mereka sebagai umat pilihan di
antara seluruh umat;
كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ
“Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada
yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” [Ali Imran: 110]
Dan Allah menjanjikan pemberian
kekuasaan bagi umat ini selagi mereka berpegang teguh dengan keimanannya
dan mengambil segala sebab-sebab yang diperintahkan:
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ
“Dan Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang
saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka
bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa,” [An Nur: 55]
Dan menjadikan baginya pengendalian dunia dan penguasaan bumi, selagi ia mendatangkan syaratnya:
يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيْئًا
“Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” [An Nur: 55]
Dan Allah Subhanahu telah menjadikan baginya ‘izzah (kejayaan);
وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ
“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin,” [Al Munafiqun: 8]
Ya,
sesungguhnya ‘izzah bagi umat ini adalah ‘izzah yang didapatkan dari
‘izzah Allah Tabaraka wa Ta’ala, ‘izzah yang membauri iman pada hati
orang mu’min; di mana bila iman telah terpatri dan bersarang di dalam
hati maka ‘izzah-pun terpatri dan bersarang pula, ‘izzah yang tidak
rendah dan tidak hina, ‘izzah yang tidak membungkuk dan tidak melembek,
bagaimanapun dasyatnya kesulitan atau beratnya ujian, ‘izzah yang pantas
bagi umat terbaik, umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
tidak rela dengan kehinaan selamanya, yang tidak ridlo dengan ketundukan
dan perendahan diri kepada selain Allah selamanya, yang tidak ridlo
dengan aniaya dan tidak ridlo dengan kedzaliman;
وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَابَهُمُ ٱلۡبَغۡيُ هُمۡ يَنتَصِرُونَ
“Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri.” [Asy Syura: 39]
Umat yang
agung lagi mulia, umat yang tidak tidur menanggung pendzaliman, dan
tidak ridlo dengan kehinaan serta tidak ridlo dengan kerendahan;
وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan
janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang
paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” [Ali Imran: 139]
Umat yang
kuat, umat yang perkasa, bagaimana tidak? Sedangkan Allah telah
mengutusnya untuk mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada makhluk
menuju peribadatan kepada Sang Pencipta, bagaimana tidak sedangkan Allah
yang memberikan bantuan kepadanya dan yang menyertainya, Allah-lah yang
mengokohkannya dan Allah-lah yang menolongnya
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ
“Yang demikian itu karena
sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena
sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.” [Muhammad: 11]
Inilah
umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kapan saja ia itu
merealisasikan kejujuran kepada Allah, maka Allah pasti membuktikan
janjinya kepadanya.
Allah
Tabaraka wa Ta’ala telah mengutus Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa
sallam sedangkan bangsa arab berada di dalam kejahiliyyahan yang pekat
dan dalam kesesatan yang buta; manusia yang paling telanjang badannya
dan paling lapar perutnya, umat yang berada di akhir masa berbagai umat,
tenggelam di dalam jurang yang sangat dalam, tidak dihiraukan dan tidak
diperhitungkan, ia tunduk hina kepada Kisra dan Kaisar, serta tunduk
kepada pihak yang menang. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ
“Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” [Al Jumu’ah: 2]
Dan berfirman:
وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ أَنتُمۡ قَلِيلٞ مُّسۡتَضۡعَفُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ
“Dan ingatlah (hai para muhajirin)
ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi
(Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu,” [Al Anfal: 26]
Qatadah
rahimahullah berkata di dalam tafsir ayat ini: “Suku dari arab ini
adalah manusia yang paling hina, paling lapar perutnya, paling bodoh dan
paling telanjang, mereka itu dimakan dan tidak memakan, orang yang
hidup dari mereka maka ia hidup dalam keadaan sengsara dan orang yang
mati maka ia terjerumus ke dalam neraka.” Selesai ucapannya
rahimahullah.
Duta dari
kalangan sahabat telah masuk menemui Kisra Yazdajirda di masa peperangan
Qadisiyyah untuk mendakwahinya, maka dia berkata kepada mereka:
“Sesungguhnya aku tidak mengetahui di atas bumi ini satu umat-pun yang
paling sengsara, paling sedikit jumlahnya dan paling buruk keadaannya
daripada kalian, sungguh dahulu kami telah mewakilkan dalam penanganan
kalian kepada wilayah-wilayah pinggiran supaya mereka mencukupkan kami
dari menangani kalian, supaya Persia tidak menginvasi kalian dan
kalian-pun tidak memiliki keinginan untuk melawan mereka,” maka
rombongan-pun terdiam, maka berdirilah Al Mughirah Ibnu Syu’bah
radliyallahu ‘anhu terus ia menjawabnya, dan di antara yang dikatakan
oleh Al Mughirah adalah: “Adapun apa yang kamu sebutkan tentang
keburukan kondisi; maka memang tidak ada orang yang lebih buruk
keadaannya daripada kami, dan adapun kelaparan kami; maka tidak ada
tandingannya, di mana kami dahulu memakan serangga, kumbang-kumbang,
kalajengking dan ular, kami memandang hal itu sebagai makanan kami.
Adapun tempat tinggal, maka ia itu adalah tempat terbuka, kami tidak
berpakaian kecuali apa yang kami tenun dari bulu-bulu unta dan kambing,
agama kami adalah satu sama lain saling membunuh dan saling aniaya, dan
sungguh orang di antara kami ada yang mengubur hidup-hidup putrinya
karena ia tidak ingin dia memakan dari makanannya.“
Begitulah
keadaan bangsa arab sebelum islam; suku-suku yang beraneka ragam yang
terpecah-pecah, cerai-berai lagi saling berperang, saling membunuh,
menderita kelaparan dan kekurangan segala serta diserang banyak pihak.
Kemudian tatkala Allah mengkaruniakan islam kepada mereka dan mereka
beriman, maka Allah mengumpulkan dengan islam perkumpulan-perkumpulan
mereka, mempersatukan barisan-barisan mereka, Dia menjayakan mereka
setelah kehinaan, mencukupkan mereka setelah kemiskinan serta menyatukan
hati-hati mereka; sehingga dengan nikmat-Nya mereka menjadi bersaudara:
لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡ
“Dan Yang mempersatukan hati mereka
(orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan)
yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati
mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” [Al Anfal: 63]
Maka
lenyaplah dari hati mereka kesumat dan kedengkian, menyatulah mereka
dengan sebab keimanan, dan jadilah bagi mereka ketaqwaan itu sebagai
tolak ukur; mereka tidak membedakan antara orang ajam dengan orang arab,
antara orang timur dengan orang barat, antara orang berkulit merah
dengan yang berkulit hitam, dan tidak pula antara orang faqir dengan
orang kaya, mereka campakkan nasionalisme dan seruan kejahiliyyahan,
mereka membawa panji Laa ilaaha illaallaah dan mereka berjihad di jalan
Allah dengan jujur dan ikhlash, maka Allah-pun mengangkat mereka dengan
dien ini, dan menjayakan mereka dengan pengembanan risalah-Nya,
memuliakan mereka dan menjadikan mereka sebagai raja-raja dunia dan para
pemimpin alam ini.
Wahai umat kami yang mulia, wahai umat terbaik: Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memberikan kemenangan bagi umat ini dalam satu tahun apa yang tidak Dia berikan kepada pihak yang lain dalam waktu bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, di mana dahulu mereka dalam waktu 25 tahun saja telah mampu menghancurkan dua imperium terbesar yang dikenal sejarah, dan mereka menyalurkan simpanan kekayaannya di jalan Allah; di mana mereka telah mematikan api Majusi selama-lamanya dan menundukkan kaum salibis dengan persenjataan paling kuno dan jumlah personil yang sangat sedikit.
Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan di
dalam Mushannaf-nya dari Hushain dari Abu Wail, berkata: “Datang Sa’ad
ibnu Abi Waqqas sampai akhirnya ia turun di Qadisiyyah dengan disertai
pasukan, ia berkata: “Saya tidak mengetahui sepertinya jumlah kami itu
tidak lebih dari 7 atau 8 ribu atau di antara itu, sedangkan kaum
musyrikin berjumlah 60 ribu atau sekitar itu yang disertai kuda-kuda.
Tatkala musuh sudah tiba, maka mereka berkata kepada kami: “Kembalilah
kalian, karena jumlah kalian tidak seberapa dibandingkan kami, dan kami
tidak melihat kekuatan dan persenjataan yang kalian miliki, maka
kembalilah.” Maka ia berkata: Kami mengatakan: “Kami tidak akan
kembali,” maka mereka-pun tertawa dengan penolakan kami itu dan
mengatakan: “Duk duk,” seraya mereka menyerupakannya dengan alat-alat
pemintal.”.”
Ya wahai
umatku yang mulia!: Mereka itulah orang-orang yang telanjang kaki dan
badan para penggembala kambing, yang tidak mengenal hal ma’ruf dari
kemungkaran dan tidak mengenal hak dari kebatilan; mereka telah memenuhi
bumi dengan keadilan setelah sebelumnya penuh dengan kedzaliman dan
aniaya, dan mereka menguasai dunia berabad-abad, sedangkan hal itu bukan
bertopang kepada kekuatan dari mereka dan kepada jumlah yang banyak,
dan bukan pula bertopang kepada kelihaian akal. Tidak sama sekali, akan
tetapi itu hanyalah dengan sebab keimanan mereka kepada Allah Tabaraka
wa Ta’ala dan ittiba’ mereka kepada tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
Wahai
Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam; engkau masih sebagai umat
terbaik, dan engkau masih memilik ‘izzah, dan sungguh benar-benar
keberkuasaan itu akan kembali ke tanganmu, dan sesungguhnya Ilah umat
ini kemarin adalah Ilah umat ini hari ini, dan sesungguhnya yang
menolongnya kemarin pasti menolongnya juga hari ini, dan telah tiba
saatnya! Telah tiba saatnya bagi generasi-generasi yang telah tenggelam
di dalam lautan kehinaan dan yang telah menyusui dengan air susu
kenistaan serta setelah lama dikuasai oleh manusia-manusia yang paling
hina setelah lama masa tidurnya di dalam kegelapan kelalaian, telah tiba
saatnya untuk bangkit, telah tiba saatnya bagi umat Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa salam untuk bangun dari tidurnya; bangkit
melepaskan pakaian kehinaan dan menyingkirkan debu-debu kehinaan dan
kenistaan. Telah berlalu zaman ratapan dan tangisan dan telah
menyingsing kembali dengan izin Allah fajar kejayaan, telah terbit
matahari jihad, telah bersinar tanda-tanda kebaikan dan telah nampak
kemenangan di arah ufuk serta telah nampak tanda-tanda kemenangan.
Inilah Panji Daulah Islamiyyah, panji Tauhid, berkibar tinggi menjulang
menaungi Halb sampai Diyala, dan penjara-penjara para thaghut telah
hancur di bawahnya, bendera-benderanya berjatuhan hina, batas-batas
wilayahnya dihancurkan dan bala tentaranya ada yang terbunuh, tertawan
dan cerai-berai, sedangkan kaum muslimin mengalami kejayaan, dan
orang-orang kafir mengalami kehinaan, Ahlussunnah menjadi
pemimpin-pemimpin yang dimuliakan sedangkan Ahli bid’ah menjadi hina dan
bersembunyi.
Hudud ditegakkan, yaitu semua hudud
Allah, tsughur dipenuhi (mujahidin), salib-salib dihancurkan,
(bangunan-bangunan di atas) kuburan-kuburan dirobohkan, para tawanan
dibebaskan dengan kekuatan pedang, dan manusia di seluruh wilayah Daulah
bertebaran dalam kehidupan dan safar-safar mereka dengan rasa aman atas
jiwa dan harta mereka, para pemimpin wilayah sudah diangkat, para qadli
telah ditunjuk, jizyah telah diberlakukan, dan harta fai, kharaj dan
zakat telah diambil, mahkamah-mahkamah telah ditegakkan untuk
penyelesaian persengketaan dan pelenyapan kedzaliman, kemungkaran telah
dilenyapkan, dan kajian-kajian serta halaqah telah diadakan di
mesjid-mesjid, sehingga dengan karunia Allah ketundukan itu telah
ditujukkan seluruhnya kepada Allah, DAN TIDAK TERSISA kecuali SATU HAL
SAJA, yaitu kewajiban kifayah yang mana seluruh umat berdosa dengan
sebab meninggalkannya, yaitu kewajiban yang terlupakan, di mana umat ini
tidak pernah merasakan nikmatnya kejayaan sejak hal itu ditelantarkan,
yaitu IMPIAN yang menyelimuti benak setiap muslim mu’min, HARAPAN yang
berkibar di hati setiap mujahid muwahhid; YAITU KHILAFAH! Ingatlah IA
itu KHILAFAH!, kewajiban masa kini yang disia-siakan, Allah Ta’ala
berfirman:
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗ
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.” [Al Baqarah: 30]
Al Imam Al Qurthubiy berkata di dalam
Tafsir-nya: Ayat ini adalah pijakan dalam pengangkatan imam dan khalifah
yang ditaati dan didengar; supaya umat menjadi satu kata dan
dilaksanakan dengannya putusan-putusan khalifah, dan tidak ada
perselisihan dalam kewajiban hal itu di antara umat ini dan tidak pula
di antara para imam, kecuali apa yang diriwayatkan dari Al Ashamm; di
mana dia itu tuli dari syari’at ini.” Selesai ucapan beliau
rahimahullah.
DAN ATAS dasar ini; maka Majlis Syura Ad
Daulah Al Islamiyyah telah berkumpul dan mengkaji masalah ini, setelah
Daulah Islamiyyah itu dengan karunia Allah memiliki semua elemen-elemen
kekhilafahan yang mana kaum muslimin berdosa dengan tidak menegakkan
khilafah itu, dan bahwa tidak ada penghalang atau udzur syar’iy pada
Daulah Islamiyyah yang bisa menghindarkan dosa darinya di saat ia undur
diri atau tidak menegakkan kekhilafahan ini, MAKA Daulah Islamiyyah
memutuskan melalui Ahlul Halli wal ‘Aqdi yang ada di dalamnya yang
terdiri dari para tokoh, para panglima, para umara dan Majlis Syura:
“PENDEKLARASIAN TEGAKNYA KHILAFAH ISLAMIYYAH”
Dan
pengangkatan Khalifah bagi kaum muslimin serta pembai’atan Asy Syaikh
Al Mujahid Al ‘Alim Al ‘Amil Al ‘Abid Al Imam Al Humam Al Mujaddid,
keturunan keluarga kenabian, Hamba Allah: Ibrahim Ibnu ‘Awwad Ibnu
Ibrahim Ibnu ‘Ali Ibnu Muhammad Al Badriy Al Qurasyiy Al Hasyimiy Al
Husainiy secara nasab, As Samira-iy secara tempat lahir dan tumbuh
dewasa, Al Baghdadiy dalam hal pencarian ilmu dan tempat tinggal, dan
beliau telah menerima pembai’atan ini; sehingga beliau dengan itu telah
menjadi imam dan khalifah bagi kaum muslimin di SETIAP TEMPAT. Dan atas
dasar ini, maka nama Iraq dan Syam dihilangkan dari nama Daulah di dalam
segala aktifitas dan interaksi resmi, dan cukup dengan nama “Ad Daulah
Al Islamiyyah” sejak munculnya statement ini.
Dan kami
ingatkan kepada kaum muslimin: bahwa dengan pendeklarasian khilafah ini,
maka telah wajib atas SELURUH kaum muslimin untuk membai’at dan membela
Khalifah Ibrahim hafidhahullah, dan batallah seluruh imarah, jama’ah,
wilayah dan organisasi yang berada di dalam wilayah kekuasaan Daulah dan
bala tentaranya.
Al Imam
Ahmad rahimahullah berkata di dalam riwayat Abdus ibnu Malik al
‘Aththar: “Dan siapa saja yang telah menguasai mereka dengan pedang
sehingga ia menjadi khalifah dan dinamakan Amirul Mu’minin; maka tidak
halal bagi siapapun yang beriman kepada Allah, dia bermalam satu
malampun sedang dia tidak memandangnya sebagai imam, baik imam itu adil
maupun jahat.”
Dan
sesungguhnya Khalifah Ibrahim hafidhahullah; telah terpenuhi pada
dirinya seluruh syarat-syarat khilafah yang telah disebutkan oleh para
ulama, dan beliau telah dibai’at di Iraq oleh Ahlul Halli wal ‘Aqdi di
Daulah Islamiyyah sebagai pengganti bagi Abu Umar Al Baghdadiy
rahimahullah, dan kekuasaannya telah meluas ke wilayah-wilayah yang luas
di Iraq dan Syam, dan sesungguhnya negeri itu hari ini tunduk kepada
perintah dan kekuasaannya dari Halb sampai Diyala, maka takutlah kalian
kepada Allah wahai hamba-hamba Allah, dengarkanlah dan taatilah khalifah
kalian dan belalah Daulah-nya yang hari demi hari dengan karunia Allah
semakin kuat dan jaya, dan musuh-musuhnya hari demi hari semakin
tersingkir dan hancur.
Maka marilah wahai kaum muslimin!
Berkumpullah di sekitar khalifah kalian, supaya kalian kembali sebagai
mana dahulu menjadi raja-raja bumi, pendekar-pendekar peperangan,
marilah (merapat) untuk supaya kalian hidup jaya lagi mulia, sebagai
para pemimpin yang agung. Dan ketahuilah bahwa kita ini berperang demi
membela agama Allah dan Allah telah menjanjikan pertolongan, dan (kita)
adalah umat yang telah jadikan baginya kejayaan, keunggulan dan
keberkuasaan, serta Dia menjanjikan pemberian kekuasaan dan tamkin di
muka bumi baginya, maka marilah wahai kaum muslimin menuju kejayaan
kalian dan kemenangan kalian. Demi Allah seandainya kalian benar-benar
kufur terhadap demokrasi, sekulerisme, nasionalisme dan isme-isme
lainnya yang merupakan kotoran dan sampah pikiran orang-orang Barat, dan
kalian kembali kepada dien dan aqidah kalian, maka demi Allah dan demi
Allah sungguh kalian akan menguasai bumi dan pasti orang-orang barat dan
orang-orang timur tunduk kepada kalian, ini adalah janji Allah untuk
kalian, ini adalah janji Allah untuk kalian.
وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
”Janganlah kamu bersikap lemah, dan
janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang
paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” [Ali Imran: 139]
Ini adalah janji Allah untuk kalian
إِن يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡ
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;” [Ali Imran: 160]
Ini adalah janji Allah untuk kalian
فَلَا تَهِنُواْ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَلَن يَتِرَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ
“Janganlah kamu lemah dan minta
damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia
sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” [Muhammad: 35]
Ini adalah janji Allah untuk kalian
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ
“Dan Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang
saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka
bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa,” [An Nur: 55]
Maka mari kalian sambut janji Rabb kalian ini,
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” [Ali Imran: 9]
Dan pesan kepada seluruh
kelompok-kelompok dan jama’ah-jama’ah di muka bumi ini seluruhnya, para
mujahidin, para aktifis yang membela agama Allah dan yang mengangkat
syiar-syiar Islam, maka kepada para panglima dan para umara kami
katakan: Bertaqwalah kalian kepada Allah pada diri kalian, bertaqwalah
kalian kepada Allah pada jihad kalian, bertaqwalah kalian kepada Allah
pada umat kalian,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْ
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai,” [Ali Imran: 102-103]
Sesungguhnya kami demi Allah tidak
mendapatkan bagi kalian udzur yang syar’iy di dalam sikap absen dari
membela Daulah ini; maka ambillah sikap yang membuat Allah Tabaraka wa
Ta’ala ridlo dengannya kepada kalian, karena sungguh tabir itu sudah
tersingkap dan kebenaran itu telah nampak, dan sesungguhnya ia adalah
benar-benar Daulah, ia benar-benar Daulah! Daulah kaum bagi kaum
muslimin, bagi kaum mustadl’afin, untuk anak-anak yatim, para janda dan
orang-orang miskin. Bila kalian membelanya, maka manfaatnya bagi kalian
sendiri, dan sesungguhnya ia itu Khilafah, dan telah tiba saatnya bagi
kalian untuk mengakhiri perpecahan, gontok-gontokan dan kecerai-beraian
yang buruk ini, yang sama sekali bukan dari ajaran Allah sedikitpun. Dan
bila kalian menelantarkannya dan memusuhinya, maka kalian tidak akan
memadlaratkannya! Kalian tidak akan memadlaratkan kecuali pada diri
kalian sendiri! Dan sesungguhnya ia itu Daulah! Daulah kaum muslimin,
dan cukuplah bagi kalian apa yang diriwayatkan oleh Al Bukhariy
rahimahullah:
Dari Mu’awiyah radliyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إن هذا الأمر في قريش؛ لا يعاديهم أحد إلا كبّه الله على وجهه، ما أقاموا الدين
“Sesungguhnya urusan ini ada pada
Quraisy, tidak memusuhi mereka seorangpun kecuali Allah pasti
membinasakannya, selagi mereka menegakkan dien ini.”
Dan adapun kalian wahai junud
kelompok-kelompok dan tandhim-tandhim (organisasi-organisasi); maka
ketahuilah bahwa setelah tamkin dan tegaknya khilafah ini, maka gugurlah
kesyar’iyyah (keabsahan) jama’ah-jama’ah dan tandhim-tandhim kalian,
dan tidak halal bagi seorangpun di antara kalian yang beriman kepada
Allah dia bermalam semalam saja sedangkan dia tidak menganut loyalitas
kepada khalifah. Dan bila umara kalian itu memberikan bisikan buruk
kepada kalian bahwa ia itu bukan khilafah; maka memang mereka itu selama
ini yang selalu membisiki kalian bahwa ia itu bukan Daulah, bahwa ia
itu hanyalah wahmiyyah kartuniyyah (khayalan kartun) sampai datang
kepada kalian beritanya yang meyakinkan, dan bahwa ia adalah Daulah, dan
sungguh benar-benar akan datang kepada kalian kabarnya bahwa ia adalah
khilafah dengan izin Allah walaupun setelah saat nanti. Dan ketahuilah
bahwa yang paling memperlambat dan menangguhkan kemenangan itu adalah
keberadaan tandhim-tandhim ini; dikarenakan ia adalah sebab perpecahan
dan perselisihan yang melenyapkan kekuatan, sedangkan perpecahan itu
sama sekali bukan termasuk ajaran Islam:
إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَكَانُواْ شِيَعٗا لَّسۡتَ مِنۡهُمۡ فِي شَيۡءٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang
memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada
sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” [Al An’am: 159]
Dan ingatlah bahwa umara kalian itu
tidak akan menemukan untuk menghalang-halangi kalian dari jama’ah dan
khilafah serta kebaikan yang agung ini kecuali dua alasan yang batil
lagi lemah:
Pertama: Adalah
sama dengan apa yang dituduhkan dahulu kepada Daulah; bahwa ia itu
Daulah Khawarij dan tuduhan-tuduhan lainnya yang sudah jelas nampak
kebatilannya dan nampak kepalsuannya di dalam kota-kota yang diperintah
oleh Daulah.
Kedua:
Bahwa umara kalian akan menghayalkan kepada diri mereka sendiri dan
kepada kalian bahwa ia (Daulah Khilafah) itu hanya sekedar gejolak yang
akan padam dan angin puyuh yang muncul tiba-tiba yang tidak akan
langgeng, dan bangsa-bangsa kafir tidak akan membiarkannya eksis dan
mereka akan bersekongkol terhadapnya sampai ia lenyap dengan segera, dan
orang yang selamat dari kalangan bala tentaranya maka ia akan
menyingkir ke puncak-puncak gunung, dasar-dasar lembah, tengah-tengah
padang pasir dan kegelapan penjara-penjara, dan saat itulah kita kembali
kepada jihad Nukhbah (orang-orang pilihan), sedangkan kita tidak
memiliki kekuatan dengan jihad Nukhbah, jauh dari hotel-hotel dan
konferensi-konferensi, kita tidak memiliki kekuatan dengan jihad nukhbah
ini, dan kita ingin memimpin umat dalam jihad umat!
Enyahlah bagi para umara
itu! Dan enyahlah bagi umat yang ingin mereka kumpulkan; umat sekuler,
demokrat dan nasionalime, umat murji’ah, ikhwan dan sururiyyah,
يَعِدُهُمۡ وَيُمَنِّيهِمۡۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا
“Syaitan itu memberikan janji-janji
kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal
syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” [An Nisa: 120]
Dan
sesungguhnya ia itu dengan izin Allah tetap eksis (baqiyah), dan
silahkan tanya kelompok-kelompok di Iraq dan para panglimanya, betapa
seringnya mereka itu menginginkan agar Daulah ini lenyap, sedangkan
mereka itu lebih dasyat kekuatannya dan lebi banyak personilnya daripada
mereka itu,
أَوَ لَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ
“Dan apakah mereka tidak mengadakan
perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang
diderita) oleh orang-orang sebelum mereka?” [Ar Ruum: 9]
sedangkan mereka itu lebih dasyat kekuatannya daripada mereka.
Dan adapun
kalian, wahai junud Daulah Islamiyyah, maka selamat bagi kalian,
selamat bagi kalian atas penaklukan yang besar ini, selamat bagi kalian
atas kemenangan yang agung ini, hari ini orang-orang kafir merasa
dongkol dengan puncak kedongkolan, dan hampir saja banyak dari mereka
mati karena kedongkolan yang tidak bisa dilampiaskan. Hari ini kaum
mu’minin berbahagia dengan pertolongan Allah dengan kebahagian yang
agung, pada hari ini kaum munafiqin bersembunyi, dan terhinakan pula
kaum rafidlah, shahawat dan murtaddin, pada hari ini para thaghut di
timur dan di barat gemetaran karena takut dan cemas, pada hari ini
bangsa-bangsa kafir di Barat diliputi rasa takut, pada hari ini jatuh
hinalah panji-panji setan dan golongannya, pada hari ini menjulang
tinggilah panji tauhid dan ahlinya, pada hari ini kaum muslimin
dimuliakan!, pada hari ini kaum muslimin dimuliakan! Inilah khilafah
kalian telah kembali, walaupun leher-leher dihinakan, inilah khilafah
kalian telah kembali walaupun banyak pihak tidak suka, inilah khilafah
kalian telah kembali, kami memohon kepada Allah Ta’ala semoga
menjadikannya di atas minhaj Nubuwwah, inilah harapan telah terwujud,
inilah impian telah menjadi kenyataan, selamatlah bagi kalian, sungguh
kalian telah berkata terus kalian jujur, dan kalian telah menjanjikan
terus kalian telah memenuhi janji.
Wahai bala
tentara Daulah Islamiyyah; sesungguhnya di antara nikmat Allah Tabaraka
wa Ta’ala yang paling besar atas kalian adalah Dia menyampaikan kalian
kepada hari ini dan menjadikan kalian sebagai saksi atas kemenangan ini
yang tidak datang kepada kalian setelah karunia Allah Tabaraka wa Ta’ala
kecuali di atas darah-darah dan serpihan-serpihan daging
saudara-saudara kalian terdahulu, dari kalangan manusia pilihan, kami
kira demikian dan Allah-lah yang menilainya dan kami tidak menganggap
suci seorang-pun di hadapan Allah, mereka telah memikul panji ini dan
telah berkorban dengan segala hal di bawahnya, dan mereka mengerahkan
segalanya termasuk nyawa mereka, untuk menyampaikan panji ini kepada
kalian dengan kejayaan dan mereka telah berbuat, semoga Allah merahmati
mereka dan memberikan balasan kebaikan atas jasanya kepada Islam ini.
Maka
hendaklah kalian menjaga amanah yang berat ini, dan pikullah panji ini
dengan segenap kekuatan, siramilah dengan darah kalian dan angkatlah di
atas serpihan-serpihan badan kalian, dan matilah di bawahnya, sampai
kalian menyerahkannya in Syaa Allah kepada Isa Ibnu Maryam
‘alaihissalam.
Wahai bala
tentara Daulah Islamiyyah; Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memerintahkan
kita untuk berjihad dan menjanjikan kemenangan bagi kita dan Dia tidak
membebani kita dengan kemenangan itu. Dan pada hari ini Allah Tabaraka
Wa Ta’ala telah memberikan karunia kemenangan kepada kalian, maka kita
mengumumkan khilafah dalam rangka merealisasikan perintah Allah Tabaraka
wa Ta’ala. Kita mengumumkannya, dikarenakan kita ini dengan karunia
Allah telah memiliki pilar-pilarnya, dan dengan izin Allah kita mampu
terhadapnya, maka kitapun merealisasikan perintah Allah Tabaraka wa
Ta’ala dan kita diudzur in Syaa Allah, dan setelah itu kita tidak peduli
apapun yang terjadi walaupun ia itu hanya eksis satu hari atau satu
jam, dan hanya milik Allah saja segala urusan itu sebelum dan
sesudahnya.
Bila Allah Tabaraka wa Ta’ala
melanggengkannya dan ia bertambah kuat, maka itu adalah dengan karunia
dan nikmat-Nya saja, karena kemenangan itu hanya berasal dari sisi-Nya.
Dan bila ia itu lenyap atau melemah, maka ketahuilah bahwa itu berasal
dari keteledoran diri kita dan akibat ulah kita, maka kita in Syaa Allah
akan melindunginya selagi ia ada dan selagi ada sisa satu orang di
antara kita, dan kita in Syaa Allah akan mengembalikannya di atas minhaj
An Nubuwwah.
Aku terheran dengan orang yang punya tombak dan pedang tajam***Namun dia terpental dengan keterpentalan pedang yang tumpul.
Siapa yang memiliki jalan kepada kemuliaan***Maka jangan ia tinggalkan tunggangan tanpa pundakan.
Dan aku tidak melihat sesuatupun pada aib manusia***Seperti kekurangan orang-orang yang mampu untuk menyempurnakan.
Wahai bala tentara Daulah Islamiyyah,
sesungguhnya kalian ini akan menghadapi peperangan yang mengerikan yang
membuat anak-anak kecil beruban, berbagai ujian dan cobaan yang beraneka
ragam, ujian-ujian dan goncangan-goncangan, yang tidak akan selamat
darinya kecuali orang yang dirahmati Allah, tidak teguh di dalamnya
kecuali orang yang Allah kehendaki, dan di antara fitnah terbesar itu
adalah fitnah dunia, maka hati-hatilah kalian jangan sampai
berlomba-lomba di dalamnya, hati-hatilah, dan selalu ingatlah besarnya
amanah yang kalian pikul di atas pundak-pundak kalian, di mana kalian
sekarang telah menjadi pelindung barisan Islam dan kalian telah menjadi
benteng-bentengnya, dan kalian tidak akan bisa menjaga amanah itu
kecuali dengan taqwa kepada Allah dalam kondisi rahasia dan
terang-terangan, kemudian dengan pengorbanan-pengorbanan, kesabaran dan
pengorbanan darah.
Siapa orangnya yang kemuliaan adalah cita-cita tertingginya***Maka segala yang dilalui di dalamnya adalah disukainya.
Kemudian ketahuilah:
Bahwa di antara sebab terbesar
kemenangan yang Allah Tabaraka wa Ta’ala karuniakan kepada kalian itu
adalah: kerjasama kalian dan tidak adanya perselisihan di antara kalian,
ketaatan dan kesetiaan kalian kepada umara kalian, serta kesabaran
kalian terhadap mereka, maka ingatlah selalu sebab ini dan jagalah,
bersatulah dan jangan berselisih, kerjasamalah dan jangan bertikai, dan
jangan sekali-kali kalian memecah belah barisan, dan lebih baik orang di
antara kalian disambar kematian daripada dia memecah barisan atau ikut
andil di dalam hak itu. Dan barangsiapa ingin memecah belah barisan,
maka pecahkanlah kepalanya dengan peluru dan keluarkanlah apa yang ada
di dalam kepalanya, siapa saja dia itu, dan tidak ada nilainya dia itu.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
ومَن بايع إمامًا فأعطاه صفقة يده وثمرة قلبه: فليطعه إن استطاع، فإن جاء آخر ينازعه: فاضربوا عنق الآخر
“Dan barangsiapa telah membai’at
imam terus ia memberikan kesetiaannya dan kepatuhannya, maka hendaklah
ia mentaatinya bila dia mampu. Kemudian bila ada datang orang yang
menyainginya, maka penggallah leher dia itu.” (Riwayat Muslim dari Abdullah Ibnu ‘Amr radliyallahu ‘anhuma).
Dan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
مَن أطاعني: فقد أطاع الله، ومَن عصاني: فقد عصى الله، ومَن يطع الأمير: فقد أطاعني، ومَن يعصِ الأمير: فقد عصاني، وإنما الإمام جُنّة؛ يُقاتل مِن ورائه ويُتّقى به؛ فإن أمر بتقوى الله وعدل: فإن له بذلك أجرًا، وإن قال بغيره: فإن عليه منه
“Barangsiapa yang mentaatiku maka ia
telah taat kepada Allah, dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah
maksiat kepada Allah, dan barangsiapa yang mentaati amir maka dia telah
mentaatiku, dan barangsiapa yang maksiat kepada amir maka dia telah
maksiat kepadaku, dan imam itu hanyalah dijadikan sebagai perisai,
dilakukan perang di belakangnya dan berlindung di baliknya, kemudian
bila dia memerintahkan untuk taat kepada Allah dan berbuat adil, maka
sesungguhnya dia itu mendapatkan pahala dengan hal itu, dan bila ia
mengatakan selain itu, maka atas dialah dosanya.” (Riwayat Al Bukhariy).
Wahai bala tentara Daulah Islamiyyah;
masih ada satu hal yang ingin saya ingatkan kalian kepadanya;
orang-orang akan mencari celah-celah untuk mencela kalian, dan mereka
akan mengatakan kepada kalian banyak syubhat; bila mereka mengatakan
kepada kalian: Bagaimana kalian mengumumkan khilafah sedangkan umat itu
tidak sepakat kepada kalian? Sedangkan fashail dan jama’ah-jama’ah yang
lain tidak menerima kalian, juga kataib, liwa-liwa, saraya,
partai-partai, firqah-firqah, felix-felix, perkumpulan-perkumpulan,
dewan-dewan, lembaga-lembaga, ikatan-ikatan, koalisi-koalisi, bala
tentara, jabhah-jabhah, pergerakan-pergerakan dan tandhim-tandhim itu
juga tidak sepakat dengan kalian, maka katakanlah kepada mereka:
وَلَا يَزَالُونَ مُخۡتَلِفِينَ إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ
“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” [Hud: 118-119]
Mereka itu tidak pernah sepakat terhadap
suatu urusanpun pada suatu haripun, dan mereka tidak akan sepakat
terhadap suatu urusan selamanya kecuali orang yang dirahmati Allah,
kemudian sesungguhnya Daulah itu mengumpulkan orang-orang yang mau
berkumpul.
Dan bila mereka mengatakan kepada
kalian: “Kalian telah lancang terhadap mereka! Kenapa kalian tidak
meminta pendapat mereka sehingga kalian memberikan alasan kepada mereka
dan kalian menarik hati mereka?” Maka katakanlah kepada mereka:
Sesungguhnya urusannya lebih butuh cepat dari itu,
وَعَجِلۡتُ إِلَيۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ
“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku).” [Thaha: 84]
Dan katakan kepada mereka: Siapa yang
kami harus ajak musyawarah?! Sedangkan mereka itu tidak mengakui bahwa
ia itu Daulah, padahal Amerika, Inggris dan Prancis telah mengakui bahwa
ia adalah Daulah! Siapa yang harus kami ajak musyawarah?! Apakah kami
harus mengajak musyawarah orang yang telah menggembosi kami?! Ataukah
kami harus mengajak musyawarah orang yang telah mengkhianati kami?!
Ataukah kami harus meminta pendapat orang yang telah bara’ dari kami dan
telah memprovokasi manusia terhadap kami? Ataukah kami harus meminta
pendapat orang yang memusuhi kami? Ataukah kami harus meminta pendapat
orang yang memerangi kami? Siapa yang harus kami ajak musyawarah? Dan
terhadap siapa kami telah lancang?!.
Dan sesungguhnya suatu yang ada di antaraku dengan anak bapakku dan dengan sepupuku adalah sangat berbeda.
Dan mereka itu tidak hadir untuk menolongku, dan bila mereka***mengajakku kepada pertolongan maka aku mendatangi mereka dengan segera.
Dan bila mereka mengatakan kepada
kalian: “Kami tidak menerima pendirian oleh kalian.” Maka katakanlah
kepada mereka: Sungguh dengan karunia Allah kami telah mampu
mendirikannya, maka kami wajib melakukan hal itu, dan kami segera
melaksanakannya sebagai perealisasian perintah Allah Tabaraka wa Ta’ala.
وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡ
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki
yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah
dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka
pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” [Al Ahzab: 36]
Dan katakanlah kepada mereka: Karenanya
kami telah menumpahkan sungai-sungai dari darah-darah kami, kami
menyirami tanamannya, kami rintis pondasi-pondasinya dengan
tengkorak-tengkorak kami, kami bangun pilar-pilarnya di atas
serpihan-serpihan badan kami, dan kami bersabar terhadap pembunuhan,
pemenjaraan, penyiksaan, pemotongan anggota badan bertahun-tahun, dan
kami juga mengecap rasa pahit dalam memimpikan hari ini, maka apakah
kami harus menangguhkannya sejenak padahal kami sudah sampai kepadanya?
Dan katakanlah kepada mereka:
Kami telah mengambilnya secara paksa dengan ketajaman pedang***kami telah mengembalikannya dengan cara kemenangan dan perampasan.
Kami telah mendirikannya walaupun banyak pihak tidak suka***dan leher-leher mereka telah dipukul keras dengan pedang.
Dengan pemboman, peledakkan dan penghancuran***Dan dengan bala tentara yang tidak menganggap susah suatu yang susah.
Dan dengan para singa dalam peperangan yang kehausan***sedang mereka telah meminum banyak darah orang-orang kafir.
Sungguh khilafah kita telah kembali secara yakin***dan telah tegak Daulah kita dengan bangunan yang kokoh.
Telah lega dada kaum mu’minin***dan hati orang-orang kafir telah dipenuhi rasa ketakutan.
Dan terakhir:
Kami ucapkan selamat kepada kaum
muslimin dengan datangnya bulan Ramadlan yang penuh berkah, kami memohon
kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala agar menjadikannya sebagai bulan
kemenangan, kejayaan dan tamkin bagi kaum muslimin, dan agar menjadikan
hari-harinya dan malam-malamnya sebagai bencana bagi Rafidlah, Shahawat
dan murtaddin.
وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ
“Dan Allah Maha Kuasa terhadap urusan-Nya, akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.”
Penterjemah berkata: Selesai dialihbahasakan pada tanggal 2 Ramadhan 1435H
oleh Abu Sulaiman Al Arkhabiliy di LP Kembang Kuning Nusakambangan.
Tweet
