SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Thoghut Demokrasi
»
Umat Islam Tidak Butuh Presiden, Tapi Butuh Seorang Khalifah!
Umat Islam Tidak Butuh Presiden, Tapi Butuh Seorang Khalifah!
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 30 Mei 2014 |
Thoghut Demokrasi
Umat Islam saat ini tidak membutuhkan
seorang Presiden, tapi membutuhkan seorang Khalifah. Presiden adalah
kepala negara dari sebuah sistem kafir dan batil, yakni demokrasi.
Sementara itu, Khalifah adalah kepala negara tuntunan syariat Islam
berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dimana Khalifah akan memimpin umat
Islam di seluruh dunia di bawah sistem Khilafah Ala Minhajin Nubuwah.
Khilafah adalah sebuah sistem kenegaraan
dan kepemimpinan umat Islam seluruh dunia. Syekh Ad Dumaiji dalam
bukunya Al Imamatul ‘Uzhma ‘inda Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mengatakan
bahwa Khilafah, Imamah, dan Imaratul Mu`minin adalah sinonim alias sama.
Umat Islam saat ini tidak membutuhkan
calon Presiden dan juga calon Wakil Presiden, yang lahir dari sistem
pemerintahan batil Republik. Dalam sistem Republik, pilarnya adalah
demokrasi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat.
Umat Islam saat ini hanya membutuhkan
seorang Khalifah, yang lahir dari sistem Islam Khilafah, dimana dalam
sistem khilafah, kedaulatan berada di tangan syara’, bukan di tangan
rakyat juga bukan di tangan khalifah.
Sistem pemerintahan Islam atau Khilafah
berbeda dengan sistem pemerintahan sekuler atau Republik. Sistem
Republik berdiri di atas pilar sistem demokrasi, yang kedaulatannya ada
di tangan rakyat. Rakyatlah yang memiliki hak untuk memerintah serta
membuat aturan, termasuk rakyatlah yang kemudian memiliki hak untuk
menentukan seseorang untuk menjadi penguasa, dan sekaligus hak untuk
memecatnya. Rakyat juga berhak membuat aturan berupa undang-undang dasar
serta perundang-undangan, termasuk berhak menghapus, mengganti serta
mengubahnya.
Sementara sistem pemerintahan Islam atau
Khilafah berdiri di atas pilar aqidah Islam, serta hukum-hukum syara’.
Dimana kedaulatannya di tangan syara’, bukan di tangan umat. Dalam hal
ini, baik umat maupun Khalifah tidak berhak membuat aturan sendiri.
Karena yang berhak membuat aturan adalah Allah SWT. Sedangkan Khalifah
hanya memiliki hak untuk mengadopsi hukum-hukum untuk dijadikan sebagai
undang-undang dasar serta perundang-undangan dari Kitabullah dan Sunnah
Rasul-Nya. Begitu pula umat tidak berhak untuk memecat Khalifah. Karena
yang berhak memecat Khalifah adalah syara’ semata. Akan tetapi, umat
tetap berhak untuk mengangkatnya. Sebab Islam telah menjadikan kekuasaan
di tangan umat. Sehingga umat berhak mengangkat siapa saja yang mereka
pilih dan mereka bai’at, untuk menjadi wakil mereka.
Adakah Seorang Khalifah Untuk Umat Islam Saat Ini?
Umat Islam memang telah lama tidak
memiliki seorang pemimpin umat, seorang Khalifah. Sejak diruntuhkan pada
tanggal 3 Maret 1924, umat Islam hidup tanpa naungan sistem Khilafah
dan seorang Khalifah.
Alhamdulillah, pasca perjuangan panjang
kaum Muslimin, dengan dakwah dan jihad yang konsisten, dengan darah
serta keringat Mujahidin, cikal bakal sistem Khilafah telah muncul dan
seorang calon Khalifah telah hadir di tengah-tengah umat.
Adalah Daulah Islam Iraq Dan Syam yang
lebih dikenal dengan sebutan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham), yang
tidak bisa disangkal lagi merupakan cikal bakal Khilafah Ala Minhajin
Nubuwah yang dijanjikan Rasulullah SAW.
ISIS kini menjadi harapan seluruh umat
Islam yang rindu hidup di bawah naungan khilafah. Sebaliknya, ISIS
menjadi duri yang menyakitkan di tenggorokan bagi musuh-musuh Islam dan
antek-anteknya.
Melalui calon Khalifah-nya, Syekh Abu
Bakar Al-Baghdady, ISIS giat dan gencar beerjuang menegakkan Khilafah di
Bumi Syam. Syekh Abu Bakar Al-Baghdady sebagai calon Khalifah juga
memiliki banyak keistimewaan, diantaranya adalah Beliau (Syekh Abu Bakar
Al-Baghdady) keturunan Quraisy, seorang yang faqih dalam agama, ahli
ibadah yang zuhud, dan tentunya seorang Mujahid, panglima
tentara-tentara dien ini yang berada di garis depan perjuangan Islam.
Syekh Abu Bakar Al-Baghdady tidak hanya
berjihad untuk menggulingkan rezim Bashar Assad di Suriah, melainkan
juga sedang menjalankan rencana seluruh umat Islam sedunia, yakni
menegakkan Khilafah Islam ala minhajin nubuwah.
Wallahu’alam bis Showab!
(M Fachry/Al-Mustaqbal.Net)
Tweet
