SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Musuh Islam
»
Mengapa Amerika Serikat (AS) Harus Diperangi?
Mengapa Amerika Serikat (AS) Harus Diperangi?
Posted by Anti Thoghut on Minggu, 08 September 2013 |
Musuh Islam
Mengapa AS harus dijadikan musuh utama dan nombor satu oleh umat Islam
dan kaum Muslimin? Apa status AS di hadapan kaum Muslimin.
Status Amerika dengan kaum Muslimin tidak akan keluar dari tiga
kondisi, yang masing-masing mesti diterangkan terlebih dahulu sebelum
menyimpulkan hukum pada kes-kes yang muncul belakangan ini.
Status pertama : Negeri damai (tidak ada peperangan) dengan Kaum Muslimin secara umum.
Status kedua : Negeri harbi (yang berstatus memerangi) kaum Muslimin secara umum.
Status kedua : Negeri harbi (yang berstatus memerangi) kaum Muslimin secara umum.
Status ketiga : Negeri yang menyandang dua status sekaligus, artinya ia
adalah negara yang memerangi sebagian Kaum Muslimin dan negara damai
dengan Kaum Muslimin yang lain. Tetapi kemudian, status Amerika sebagai
negara dami dengan sebagian Kaum Muslimin tidak mengeluarkannya dari
hukum asal yang akan kita terangkan sebentar lagi.
Sebelum saya
terangkan tentang status mana yang benar bagi Amerika dari ketiga
kondisi tadi, saya mesti terangkan dulu petunjuk pasti mengenai pendapat
yang saya akan pilih nanti kaitannya dengan status Negara Thoghut ini :
Diantara yang tidak diragukan lagi oleh seorang Muslim yang berakal
serta mentauhidkan Allah Ta’ala, bahkan tidak akan dibantah oleh orang
kafir yang menyimpang sekalipun, bahwa Amerika adalah “Induk kejahatan
dan kerusakan”. Sampai-sampai ada penulis Amerika sendiri yang
menyebutnya sebagai “Syetan Terbesar”.
Maka, ditinjau dari
perang yang dilancarkan Amerika melawan Allah, kekufuran mereka
terhadap-Nya dan bagaimana mereka menyebarluaskan kekufuran ini,
sebenarnya Amerika telah menyandang “cacat yang parah”. Hal itu ditempuh
dengan menyebarkan ediologi kufurnya secara halus, yaitu dengan
menyebarkan kerusakan dan perbuatan-perbuatan amoral di muka bumi,
memerangi agama Allah melalui media informasinya yang jahat yang
merupakan sumber lahirnya berbagai kebejatan di seluruh penjuru dunia.
Amerika adalah produsen terbesar film-film berbau kufur dan menyimpang.
Demikian juga dengan masalah kebobrokan moral, Amerika adalah negara
pemilik jumlah terbesar saluran televisi yang menayangkan adegan seks
serta situs-situs porno di semua media informasi yang ada.
Amerika juga merupakan pemilik perusahaan terbesar pengekspor minuman
keras dan rokok di seluruh dunia. Di saat yang sama, Amerika memusnahkan
hasil-hasil pertanian yang melebihi kuota produksi dengan cara membakar
atau menenggelamkannya di lautan demi melindungi stabilitas ekonomi dan
harga hasil-hasil pertanian. Padahal, jutaan orang mati kelaparan di
India, benua Afrika dan Asia. Sistem keuangan apakah ini, wahai orang
yang berakal?!
Mengenai penyebaran kekufuran melalui kekerasan
dan intervensi militer, maka silahkan bicara sepuasnya mengenai
pembunuhan dan pembantaian bangsa-bangsa tanpa alasan kecuali karena
ambisi untuk tetap menjadi negara superior, mempertahankan ambisi
berkuasa dan memaksakan idiologi dan prinsip-prinsip kufur.
Anehnya, Amerika lebih cepat –melebihi tiupan angin—dalam membangun
pabrik-pabrik senjata pemusnah masal. Bahkan, Amerika memproduksi sebuah
bom yang berfungsi khusus untuk membunuh manusia, bukan makhluk hidup
lain. Dan untuk menumpas nilai-nilai peradaban, Amerika telah bunuh
jutaan manusia sejak dahulu.
Maka berdasarkan fakta-fakta yang
kami sebut berikut, menjadi jelaslah posisi Amerika bagi kaum muslimin:
apakah status damai ataukah harbi.
Di kepulauan Maluku
(Indonesia), ribuan kaum muslimin dibantai oleh orang-orang Kristen
meskipun jumlah orang Kristen yang tidak seberapa jika dibandingkan
dengan jumlah kaum muslimin di sana. Namun, semua itu terjadi dengan
adanya bantuan Amerika yang diberikan kepada orang-orang Kristen
Indonesia!
Di Bosnia Herzegovina, puluhan ribu orang terbantai
di tangan orang-orang Kristen, juga dengan bantuan Amerika..!
kuburan-kuburan masal menjadi saksi bisu akan hal itu… Di Iraq, lebih
dari 1.000.000 anak terbunuh karena serangan udara militer Amerika
Serikat terhadap Irak dan akibat embargonya yang dzalim terhadap Irak
selama 10 tahun. Belum termasuk anak-anak dan orang tua yang mati
lantaran penyakit yang timbul akibat peperangan.
Adapun
Palestina, bicaralah sepuas Anda… Berapa saudara-saudara kita di
Palestina yang mati. Berapa saudara-saudara kita di Libanon yang mati
melalui tangan bangsa Yahudi…juga dengan bantuan senjata dan biaya dari
Amerika, belum berbicara bantuan pasukan dalam banyak kejadian!
Di Somalia, kejahatan Amerika sangat-sangat jelas di masa-masa
penanaman sisa-sisa pabrik nuklir yang dilarang diproduksi negara
manapun..! Belum pencaplokan terhadap emas mentah dari Somalia. Belum
jumlah orang yang mati di tangan militer Amerika, di mana lebih dari
13.000 muslim terbunuh dalam barisan Farh ‘Aidid, ini masihditambah lagi
dengan direnggutnya kehormatan mereka.
Di Ethiopia, di
Eritrea, di Filiphina, di Kashmir, di Sahara Maroko, di Aljazair,
di…di…di… Terakhir yang terjadi di Afghanistan, koalisi lebih dari 100
negara…bergabungnya senjata pemusnah yang tidak pernah terbayang dalam
hati manusia manapun.
Tetapi, semua ini memang perang terhadap
Islam dan kaum muslimin secara umum…setiap hari Amerika memberi kabar
gembira kepada dunia bahwa mereka masih menguasai kawasan udara
Afghanistan, mereka masih memegang kendali kekuasaan di sana!
Ini mengingatkan penulis kepada seseorang yang berhasil melukis udara di
atas samudera dan lautan, kemudian ia berbangga dengan lukisan itu!
Ringkasnya, tidak ada satu permasalahan yang dihadapi Islam dan kaum
muslimin melainkan Amerika turut campur dalam –paling tidak—memberi ide
pemikiran, memaksakan intervensi militer dan diplomasinya, yang
bertujuan menghancurkan Islam dan kaum muslimin.
Contoh
memalukan yang bekasnya masih menempel di benak kita adalah kasus
Kuwait. Siapakah yang ikut campur menyelesaikan permasalahan ini?!
Apakah Islam dan kaum muslimin? Bukan! Bukan! Tak lain adalah “Sang
pemelihara kekufuran dan kemungkaran”, yang menjelma sebagai “tuhan”
negara-negara di dunia…
Maka mulailah si busuk Amerika
bersekutu dengan 37 negara dan 500.000 tentara –atau bahkan lebih—untuk
mengusir Irak dari Kuwait. Dan, drama perang dimulai dengan
meluluhlantakkan kaum muslimin…
Sementara itu –yang
menyedihkan—, banyak dari kalangan kaum muslimin “bertasbih” memuji
Amerika, kata mereka: “Jika Bush datang, tidurlah di halaman rumah.”
Tidak pernah terlintas dalam benak mereka ketika mereka mengulang-ulang
kata-kata kufur ini mengenai: kapankah Yahudi mulai menjajah Palestina
dan bertengger di atas hati saudara-saudara kita di sana…Kenapa Amerika
tidak bersekutu dengan 37 negara untuk mengusir Yahudi dari
Palestina..?! Benar-benar, sebuah “keluguan” dan kelalaian dari kaum
muslimin di masa sekarang –kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.
Inilah “Si penjagal jelek”, Sharon, aktor pembantaian Shabra dan
Shatila. Setali tiga uang, Radovan Karadich dan rekannya yang menjadi
dua pahlawan drama pembantaian di Bosnia dan Herzegovina. Apa yang sudah
dilakukan Amerika kepada para penjahat yang telah meluluhlantakkan kaum
muslimin seluluhluluhnya itu? Apakah 100 negara sudah bekerja sama
untuk membasmi mereka..? Apakah mereka melancarkan perang sedemikian
sengit dengan jargon “Perang melawan Terorisme”? Apakah negara-negara
Arab membantu mereka untuk itu? Ataukah mereka cukup menggelar
Pengadilan Sandiwara di hadapan negara-negara dunia, Mahkamah Lahey?
Ceritanya akan lain ketika yang menjadi pemimpin perang dari kaum
muslimin dan yang terbunuh orangorang kafir. Seluruh masyarakat kafir
menyatakan perang, ini masih dibantu lagi oleh negara-negara Arab..!!
Betapa banyak negara yang hari ini berkumpul di Pakistan..? Apa
sebenarnya yang ada di balik gudang senjata militer yang sekarang
berdiri di negara itu..?! Berapa jumlah rakyat Afghan tak bersenjata dan
tidak berdosa itu terbunuh dengan dalih memburu Syaikh Usamah bin
Ladin, karena telah membunuh beberapa gelintir orang Bani Ashfar bermata
biru (Amerika), beberapa gelintir orang-orang najis yang tidak
sebanding jika disejajarkan dengan pembantaian kaum muslimin di bawah
komando Amerika..?!
Kenapa bangsa Serbia tidak diembargo
supaya mereka juga merasakan kelaparan dan kemiskinan sampai si penjahat
itu menyerahkan diri sebagaimana bangsa-bangsa muslim diembargo sampai
mereka mati kelaparan..?! Kenapa negara Sharon tidak diembargo agar ia
merasakan apa yang telah dirasakan bangsa-bangsa Muslim sampai ia
menyerahkan diri kepada “Pengadilan Sandiwara” itu..?!
Mengapa…?…mengapa…? Apakah setelah ini kami masih wajib bersabar? Apakah
kami masih harus mengkontrol emosi kami? Bukankah kita juga manusia,
kita juga memiliki perasaan? Belum berbicara mengenai tuntutan iman yang
memerintahkan kita mengobarkan semangat perang demi membela agama dan
saudara-saudara kita.
Mengapa di saat emosi kita terpancing
hingga menggelegak kemudian kita disuruh diam? Mengapa agama kita
diperangi, di tengah diamnya bangsa muslim Arab yang konon disegani..?
Mengapakah para pemimpin Muslim di berbagai belahan dunia tidak bergerak
melaksanakan perintah Allah jika mereka masih memiliki hati,
pendengaran dan penglihatan? Atau, biarlah kita diam dan cukup menjadi
penonton dari orang yang berkhidmad dan membela agama ini!
Mengapa agama kita diperangi sejak ratusan tahun lamanya, kemudian kita
diperintah untuk tertunduk saja dan tidak menolongnya..?!
Apakah setelah kejahatan dan kelakuan Amerika ini kita masih memerlukan
dalil yang menetapkan bahwa Amerika adalah negara yang memerangi Islam
dan kaum muslimin..?! tidak cukupkan pernyataan thoghut Bush yang
mengatakan semua ini adalah Crusade (perang salib)?
Apakah kita
masih perlu menerima alasan mereka bahwa mereka tidak sengaja
melontarkan ucapan itu dan kata-kata perang salib dari Bush keluar
spontan karena marah sebagaimana pernyataan seorang “syaikh” yang
mengatakan: “Kami mencoba mencari alasan pembenaran buat kalian
terhadapan aksi pemboman besar itu, dan berusaha menahan amarah sebuah
bangsa (Amerika). tetapi, semua ucapan kalian, bahkan aksi-aksi kalian
terus muncul beruntun dengan cara yang sama dan memutus semua praduga.
Terburu-buru melakukan balasan adalah pembantaian yang sebenarnya
terhadap bangsa Amerika dan cobaan hakiki terhadap nilai dan
kedudukannya.”
Setelah semua kejadian dan perbuatan-perbuatan
yang menunjukkan betapa rendahnya Amerika dan rakyatnya di atas imperium
mereka, kedunguan mereka, kesombongan dan keangkuhan mereka, kekotoran
dan mesumnya kehidupan hewani mereka –yang sebagian hewan saja mungkin
merasa jijik untuk jadi seperti itu—, saya katakan: Apakah kita masih
perlu untuk berkomentar tentang mereka seperti yang dilontarkan “syaikh”
tadi? Ia mengatakan: “Sebuah bangsa yang mayoritas masih percaya adanya
tuhan, bangsa yang telah membelanjakan hartanya untuk pembangunan
proyek-proyek sosial yang tidak pernah dilakukan bangsa lain di
dunia…maka kami meyakini bahwa bangsa Amerika –secara umum—memiliki
perilaku baik yang menghantarnya menjadi negara Barat yang paling dekat
dengan kita dan paling layak kalau kita suka mereka endapatkan kebaikan
di dunia dan akhirat..!?”
Maha Suci Engkau Ya Allah, ini adalah
kebohongan besar. Sesungguhnya di antara nikmat Allah adalah menjadikan
pimpinan dari Koalisi negara kufur ini adalah Amerika, si Bani Ashfar,
sehingga Allah pilahkan antara yang jelek dan yang baik. Dan supaya
jalan ini menjadi jelas serta tidak samar lagi bagi siapapun yang
menghendaki kebenaran dan ingin mengetahui secara yakin bahwa Amerika
adalah negara harbi, tanpa diragukan lagi. Ringkasnya, pangkal kerusakan
akidah dan moral, kezaliman yang kelewat batas dan merajalela di
mayoritas masyarakat dunia hari ini adalah Amerika.
Dari sini
nampak secara jelas dan gamblang peperangan Amerika menentang Allah
jalla wa ‘ala. Maka tidak ada lagi kelemah lembutan dan sikap
‘rasionalitas’, tidak ada lagi agama dan kemuliaan bagi mereka, tidak
ada proyek-proyek sosial atau yang lain seperti klaim sebagian tokoh
pergerakan Islam tadi…
Kami tidak suka bangsa kafir Amerika selain menunggu Allah timpakan adzab dari sisi-Nya atau melalui tangan-tangan kami..!!
Yang benar, yang tidak perlu diperdebatkan lagi, bahwa ini adalah perang melawan orang-orang beriman secara umum…
Sumber : Buku “Kasyful Litsam ‘An Dzirwati Sanamil Islam” karya : Asy
Syaikh Ibnu Qudamah An-Najdi, diterjemahkan oleh Al Akh Abu Jandl
Al-Muhajir menjadi : “Jawaban Seputar Masalah-Masalah Fiqih Jihad”
Tweet
