SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Thoghut Demokrasi
»
Miss World Itu Buah Dari Demokrasi
Miss World Itu Buah Dari Demokrasi
Posted by Anti Thoghut on Minggu, 08 September 2013 |
Thoghut Demokrasi
Untuk saudaraku kaum muslimin.
بِسْــــــــــــــــــمِﷲاالرَّحْمَانِارَّحِيم
Jika kita mau jujur,
sebenarnya mengapa ada ajang maksiat seperti Miss World? Tidak lain, ini
adalah hasil pemikiran yang bebas yang tidak berdasarkan dari ajaran
Islam. Kebebasan pemikiran yang kebablasan ini bersumber dari sebuah Ideologi yang juga bukan dari Islam, yaitu Demokrasi.
Miss World ini hanyalah
hasil dari penanaman Demokrasi yang ada di Dunia ini, sebuah paham
Syirik yang menghasilkan fitnah begitu banyak dan berbahaya bagi kaum
muslimin, salah satunya Miss World. Sehingga, kaum muslimin yang jujur,
ikhlas dan bersih hatinya tentu akan menolak Demokrasi.
Jika mau membubarkan
Miss World, maka bubarkan pula Demokrasi Sistem Syirik ini, karena jika
hanya menumbangkan salah satu cabang dari Demokrasi maka maksiat demi
maksiat akan terus tumbuh, walaupun sudah ditebang cabang yang satu,
masih ada lagi cabang yang lain yang tidak kalah berbahayanya.
Solusinya, tebang pohonnya dan cabut akarnya, dijamin tidak akan tumbuh
lagi sumber-sumber maksiat.
Allah menciptakan
manusia sudah pasti dengan pedoman hidup. Apakah Allah menciptakan
sesuatu lalu dibiarkan saja tanpa pedoman dan petunjuk? Untuk apa
pedoman hidup yang diberikan Allah untuk manusia? Agar mereka tidak
tersesat jalannya.
Namun ternyata hari
ini, banyak manusia yang mengambil pedoman yang lain yang bukan dari
Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga wajar banyak dari mereka yang
tersesat. Karena pedoman Demokrasi yang dipakai, maka Salah satu
kesesatannya itu adalah acara Miss World.
Ketahuilah wahai
saudaraku, wanita itu adalah salah satu dari anak panah Iblis untuk
menipu manusia dari jalan kebenaran. Ujung tombak iblis untuk mengajak
mereka berbuat maksiat.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Kitab Shahihain:
وَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنهما عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : { مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ }
Aku tidak meninggalkan
fitnah/bencana yang lebih berbahaya atas kaum lelaki (selain bahaya
fitnah) dari perempuan. (Al-Fath juz 9 , Hadits 5096, dan Muslim juz 18
hal 54)
Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah
berkata, Jika syetan putus asa mengenai sesuatu maka ia kemudian pasti
mendatangi sesuatu itu dari arah perempuan. Sa’id pun berkata lagi,
Tidak ada sesuatu yang lebih aku takuti di sisiku kecuali perempuan.
(Siyaru ‘a’laamin Nubalaa’ Juz 4 / 237)
Coba kita pikirkan,
kita hayati dalam-dalam dari Hadits dan pendapat ulama salaf diatas.
Rasulullah mengatakan bahwa Fitnah laki-laki yang paling berbahaya itu
adalah wanita, sehingga Syetan jika sudah tidak ada peluang untuk
menyesatkan seorang hamba, maka Syetan pasti akan menggodanya dengan
wanita.
Rasulullah Shalallahu
alaihi wa sallam menganjurkan umatnya jika mereka melihat wanita maka
hendaknya ia mendatangi istrinya agar terlepas dari maksiat. Namun,
bagaimana jika ternyata seorang hamba belum mempunyai istri kemudian dia
melihat bentuk tubuh wanita? Kepada siapa dia menghampiri? Inilah
jaring-jaring Iblis untuk menggoda hamba-hamba Allah yang beriman.
Ketahuilah wahai
saudaraku, Imam Ahmad terkenal dengan ulama yang Waro (menjaga ibadahnya
dan menjaga diri dari dosa), beliau sangat takut jika melihat wanita
yang bukan mahrom, takut jika Syetan menggodanya lewat wanita tersebut.
Lalu bagaimana jika Imam Ahmad hidup hari ini? Kemungkinan beliau tidak
akan keluar rumah karena begitu banyaknya wanita yang membuka aurotnya.
Begitu juga Imam
Syafi’iy, beliau yang derajat ruhiahnya sangat tinggi jika dibandingkan
dengan kita, pernah mengalami kejadian yang merugikan, gara-gara melihat
aurat perempuan. Pada masa itu hampir semua perempuan di sana, selalu
mengenakan pakaian yang menutupi aurat. Suatu saat, Imam Syafi’i melihat
seorang perempuan yang lewat di depan beliau, dan tersingkaplah kainnya
sehingga betisnya tertangkap oleh penglihatan beliau. Seketika itu
pula, 40 (empat puluh) hafalan hadist beliau hilang.
Itu hanya betis, belum
sampai paha, lalu bagaimana jika Imam Asy-Syafi’iy hidup hari ini yang
banyak paha wanita gratis dilihat orang?
Lalu bagaimana jika
hari ini justru aurat wanita dipertontonkan, dilombakan, dipamerkan
didepan umum seperti Miss World? Kemudian disiarkan di televisi
berjuta-juta manusia melihat acara tersebut? Sungguh, Iblis begitu sabar
menggoda manusia.
Hari ini begitu
banyaknya wanita yang memakai busana seperti kekurangan bahan, bahkan
mereka berpakaian tetapi telanjang. Seakan-akan itu hal yang biasa,
tetapi itu adalah fitnah yang luar biasa jika kita pahami.
Apa penyebab dari semua itu? Itu disebabkan karena Demokrasi.
(sumber : al-mustaqbal.net/mushab)
Tweet
