SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Risalah Jihad
»
Pesan Amirul Mukminin Al Khalifah Ibrahim Ibn Awwad Hafidzahulloh : Walau Orang-Orang Kafir Membencinya
Pesan Amirul Mukminin Al Khalifah Ibrahim Ibn Awwad Hafidzahulloh : Walau Orang-Orang Kafir Membencinya
Posted by Anti Thoghut on Minggu, 16 November 2014 |
Risalah Jihad
menghadirkan
Terjemah Indonesia
Pesan Audio Amirul Mukminin
Bertema
- Walau Orang-Orang Kafir Membencinya -
بسم الله الرحمن الرحيم
Muassasah Al Furqan lil Intajil I’lami menghadirkan
Pidato dari Pemimpin Kita Amirul Mu’minin, Khalifah Muslimin
Abu Bakar al-Husayni al-Qurashy al-Baghdady (hafidhahullah) berjudul
“Walau Orang-Orang Kafir Membencinya”
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memujinya. Kami
memohon pertolongan kepadaNya. Kami juga memohon ampunan dan bertaubat
kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan
keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh
Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang
Allah sesatkan maka tiada satupun yang bisa memberi hidayah kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah
semata tanpa ada sekutu bagiNya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusanNya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan
keselamatan kepadanya dan kepada keluarga serta para sahabatnya. Amma
ba’du:
Allah (‘azza wa jalla) telah mewajibkan jihad kepada kita sebagaimana
Dia mewajibkan shalat dan puasa, sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci” [Al-Baqarah: 216], dan Dia (subhanah) berfirman, “Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” [Al-Baqarah: 183].
Allah (tabaraka wa ta’ala) juga menjadikan jihad sebagai sebaik-baik
amal dan puncak tertinggi dari Islam. Dia (subhanah) menjadikan
kehormatan kaum Muslimin dengan jihad dan menjadikan atas mereka
kehinakan jika meninggalkannya. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa
sallam) bersabda, “Jika kalian telah berjual beli dengan sistem
baiiul ‘innah, memegang ekor sapi dan ridho dengan pertanian serta
meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kehinaan atas kalian,
Dia tidak akan mencabutnya dari kalian, hingga kalian kembali kepada
agama kalian” [Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar].
Allah (‘azza wa jalla) juga menyiapkan adzab yang pedih bagi siapa
saja yang berpangku tangan dari jihad. Dia (ta’ala) berfirman, “Jika
kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu
dengan siksa yang pedih dan menggantikanmu dengan kaum yang lain, dan
kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun” [At-Taubah: 39].
Dan Dia memerintahkan semua orang untuk berjihad tanpa mengecualikan seorang pun, sebagaimana Dia (‘azza wa jalla) berfirman, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau berat” [At-Taubah: 41].
Dia (subhanah) memerintahkan untuk berperang dalam setiap keadaan,
bahkan jika hanya seorang mujahid yang tersisa, sebagaimana Dia
(subhanah) berfirman, “Maka berperanglah kamu di jalan Allah,
tidaklah kamu dibebani melainkan dengan dirimu sendiri. Dan kobarkanlah
semangat kaum mukminin” [An-Nisa’: 84].
Dan Dia (subhanah) menjanjikan bagi siapa yang berperang di jalan-Nya
dengan pertolongan dan menjadikan kemenangan dan akhir yang baik bagi
orang-orang yang beriman. Dia (ta’ala) berfirman, “Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang kafir itu” [An-Nisa’: 84]. Dan Dia (subhanah) berfirman, “Dan
sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami, para
Rasul, bahwa sesungguhnya mereka pasti mendapat pertolongan. Dan
sesungguhnya tentara kami itulah yang pasti menang” [As-Saffat: 171-173]. Dan Dia (ta’ala) berfirman, “Dan wajib atas Kami menolong orang-orang yang beriman” [Ar-Rum: 47].
Maka, wajib bagi kaum Muslim untuk memahami dengan baik dan menyadari
bahwa berperang adalah kewajiban atas setiap individu dari mereka, dan
bahwa jihad adalah sebaik-baik amal dan puncak tertinggi Islam.
Kehormatan dan keagungan mereka adalah dengannya, juga keselamatan di
dunia dan di akhirat. Kehinaan, kegagalan, dan kemunduran mereka adalah
disebabkan meninggalkan jihad, begitu pula adzab di dunia dan di
akhirat. Mereka juga harus menyadari bahwa Allah (‘azza wa jalla) akan
menolong mujahidin; hal ini tidak diragukan lagi. Dan oleh karenanya,
tentara Daulah Islam berperang. Mereka berperang sebagai ketaatan kepada
Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya (subhanah). Mereka tidak akan
meninggalkan jihad selama-lamanya. Bahkan jika hanya seorang tentara
dari mereka yang tersisa, mereka tidak akan meninggalkan jihad
selama-lamanya, karena mereka menentang kehinaan dan ketidakadilan.
Mereka tidak akan meninggalkan jihad karena mereka tidak merasakan
kehormatan dan kemuliaan kecuali dengannya. Mereka tidak akan
meninggalkan jihad, karena sesungguhnya merekalah yang akan menang.
Mereka akan mendapat kemenangan walaupun hanya tersisa satu laki-laki
dari mereka. Merekalah yang mendapat kemenangan dan mereka di atas
keyakinan atas pertologan Allah kepada mereka. Maka bergembiralah wahai
umat Islam dan berharaplah kebaikan, karena putra-putra kalian dari
tentara Daulah Islam hari ini lebih berani, lebih kuat, dan lebih tabah
–dengan karunia Allah. Perang salib ini hanya meningkatkan keyakinan
mereka terhadap manhaj mereka, keteguhan di atas jalan mereka, dan
ketabahan untuk mencapai tujuan mereka. Segala puji hanya bagi Allah.
Dan walaupun perang salib ini adalah yang paling dahsyat dan sengit,
tetapi ini adalah yang paling gagal dan mengecewakan. Kita melihat
Amerika dan sekutunya tersandung antara ketakutan, kelemahan,
ketidakmampuan, dan kegagalan. Amerika, Eropa, Australia, Kanada,
pengikut dan budak mereka yang murtad dari kalangan pemerintah
negeri-negari kaum Muslimin merasa ketakutan akan Daulah Islam. Yahudi
juga ketakutan; mereka mengkhawatirkan ekonomi mereka. Mereka ketakutan
karena harta kaum Muslimin dan kekayaan alam kita, yang mereka rampas,
mereka hisap, mereka nikmati sendiri, dan dengannya mereka memerangi
kita melalui agen-agen mereka dari kalangan pemerintah pengkhianat di
negeri-negeri kaum Muslimin. Mereka takut akan keamanan mereka. Mereka
takut revolusi umat Muslim [terhadap penguasa tersebut]. Mereka takut
kekalahan mereka. Mereka takut kembalinya Khilafah dan kembalinya umat
Muslim untuk menjadi yang terdepan dan berkuasa.
Kita melihat semua ketakutan mereka dengan jelas dan dengan bukti.
Dan kita melihat kelemahan mereka. Karena ketakukan mereka, mereka tidak
mau memulai sebuah operasi militer sampai berkumpul bersama mereka
budak-budak dan anjing-anjing mereka dari kalangan penguasa di
negeri-negeri kaum Muslimin. Kelemahan mereka tidak terletak pada
kebutuhan mereka akan pesawat terbang dari budak-budak mereka, yang
tidak mereka berikan kecuali setelah melakukan layanan militer untuk
mereka. Yahudi dan Salibis tidak butuh dengan pilot-pilot banci dari
bala tentara penguasa teluk, tidak pula butuh kepada pesawat-pesawat
mereka, berita keikutsertaan mereka dalam perang salib hanyalah lelucon
media. Sebaliknya, kelemahan Salibis dan sekutunya terletak pada
kebutuhan mereka pada penyihir jahat dari kalangan ulama’ dan penguasa
thgahut di negeri-negeri kaum Muslimin, sehingga mereka menyihir mata
manusia dan menipu Muslim secara umum dengan fatwa-fatwa dari
orang-orang Yahudi dan disebarkan oleh Salibis, yang mengatakan bahwa
peperangan ini bukanlah peperangan salib dan orang-orang tersebut
(Daulah Islam) adalah khawarij dan orang-orang jahat, bukan mujahidin.
Mereka melakukan hal ini melalui penyihir-penyihir dan fatwa-fatwa itu
untuk mencegah kembalinya kaum Muslimin kepada Khilafah mereka dan
bersatunya mereka untuk menolong mujahidin. Inilah rahasia di balik
ketakukan Yahudi dan Salibis dan di dalamnya terdapat kelemahan mereka.
Maka, pahamilah hal ini baik-baik, wahai kaum Muslimin. Allah (ta’ala)
berfirman, “Sesungguhnya dalam hati mereka (orang-orang munafik),
kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena
mereka orang-orang yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu
dalam keadaan bersatu padu, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng
atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu
kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah. Yang
demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti” [Al-Hasyr: 13-14].
Amerika dan sekutunya ketakutan, lemah, dan tanpa kekuatan. Karena
ketakutan dan kelemahan mereka, orang-orang Yahudi berpartisipasi dalam
perang salib ini secara rahasia dan diam-diam. Mereka tidak memiliki
keberanian untuk mengumumkannya, karena ketakukan kepada kaum Muslimin.
Dan karena rasa takut sekutunya dan kelemahan mereka, mereka tidak mampu
mencegah kaum Muslimin dari Khilafah. Dan kerena ketakutan dan
kelemahan mereka, mereka tidak mampu mengirim pasukan darat untuk
memerangi mujahidin. Dan di antara ketakutan, kelemahan, dan
ketidakberdayaan ini, kita melihat mereka tersandung dengan kegagalan.
Yahudi dan Salibis –melalui wakil-wakil mereka- gagal dalam mencegah
berdirinya Khilafah, sehingga mereka dipaksa untuk berhadapan langsung.
Yahudi, Salibis, dan sekutu-sekutu mereka mengumpulkan semua “ulama’
istana” dan menggunakan semua corong, stasiun televisi, media mereka
dalam sebuah kampanye terbesar untuk memalsukan, mendistorsi, dan
memfitnah Daulah Islam, sehingga manusia akan menjauh darinya dan untuk
mengurangi para pendukung dan pengikutnya. Tetapi mereka tidak mampu
untuk melakukannya dan gagal. Inilah sekarang para penyokong Daulah
Islam dan pendukungnya serta tentaranya yang terus bertambah di tengah
meningkatnya keganasan kampanye media mereka [yang gagal].
Para pemimpin Yahudi, Salibis, orang-orang murtad, setan-setan, para
kepala, dan para senior mereka berkumpul. Mereka memikirkan, menghitung,
merencanakan, dan bersekongkol untuk memerangi Daulah Islam. Kemudian
mereka menghasilkan sebuah rencana yang gagal berupa membombardir
posisi, batalion, kendaraan, dan tentara Daulah Islam dengan tujuan
untuk mencegah kemajuan dan barisannya… Sebuah rencana yang diwujudkan
dengan mempersenjatai, merekrut, dan melatih tentara-tentara murtad, dan
juga berjuang untuk membentuk kembali sahawat untuk merebut kembali
kota-kota yang ditaklukkan Daulah Islam. Kegagalan rencana mereka
menjadi tampak dengan cepat, dengan keutamaan Allah. Dan tidak lama
lagi, Yahudi dan Salibis akan dipaksa untuk turun ke darat dan mengirim
pasukan darat mereka kepada kematian dan kehancuran, dengan izin Allah.
Bahkan, nyatanya hal ini sudah dimulai. Inilah Obama telah memerintahkan
pengiriman 1500 tentara tambahan dengan menyebut mereka sebagai
penasihat karena serangan udara Salibis dan bombardir yang terus menerus
–siang dan malam- terhadap posisi-posisi Daulah Islam tidak dapat
mencegah kemajuannya dan tidak pula melemahkan tekadnya. Dan agen-agen
Yahudi dan Salibis, budak-budak, pengekor, dan anjing-anjing mereka,
tidak mampu bertahan di hadapan Daulah Islam, dan mereka tidak akan
pernah mampu bertahan melawannya. Dan sesungguhnya Salibis akan
dikalahkan. Dengan izin Allah, mereka akan dikalahkan. Dan sesungguhnya
kaum Muslimin akan menang. Dengan izin Allah, mereka akan menang. Dan
barisan mujahidin akan terus melaju sampai mereka mencapai Roma, dengan
izin Allah. Oleh karena itu, yakinlah, wahai kaum Muslimin, dan
sampaikanlah kabar gembira. Yakinlah, bahwa rencana dan operasi militer
Salibis adalah suatu kegagalan. Yakinlah, dan jangan mempercayai
media-media mereka yang berdusta dan klaim mereka bahwa mereka membunuh
puluhan mujahidin setiap hari, menghancurkan markas dan kendaraan
mereka, dan apapun dari kebohongan-kebohongan mereka dan bualan-bulan
mereka. Yakinlah, wahai kaum Muslimin, bahwa Daulah kalian baik-baik
saja dan berada di kondisi terbaik. Barisannya tidak akan berhenti dan
akan terus melebar, dengan izin Allah, walaupun orang-orang kafir
membencinya.
Kabar gembira, wahai kaum Muslimin, bahwa kami memberi kalian kabar
baik berupa pengumuman ekspansi Daulah Islam ke negeri-negeri baru, ke
negeri al-Haramain dan Yaman… ke Mesir, Libya, dan Algeria. Kami
mengumumkan penerimaan bai’at dari saudara-saudara kami yang memberi
kami bai’at dari negeri-negeri tersebut, penghapusan jama’ah-jama’ah di
dalamnya, mengumumkan wilayah baru bagi Daulah Islam, dan pengangkatan
pemimpin untuk mereka. Kami juga mengumumkan penerimaan bai’at yang
diberikan oleh kelompok-kelompok dan individu di semua wilayah yang
disebutkan dan juga yang lainnya. Kami meminta setiap individu di antara
mereka untuk bergabung dengan wilayah terdekat dengannya, dan untuk
mendengar dan taat kepada pemimpin yang kami angkat baginya.
Maka wahai putra-putra al-Haramain… Wahai orang-orang bertauhid…
Wahai orang-orang pemilik wala’ dan bara’… Kepala ular dan benteng
penyakit ada di samping kalian. Oleh karena itu, angkatlah pedang kalian
dan hancurkanlah sarungnya. Ceraikanlah dunia, karena tidak akan ada
keamanan tidak pula istirahat bagi Al Salul dan tentaranya setelah hari
ini. Tidak ada tempat bagi kaum musyrikin di jazirah Muhammad
(shallallahu ‘alaihi wa sallam). Angkat pedang-pedang kalian. Urusilah
rafidhah terlebih dahulu, di manapun kalian menemukan mereka, kemudian
Al Salul dan bala tentaranya sebelum Salibis dan basis mereka. Hukumlah
rafidhah, Al Salul, dan tentara-tentara mereka. Potonglah tangan-tangan
dan kaki-kaki mereka. Tangkap mereka secara berkelompok maupun individu.
Kacaukanlah hidup mereka dan buatlah mereka sibuk dengan diri mereka
sendiri daripada kita. Sabarlah dan jangan tergesa-gesa. Tidak lama lagi
–in sya’a Alllah- barisan terdepan Daulah Islam akan mencapai kalian.
Dan wahai tentara-tentara Yaman… Wahai orang-orang pemilik dukungan
dan pertolongan… Wahai orang-orang pemilik kebijaksanaan dan keimanan…
Bersikap keraslah kepada Houthi rafidhah, karena mereka adalah
orang-orang kafir lagi murtad. Perangilah mereka dan kalahkan mereka.
Yakinlah bahwa keadaan akan menguntungkan kalian atas mereka, karena
rafidhah adalah bangsa yang ditinggalkan. Jika mereka bertemu muwahhidin
dan memerangi mereka, keburukan mereka tidak akan hilang. Karenanya,
mintalah pertolongan dari Allah, karena kalian dapat mengatasi mereka,
in sya’a Allah. Kalahlah kesyirikan mereka dengan tauhid kalian, dan
Allah akan menghancurkan kekuatan mereka. Allah akan memindahkan harta
dan senjata mereka kepada kalian. Kalian akan merebutnya dari
tangan-tangan mereka sebagai ghanimah yang dengannya kalian akan
menolong agama Allah dan in sya’a Allah akan terus menjadi orang-orang
pemilik pertolongan.
Dan wahai putra-putra aqidah di Sinai yang tercinta, selamat atas
kalian dan bergembiralah. Selamat atas kalian, wahai laki-laki. Selamat
atas kalian atas karena kalian telah melaksana-kan kewajiban jihad
melawan thaghut-thaghut Mesir. Selamat atas kalian karena telah menolong
Baitul Maqdis. Selamat atas kalian karena kalian telah menakut-nakuti
Yahudi. Apa yang bisa kami katakan kepada kalian, sedangkan kalian telah
memecahkan sarung pedang kalian, membakar kapal-kapa kalian, dan
berjalan dengan susah payah di tengah padang pasir, sedangkan kalian
sabar menghadapi kepahitan dan menggenggam bara api. Bersabarlah dan
bergembiralah, maka Allah akan menolong kalian.
Dan wahai singa-singa tauhid di Libya, Aljazair , Tunisia, dan
Morocco… Wahai pahlawan jihad… Wahai anak cucu Musa, ‘Uqbah, Tariq, dan
Ibnu Tashifin… tiada kebaikan pada kalian jika kalian menyerahkan negeri
kalian kepada putra-putra sekuler sedangkan kalian memiliki mata yang
mampu berkedip (hidup, pent.). Tiada kebaikan pada kalian jika mereka
hidup aman dan senang sementara kalian memiliki nadi yang berdenyut.
Tiada kebaikan pada kalian jika kalian cenderung kepada dunia dan padang
pasir dan berbalik ke belakang. Tidak, bahkan kalian diciptakan untuk
kebaikan dan kebaikan diciptakan untuk kalian. Kalian adalah bahan bakar
dan penolong setiap medang jihad, dan di antara pemimpin-pemimpinnya.
Kami memohon kepada Allah untuk memuliakan kalian, merahmati kalian dan
mengaruniakan kepada kalian kemenangan.
Wahai tentara Daulah Islam, lanjutkanlah memanen bala tentara.
Ledakkan gunung api jihad di setiap tempat. Terangilah bumi dengan api
yang membakar semua thaghut, bala tentaranya, dan pendukungnya.
Lanjutkanlah di jalanmu, karena kalianlah yang kuat dengan izin Allah.
Lanjutkanlah, karena kalianlah yang mulia. Lanjutkanlah, karena
kalianlah yang unggul. Lanjutkanlah, karena kalianlah pemenang –in sya’a
Allah.
Yaa Allah, tiada sesembahan (yang berhak disembah) selain Engkau, yaa
Al Mannan (Maha Pemberi nikmat)… Pencipta langit dan bumi… Pemilik
Keagungan dan Kemuliaan… Sesungguhnya kami berperang di jalanmu, takut
akan murka-Mu dan mencari ampunan-Mu. Kami tidak keluar dengan sombong,
tidak pula tinggi hati, tidak pula riya’ dan tidak pula sum’ah. Yaa
Allah, semua tentara kekafiran dari kalangan Yahudi, Salibis, atheis,
dan orang-orang murtad telah berkumpul memusuhi kami. Mereka melakukan
itu sebagai permusuhan terhadap agama-Mu, ingin memadamkan cahaya-Mu.
Yaa Allah, kami tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dari-Mu. Maka,
yaa Allah, tolonglah tentara-tentara-Mu dan berikanlah kemenangan kepada
agama-Mu. Ya Allah, hukumlah Amerika dan sekutunya. Yaa Allah,
kuatkanlah ikatan-Mu pada mereka, tolonglah kami atas mereka dengan
tujuh tahun sebagaimana Yusuf. Kalahkan mereka dengan kekalahan terburuk
yang pernah mereka alami. Pecah belah barisan mereka, koyak tubuh
mereka, hancurkan mereka seluruhnya, dan jadikanlah kami menyerbu mereka
dan bukan mereka menyerbu kami. Tiada sesembahan (yang berhak disembah)
selain Engkau. Maha Suci Engkau. Kami memohon ampunan dan bertaubah
kepada-Mu. Dan segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.
----------------------------------------
Download Audio:
Download Transkip Bahasa Arab:
Download Transkip Bahasa Inggris:
Download Transkip Bahasa Rusia:
Download Transkip Bahasa Indonesia:
Alih Bahasa Indonesia: Tim Shoutussalam Islamic Media
Sumber: http://manbar.me/kalimah
[singa/shoutussalam]
Tweet
