SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Sirah
»
Umar bin Khattab Di Mata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma
Umar bin Khattab Di Mata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma
Posted by Anti Thoghut on Rabu, 03 April 2013 |
Sirah
Tentunya kita ingin sekali mengetahui
bagaimana sebenarnya pandangan Imam Ali bin Abi Thalib terhadap Umar bin
Khattab radhiyallahu ‘anhuma, di tengah deras-nya fitnah kaum rafidhah
nawashib yang selalu menggambarkan bahwa Umar adalah musuh Ahlul Bait,
Umar dituduh membakar rumah Ahlul Bait, Umar menyakiti Fathimah hingga
janin-nya keguguran, Umar bersama Abu Bakar telah merampas hak
kekhalifahan ahlul bait dan lain-lain.
Ada satu riwayat yang shahih yang cukup
untuk menjadikan mereka, yaitu orang-orang rafidhah yang sok berpegang
pada hadits-hadits sunni menggigit jari mereka, satu riwayat yang
singkat tetapi lebih dari cukup untuk mengetahui penilaian Imam Ali
terhadap Umar bin Khattab. Permasalahannya adalah apakah orang-orang
yang sok berpegang kepada hadits-hadits Sunni ini mau mengakui hal ini
dan mengikuti Imam yang mereka mengaku mencintai dan mengikutinya? Atau
kah cinta mereka terhadap Ahlul Bait adalah palsu dan merekalah
sebenarnya yang pantas disebut Nashibi?
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا
عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي
مُلَيْكَةَ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ وُضِعَ عُمَرُ عَلَى
سَرِيرِهِ فَتَكَنَّفَهُ النَّاسُ يَدْعُونَ وَيُصَلُّونَ قَبْلَ أَنْ
يُرْفَعَ وَأَنَا فِيهِمْ فَلَمْ يَرُعْنِي إِلَّا رَجُلٌ آخِذٌ مَنْكِبِي
فَإِذَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ فَتَرَحَّمَ عَلَى عُمَرَ وَقَالَ مَا
خَلَّفْتَ أَحَدًا أَحَبَّ إِلَيَّ أَنْ أَلْقَى اللَّهَ بِمِثْلِ عَمَلِهِ
مِنْكَ وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَظُنُّ أَنْ يَجْعَلَكَ اللَّهُ
مَعَ صَاحِبَيْكَ وَحَسِبْتُ إِنِّي كُنْتُ كَثِيرًا أَسْمَعُ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَهَبْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ
وَعُمَرُ وَدَخَلْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَخَرَجْتُ أَنَا
وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ
Bukhari : 180/3409. Telah bercerita kepada
kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah bercerita
kepada kami ‘Umar bin Sa’id dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa dia mendengar
Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Setelah jasad ‘Umar diletakkan
di atas tempat tidurnya, orang-orang datang berkumpul lalu mendo’akan
dan menshalatinya sebelum diusung. Saat itu aku ada bersama orang
banyak, dan tidaklah aku terkaget melainkan setelah ada orang yang
meletakkan siku lengannya pada bahuku, yang ternyata dia adalah ‘Ali bin
Abu Thalib. Kemudian dia memohonkan rahmat bagi ‘Umar dan berkata; Sama
sekali tidak engkau tinggalkan seorangpun yang lebih aku sukai agar
Allah berikan pembalasan sesuai keistimewaan amalnya daripadamu. Dan
demi Allah, sungguh aku yakin sekali bahwa Allah akan menjadikan kamu
bersama kedua sahabatmu (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakr)
dikarenakan aku sering kali mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: Aku berangkat (bepergian) bersama Abu Bakr dan ‘Umar. Aku
masuk bersama Abu Bakr dan ‘Umar. Aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar.
Beberapa faidah dari hadits di atas:
- Kesaksian Ibnu Abbas mengenai penghormatan Ali terhadap Umar
- Do’a Ali untuk Umar
- Menurut Ali, Umar memiliki keistimewaan amalan dimana orang yang ditinggalkannya tidak ada yang menyamainya
- Keyakinan Ali bahwa Allah akan menjadikan Umar bersama dengan kedua sahabat-nya yaitu Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dan Abu Bakar Ash Shiddiq, dan kenyataannya Umar kemudian dimakamkan bersebelahan dengan makam Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dan Abu Bakar.
- Kesaksian Ali akan kedekatan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dengan Abu Bakar dan Umar di saat mereka masih hidup.
Wassalam.
Tweet
