SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Budaya Kafir
»
Pacaran Budaya Kafir, Janganlah kau Melakukannya
Pacaran Budaya Kafir, Janganlah kau Melakukannya
Posted by Anti Thoghut on Senin, 25 Juni 2012 |
Budaya Kafir
“Penyimpangan Pola Pergaulan Pada Remaja
Islam“ Sebagai salah satu tugas dalam mengembangkan Syi’ar Islam
dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah yang merujuk kepada Metodelogi Pemahaman
para Shahabat Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam.
Saya berharap supaya Remaja Islam jangan salah dalam
pergaulan sebab lebih baik bergaul kepada para Ulama yang selalu menegakkan
Kalimat Alloh di muka Bumi. Karena pada era globalisasi ini, kita dikalahkan
oleh musuh-musuh Islam (Kaum Kafir), yang mana telah masuk ke berbagai pelosok
Negara terutama Indonesia dengan membawa virus kepada umat Islam diantaranya:
free sex, narkoba, dan sebagainya yang merusak moral dan aqidah umat Islam.
Karena itu semua kita saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS.
Al-‘Ashr: 3). Dan marilah saya menghimbau untuk merenungkan ayat
Al-Qur’an berikut ini:
“Dan serulah manusia ke jalan Tuhanmu
dengan hikmah dan pelajaran yang baik, serta bantahlah dengan cara yang terbaik
pula “. (QS. An-Nahl: 125).
Dan Alloh berfirman pula,
“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan taqwa, dam jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran “. (QS. Al-Maidah :2).
Berbicara tentang cinta memang tidak akan ada
habisnya. Dengan cinta-Nya Alloh menciptakan manusia dan melimpahkan
Rahmat-Nya. Dengan cinta pula ayah dan ibu melahirkan generasi penerus untuk
kelangsungan hidup manusia. Sayangnya dalam realitas kehidupan hanya sedikit
orang yang menyadari dan memahami peringkat-peringkat cinta. Ada orang yang
sangat cinta kepada harta, ada pula orang yang sampai jatuh bangun memuja kasih
pujaannya. Padahal dalam Islam jelas telah diatur peringkat-peringkat cinta
itu, sebagaimana yang terdapat dalam Surat At-Taubah
Hal yang lazim terjadi sekarang, Alloh hanya
didekati bila ia butuh pertolongan. Ketika ia sedang di atas angin maka dengan
segera pula Alloh disingkirkan. Firman Alloh pula lihatlah (QS. Yunus: 12).
Para Remaja, cinta lebih kerap dikonotasikan sebagai cinta antar lawan jenis.
Sedemikian membudayanya cinta dengan lawan jenis (Ikhtilat) ini sehingga
kemudian dikenal istilah pacaran (budaya kafir). Sebenarnya normal apabila ada
rasa suka antara wanita dan pria. Hal ini merupakan fitrah, sesuai dengan
firman Alloh Azza wa Jalla dalam QS. Ar-Rum: 21
“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah Dia menciptakan untukmu istri-istrimu dari jenismu sendiri supaya kamu
merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir “.
APA ITU PACARAN?.
Pacaran adalah salah satu cara terpopuler untuk
mencari pasangan hidup dewasa ini. cara ini muncul di Negara-negara Barat,
kemudian diperkenalkan ke berbagai penjuru dunia melalui bacaan, film, novel,
majalah, radio, internet, dll sehingga mewabah ke seluruh dunia, termasuk
Negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. Seseorang bisa berpacaran
dengan lawan jenisnya tentu melalui berbagai tahapan. Al-Imam Ibnul Qayyim
Al-Jauziah Rahimahulloh Ta’ala merumuskan tiga faktor yang menyebabkan
gejolak cinta yaitu:
- · Sifat-sifat yang dimiliki sesorang yang membuat ia mencintai kekasihnya.
- · Perhatian sang kekasih terhadap sifat-sifat tersebut.
- · Pertautan antar seorang dengan kekasihnya.
Dengan tercapainya pertautan, maka gejolak akan
melemah. Sedangkan Murstein menemukan bahwa pacaran terdiri dari tiga tahap
yakni:
- · Tahap Stimulus (Pertama), yaitu mulai dari pertemuan dan saling tertarik.
- · Tahap Nilai, yaitu masing-masing mulai membandingkan dan bereksplorasi (menampilkan) tentang nilai-nilai yang dianut. Bila terdapat kesamaan, maka biasanya hubungan akan makin berlanjut.
- · Tahap Peran, yaitu dengan saling berjanji, memecahkan masalah bersama-sama, dst.
Ada beberapa alasan yng dikemukakan oleh remaja
untuk berpacaran yakni:
- · Sekedar hura-hura/rekreasi.
- · Tekanan/kritik sosial, karena tidak punya pacar dianggap aneh dan tidak normal.
- · Faktor penting dalam mencari pasangan.
- · Mekanisme (Pelajaran), Sosialisasi (Berhubungan) Seksual.
Namun pacaran tidak dapat menjamin apakah sudah
mendapat pasangan yang benar-benar sesuai. Begitupun lama tidak berpacaran.
Dalam penelitian lain disimpulkan bahwa pacaran sebentar atau bertahun-tahun
punya dampak kegagalan dalam perkawinan.
DAMPAK PACARAN.
Pacaran termasuk dalam pengumbaran nafsu syahwat
yang tidak dirahmati Alloh, karena perasaan hati/cinta itu menyatu di luar
perkawinan. Hal ini karena rata-rata orang berpacaran akan menemukan kecocokan
bila terdapat hal-hal berikut:
- · Senang bila dapat berduaan, tidak dapat/tahan untuk berpisah dalam waktu pendek.
- · Merasa cocok satu sama lain, memecahkan masalah bersama.
- · Berusaha untuk memenuhi/menuruti kemauan kekasih dalam rangka mempertahankan hubungan.
Seorang pakar Psikologi UI, Prof. Dr. Singgih
Gunarsa, Psi mengatakan bahwa:
"Rata-rata pelaku pacaran masih tergolong
usia muda, sehingga mereka kadang-kadang belum dapat mempertimbangkan dengan
baik sifat dan pacaran dalam batas-batas kesopanan, terutama soal kedisiplinan
diri dalam waktu ibadah, belajar, bekerja dan rekreasi. Prestasi belajar
menurun. Belajar seringkali dijadikan alasan untuk pacaran karena mereka
menikmati suasana berduaan “.
Dalam buku “ Pendidikan Seks Dalam Islam “ yang
dikarang DR. Abdullah Ulwan, beliau mengungkapkan kejahatn seks yang menimpa
Rusia dan Amerika. Di Rusia, Presiden Chruschor tahun 1962 berkata, Masa depan
Rusia dalam bahaya karena pemuda-pemudinya bodoh, tidak terarah dan hanyut akan
seks. Dilain pihak, Presiden USA juga mengatakan khawatir akan masa depan
Amerika. Di antara 7 pemuda yang mendaftarkan diri menjadi tentara, 6
diantaranya tidak layak. Keasyikan mereka dengan syahwat telah merusak fisik
dan jiwa mereka.
Dan memang pada kenyataannya sekarang sederet
bukti-bukti kejahatan seksual sudah tampak di Negara-negara barat terutama
Amerika. Pemerkosaan terjadi tiap detik dan calon pemerkosanya 86% adalah
orang-orang yang telah di kenal termasuk Ayah, Abang, Paman, Tetangga, maupun
Pacar. Hal ini menyebabkan wanita AS tidak lagi merasa aman tinggal di rumah.
Sekarang juga marak apa yang dinamakan pelecehan seksual (Seksual Harassement),
mulai dari siulan, ejekan, sampai mengajak tidur. Bukan hanya pelecehan pria
terhadap wanita, tapi pelecehan wanita pada pria sudah umum di Barat. Apa saja
yang dilakukan selama pacaran?, Data-data yang disusun oleh Dr. Sarlito Wirawan
Sarwono terhadap 417 responden terhadap remaja Jakarta ini membuat kita merinding:
Tindakan Jumlah %
1). Berkunjung/dikunjungi di rumah pacar. 186
64,6
2). Saling mengunjungi. 124 43,1
3). Berjalan berduaan. 164 57
4). Berpegang tangan. 157 54,5
5). Mencium pipi. 136 47,2
6). Mencium bibir. 119 41,3
7). Memegang buah dada. 51 17,7
8). Memegang alat kelamin dibalik baju 35 12,1
9). Memegang kelamin diatas baju. 29 10,1
10). Senggama. 17 5,9
11). Tidak menjawab. 18 6,3
Dari mereka yang bersenggama, ternyata 80%
dilaksanakan di rumah, 11% di hotel, 4,9% ditaman, 2,8% di sekolah, dan sisanya
di mobil atau ditempat yang kurang jelas, maka tidak mengherankan bila Klinik
Raden Saleh menerima 15 permintaan aborsi tiap pekannya. Dampak lain yang lebih
jauh pacaran adalh munculnya sikap free seks dan free love. Yang terlahir
inilah yang menjadi pemicu munculnya AIDS.
BAGAIMANA ISLAM MENYINGKAPI PACARAN.
Islam mengambil jalan tengah dalam segala hal,
tidak mempersulit tapi tidak mempermudah. Islam bukan Dien (agama) yang
mengharamkan segala bentuk hubungan antara pria (ikhwan) dan wanita (akhwat),
tapi juga tidak membuka pergaulan bebas antara pria dan wanita. Dasar
diperbolehkannya pergaulan antara pria dan wanita ini terdapat dalam QS. 49: 13
“Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian
dari laki-laki dan wanita dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kalian saling mengenal “
Tujuan utama dari pergaulan
dalam Islam ialah untuk meningkatkan nilai-nilai takwa dan kebajikan,
sebagaimana yang tercantum dalam QS. Al-Maidah:2.
Islam yang berorientasi (berpedoman/menilai) pada
pendekatan presentatif (yang baik) dari kuratif (yang jelek/buruk), telah sejak
dini mengantisipasi dan mengatur hubungan antara lelaki dan wanita agar tidak
terjadi berbagai macam kejahatan seksual yang melemparkan manusia dalam jurang
kehinaan. Maka Islam tidak mengenal istilah PACARAN?, sebab dalam pacaran
biasanya terdiri dari hal-hal yang dimurkai/dilaknat oleh Syari’at Islam dan
petujuk Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti:
1). Berkhayal/Zina Hati.
Ingatan yang terus menerus, rasa rindu, dsb:
menyebabkan pikiran dan perasaan disibukkan dengan urusan pacar (duniawi)
akibatnya lupa untuk berdzikir pada Alloh Azza wa Jalla Rabb semesta
alam.
Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “Telah tertulis
atas anak Adan nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tidak dapat
tidak. Zina dua mata adalah melihat, zina dua tangan adalah menyentuh, zina dua
kaki adalah berjalan, zinanya hati adalah menginginkan dan berangan-angan dan
kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakan “. (HR. Muslim dari Abu
Hurairah dengan Sanad Shahih).
2). Memandang dengan bersyahwat.
“Hai Ali, janganlah sampai pandangan yang
pertama di ikuti pandangan lagi. Sesungguhnya buatmu pertama, bukan yang kedua,
dan dosa atas yang kedua “. (HR. Abu dawud dengan Sanad Hasan Shahih).
Islam menyuruh umatnya untuk menundukkan pandangan (godhul Bashor), karena
berawal dari pandangan itulah biasanya ketertarikan muncul. Lihat QS. An-Nuur:
30-31.
3). Pembicaraan yang manja/dibuat-buat untuk
merayu.
Firman Alloh Azza wa Jalla:
“Jangan
kalian rendahkan (merdukan) dalam berbicara, sebab akan tergoda orang-orang
yang didalam hatinya ada penyakit dan ucapkanlah kata-kata yang baik (biasa) “.
(QS. Al-Ahzab: 32).
Kalaupun kesannya diam, tapi mengatur gerakan
anggota tubuh, sehingga membuat orang terpesona juga dilarang, yaitu dalam QS.
An-Nuur: 30-31.
“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara pandangannya yang demikian itu ialah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya
Alloh Azza wa Jalla Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (30) “. “
Janganlah hentakan kaki-kaki mereka (dengan maksud) agar supaya diketahui
apa-apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka (31) ”.
4). Bersentuhan
Menyentuh lawan jenis dengan sengaja dalam
keadaan tidak darurat hukumnya haram.
Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa
Sallam bersabda: “ Sungguh, kepala salah seorang diantara kamu ditikam
dengan jarum besi lebih baginya daripada ia menyentuh seorang perempuan yang
tidak halal baginya “. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi dengan Sanad Hasan
Shahih).
5). Memakai Parfum/Wangi-wangian. Hukumnya
haram kecuali kepada Suami dan Mahramnya.
Parfum merupakan sarana yang paling halus dalam
menyebarkan maksiat. Bentuk tubuh atau kecantikan bisa disembunyikan namun dengan
berparfum semerbak orang yang disekatnya dapat merasakan dan berkhayal jauh.
Maka Syari’at Islam melarang penggunaan parfum yang tidak pada tempatnya. Di
ambil dari Fatwa Al-Imam Al-Allamah Syaikhuna Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahulloh.
Rasululloh Muhammad ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam
bersabda: “ Siapapun wanita yang memakai parfum/wangi-wangian melewati
sekumpulan laki-laki maka wanita itu adalah wanita yang sudah berzina (tuna
susila/PSK). (HR. An-Nasa’i, Abu dawud, Tirmidzi dengan Sanad Jayyid).
6). Khalwat
Khalwat ialah menyendiri atau bersepi-sepi dengan
lawan yang bukan mahram.
Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam
bersabda: “ Janganlah seorang laki-laki dan seorang perempuan bersepi-sepi,
sebab Syaithan Laknatulloh’ Alaik menemaninya “. Dan janganlah seorang diantra
kami bersepi-sepi dengan seorang perempuan kecuali dengan disertai mahramnya “.
(HR. Muthafaqun’ Alaih yakni Imam Bukhari & Imam Muslim dengan Sanad
Shahih).
7). Ikhtilat (Campur baur antara Pria (Ikhwan)
dan Wanita (Akhwat)).
Fatwa Lajnah Ad-Da’imah, Kerajaan Saudi Arabia
(KSA) dan Fatwa Al-Imam Al-Allamah Syaikhuna Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh
berpendapat bahwa Ikhtilat yaitu bercampur baurnya laki-laki dan perempuan
dalam satu tempat yang memungkinkan saling satu sama lainnya. Serta menurut
Ulama Salaf orang yang belum menikah dianjurkan (wajib) untuk bershaum (puasa)
kalau melanggar dari norma-norma ajaran agama Islam maka haruslah didera 100
kali lalu diarak serta ditonton keliling kota/desa serta dilempar oleh batu
hingga meninggal.
8). Memperlihatkan Aurat.
Wanita diawajibkan menutup auratnya sesuai dengan
QS. An-Nuur: 30-31
“Dan hendaklah menutupkan kain ke
dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka…”.
9). Berhias/Tabaruj
Menurut Al-Allamah Syaikh Zamakhsyari Rahimahulloh,
Tabaruj ialah memperlihatkan sesuatu yang seharusnya disembunyikan. Bisa
berupa gerakan, cara bicara, berdandan, dll.
Firman Alloh Azza wa Jalla:
“…Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang
jahiliah dulu…”. (QS. Al-Adzhab: 33)
10). Homo Seks/Liwath.
Firman Alloh Azza wa Jalla:
“Dan
orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka,
maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tercela. Barangsiapa mencari di balik
itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas “. (QS.
Al-Mu’minun: 5-7).
11). Onani/Istimta’
Yaitu mencapai kepuasan seksual dengan
menggunakan tangan. Jadi ini termasuk zina tangan. Supaya tidak melakukan
Rasululloh mengingatkan dengan sebuah hadist yang artinya: “Wahai sekalian
pemuda, barangsiapa yang sudah mempunyai bekal untuk kawin maka kawinlah sebab
itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan dan barangsiapa yang belum
mampu maka berpuasalah itu sebagai pelindung baginya “. (HR. Imam Bukhari
& Imam Muslim).
12). Zina/hubungan Seks.
Puncak petaka dari pacaran ialah adanya hubungan
seks diluar nikah. Islam sejak dini telah melarangnya, bahkan untuk
mendekatinya saja sudah dilarang.
Alloh berfirman:
“Dan janganlah kamu
mendekati zina, sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu
jalan yang buruk “. (QS. Al-Isra’: 32).
Hukuman bagi sang pezina dalam
Al-Qur’an sangat berat, yaitu didera seratus kali bagi yang belum menikah atau
di rajam sampai mati bagi yang sudah menikah.
13). Tasyabuh (mengikuti budaya orang Kafir).
Rasululloh Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’
Alaihi Wa Sallam bersabda: “ barangsiapa yang mengikuti suatu kaum,
maka ia termasuk golongannya “. (HR. Imam Muslim dengan sanad Shahih).
Jadi intinya pacaran dalam kacamata Islam itu hukumnya haram dan melanggar
norma-norma hukum Islam menurut metodelogi pemahaman Rasululloh dan para Ulama
Salaf maupun Khalaf, yang sebagaimana mereka menerangkan bahwa pacaran itu
bertasyabuh (mengikuti orang kafir-red) baik dalam berpakaian, tingkah laku
serta bercampur baur antara laki-laki dan perempuan. Intinya lebih baik pemuda
dan pemudi tersebut menikah dari pada berpacaran yang mana membawa kepada Laknat
Alloh dan menjerumuskan kedalam jurang Neraka yang dhasyat.
Sebagaimana dalam pernikahan itu dapat mengikuti
Sunnah para Nabi dan Rasul serta Shahabatnya yang mulia. Dan hendaklah kita
mulai sejak dini menjauhi mode orang kafir seperti: TV (Asalkan dipake untuk
sarana Dakwah & Informasi Keislaman-red), Radio (Asalkan dipake untuk
sarana Dakwah & Informasi Keislaman-red), Pakaian (Fashion) mode Kafir,
Musik, dll. Tapi seharusnya wahai para pemuda dan pemudi banggaan umat Islam
marilah engkau pelajari Ilmu Islam dengan benar dan mengikut kajian/taklim
bernuansa Islam yang di dalamnya mengajak kita untuk memahami aspek-aspek agama
Islam yang lurus agar membawa umat Islam untuk mendapatkan Negara dan Bangsa
yang Baldathun Thoyibathun Warrabun Ghofur bila pemuda dan pemudinya kembali
kepada jalan yang lurus (Syirothol Musthaqiem) yang diridhoi oleh Alloh Tabarokta
wa Ta’ala Rabb semesta alam. Amien….
14). Khotimah (Penjelasan).
Pacaran berbagai bentuk pergaulan lawan jenis
yang campur baur adalah budaya barat (kafir) dan tidak dikenal dalam Al-Islam.
Dien (Agama) kita yang sempurna (dibanding agama lainnya-red) telah mengatur
dengan jelas dan gamblang (gampang tidak sulit) tentang rambu-rambu pergaulan
dengan lawan jenis, untuk mencegah berbagai kekejian (zina, perkosaan,
homoseks, lesbian, dan pelecehan seksual). Dalam memilih pasangan hidup marilah
kita senantiasa berkhusnudzon pada Alloh Tabarokta wa Ta’ala Rabb
semesta alam.
Bahwa Alloh akan memberikan pasangan yang baik
apabila kita juga harus berusaha memperbaiki diri. Alloh Tabarokta wa
Ta’ala berfirman:
“ Wanita yang keji ialah untuk laki-laki yang keji
dan laki-laki yang keji ialah hanya untuk wanita yang keji (pula) dan wanita
yang baik ialah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita
yang baik mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan bagi mereka,
itulah ampunan dan rejeki yang mulia (baik)”. (QS. An-Nuur’: 26).
Maka
langkah yang pertama dan utama yang harus kita kerjkan sekarang ialah Ibda’
binafsika (mulailah dari dirimu sendiri) bukannya sibuk menengok kanan-kiri
mencar pasangan (pacar).
Akhirnya, semoga kita sebagai remaja Islam
senantiasa mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh menurut metodelogi
pemahaman para Shahabat Rasululloh Muhammad Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam
yang berpedoaman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih agar kita selalu
benar dalam menjalankan syari’at Islam sehingga mendapat Ridha dan ampunan dari
Alloh Azza wa Jalla Rabb semesta alam. Amien Ya Mujibas Saliem.
Barakallohu’ Fiik, Semoga tulisan ini bermanfaat.
Wa’akhiru Dakwathuna. Subhanakallohumma’ Wabihamdikaa’ Ashadu’alaa ‘illaa
Anta Astaqfiruka Wa’athubuhu ‘Ilaika. Nun Wal Qolami Wamaa’ Yasthurun,
Walhamdulillahirobbil Alamien. Wallohu’ Ta’ala A’lam bish Showab.
Salam Taqdim, Saudaramu,
Abu Hanifah Muhammad Faishal Al Bantani Al-Jawy
Tweet
