Headlines News :
Home » » Kritik Pancasila

Kritik Pancasila

Written By Rachmat Moslem Al-Muwahheed on Senin, 30 April 2012 | 03.39


Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Ia dianggap sumber dari segala sumber hukum. Ia sebagai dasar Negara telah dianggap harga mati, dan tak berhak seorang pun untuk menggantinya. Disini saya sebagai orang yang terusik dengan di-tuhan-kan Pancasila, mencoba menuaikan kritik yang mungkin dianggap pedas oleh sebagian orang. Namun saya mengajak kita semua merenungi lagi tentang semua "doktrin" yang telah mengkristal di dalam otak kita ini.

Sumber Nilai Pancasila

Pancasila dianggap sebagai nilai dari bangsa Indonesia. Nilai Pancasila diantaranya Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Baiklah kita akan membahas kejanggalan dalam sumber nilai Pancasila ini satu-persatu.

A. Pancasila Bersumber Dari Nilai Luhur Rakyat Indonesia (???)
Pancasila dinangap nilai luhur dari bangsa Indonesia? Bagaimana mungkin. Jika adanya kata Indonesia itu saja hanya beberapa tahun sebelum merdeka. Sebelumnya yang ada hanyalah kerajaan-kerajaan kecil dan tak ada satupun yang bernama Indonesia. Kalau Pencasila disebut bersumber dari bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala, nilai dari kerajaan manakah yang diambil?? Ini tidak masuk akal.

B. Nilai Ketuhanan adalah Nilai Luhur Bangsa (???)
Orang yang tak pernah terdoktrin dengan Pancasila akan tertawa jika melihat judul diatas. Sejak kapan Indonesia kenal Tuhan? Sejak zaman dahulu kala? Oh tidak. Bangsa Indonesia hanya mengenal Tuhan setelah Islam masuk. Sebelumnya? Persis seperti zaman jahiliah, menyembah apa yang bisa disembah. Setiap tempat diyakini memiliki dewa yang berbeda, lalu setiap tugas di lakukan oleh dewa yang berbeda, penunggu pohon bahkan nenek moyang mereka sendiri mereka sembah. Dimanakah letak nilai ketuhanan yang bersumber dari “zaman dahulu kala”???

C. Nilai Kemanusiaan ada sejak dulu kala (???)
Bohong jika nilai kemanusiaan telah ada sejak zaman dahulu kala. Masa lalu seluruh kerajaan yang ada di nusantara ini sangatlah kelam, manusia diperlakukan tidak manusiawi. Ada perbedaan kasta yang telah menjadi system kerajaan, peperangan yang hanya karna wanita, saling berebut wilayah kekuasaan hanya karna ambisi perut, dan banyak kekejian lainnya. Dimanakah letak nilai kemanusian yang diambil dari zaman dahulu kala?? Kemanusiaan hanya ada ketika Islam datang mengajarkan tak ada lagi kasta. Inilah sumber dari nilai kemanusiaan yang sebenarnya!

D. Persatuan (???)
Saya rasa hanya orang bodoh yang menganggap bahwa nilai persatuan sudah ada di zaman batu. Sayangnya tentu saja mereka tak mau disebut bodoh, karena mereka adalah sarjana-sarjana bahkan professor! Tapi setelah kita tahu betapa bercerai-berainya Nusantara, jangankan bersatu, beradamai saja tak mau. Jadi dari mana asal doktrin “nilai persatuan berasal dari bangsa Indonesia sejak zaman batu” ! nilai Persatuan hanya ada didalam system Nasionalis yang dibawa Soekarno dengan maksud persatuan yang berorientasi pada satu Negara.

E. Kerakyatan oh No…!
Bagaimana bisa nilai kerakyatan yang merupakan nilai sosialisme dianggap menjadi nilai bangsa Indoenesia sejak dahulu kala??? Jika yang dikenal oleh bangsa Nusantara (belum disebut Indonesia karna waktu itu belum ada) hanya system kerajaan bukan kerakyatan. Kerakyatan adalah idenya Soekarno yang ingin mengelabuhi warga Nusantara ini sehingga bisa membuat warga Nusantara mengakuinya.

F. Keadilan hmm… (???????????)
Adil ?? oh tidak. Bagaimana mungkin system kasta, system kerajaan, bisa disebut sumber nilai keadilan. Gak masuk diakal lah…

Jadi?
  1. Pancasila TIDAK bersumber dari nilai-nilai bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala
  2. Nilai-nilai Pancasila mengandung nilai campur-aduk antara Islam dan Komunisme yang merupakan wujud ide Soekarno
Kalau begitu, bagaimana pula dengan Pancasila dalam bentuk bakunya???

Bentuk baku pancasila mungkin masih kita hapal sampai sekarang, bagaimana mungkin lupa, jika setiap hari senin kita mengucapkan rame-rame di lapangan, di kelas jika tidak hapal akan disuruh berdiri di pojok sampai pelajaran selesai??? Meskipun tetap saya hapal. Namun posisi Pancasila dalam otakku sekarang tak lebih dari Ideologi ‘kacangan’.

Bentuk baku ini “Ketuhanan Yang Maha Esa” jelas bukan bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala. Tuhan yang esa hanya dikenal dalam Islam. Agama lain menuhankan banyak Tuhan, termasuk Kristen sekalipun yang menigakan tuhan. Mengesakan Tuhan disini pun hanyalah omong kosong, buktinya sampai sekarang Indonesia tidak menuhankan Allah sebagai Tuhan yang esa. Negara hanya menuhankan Allah didalam masjid-masjid, diluar masjid Tuhan tak punya tempat. Aturan yang diterapkan di Negri ini semuanya tidak bersumber dari hukum Allah kecuali hukum pribadi saja. Ya Negara menganggap Tuhan hanya berhak mengatur secara pribadi saja, dalam aturan hukum, social, politik, hm… nanti dulu…

Sepertinya tafsiran dari ketuhanan yang maha Esa ini adalah yang penting punya tuhan. Mau nyembah kambing pun Negara harus melindungi, begitulah pendapat para pancasialis. Kalau begitu kenapa gak diganti saja, ketuhanan terserah kamu, biar semua tahu Negara ini kufur, Kafir!!!!

Bagaimana dengan “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, “Persatuan Indonesia”, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratn perwakilan”, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sila-sila itu semua merupakan campur aduk yang sangat buruk antara haq dan batil. Antara ideology Islam dan Ideologi ‘kacangan’ lainnya, seperti Komunisme, Kapitalisme, Demokrasi, dan Majapahitisme.

Mengapa sila pertama Piagam Jakarta diubah oleh Soekarno???

Karna tentu saja syari’at Islam tak akan tegak ditengah campuran ideology “kacangan” lainnya. Kita boleh marah, kesal, jengkel dengan perubahan yang dilakukan penghianat ini, namun itulah yang terjadi Allah tak akan menegakkan Islam ditangan penganut ideology “kacangan”.

Perlakuan Pancasila : pen-thagut-an Pancasila

Pancasila telah menjadikan Pancasila sebagai thagut dengan memperlakukan ia sebagaimana seharusnya perlakuan itu hanya pantas diberikan pada Tuhan. Fungsi pancasila yang dikenal sekarang adalah sebagai :

• Pandangan hidup
• Dasar Negara
• Ideologi

Pandangan hidup sebagai cara menentukan benar dan salah seharusnya hanya diperlakukan untuk Qur’an dan Sunnah, bukan dengan Pancasila. Begitu juga dengan Dasar Negara serta Ideologi. Tidak pantas bagi seorang muslim mengambil dasar Negara dan ideology selain dari pada Islam. Para pancasialis yang selama ini mengaku muslim harap segera bersyahadat dan meninggalkan pandangan seperti ini. Islam bukan hanya dilaksanakn di masjid atau di rumah atau di acara pernikahan saja, namun Islam harus dilaksanakan kapan pun, dan dimana pun.

Pancasila itu mati….!

Bodohnya pancasila itu selalu diagung-agungkan sebagaiman Tuhan. Ketika diusulkan penerapan hukum Islam di Indonesia, mereka para sekuleris menolaknya dengan mengatakan “Ini Negara pancasila bung!”, mereka mengira bisa berlindung pada pancasila ketika mereka di azab di neraka nanti!!

Apa yang kita banggakan dari ideology kacangan ini??? Apa bandingannya ideology bentukan Soekarno ini dengan Ideologi Allah yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Pancasila, mana janjimu….????
Pancasila dasar negara, Rakyat makmur adil sentosa, pribadi bangsaku ayo maju-maju ayo maju-maju…

Pancasila dasarnya apa, Rakyat makmur adilnya kapan, pribadi bangsaku gak maju-maju gak maju-maju..

Makmur adil sentosa, mimpi kali ye di Negara penganut paham pancasila ini. Pasang sok gaya dengan sila keadilan, namun nyatanya yang diterapkan adalah nilai kapitalisme. Aset-aset Negara yang seharusnya hanya untuk umat malah dikasih ke asing, pendapatan Negara ya dari majak. Padahal memungut pajak adalah hal yang haram dalam Islam, bagaimana mau maukmur negri ini jika sumber penghasilannya dari hasil yang haram????

Alangkah naifnya ketika rakyat sedang susah, para penganut pancasialis diatas terus berebut kekuasaan, saling menjatuhkan, persis seperti nilai-nilai “sejak zaman dahulu” nilai purba! Nilai jahiliyah!

Saya tak sanggup lagi menyebut keburukan-keburukan Pancasila si thagut ini. Sebaiknya kita renungkan bersama-sama, masihkah kita melanjutkan ideology kacangan ini dan kita terus menerus seperti ini, atau kita menggantinya menjadi system Tuhan yang pastinya akan menjamin segala yang kita butuhkan, karena Dia maha tahu. Sejarah sudah membuktikan, bahwa kemakmuran hanya ada jika suatu negri dipimpin dengan system Islam, system Khilafah Islamiyah!

15 November 2009
Zulfahmi
Share this post :
Comments
0 Comments
 
Support : Tauhid | Jihad | Mujahidin
Copyright © 2012. Anti Thoghut - All Rights Opened
Jazakallah khairan katsiran for Maskolis for her template
Proudly powered by Anti Thoghut - Sembahlah Alloh dan Jauhilah Thoghut
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net