Nama: Abu Dua, Ibrahim bin Awad bin Ibrahim Al-Badri Al-Radawi Al-Husseini Al-Samarra’i. 
     
    Beliau adalah keturunan dari suku Al-Sada Al-Asharaf Al-Badriyin (Al-Bu’Badri) Al-Radawiya Al-Husayniyya Al-Hasimiyyah Al-Qurayshiya Al-Nizariya Al-Adnaniya. 
     
    Status Perkawinan: Sudah Menikah 
     
    Amirul Mu’minin adalah seorang mantan guru, pendidik, dan seorang khatib ternama. Beliau lulusan Uneversitas Islam Baghdad dan menempuh pendidikan dalam semua level akademik (Bachelor, Master, dan Phd) disitu. Beliau sebelumnya dikenal sebagai seorang khatib dan terpelajar dalam bidang kebudayaan Islam, Ilmu-ilmu Syariah dan fiqh, serta juga dikenal sebagai seorang yang ahli dalam ilmu sejarah.
     
    Beliau adalah seorang keturunan ningrat yang mempunyai hubungan yang luas serta pengaruh yang kuat dan jelas terhadap anggota-anggota suku beliau di Diyala dan Samarra sampai mereka menyatakan dengan penuh kerelaan serta keyakinan bai’at mereka terhadap Daulah Islam Iraq dan Amirul Mu’minin dari Daulah Islam Iraq yang pertama Abu Omar Al-Baghdadi Al-Quraysyi. Mereka memberikan bai’at mereka terhadap Amirul Mu’minin dan Daulah dalam awal-awal pembentukan dan kemunculannya di atas arena jihad Iraq saat pendeklarasiannya secara resmi pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan 1427 H/2006 M.
     
    Diketahui juga bahwa DR. Ibrahim Awad adalah sesosok figur ternama dari Salafi Jihadi. Ulama yang sangat terkenal di Diyala dan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah di kota Samarra. Beliau adalah seorang lelaki dari sebuah keluarga yang agamis. Saudara-saudara laki-lakinya serta paman-pamannya juga merupakan Khatib-khatib dan profesor-profesor dalam bidang bahasa Arab, retorika, dan logika. Aqidah mereka adalah aqidah para Salaf (Ahlu As-Sunnah wa Al-Jama’ah). Bapak Beliau Syaikh Awad adalah termasuk tetua/tokoh dalam suku mereka Al-Bu’Badri yang mencintai agamanya, mengajak kepada akhlak mulia dan kebaikan serta mendukung kepada pelaksanaan amar ma’ruf dan nahi Munkar. Kakek Beliau yang bernama Haji Ibrahim Ali Al-Badri dikenal akan ketekunannya dalam melaksanakan ibadah sholat berjama’ah, berbuat baik terhadap karib kerabat, dan sangat memperhatikan pemenuhan kebutuhan dari keluarga-keluarga yang tidak mampu. Haji Ibrahim meninggal beberapa tahun yang lalu di masa pendudukan setelah beliau dikarunia hidup yang lama di dunia dalam ketaatan, berbuat baik pada karib kerabat, dan amal perbuatan baik lainnya. Allah Rabb semesta dengan Kemahalembutan serta Kemurahan-Nya menganugerahi kakek Amirul Mu’minin Haji Ibrahim Ali umur yang panjang yang hampir mendekati 95 tahun. Ketiadaan rekaman audio dan video dari Amirul Mu’minin bukan berarti beliau tidak punya kemampuan retorika atau lemah dalam segi bahasa atau hal yang sama dengan itu. Semua itu tidak benar dikarenakan beliau mempunyai kefasihan dalam berpidato dan kekuatan bahasa, beliau adalah seorang yang memiliki kecerdasan nyata serta kebijakan sehingga beliau mampu menggabungkan antara dua karakter dari para mantan Amir Daulah saat beliau menggabungkan antara ketenangan, ketidaktergesa-gesaan ketika melakukan sesuatu dan kehati-hatian yang tinggi (rasa keamanan) milik Abu Omar Al-Baghdadi serta kecerdasan dan keberanian milik Abu Ayub Al-Masri. 
     
    Kehati-hatian akan keamanan dan pengalaman kemiliteran dari Abu Dua (Abu Bakar Al-Baghdadi) bertambah karena pengalaman dalam taktik selama perang yang sudah berlangsung selama delapan setengah tahun. Beliau menyeru dan mendorong untuk berperang, beliau sendiri pun ikut berperang, kemudian pernah tertangkap lalu dibebaskan, beliau telah mengikuti banyak pertempuran, membentuk jama’ah-jama’ah, dan berpartisipasi dalam pembentukan jama’ah lainnya serta mendukungnya. Beliau kemudian bergabung dengan Majelis Syuro Mujahidin Daulah Islam Iraq sebagai anggota sampai beliau dalam deklarasi resmi Daulah Islam Iraq pada tanggal 16 Mei 2010 diangkat sebagai Amir untuk Daulah Islam Iraq. Beliau tidaklah mencapai status tersebut kecuali terlebih dahulu melewati beberapa tingkat tahapan sampai beliau pantas untuk menduduki jabatan tersebut. 
     
    Pada awalnya beliau bersama dengan beberapa kawannya mendirikan Jama’ah Jaisy Ahli As-Sunnah wa Al-Jama’ah yang aktif secara khusus di provinsi-provinsi Diyala, Samarra, dan Baghdad dan beliau mengepalai komite Syariah di jama’ah tersebut. Jama’ah ini kemudian memberikan bai’atnya dan bergabung dengan Majelis Syuro Mujahidin sepekan setelah pendeklarasiannya. Kemudian beliau bergabung dengan Komite Syariah yang merupakan bagian dari Majelis Syuro dan setelah itu menjadi anggota Majelis Syuro tersebut. Setelah pendeklarasian Daulah Islam Iraq, beliau menjadi Pengawas Umum Komite Syariah dari seluruh Wilayah dan juga menjadi anggota dari Majelis Syuro Daulah Islam Iraq. Beliau mempunyai pengaruh serta peran yang nyata dalam bai’at beberapa suku-suku di Samarra kepada Abu Omar Al-Baghdadi, beliau juga berpartisipasi dalam bai’at sukunya dan para pemuda sukunya kepada Daulah. Dan setelah beberapa tahun berlalu maka adalah logis bahwa Abu Omar Al-Baghdadi Al-Husseini Al-Quraysyi (Hamid Al-Zawi) memilih beliau untuk menggantikannya. Tidak ada keraguan dalam hal tersebut karena Abu Mahmud (panggilan untuk Abu Omar Al-Baghdadi) memiliki tingkat kehati-hatian, kecermatan yang tinggi dan memiliki perhitungan-perhitungan serta mempertimbangkan semua kemungkinan-kemungkinan kemudian merekomendasikan DR. Abu Dua (Abu Bakar Al-Baghdadi) menjadi penggantinya. 
     
    Biografi ini dikumpulkan untuk mendukung dan berlaku adil terhadap Amirul Mu’minin Abu Bakar Al-Baghdadi ketika seseorang yang mereka kritik dengan lidah yang tajam dan melupakan semangatnya, kebulatan tekadnya, serta dukungannya kepada rakyat Suriah dengan harta dan jiwa meskipun berada dalam kekurangan. Salinan Biografi ini juga dikirimkan kepada mereka-mereka yang tidak mengenal orang-orang yang berada dalam jihad, mengenai kebaikan hati dan kesungguhan mereka. Jadi tidak inginkah orang-orang yang suka berteori untuk duduk manis di dalam rumah mereka saja kemudian menahan lisan-lisannya dari mengkritisi mereka-mereka yang berada dalam jihad???!!!
     
     Unjustmedia 
    Sumber: Ahya Al Islam
    (Abu Jundi/MI-News)


    Hari ini beredar sebuah petikan kalimat di media-media nasional, yakni sebuah pernyataan santri Darul Akhfiya’ ketika ditanya wartawan, kenapa nama dirinya adalah usamah? Kok mau dipanggil dengan nama usamah? Dengan tenang santri yang telah hafal 10 juz ini menjawab, “saya mengidolakan usamah bin laden!”.

    Benar! kami boleh mengidolakan siapa saja, tidak dilarang oleh negara ini ataupun kalian jika kami mengidolakan Che Guevara atau Fidel Castro, negara juga tidak akan berani melarang kami jika kami mengidolakan Lenin, memakai baju berlambang Nazi, atau mengutip perkataan-perkataan Mussolini. Tidak dilarang juga jika kami membenci presiden Soeharto, atau sayang dengan presiden tersebut.  Kalian juga tidak bisa melarang kami, jika kami lebih ngefans dan sayang sama si Justin Bieber daripada SBY, Tidak bisa dilarang! Karena ini merupakan PERASAAN PRIBADI diri kami masing-masing terhadap sosok yang kami idolakan tersebut. Negara ataupun kalian tidak ada hak untuk melarang kami semua untuk tidak mengidolakan sosok tertentu...

    Dan jika pada hari ini kami telah diberikan taufik dan hidayah olehNya dan SADAR kemana seharusnya kami ngefans dan mengidolakan seseorang, lalu kami memilih Usamah Bin Laden sebagai idola! Masalah buat lo? 

    Sungguh, jika kami ke kampus atau ke tempat-tempat umum, kami akan memakai baju bergambar Usamah!

    Sungguh, kami akan minta teman-teman kami untuk memanggil kami dengan nama Usamah!

    Sungguh, kami akan terang-terangan mengatakan bahwa idola kami adalah Usamah!

    Sungguh, anak laki-laki kami akan kami beri nama Usamah!

    Sungguh, kami akan ajarkan mereka keberanian seperti Usamah!

    Sungguh kami tidak malu mengatakannya, setiap dari kami adalah Usamah! 

    Ketika Kami Belum Mengenal Usamah 
    Sebelum kami mengenal Usamah bin Laden, saat itu serangan bertubi-tubi ditujukan terhadap “jihad” oleh kalian wahai musuh-musuh Allah, dikatakan oleh kalian bahwa agama Muhammad ditegakkan dengan pedang!  Agama teror!

    Sementara pada saat itu  kondisi kami dalam keadaan lemah dan bodoh karena sulit bagi kami untuk mendapatkan ulama yang jujur.  Maka kamipun mulai merasa malu dan takut menyebut kata jihad.  Jika kami disudutkan dengan dikatakan oleh kalian bahwa agama Islam adalah adalah agama teror, maka kamipun menjawab : “Tidak…!

    (kemudian berdalil)

    “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”. (QS. An Nahl : 125)

    Lalu kalian katakan : “Agama ini memusuhi orang kafir (Yahudi dan Nasrani)!” 

    Kami menjawab:  “Tidak…!”, 

    Lalu kami berdalil dengan firman Allah Ta’ala :

    “Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. (QS. Al Maidah : 82)

    Maka demikianlah, sedikit demi sedikit gambaran jihad mulai kabur dalam benak kami.  Dan akhirnya kami memahami bahwa agama Islam adalah agama tanpa kekerasan. 

    Setelah Kami Mengenal Usamah 
    Itulah diri kami saat itu, namun sosok Usamah hadir dan mengajarkan pemahaman islam yang benar kepada kami, mengajarkan dengan tetesan darah dan air mata, bahkan hingga kehilangan nyawanya. Bahwa sesungguhnya, islam tidaklah demikian! Sungguh kami lebih tinggi dari kalian wahai orang-orang kafir! Sungguh kami lebih terhormat dari kalian wahai orang-orang kafir!

    Memang benar, “Laa ikraaha fid diin” (Tidak ada paksaan untuk masuk Islam).  Akan tetapi kapan tidak ada paksaan dalam agama itu berlaku???  Yakni sesudah kami mempergunakan pedang untuk menghilangkan segala rintangan politik maupun ekonomi.  Batu sandungan besar yang menghalangi umat manusia dengan agama Allah 'Azza wa Jalla.  Mesti lebih dahulu dimulai dengan jalan peperangan, mesti lebih dulu banyak membunuh musuh di muka bumi, dan mesti lebih dahulu menyembelih mereka (yakni orang-orang kafir).

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

    “Aku datang kepada kalian dengan membawa  perintah untuk menyembelih orang-orang kafir”. ( HR. Ahmad - Shahih al Jami’ Ash Shaghir 4174)

    Ya, memang menyembelih!.  Adapun menyembelih menurut syari’at Islam harus dimulai dengan ucapan : “Bismillahi Allahu Akbar”, artinya dengan menyebut nama Allah Yang Maha Besar.

    Allah menegur Nabi SAW, ketika beliau hendak membebaskan para tawanan dalam Perang Badar.   Yakni sesudah beliau saw. bermusyawarah dengan para sahabat, dimana   sebagian diantara mereka berpendapat agar beliau membebaskan para tawanan itu dengan minta tebusan kepada kaum musyrikin.  Beliau menyetujuinya.  Sedangkan Umar mengajukan pendapat agar semua tawanan tersebut dibunuh saja.  Kata Umar : “Berikan keluarga dekatku si Fulan padaku dan berikan ‘Aqil kepada Ali, dan berikan Abdurrahman kepada bapaknya, yakni Abu Bakar.  Kemudian kita bunuh mereka supaya mereka tidak memerangi kita untuk selamanya”.  Sebagian menyetujui usulan Umar, akan tetapi Nabi saw. tidak setuju. Maka turunlah ayat Al Qur'an mendukung pendapat Umar dan menolak pendapat Nabi SAW serta sahabat yang lain.

    “Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Anfal : 67)

    Mesti dengan membunuh dan berperang.  Dan mesti dengan menggunakan pedang (senjata).  Memang benar agama Islam tegak dengan pedang.  Akan tetapi mengapa mempergunakan pedang/senjata?  Yakni untuk menghilangkan keangkaramurkaan para penguasa-penguasa thaghut di muka bumi.  Baru sesudah penguasa-penguasa thaghut itu dapat disingkirkan, maka saat itulah Islam ditawarkan kepada rakyat seraya membaca ayat dibawah ini;

    “Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (QS. Al Kahfi : 29)

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesunguhnya ia tela berpegang kepada buhul tali yang amat kuat”. (QS. Al Baqarah : 256)

    Barangsiapa yang mau masuk agama Allah, maka silahkan dia masuk.  Dan barangsiapa yang mau membayar jizyah, maka silakan dia membayar jizyah dengan hina.

    Para penguasa thaghut tidak mungkin akan membolehkan kami menyampaikan agama Allah sebagaimana saat diturunkan.  Pasti mereka tidak akan mengizinkan.  Jika demikian, maka kami harus banyak membunuh musuh.  Kami mesti berperang lebih dahulu.

    Apakah agama ini agama teror?  Ya, memang teror!  Orang-orang Islam memang teroris!. Kami  memang teroris!. Sebab meneror (membuat takut atau gentar) itu adalah kewajiban dari Allah 'Azza wa Jalla. 

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu meneror musuh Allah dan musuh kamu…” (QS. Al Anfal : 60)

    Jika tidak ada perang, jika tidak ada upaya untuk menggentarkan orang-orang kafir, maka sudah pasti mereka tidak akan menghormati kami.

    Rasulullah SAW bersabda :

    “Dan sungguh Allah benar-benar akan mencabut dari hati musuh-musuh kalian rasa takut mereka terhadap kalian. Dan Allah juga akan mencampakkan al wahn ke dalam hati kalian”.  Mereka bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah al wahn itu?”

    Beliau menjawab : “Cinta dunia dan takut mati”.

    Dalam riwayat Ahmad disebutkan:

    “Cinta kalian terhadap dunia dan takut terhadap perang”. (HR An Nasaa’i dan At Tirmidzi, dan dia menghasankan hadits tersebut)

    Tanpa perang, musuh-musuh kami tidak akan gentar kepada kami, agama kami tidak akan menang, dan kami tidak akan eksis dalam kehidupan ini.  Kalian mengatakan ; “Orang-orang Islam, mereka itu adalah orang-orang yang berdosa.  Mereka membunuh dengan cara sembunyi-sembunyi (menyergap)”. Dan macam-macam perkataan lain. Padahal, al ightiyalat (membunuh dengan cara menyergap) adalah kewajiban yang termaktub di dalam Al Qur’an juga.

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah mereka dari semua tempat pengintaian”. (QS. At Taubah : 5)

    Berkata Al Qurthubi : “Ayat ini menunjukkan bahwa al ightiyalat itu wajib.  Yakni membunuh mereka dengan cara tipuan. Waq’udu lahum kulla marshadin, maksudnya : bersembunyilah kalian dan sergaplah mereka dengan jalan mengendap.

    Jadi kami tidak perlu lagi malu/takut mengatakan bahwa agama kami tegak dengan pedang.  Itu memang benar.  Orang yang tidak mempercayai perkara ini, maka sesungguhnya dia tidak mengetahui watak agama ini.  Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lain disebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

    “Aku diutus menjelang hari kiamat dengan membawa pedang” (Shahih al Jami Ash Shaghir 2831)

    Bi’tsah (misi kenabian) adalah rahmat, akan tetapi bersama misi kenabian itu juga diangkat pedang. “Wa maa arsalnaaka illa rahmataan lil ‘aalamien”, (Dan tiadalah Kami utus kamu kecuali untuk menjadi rahmat bagi segenap alam).  Akan tetapi misi risalah itu disertai dengan pedang.  Mengapa harus disertai membawa pedang?  “Hatta yu’badallaha wahdahu laa syariika lahu” (Sehingga Allah disembah sendirian saja, dan tidak ada sekutu bagi-Nya). Demikian yang diajarkan oleh guru jihad kami, Abdullah Azzam lalu dihidupkan kembali oleh Usamah.

    Sungguh pemikiran Usamah di bawah panji-panji hitamnya telah merasuki hampir seluruh kaum muslimin di dunia ini, tidak terkecuali kami di Indonesia ini. Oleh karena itu saya tidak malu mengatakan bahwa saya adalah Usamah, dan tidak malu juga mengatakan bahwa islam adalah agama teroris, dan tidak akan pernah malu dan ragu, untuk menegakkan islam dengan pedang! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

    -------------------------------------- 
    Catatan : Mengidolakan disini bukan berarti mengkultuskan ulama, namun ada batasan syar’inya.. sungguh kami mengidolakan Rasulullah, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang berjuang fie sabilillah di mana saja. Dan berharap kami dapat mengikuti jejak-jejak mereka dalam beramal sholeh. (Sumber : al-mustaqbal.net)

    POSO-Setelah keluar tantangan berupa surat terbuka dari Mujahidin Indonesia Timur kepada Densus 88, dan hilangnya dua orang polisi secara misterius di Poso, kini dikabarkan bahwa tadi pagi, Senin (15/10/2012), pukul 10.00 WITA, telah terjadi kontak senjata untuk pertama kalinya antara Mujahidin dengan aparat. Allahu Akbar!
    Dalam kontak senjata untuk yang pertama kali tersebut, dikabarkan dua orang ikhwah gugur (Syahid, Insya Allah) , dan satu orang aparat mati, Allahu Akbar! Dikabarkan pula bahwa saat ini helikopter dan panser sudah memasuki desa Tamanjeka, Poso.
    Dikabarkan pula, saat ini Mujahidin dikepung oleh sekitar 700 pasukan dari TNI dan Polri yang melakukan Operasi Gabungan dengan menggunakan helikopter dan panser. Untuk kondisi peperangan yang sangat tidak seimbang ini dimohon do’a tulus ikhlas dari antum semua kepada Mujahidin Poso agar diberikan kekuatan dan kesabaran, serta mendapatkan kemenangan dari Allah SWT., Allahu Akbar ! (sumber:al-mustaqbal.net)


    بسم الله الرحمن الرحيم

    Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’
    bekerjasama dengan
    Forum Islam Al-Busyro

    mempersembahkan

    Surat Tantangan

    Terbuat dari :
    KOMANDAN MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR
    Kepada :
    DENSUS 88 ANTI TEROR

    Kami selaku Mujahidin gugus tugas Indonesia Timur MENANTANG kepada Densus (Detasement Khusus) 88 Anti Teror untuk BERPERANG secara Terbuka dan Jantan…!!!

    Mari kita berperang secara laki-laki…!!! Jangan kalian Cuma berani menembak, menangkapi anggota kami yang tidak bersenjata…!!! Kalau kalian benar-benar Kelompok laki-laki, maka hadapi kami…!!! Jangan kalian menang tampang saja tampil di TV…!!!
    Buktikan bahwa kalian Pasukan Elit yang terlatih secara professional dengan Senjata lengkap dan Pelatih yang didatangkan langsung dari USA…!!!
    Kenapa kalian menghadapi kami saja takut yang jumlahnya sedikit, serta Senjata Rakitan…??? Kalian undang TNI (Tentara Nasional Indonesia) untuk menghadapi kami, ataukah kalian ini hanya kumpulan Banci-banci saja…???

    Kepada TNI, biarkan kami selesaikan Urusan ini…???
    Biarkan DENSUS vs MUJAHIDIN bertempur sampai siapa yang kalah dan siapa yang menang, jadilah anda Penonton yang baik…!!!
    Jangan mau anda dibodohi Densus, mereka yang banyak makan uang, anda yang harus susah harus berperang dengan kami, sedangkan mereka enak-enak menonton anda…!!!

    Biarkan Rakyat Indonesia tau siapa sebenarnya Densus 88 Anti Teror…!!!
    Mereka hanya pemakan Uang Rakyat dengan alasan Pemberantasan Terorisme, padahal mereka sendiri yang membikin Teror, supaya dilihat memang betul ada Teroris, padahal itu semua akal liciknya mereka supaya mendapat pangkat dan kedudukan, dengan mengorbankan Anak Bangsa yang tidak tau persoalan dan dibodohi oleh mereka.
    Padahal seharusnya kamilah MUJAHIDIN yang mereka harus lawan, tapi ternyata mereka hanya berani melawan orang tak bersenjata.
    Oleh karena itu, kami MENANTANG secara Terbuka kepada Densus 88 Anti Teror untuk Berperang. Jangan kalian tangkapi orang-orang yang lemah lagi, LAWANLAH KAMI…!!!

    KEDATANGAN KALIAN KAMI TUNGGU…!!!

    Demikian Surat Tantangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

    Atas Nama
    Komandan Mujahidin Indonesia Timur

    Abu Mus’ab Al-Zarqawi Al-Indunesi
    ABU WARDAH aka SANTOSO aka ABU YAHYA


    Allahu Akbar......
    {Dan Kemuliaan itu milik Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang yang Beriman, akan tetapi orang-orang Munafik tidak mengetahuinya}

    Jangan lupa untuk selalu mendoakan Para Mujahidin dalam Doa-doa Khusyu’ kalian

    Ahad, 14 Oktober 2012
    28 Dzulqo’dah 1433 H


    Dari Ikhwan kalian di :

    Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’
    Sariyah Pembalasan dan Obat Penawar

    dan
    Forum Islam Al-Busyro
    Di sini kita bermula, di Ma’rokah kita kan berjumpa



    ================================================== ==


    بسم الله الرحمن الرحيم


    سَرِيَّةُ الثَّأْرِ وَالدَّوَاءِ
    بالتعاون مع
    مُنْتَدِيَاتُ الْبُشْرَى الإِسْلَامِيَّةُ

    تقدم


    رِسَالَةُ التَّحَدِّي

    المكتوب من :
    قادة المجاهدين في شرق إندونيسيا
    الموجه إلى :
    (المسمى بـ) القوة الخاصة 88 لمكافحة الإرهاب



    نحن من المجاهدين في شرق إندونيسيا
    نتحدى
    القوة الخاصة 88 لمكافحة الإرهاب أن تظهر لنا علنًا وتحاربنا كالرجال...!!!
    فلتنازلونا منازلة الرجال...!!! أم أنَّكم لا تجرؤون على إطلاق النار إلا على بعض أعضائنا الذين لا سلاح لهم...!!!
    فإن كنتم حقًّا رجالاً فلتواجهونا، ولا تظهروا على شاشات التلفاز كأنَّكم فائزون منتصرون...!!!
    أثبِتُوا أنَّكم قوة النخبة، المتدرَّبون تدريبًا مهنيًّا عاليًّا، المجهَّزون بالأسلحة المستوردة من الولايات المتحدة الأمريكية...!!!
    لماذا تخافون من مواجهتنا مع أنَّنا قليلون ومسلحون بأسلحة محلية الصنع وتدعون الجيش الوطني الإندونيسي (TNI) ليواجهنا...؟؟؟ أم أنكم مجموعة من المخنثين...؟؟؟

    وإلى الجيش الوطني الإندونيسي نقول:
    اتركونا -نحن المجاهدين-, نواجه قوات مكافحة الإرهاب حتى يموت الأعجل منَّا، ولتكتفِ بالمشاهدة....!!!
    ولا تجعلوا قوات مكافحة الإرهاب تخدعكم؛ فتعانون في الحرب معنا وفي مواجهتنا، وهم يتنعمون بالكثير من الأموال ويتلذذون بمشاهدتكم...!!!
    دعوا الشعب الإندونيسي يعلم حقيقة القوة الخاصة 88 لمكافحة الإرهاب، فما هم إلا آكلي أموال الشعب المسكين.
    فهم يدَّعون القضاء على الإرهابيين، وهم في الحقيقة الذين يسبِّبون الإرهاب ولكنها دعوى خبيثة منهم ليحصلوا من ورائها على الرتبة والمنصب، ويضحُّون في سبيل ذلك بأبناء الشعب الذين لا يعون حقيقة الأمور، فدعوهم يواجهوننا ليعلموا حقًّا أنَّ هناك إرهابيين.
    ونحن المجاهدين الذين يجب عليهم مواجهتنا، ولكن تبيَّن أنهم لا يتجرَّؤون إلا على من لا يحمل السلاح.
    لذلك فنحن نتحدَّى علنًّا وبكل وضوح القوة الخاصة 88 لمكافحة الإرهاب للقتال الحقيقي، ولا تعتقلوا المستضعفين مرة أخرى، وإن كنتم رجالاً فعليكم بمواجهة الرجال.


    ونحن ننتظر مجيئكم بعون الله تعالى...!!!

    كذالك هذه رسالة التحدى صنعت بالحقيقة

    باسم قادة المجاهدين في شرق إندونيسيا

    أبو مصعب الزرقاوي الأندونيسي
    أبو وردة المعروف بـــ سانطوسو أو أبو يحي


    الله أكـــــــــــــــبر...
    (ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين ولكن المنفقين لا يعلمون)
    ولا تنسون المجاهدين من صالح دعاءكم

    الأحد, 14 – 10 – 2012
    28 ذو القعدة 1433 ه

    من إخوانكم في :


    سرية الثأر والدواء
    و
    منتديات البشرى الإسلامية
    هنا نبدأ وفي المعركة نلتقي



    ================================================== ==


    بسم الله الرحمن الرحيم


    Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’
    In collaboration with
    Al-Busyro Islamic Forum

    Present

    Letters Challenge

    Created from
    Commander of Mujahedeen in Eastren Indonesia
    Dedicated to
    (called with) Special Detachment 88 Anti Terror



    We are as Eastren Mujahedeen Indonesia CHALLENGING to (called with) Special Detachment 88 Anti Terror to FIGHT the Open and Males.

    Let’s fight in Males…!!! Don’t just dare shoot and capture our members who are not armed…!!! If you really group of men, the face us…!!! Don’t you just win looks on TV…!!!
    Prove that you are Elite Troops trained professionally with a full weapons and trainers were imported directly from USA…!!!
    Why are you afraid to face our first small quantities, and weapons assembly...?? You invite the TNI (Indonesian Armed Forces) to deal with us, or you are just a collection of sissy...???

    To the military, let us finish this Affairs ...!!!
    Let Detachment vs Mujahideen who fought until the losing and who's winning, you be a good audience...!!!
    Don’t be fooled you Detachment, those who eat a lot of money, but you should be hard to fight with us, while they were watching you...!!!

    Let Indonesian People know, who is the real Detachment 88 Anti-Terror...!!!
    They are just money eater people with the Combating Terrorism reason, they themselves who made the Terror, to be seen of it is true there are terrorists, and that all their cunning sense that gets rank and position, at the expense of the Nation People who don’t know the issues and be fooled by them.
    In fact we were the Mujahideen should they have to resist, but it turns out they only dare to fight unarmed.
    Therefore, we are open to CHALLENGING Detachment 88 Anti Terror to Fight. Don’t you capture weak people again, resist us...!!!

    WE WAIT YOUR ARRIVAL...!!!

    Challenges such letter was made in good faith.

    In the Name
    Commander of Mujahedeen in Eastren Indonesia

    Abu Mus’ab Al-Zarqawi Al-Indunesi
    ABU WARDAH aka SANTOSO aka ABU YAHYA


    Allahu Akbar......
    {And Glory belong to Allah, His Messenger and the Believers People, but the Hypocrites know not}

    Don’t forget to always pray for Mujahideen in your humility prayers

    Sunday, 14 October 2012
    28 Dzulqo’dah 1433 H

    From your Brothers in :


    Sariyatu Tsa’ri wad Dawaa’
    Sariyah Revenge and Assuagement
    dan
    Al-Busyro Islamic Forum
    Here we begin, at Battlefield we’ll meet
     


    JAKARTA-Indonesia bersyariah, tetapi masih mengikuti pancasila, saya tidak setuju! Demikian pernyatan terbaru dari Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) ketika dijenguk pada hari Selasa (02/10/2012). Kalau mau menuntut, tuntutannya harus Tegas! Indonesia harus Menjadi Negara Islam! Allahu Akbar!

    Alhamdulillah, hari ini, Selasa, 16 Dzulqaidah, 1433 Hijriyyah atau bertepatan dengan tanggal 2 Oktober 2012, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dibesuk oleh ikhwan-ikhwan dari Bekasi, dan Jakarta. Kondisi kesehatan beliau, khususnya pada hari Senin (01/10/2012) kemarin, kembali diperiksa kesehatannya oleh Dokter dari Mer-C dan diperiksa pula kadar darah gulanya, Alhamdulillah normal, dan diambil pula sample urinnya untuk diperiksa di laboratorium.

    Insya Allah dalam beberapa hari lagi hasilnya sudah bisa diketahui. Kondisi fisiknya secara umum Alhamdulillah dalam kondisi baik dan sehat. Mohon do’a dari antum semua.

    Sebagaimana biasa, dalam berbagai kesempatan Ustadz ABB selalu menyampaikan taushiyah kepada para pengunjung yang membesuk beliau. Diantara taushiyahnya, Ustadz Abu menyampaikan :

    "Dienul (Agama) Islam itu wajib diamalkan secara berjama'ah di dalam Daulah Islamiyah atau Negara Islam. Umat Islam pada dasarnya Haram tunduk berada di bawah kekuasaan selain Negara islam (Negara Kafir). Karena semua negara selain Daulah Islamiyah/ Negara Islam berada di atas Dienul Batil (Agama yang batil).”

    Firman Alloh ta'alaa:
    "Barang siapa yang mencari dien selain dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali Imran (3) : 85)

    Firman-Nya lagi :
    "Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Alloh, itulah yang batil, dan sesungguhnya Alloh, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Benar." (QS Al Hajj (22) :62)

    Ustadz ABB kemudian melanjutkan :

    “Saya mendengar ada istilah : "Indonesia Bersyariah" tetapi masih mengikuti Panca-Sila. Saya tidak Setuju. Kalau mau menuntut, tuntutannya harus Tegas ! Indonesia harus Menjadi Negara Islam ! Titik ! Dasarnya : Al-Qur'an dan Sunnah, titik! Tidak ada tawar-menawar lagi."

    Allahu Akbar! (sumber : al-mustaqbal.net)





    بسم الله الرحمن الرحيم


    Statement Berkaitan Kembalinya ~Forum Islam Al-Busyro~


    الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه والصلاة والسلام على قائد الغر المحجلين وآله وصحبه أجمعين


    Berfirman Allohu Tabaroka wa Ta'ala {Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.} QS. at-Tawbah : 32

    Tak henti-hentinya musuh-musuh Alloh senantiasa memerangi media kami yang penuh barokah, mereka lakukan semata-mata dalam rangka memerangi media-media yang menyuarakan al-Haq. Berbagai ide dan cara mereka jalankan dengan terorganisir dan terkonsep sebaik mungkin untuk melenyapkan al-Haq tapi kami katakan dengan tegas, usaha demi usaha yang kalian perjuangkan akan sia-sia belaka, lenyap bagaikan debu yang disapu angin. Ketahuilah ! selama kami bertaqwa dan bersabar maka pertolongan Alloh 'azza wa jalla senantiasa bersama kami. (Telah datang yang haq dan telah lenyap yang batil, sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap. Telah datang yang haq dan yang batil tidak akan memulai lagi dan tidak akan mengulangi.) (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dengan pertolongan Alloh Ta'ala, Forum Islam Al-Busyro kembali dan ini sebagai berita gembira bagi seluruh muslimin di setiap masa dan tempat, demi melengkapi perjalanan media-media al-Haq dalam rangka menyeru ber-tawhed kepada Alloh Ta'ala dan dalam rangka memerangi media-media al-Batil yang senantiasa berusaha menyebar
    kekufuran, kebohongan, dan mencitrakan buruk terhadap ummat Islam maka kini saatnya merapatkan barisan media-media al-Haq untuk memeranginya, perang jalur media tidak jauh beda dengan perang jalur medan pertempuran.

    Hakimul umah Syeikh Aiman Adz Dzowahiry – semoga Alloh menjaga beliau – berkata : Adapun para ksatria jihad media, saya katakan kepada mereka : “Semoga Alloh membalas kalian dengan sebaik-baik balasan atas penderitaan kalian yang baik dalam berkhidmat kepada Islam. Ketahuilah bahwa kalian berada di salah satu tapal batas Islam yang terpenting. Thoghut masa kini sangat ketakutan dengan ulah kalian. Jerih payah kalian telah menampakkan buahnya diantara umat Islam dan masyarakat kaum muslimin.

    ||| Sebarkanlah kesadaran … kobarkan semangat umat dan bangunkan mereka |||


    link resmi forum

    http://www.al-busyro.org/vb



    وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
    والله أكبر ولله الحمد




    Saudara-saudara Antum di :

    Forum Islam Al-Busyro

    ///Disini Kita Bermula dan di Ma'rokah Kita kan Berjumpa///

    ,

    Kepada Yth.
    Bapak Presiden Republik Indonesia dan Aparatur  NKRI
    Di Bumi Allah

    Semoga hidayah Allah senantiasa menyertai kami dan menyertai kalian,

    Segala puji hanya milik Allah. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW tercurah juga kepada keluarga beliau SAW dan kepada orang-orang yang senantiasa mengikuti beliau SAW.

    Melalui lembar duta ini, kami menyampaikan beberapa pesan yang berangkat dari ketulusan hati kami sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kebaikan NKRI, dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai sebuah nasihat atau tuntutan agar Bapak Presiden dan seluruh aparatur negara bersama seluruh warga negara Indonesia berserah diri kepada Allah dengan penuh ketundukan. Dan kami berharap agar tulisan ini memuat seruan yang paling baik di sisi Allah yakni muatan seruan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman: 

    “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah SWT, mengerjakan amal yang shalih atau berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Qs. Fushshilat 32).

    Adapun pesan-pesan yang ingin kami sampaikan tersebut adalah: 

    1. Hentikan Penzaliman terhadap Mujahidin

    Saat ini kami sedang terzalimi dibalik jeruji yang kalian buat. Dan imbasnya, saat ini pula istri, anak-anak, orang tua, dan saudara-saudara kami ikut terlantar dan terzalimi. Padahal kami yang kalian tangkap, kemudian kalian siksa melalui tangan Densus 88 hingga akhirnya kalian jebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan teroris ini sejatinya hanya sekedar melaksanakan perintah Allah SWT, yang bermakna ibadah bagi kami, yakni perintah Allah untuk merealisasikan ibadah I’dad (latihan militer).

    Perintah I’dad itu tercantum sangat jelas dalam firman-Nya: “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka (orang-orang kafir) dengan kekuatan yang kamu miliki…” (Qs Al-Anfal 60).

    Dan I’dad (latihan militer) tersebut kami lakukan dengan tujuan ibadah pula, yakni membela saudara-saudara Muslim kami yang tertindas di Palestina oleh kekejaman Zionis Yahudi laknatullah ‘alaih. Dan tujuan ini pun diperintahkan Allah SWT dalam ayat-Nya: 

    “Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah SWT dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang berdoa, “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu” (Qs An Nisa’ 75).

    Bukankah negeri ini menjamin penduduknya untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya? Bukankah tragedi Marmara adalah bukti bahwa masalah Palestina adalah tragedi kemanusiaan bagi penganut agama Nasionalis sekalipun?!

    Wahai hamba-hamba Allah SWT, Bapak Presiden dan pihak-pihak terlibat dalam penzaliman terhadap kami dan menelantarkan anak-anak, istri, orang tua dan saudara-saudara kami!

    Kami memang tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa, serta tidak mampu berbuat banyak ketika menerima perlakuan zalim dari kalian. Akan tetapi kami mempunyai Allah SWT, Dialah sebaik-baik tempat bersandar dari segala urusan kami. Kelak kami akan menuntut kalian di hadapan Allah SWT dari setiap kezaliman yang kalian timpakan kepada kami dan kepada anak-anak, istri, dan orang tua serta saudara-saudara kami dari sebab penerapan jerat-jerat hukum kalian yang berserikat dengan ‘pesanan Amerika’, Negara Kafir Salibis, musuh Allah SWT. Kami akan menuntut kalian semua di hadapan Allah SWT. 

    “Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan fitnah (menangkap, menyiksa, membunuh, memenjarakan) orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka mereka akan mendapatkan azab Jahanam dan akan memperoleh azab yang membakar” (Qs Al-Buruj 10).

    2. Tinggalkan Agama Nasionalisme

    Bapak Presiden dan Aparatur NKRI,

    Mengapa kalian memenjarakan dan menzalimi kami yang ingin membela saudara muslim kami yang tertindas di bumi Palestina? Jawaban apakah yang kalian siapkan seandainya kelak Allah meminta pertanggungjawaban kalian atas penentangan kalian terhadap syariat Allah dalam perkara ini?

    Untuk itu tingggalkanlah agama nasionalis ini! Karena penerapannya hanya akan mengkotak-kotakkan umat Islam dengan sekat-sekat teritorial. Kalian menyebut non muslim sekalipun dengan sebutan saudara sebangsa dan setanah air, sementara saudara muslim yang di Palestina kalian biarkan mengalir air mata dan darahnya. Ironinya, kami umat Islam yang ingin membela kaum yang tertindas itu kalian tangkap dan kalian penjarakan.

    Dan agama nasionalis pula yang menyebabkan negeri ini berseteru dengan jirannya yang juga mayoritas muslim. Gara-gara klaim sepetak bumi yang hakikatnya adalah milik Allah untuk hamba-hamba-Nya yang bernama Ambalat. Sungguh ironis, militer kalian memberangus para pejuang syariat Allah semenjak era Soekarno, dan tidak tergerak untuk membela kaum muslimin yang dibantai di Palestina, Afganistan, Iraq, Somalia, Suriah, dan Rohinggya.

    Duhai, bagaimanakah nasib kalian kelak di hadapan Allah?! 

    3. Terapkan Syariat Allah Secara Kaffah

    Bapak Presiden dan Aparatur NKRI,

    Kami menyerukan agar penyelenggara negara mengajak seluruh kaum muslimin di negeri ini untuk beribadah kepada Allah, menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya, dengan menerapkan syariat Allah dalam semua aspek kehidupan.

    Kalian telah mengetahui bahwa Allahlah satu-satunya Rabb (Pencipta, Pemilik, Pemelihara, Pemberi Rezeki, dan yang Paling berhak untuk ditaati). Akan tetapi, kalian telah melampaui batas hingga berubah menjadi thaghut yang menantang Allah dengan menandingi syariat-Nya. Kalian berani mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah. Kalian berani mencampakkan syariat Allah dan menerapkan syariat buatan kalian.

    Penduduk negeri ini kalian izinkan rukuk dan sujud kepada Allah. Namun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kalian paksa mereka mentaati syariat kalian. Akhirnya rakyat negeri ini beribadah kepada Allah dan beribadah pula kepada thaghut (sosok kalian).

    Tidakkah kalian menyadari bahwa di dalam syariat buatan itu kalian menyuburkan riba perbankan, memungut pajak prostitusi dan miras, melestarikan budaya kesyirikan di Tengger, Borobudur, Ngaben, Larung tumpeng, Asmat, Sekaten, dan membanggakan budaya telanjang berkedok wisata di Bali. Kalian hapus sanksi hukum potong tangan dan rajam tanpa merasa bersalah sama sekali!

    Kapan lagi kalian sadar dan bertaubat serta menerapkan syariat Allah?! Janganlah kalian rampas hak membuat syariat dan hak untuk ditaati dan diibdahi dalam perkara-perkara yang telah baku dalam Islam, yang mana kedua hal tersebut adalah mutlak menjadi hak Allah Ta’ala!

    Terapkanlah syariat Allah dengan kaffah (menyeluruh), dan janganlah mengambil sebagian syariat dan mencampakkan sebagiannya. Sikap ini hanya akan mendatangkan kehinaan dan azab yang pedih dari Allah. Perhatikan ancaman Allah dalam firman-Nya: 

    “… Apakah kamu beriman kepada sebagian kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, kecuali kehinaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat nanti mereka akan dikembalikan kepada siksa yang sangat berat…” (Qs Al-Baqarah 85).

    Janganlah menerapkan syariat Islam hanya sebatas nuansa yang hanya sedikit mewarnai sistem atau ajaran Pancasila, nasionalis sekuler, demokrasi, pluralis, liberalis, kapitalis, atau sosialis, karena Allah telah berfirman:
    “Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah, dan kalimat Allah (Islam) itulah yang tinggi…” (Qs At-Taubah 40).

    4. Jadikan Syariat Islam sebagai Sumber Segala Sumber Hukum!

    Bapak Presiden dan Aparatur NKRI,

    Takutlah kepada Allah, tinggalkan ideologi yang menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, karena hal itu hanyalah dusta. Kembalilah kepada sumber dari segala sumber hukum yang sebenarnya yakni syariat Islam (Al-Qur’an dan Sunnah). Tinggalkanlah ajaran atau ideologi liberalis kapitalis, nasionalis, demokrasi, dan sekuler, karena semua ideologi tersebut bersumber dari hawa nafsu yang akan melahirkan kerusakan ketika diterapkan. Mengenai hal ini Allah berfirman: 

    “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini dan semuanya yang ada didalamnya. Sebenarnya kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka (Al-Qur’an) tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (Qs Al-Mu’minun 71).

    Kami yakin bahwa kalian akan membenarkan perkataan kami manakala kami mengatakan bahwa Allah tidaklah menciptakan kita dengan main-main, dan Syariat Allah pun diturunkan bukan untuk dipermainkan.
    Wahai hamba Allah!

    Kapan lagi kalian mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan? Kapan lagi kalian mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mentaati Allah dengan sepenuh ketundukan? Apakah dalam kondisi tidak menerapkan syariat Allah seperti ini, lantas tiba-tiba Allah mewafatkan kalian, maka kalian akan selamat di sisi Allah? Bertaubatlah, sungguh Allah benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang! 

    5. Tinggalkanlah Agama Sesat Demokrasi

    Bapak Presiden dan Aparatur NKRI,

    Tinggalkanlah agama sesat demokrasi yang menentang ajaran Islam, karena dari demokrasi ini lahir parlemen yang membuat syariat, padahal Syariat Allah telah turun, lengkap dan sempurna. Seandainya syariat ini perlu penyempurnaan, atau perubahan, atau perbaikan, sudah barang tentu Allah akan menurunkan nabi baru, padahal Rasulullah SAW adalah Nabi yang terakhir, dan Islam benar-benar telah sempurna. 

    “…Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Kuridhai Islam menjadi aturan hidup bagimu…” (Qs Al-maidah 3).

    Dan kalian pun tentu tahu bahwa di dalam ajaran demokrasi dagangan Amerika ini terdapat doktrin kafir yang sangat berbahaya, yakni “suara rakyat adalah suara tuhan”. Doktrin ini bukan hanya kata-kata kosong tanpa makna, akan tetapi benar-benar dipraktikkan dengan kesungguhan. Doktrin ini benar-benar mendaulat rakyat sebagai tuhan, dan disematkan pula pada tuhan-tuhan rakyat ini dengan manfaat yang hanya layak disandang oleh Allah yakni, Kedaulatan (yang kalian sifati dengan sifat: asli, tertinggi dan tak terbagi-bagi) yang tertinggi ada di tangan rakyat.

    Subhanallah!! Maha Suci Allah dari apa yang kalian persekutukan! Lantaran dengan keyakinan ini, kalian anggap apa?

    Bapak Presiden dan seluruh aparatur NKRI,

    Semoga hidayah Allah senantiasa menyertai kami dan kalian. Seharusnya akal sehat dan nurani kalian memberontak ketika suara rakyat yang majemuk latar belakang, keyakinan, dan agamanya, serta tidak bisa lepas dari hawa nafsu dan bisikan syaitan lebih kalian taati sebagai tuhan, sedangkan syariat Allah yang merupakan firman-Nya justru kalian campakkan. Dan lebih dari itu, Allah telah menjelaskan bahwa suara rakyat adalah menyesatkan dari jalan Allah. 

    “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan” (Qs Al-An’am 116).

    6. Terapkan Syariat, Tinggalkanlah Faham Pluralis

    Bapak Presiden dan Aparatur NKRI,

    Tinggalkanlah ajaran pluralis, cukuplah beberapa ayat ini sebagai peringatan: 

    “Barang siapa mencari din (Agama) selain Islam, maka tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi” (Qs Ali Imran 85) 

    “Sesungguhnya Agama yang di sisi Allah hanyalah Islam…” (Qs Ali Imran 19). 

    “Maka apakah mereka akan mencari Agama yang lain selain Agama Allah, padahal apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya (baik) dengan suka atau terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?” (Qs Ali Imran 83) 

    “Sungguh telah kafirlah orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam…” (Qs Al-Ma’idah 17 & 72) 

    “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga…” (Qs Al-Ma’idah 73).

    Wahai hama-hamba Allah, Bapak Presiden dan aparatur NKRI,

    Terapkanlah syariat Allah di negeri mayoritas Muslim ini, supaya Allah meridhai dan merahmati kalian dan negeri ini, agar Allah menurunkan berkah dari langit dan menumbuhkannya dari bumi.

    Terapkanlah syariat Allah agar kalian selamat dan menjadi ringan urusan kalian kelak di akhirat nanti. Jangan sampai seluruh penduduk negeri ini kelak menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kalian adalah orang-orang yang enggan dengan syariat-Nya, enggan untuk tunduk patuh melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, justru menghasung orang-orang untuk menjunjung tinggi undang-undang (syariat) buatan kalian yang sebagian besarnya menyelisihi Syariat Allah dan atau tidak bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya, serta memusuhi para pejuang syariat Allah!!!

    Wahai hamba-hamba Allah,

    Coba renungkan, seandainya Allah mewafatkan kalian dalam keadaan kalian enggan terhadap syariat-Nya, maka apakah kalian yakin bahwa Allah akan ridha dan tidak murka kepada kalian? Bukankah kematian itu pasti akan terjadi dan kehidupan akhirat adalah benar adanya? Apakah tuhan-tuhan orang Nasrani, Hindu, Budha dan Konghucu yang kesemuanya kalian anggap benar (pluralis) nanti akan bersekutu untuk menyelamatkan kalian dari murka Allah? Apakah rakyat yang kalian nobatkan sebagai tuhan, dan Pancasila yang kalian anggap sakti dan dengan jiwa raga kalian bela, nantinya akan mampu menyelamatkan kalian dari azab Allah? Ataukah kalian meyakini bahwa tuhan rakyat dan si sakti Pancasila memiliki surga hingga kalian masuk ke dalamnya, sementara kami masuk nerakanya karena kami ingin merongrongnya dan mengusung tegaknya Syariat Allah di Negeri ini?

    Semoga Allah mengaruniai kami keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan seandainya kalian menghukum mati kami karena adanya seruan ini!!!

    Wahai hamba-hamba Allah,

    Kami yang ingin mengajak kalian untuk mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan, maka kamikah yang benar? Ataukah kalian yang mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk menghalangi tegaknya syariat Allah dan lebih suka dengan syariat tandingan (bahkan sebagiannya adalah syariat warisan penjajah Belanda yang kafir) yang kelak akan selamat di sisi Allah?

    Wahai hamba-hamba Allah,

    Takutlah kalian kepada Allah! Ketahuilah bahwa kekuasaan adalah fitnah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. Takutlah kalian kepada Allah! Lihatlah kerusakan yang semakin parah di negeri ini! Lapindo, tsunami, tanah longsor, gempa, banjir, gunung meletus. Tidaklah mustahil langit dan bumi mengutuk dan murka kepada manusia-manusia sombong yang berani menantang Penciptanya!

    Takutlah kalian kepada Allah! Lihatlah kerusakan yang semakin meningkat di negeri ini! Korupsi, kriminalitas, dekadensi moral, kezaliman, ketidakadilan, sogok, suap, hilangnya keamanan dan kesejahteraan, kemiskinan, dan penjara yang senantiasa penuh! Kembalilah kepada Allah dengan berserah diri kepada-Nya dan dengan menjalankan Syariat-Nya dengan penuh ketundukan! Yakinlah bahwa Syariat Allah adalah solusi dari keterpurukan, dan alternatif terbaik untuk diterapkan di negeri ini yang majemuk suku, agama, dan rasnya sekalipun!!! Apakah kalian ragu bahwa Allah Maha Kuasa mengatur makhluk-Nya? Apakah kalian merasa lebih mampu daripada Allah? Ya Allah, lapangkanlah dada mereka untuk taat kepada-Mu!

    Wahai hamba-hamba Allah,

    Kalau kami yang ingin mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan ini kalian anggap tidak layak tinggal di NKRI, maka bukankah kalian yang enggan untuk taat kepada Allah adalah lebih tidak layak tinggal di kolong langit (kerajaan Allah)? Dan kalau kalian benar-benar menjatuhkan hukuman mati atas kami dari sebab seruan ini, maka sesungguhnya kami telah memohon kesyahidan (mati syahid) kepada Allah lantaran penolakan kalian terhadap seruan ini.

    Dan seruan terakhir kami adalah, tinggalkanlah loyalitas kalian kepada para musuh Allah, teroris sejati, dan manusia kera dan babi yakni Amerika dan sekutunya yang hingga saat ini tangan-tangannya masih saja berlumuran dengan darah kaum Muslimin!!! 

    “Kamu tidak akan menjumpai suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya…” (Qs Al-Mujadilah 22).

    LP Cipinang, Sabtu 14 Syawal 1433 H 

    Al-Faqir Ilallah:
    1. Usyaq As-Syuhadah Rahmadi Nowo Kuncoro
    2. Abdullah Sonata 
    3. Badru Adi Munadi
    4. Kurnia Widodo
    5. Tanjung Fahrur Rozi
    6. Abu Haekal Bakhti Rasna
    (sumber :voa-islam.com)


Top