SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Thoghut Demokrasi
»
Kultwit SBY Soal Demokrasi dan Kebebasan Omong Kosong
Kultwit SBY Soal Demokrasi dan Kebebasan Omong Kosong
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 14 Juni 2013 |
Thoghut Demokrasi
Anti-Thoghut.com - Rabu 17/04 malam, Presiden SBY
melalui akun Twitter barunya @SBYudhoyono yang kini sudah tembus 1 juta
follower membuat kultwit (kuliah twitter) soal demokrasi.
Dalam
akun twitternya SBY mengatakan, ciri penting demokrasi yang baik adalah
adanya kebebasan (freedom) dan kepatuhan pada hukum (rule of law). Namun
praktik di lapangan ternyata tidak seindah teori yang ia kicaukan.
Sekedar basa-basi dan pemanis bibir saja.
Banyak contoh kasus
dimana negara dengan aparatnya melakukan tindakan membungkam dan
memberangus kebebasan warga negaranya. Memata-matai kegiatan masyarakat
dalam bidang sosial, keagamaan dan wilayah pribadi rakyatnya. Disini
slogan kebebasan dipertanyakan dan kepatuhan kepada hukum tidak
memberikan rasa keadilan kecuali kepada orang-orang yang memiliki uang
untuk membeli keadilan.
Contoh terkini adalah yang menimpa Irkham
Fuadi atau biasa disapa Izzi Imani. Dia hanyalah seorang pekerja sosial
yang menyalurkan bantuan kepada keluarga aktifis Muslim yang oleh
negara dituding sebagai teroris.
Kegiatan Irkham sekedar
menyalurkan santunan kepada narapidana kasus terorisme dan
aktivis-aktivis dakwah Islam yang membutuhkan bantuan.
Naasnya,
pada hari Selasa (16/4/2013) dia bersama istrinya sedang melakukan
kegiatan rutin yaitu menyambangi dan menyalurkan bantuan ke lapas-lapas
dimana banyak kaum muslimin yang ditahan akibat “perang melawan
terorisme”.
Tiba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sekitar pukul
12.00 WIB. Setelah diperiksa dengan ketat, suami istri ini ditanya oleh
aparat tentang hubungannya dengan yang dibesuk. Dijawab oleh Irkham
Fuadi, hubungannya adalah saudara semuslim.
Tiba-tiba aparat
tersebut memukul Irkham Fuadi. Terjadilah baku pukul pada siang itu di
Mako Brimob depok. Di depan istrinya Irkham Fuadi dipukuli oleh aparat.
Tak cukup sampai disitu, suami-istri ini digelandang ke Polres Depok
dengan tuduhan melakukan pemukulan kepada aparat.
Yang lebih
getir istri Irkham Fuadi dilepas tengah malam, aparat tidak menghubungi
sanak-keluarga wanita ini. Akhirnya, dia pulang sendirian dan menginap
di tempat suaminya dan teman-temannya menyalurkan bantuan. Manusia
seperti apa yang tega berbuat seperti ini.
Sekarang Irkham Fuadi masih di kantor polisi, belum ada titik terang
akan dibebaskan oleh aparat dan dibersihkan nama baiknya. Istrinya
mungkin cemas menunggu kepastian kapan suaminyanya dibebaskan oleh
negara yang katanya menjujung kebebasan dan kemanusiaan. Keadilan memang
buta, sebelum benar-benar buta harus ada gerakan untuk membuka matanya.
Salam kebebasan dan kemerdekaan.
Penulis Hanya Seorang Follower @SBYudhoyono
(sumber:muslimdaily.net)
Tweet
