Kultwit SBY Soal Demokrasi dan Kebebasan Omong Kosong

 
Anti-Thoghut.com - Rabu 17/04 malam, Presiden SBY melalui akun Twitter barunya @SBYudhoyono yang kini sudah tembus 1 juta follower membuat kultwit (kuliah twitter) soal demokrasi.
 
Dalam akun twitternya SBY mengatakan, ciri penting demokrasi yang baik adalah adanya kebebasan (freedom) dan kepatuhan pada hukum (rule of law). Namun praktik di lapangan ternyata tidak seindah teori yang ia kicaukan. Sekedar basa-basi dan pemanis bibir saja.
 
Banyak contoh kasus dimana negara dengan aparatnya melakukan tindakan membungkam dan memberangus kebebasan warga negaranya. Memata-matai kegiatan masyarakat dalam bidang sosial, keagamaan dan wilayah pribadi rakyatnya. Disini slogan kebebasan dipertanyakan dan kepatuhan kepada hukum tidak memberikan rasa keadilan kecuali kepada orang-orang yang memiliki uang untuk membeli keadilan.
 
Contoh terkini adalah yang menimpa Irkham Fuadi atau biasa disapa Izzi Imani. Dia hanyalah seorang pekerja sosial yang menyalurkan bantuan kepada keluarga aktifis Muslim yang oleh negara dituding sebagai teroris. 
 
Kegiatan Irkham sekedar menyalurkan santunan kepada narapidana kasus terorisme dan aktivis-aktivis dakwah Islam yang membutuhkan bantuan.
 
Naasnya, pada hari Selasa (16/4/2013) dia bersama istrinya sedang melakukan kegiatan rutin yaitu menyambangi dan menyalurkan bantuan ke lapas-lapas dimana banyak kaum muslimin yang ditahan akibat “perang melawan terorisme”.
 
Tiba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah diperiksa dengan ketat, suami istri ini ditanya oleh aparat tentang hubungannya dengan yang dibesuk. Dijawab oleh Irkham Fuadi, hubungannya adalah saudara semuslim.
 
Tiba-tiba aparat tersebut memukul Irkham Fuadi. Terjadilah baku pukul pada siang itu di Mako Brimob depok. Di depan istrinya Irkham Fuadi dipukuli oleh aparat. Tak cukup sampai disitu, suami-istri ini digelandang ke Polres Depok dengan tuduhan melakukan pemukulan kepada aparat.
 
Yang lebih getir istri Irkham Fuadi dilepas tengah malam, aparat tidak menghubungi sanak-keluarga wanita ini. Akhirnya, dia pulang sendirian dan menginap di tempat suaminya dan teman-temannya menyalurkan bantuan. Manusia seperti apa yang tega berbuat seperti ini.
 
Sekarang Irkham Fuadi masih di kantor polisi, belum ada titik terang akan dibebaskan oleh aparat dan dibersihkan nama baiknya. Istrinya mungkin cemas menunggu kepastian kapan suaminyanya dibebaskan oleh negara yang katanya menjujung kebebasan dan kemanusiaan. Keadilan memang buta, sebelum benar-benar buta harus ada gerakan untuk membuka matanya.
 
Salam kebebasan dan kemerdekaan.
Penulis Hanya Seorang Follower @SBYudhoyono
 
(sumber:muslimdaily.net)



Top