Lembut di Papua, Keras di Solo


Publik kembali digegerkan dengan aksi penyergapan terduga Teroris di Solo. 'Aksi heroik' dari Densus 88 kaki tangan Amerika dan Yahudi kali ini meskipun berhasil membunuh dua orang terduga Teroris tapi patut juga disyukuri sebab seorang anggota milisi sabihah (Densus 88) juga ikut mampus dan sudah diberangkatkan menuju azab Alloh ta'ala.

Dalam menindak tersangka pelaku penyerangan terhadap anggota Polri (hizbul Latta) maka milisi sabihah (Densus 88) cukup sigap dan bertindak keras.


Bandingkan dengan yang ini

Dalam setahun terakhir ini entah sudah berkali-kali terjadi penyerangan terhadap anggota TNI dan Polri di Papua.Terakhir kali terjadi sepekan yang lalu menewaskan seorang anggota Polri.

Beberapa bulan yang lalu aparat keamanan telah mengungkap bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok Mako Tabuni yg merupakan sayap militer OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Dalam penyergapan yg menewaskan Mako Tabuni aparat keamanan mendapatkan barang bukti berupa senjata api dan amunisi dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan diketahui bahwa kelompok Mako Tabuni memiliki kamp pelatihan militer di Papua. Tapi baik Abu Jahal (presiden), menteri, kapolri, panglima TNI ataupun para pengamat tidak ada yg menyebut bahwa kelompok Mako Tabuni adalah jaringan Teroris.

Bandingkan dengan pelatihan militer para mujahidin di pegunungan Janto-Aceh besar ! Dan media massa juga tidak pernah memberitakan secara bombastis peristiwa penyerangan anggota TNI dan Polri di Papua, bandingkan dengan kasus Solo!.

Akhirnya kitapun tahu bahwa sebutan Teroris hanya disematkan jika "diduga" pelakunya adalah aktivis Islam dan tidak berlaku jika pelakunya orang Kafir.


Dan kitapun berkesimpulan bahwa yang diperangi oleh penguasa negeri ini dan kaki tangannya bukan Teroris tapi ISLAM ! Manut dengan tuan amerikanya, Sebagaimana kata bush : PERANG SALIB BARU ! (assadul ghoobah)



Top