SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Musuh Islam
»
Lagi-Lagi Fasiqun KH.Said Agil Siradj Berulah
Lagi-Lagi Fasiqun KH.Said Agil Siradj Berulah
Posted by Anti Thoghut on Senin, 20 Agustus 2012 |
Musuh Islam
APA sebenarnya maunya sang Kiyai, sudah banyak kali dirinya melontarkan ucapan permusuhan terhadap islam dan harakah islam, terutama terhadap harakah islam yang berkonsentrasi menegakkan syariat ISLAM di Indonesia dan dunia pada umumnya. Kini sang Kiyai kembali melontarkan pernyataan sesat pada Acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni, di gedung MPR, ia menyatakan:
Tidak ada lagi tempat bagi organisasi yang memperjuangkan negara Islam, apalagi dengan kekerasan dan teror. Organisasi seperti itu harus dikategorikan sebagai organisasi kriminal dan harus ditindak. Yang ingin membangun negara Islam pindah saja ke Afghanistan.
Sudah terang bahwa kebencian Said bukan hanya terkait praktik jihad yang dilakukan oleh harakah jihadis, tetapi secara tegas kebenciannya mencakup kepada esksitensi Islam dan penegakan syariat islam itu sendiri.
Tak hanya itu pernyataan pelecehannya terhadap Islam. Belum lama ini, ia kembali menyatakan dengan pernyataan berbahaya. Said Agil menganggap bahwa membela tanah air jauh lebih utama daripada membela islam. Inilah pernyataan konyolnya, seperti yang dimuat pada majalah an-najah-net edisi. No.11/VIII/Agustus/2012. Said Agil menyatakan:
"Kita bela tanah air. Bukan bela Islam. Dahulu Soekarno, Muhammad Hatta, Jenderal Soedirman bertanya kepada KH. Hasyim di Tebu Ireng, "Apa hukumnya membela tanah air? Jadi bukan membela Islam, seperti FPI. Tapi membela tanah air. Demikian pernyataan Ketua Umum LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam).
Menimbang prilaku Agil Siradj di atas, secara tegas para ulama mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk pelecehan terhadap islam. Sikap mengutamakan tanah air yang nota bene berhukum dengan hukum thoghut dengan cara membandingkannya dengan agama Allah (Islam). Dalam penjelasan Syeikh Muhammad Jamil Zainu dalam kaidah pembatal syahadat mengatakan: "Barangsiapa yang meremehkan syariat Allah, baik dengan sengaja maupun bersenda gurau maka syahadatnya batal.'
Secara tegas Allahu Ta'ala menyatakan:
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (At-Taubah: 65-66).
Oleh karena itu bertaubatlah wahai Kiyai sebelum nyawa Anda sampai di krongkongan, maka kesempatan taubat pupuslah sudah, dan lalu penyesalan yang tak bertepi. Sudah terlambat, bukan?
Wallaua'lam bish-showab.
Tidak ada lagi tempat bagi organisasi yang memperjuangkan negara Islam, apalagi dengan kekerasan dan teror. Organisasi seperti itu harus dikategorikan sebagai organisasi kriminal dan harus ditindak. Yang ingin membangun negara Islam pindah saja ke Afghanistan.
Sudah terang bahwa kebencian Said bukan hanya terkait praktik jihad yang dilakukan oleh harakah jihadis, tetapi secara tegas kebenciannya mencakup kepada esksitensi Islam dan penegakan syariat islam itu sendiri.
Tak hanya itu pernyataan pelecehannya terhadap Islam. Belum lama ini, ia kembali menyatakan dengan pernyataan berbahaya. Said Agil menganggap bahwa membela tanah air jauh lebih utama daripada membela islam. Inilah pernyataan konyolnya, seperti yang dimuat pada majalah an-najah-net edisi. No.11/VIII/Agustus/2012. Said Agil menyatakan:
"Kita bela tanah air. Bukan bela Islam. Dahulu Soekarno, Muhammad Hatta, Jenderal Soedirman bertanya kepada KH. Hasyim di Tebu Ireng, "Apa hukumnya membela tanah air? Jadi bukan membela Islam, seperti FPI. Tapi membela tanah air. Demikian pernyataan Ketua Umum LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam).
Menimbang prilaku Agil Siradj di atas, secara tegas para ulama mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk pelecehan terhadap islam. Sikap mengutamakan tanah air yang nota bene berhukum dengan hukum thoghut dengan cara membandingkannya dengan agama Allah (Islam). Dalam penjelasan Syeikh Muhammad Jamil Zainu dalam kaidah pembatal syahadat mengatakan: "Barangsiapa yang meremehkan syariat Allah, baik dengan sengaja maupun bersenda gurau maka syahadatnya batal.'
Secara tegas Allahu Ta'ala menyatakan:
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (At-Taubah: 65-66).
Oleh karena itu bertaubatlah wahai Kiyai sebelum nyawa Anda sampai di krongkongan, maka kesempatan taubat pupuslah sudah, dan lalu penyesalan yang tak bertepi. Sudah terlambat, bukan?
Wallaua'lam bish-showab.
Tweet
