SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Musuh Islam
»
Kaitan Lembaga RAND (Lembaga think thank Kafir Amerika) Dengan Pemahaman Ghulatu Takfir
Kaitan Lembaga RAND (Lembaga think thank Kafir Amerika) Dengan Pemahaman Ghulatu Takfir
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 03 Agustus 2012 |
Musuh Islam
Apakah ada kaitan antara RAND (lembaga think thank kafir Amerika) dengan pemahaman ghulatu takfir?
Bismillah wal hamdulillah washolatu wassalam alaa rasulillah dan aku bersyahadat bahwa tidak ada tuhan ilaah selain Alloh. Dia lah satu-satunya tidak ada sekutu baginya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Amma ba'du:
Tidak diragukan lagi bahwa banyak ikhwah (kalau tidak seluruhnya) yang mengikuti perkembangan gerakan busuk dan penuh makar dari lembaga RAND ini. Yang memiliki salah satu agenda penting yaitu menghilangkan ruhul islam berupa tatanan hukumnya yang robbani dan syariatnya yang berasal dari langit. Menghilangkan juga seluruh manifestasi kehidupan beragama. Merubah kaum muslimin, bahkan merubah islam itu sendiri pada waktunya nanti. Membangun jaringan islam "moderat" tentu dengan standar yang mereka tentukan sendiri tentang apa itu "muslim moderat".
Itulah cara merubah pemikiran seluruh kaum muslimin tidak hanya kaum radikalnya.
Hal tersebut dapat dipahami oleh siapa saja yang menelaah rilisan meraka dengan judul "Building Moderate Muslim Network" (http://www.rand.org/pubs/monographs/2007/RAND_MG574.pdf )
Mari kita mulai dengan selayang pandang profil lembaga perusak islam ini:
1. RAND Corporation adalah sebuah lembaga think-tank (lembaga tukang mikir) terbesar di dunia.
2. Markas besarnya di California (satu kota sama Facebook)
3. Memperkerjakan 1600 analis dan kebanyakan staffnya memliki nilai akademis yang tinggi.
4. Anggarannya per tahun 100-150 milyar dollar Amerika (duit semua itu, bukan kupon)
5. Salah satu lembaga think-tank paling berpengaruh atas pemerintah Amerika dalam mengambil kebijakan.
6. Pendukung aliran keras di Kementerian Pertahanan Amerika. Kementerian pun banyak mendukung proyek dan dana lembaga ini.
7. Mempunyai ikatan dengan CIA dan FBI
8. Study dan analisanya banyak membahas soal menghadapi islam dan kaum muslimin.
9. Berkontribusi dalam perencanaan strategi perang terhadap terror (baca: perang terhadap islam)
10. Satu-satunya cabang di dunia, Cuma di Qatar. (tapi antek-anteknya kayaknya di indonesia banyak deh)
(Sudah merupakan prinsip strategi) sebuah keharusan bagi suatu pihak bila ia ingin menyerang lawannya, ia harus mempelajari kepemimpinan lawannya, pola gerak dan tindaknya, para cendikiawannya sehingga dia mengetahui seluk beluk tentang lawannya yang akan memudahkannya menyerang dengan metode yang sesuai waktu dan tempat.
Dari prinsip ini mulailah Amerika melakukan study yang komprehensif tentang Salafy Jihady. Pola gerak dan ulama-ulamanya. Lembaga yang paling menonjol dalam study ini adalah RAND corporation, yang membuat pemetaan dan menyimpulkan bahwa Syaikh Abu Muhammad al-Maqdisy ialah orang yang paling berbahaya di muka bumi disebabkan buku-buku dan karya tulis beliau, serta tentu tauhid beliau. (kalau orang tanpa tauhid nulis ribuan buku juga gak menakutkan iblis)
Lembaga anti terror di akademi militer Amerika, west point (dikenal dengan CTC, Combatting Terrorism Center) juga merilis karya analisa dengan judul "Miltant Ideology Atlas" (http://www.ctc.usma.edu/wp-content/uploads/2012/04/Atlas-ExecutiveReport.pdf ) di dalamnya tercantum peta para masyaikh Salafy Jihady yang menonjol, beserta ukuran pengaruh masing-masing, dan Syaikh Abu Muhammad al-Maqdisi menduduki peringkat yang tak terbantahkan bahaya pengaruhnya menurut mereka. Kemudian di bawahnya DR. Abdullah Azzam Rahimahullah, lalu Syeikh Yusuf al-Uyayry dan seterusnya.. (baca sendiri artikelnya Cuma 21 halaman kok)
Seorang nasrani dari salah satu negara eropa pun menulis untuk thesis doktoralnya dengan judul "Almaqdisi" (setelah kami telusuri di internet, orang tersebut bernama Joas Wagemakers, dengan judul A Purist Jihadi-Salafi: The Ideology of Abu Muhammad al-Maqdisi) di dalamnya dia membahas Syeikh Abu Muhammad al-Maqdisi, juga mencantumkan pendapat yang mendukung dan bertentangan dengan syeikh. Yang ajaib.. Adalah dia yang nasrani ini sudah membaca semua buku Syaikh al-Maqdisi. Yang paling ajaib lagi.. Dia menulis artikel yang membantah tuduhan bahwa Syeikh al-Maqdisi telah berubah pendapatnya, dan menerangkan di dalam artikel itu bahwa Syaikh -Hafidzohullah- tetap "tsabat" tiada beliau berubah keyakinan dan pendapatnya!
Lembaga ini dalam kegiatannya menyingkirkan salafy-jihadi internasional dibantu oleh beberapa pihak, yang paling menonjol adalah beberapa lulusan al-azhar, umar dan kholid (penerjemah tidak memahami siapa yang dimaksud) sebagaimana yang tertulis di laporan yang mereka rilis. Sertelah hal itu menemui kegagalan. Mereka meminta bantuan kepada para da'I salafy irja dan salafy penganut tasfiyah dan tarbiyah untuk mengeliminasi islam yang beramal dan harokah. Ikon yang paling menonjol menurut mereka adalah syaikh abu muhammad almaqdisi -karena mereka anggap sebagai lab intelektual terorism- tapi lagi-lagi semua usaha ini berujung kegagalan dan mereka belum bisa menemukan apa yang mereka mau. Pertanyaan yang timbul adalah.. Siapakah yang akan mereka jadikan kendaraan selanjutnya.. Apakah para ahlu ghuluw..?
ya akhy karim para pembaca.. Perhatikan hal ini baik-baik dan bandingkan dengan serangan terhadap syaikh almaqdisi dari para muta'alimin (para pelajar) dan yang mengaku ahli fiqih, yang jahil terhadap aqidah dan agama, yang mereka menisbatkan secara dusta diri mereka kepada dakwah jihad dan mujahidin, serta mereka berbicara tentang Syaikh Abu Muhammad al-Maqdisi.
Mereka terbagi kepada tiga kelompok:
Kelompok pertama adalah kaum ghullat (ekstrim)
Kelompom kedua: orang-orang yang menyelisihi syaikh, dalam soal aqidah, dakwah dan pemikirannya, bahkan mereka musuh yang paling keras terhadap syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.
Kelompok ketiga: ahlul ahwa' yang naif dan tertipu.
Adapun kelompok pertama, syaikh Abu Muhammad amat menaruh perhatian kepadanya, karena jamaah ini yang paling banyak berpengaruh terhadap kebanyakan pemuda pengusung dakwah tauhid dan jihad, hal ini disebabkan banyak menjangkiti para pemuda itu dan para da'inya. Serta mereka tidak menemukan dari para pengusung tauhid keingkaran dan peringatan yang bisa menghalangi mereka dari kesesatan dan kejahilannya. Bahkan sebagian penganut ghullat (pemahaman yang berlebihan) diri mereka ternisbatkan kepada jamaah tauhid dan jihad, dan isu-isu terkait. Padahal pendapat meraka yang rusak itu seringkali disebut-sebut oleh para awwamu syabab tauhid dan dinukil dalam beberapa kesempatan. Yang terkadang isu-isu yang diangkat itu, yang dinukil ulang terdapat di dalamnya khilaaf (perbedaan pendapat) yang diperbolehkan syariat.
Maka syaikh abu muhammad mewajibkan untuk berlepas diri dari pemikiran-pemikiran ini dan memerangi (kalimat aslinya menggunakan kata "muharibatu ahliha" penerjemah menterjemahkan dengan kata memerangi, tapi dengan anggapan syaikh tidak bermaksud dengan kata itu, menembak kepala para orang ghuluw ini, wallahu a'lam) penganutnya dan para dai yang menyeru kepadanya sehingga tidak tercampur antara kemurnian dan keaslian dakwah tauhid wal jihad dengan ghuluw dan penyelewangan.
Mereka ini bermacam-macam jenisnya tergantung ke-ghuluw-an yang mereka anut, sebagaimana berikut:
a. Orang-orang berpendapat bahwa semua manusia itu kafir, karena hukum asal para manusia ini kafir, kecuali ada dalil lain yang menyatakan sebaliknya, sedangkan dalil shahih yang mereka akui adalah "ikhtibaar islami al-asykhosh" alias menguji keislaman orang-orang dan apa-apa yang mereka pahami dalam permasalahan tauhid yang bermacam-macam secara tafshil (mendetil). Kalau sesuai dengan akal dan hawa mereka maka ia muslim (menurut mereka) kalau tidak demikian berarti tidak muslim. Seperti misalnya orang yang tidak berpendapat bahwa hukum asal manusia adalah kafir, maka mereka penganut ghuluw ini menilainya kafir disebabkan dia belum berlepas diri dari kekafiran orang-orang.
Mereka ini mengkafirkan syaikh ayman adz-dzawahiry dan syaikh abu muhammad al-maqdisy, karena beliau berdua tidak mengkafirkan siapa yang mereka anggap kafir sesuai pemahaman takfir mereka.
b. Ada yang berpendapat bahwa hukum asal para imam masjid itu itu kafir, semata karena masuknya mereka pada posisi itu, tapi mereka mengatakan hukum asal manusia ialah islam, sedangkan sebagian yang lain bertawaquf ( tidak menghukumi kafir atau islam)
c. Di antara mereka ada juga yang tidak melihat seorang pun di muka bumi ini yang islam kecuali dirinya sendiri, anak-anak dan istri mereka. Juga berpendapat bahwa masa sekarang ini bukan masa yang benar untuk berdakwah dan berjihad, tapi sekarang adalah masa uzlah dan menghilang. Ini lah orang yang disebutkan di dalam makalah yang berjudul "ghuluw yamhaqu al-barokah" (penerjemah tidak tahu apakah sudah diterjemahkan atau belum).
d. Nah yang selanjutnya ini, ahli gado-gado.. Mereka tidak memiliki manhaj tidak pula pemikiran, mereka hanya comot sana, comot sini dari suatu pendapat kemudian mereka pupuk apa yang ada itu. Kebanyakan mereka cepat berubah soal benar salahnya pendapat, tahdzirnya terhadap sesuatu dan pernyataan terhadap pendapat-pendapat para ulama.
Mengapa syaikh abu muhammad almaqdisi memerangi kelompok ini dengan sengit dan bersikap keras terhadp mereka..?
Telah datang kritik dari beberapa ikhwan bahwa makalah-makalah yang dikeluarkan oleh syaikh abu muhammad almaqdisi justru adalah penyebab hal ini, dan jumlahnya kian bertambah yang malah membuka medan peperangan baru yang tidak perlu pada saat ini.
Maka kami katakan kepada para ikhwah ini sebagai jawaban atas soalan tadi:
Yang pertama: Bahwa sebagian para panganut ghuluw menisbatkan diri mereka kepada dakwah tauhid ini di antara orang-orang, melalui:
a. Mereke menyebut syaikh mus'ab rahimahulloh, mereka mengklaim bahwa mereka mengikuti beliau dan jihad serta perlawanan beliau, sedangkan syaikh mus'ab sendiri berlepas diri dari mereka.
b. Pakaian mereka tidak berbeda dengan pakaian ahli tauhid dan jihad, sama-sama memanjangkan rambut, pakaian a la afghan dan penutup kepala hitam.
c. Mereka juga menggunakan sebagian kitab syaikh abu muhammad almaqdisi seperti "demokrasi adalah sebuah agama" dan "millah ibrahim" sebagai pembukaan untuk dakwah mereka, kemudian setelah beberapa lama barulah mereka menyebarkan racunnya, mentakfir masyarakat dan para ulama yang tidak berbeda dari mereka.
Syaikh abu muhammad mengetahui bahayanya golongan ini, kemungkinan penyebaran kebatilan dan pertambahan pengikut mereka di antara para pemuda pengusung tauhid, maka beliau menetapkan untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan dengan menekannya dan mengingkari perbuatan dan perkataan yang dimaksud, serta melakukan tindakan preventif dengan menyeru para pemuda untuk meninggalkan golongan ini, memutuskan hubungan dengan mereka dan tidak menghadiri majlis mereka.
Yang kedua: mereka memblokir jalan menuju tauhid dan jihad melalui sebagian perkataan mereka yang keluar dari rel syariat, yang lalu dipungut oleh orang-orang yang licik yang berniat buruk dari kalangan murjiah dan jamaah ikhwan dan hizbu tahrir serta jamaah tabligh dan selain mereka, lalu mereka menyebarkannya bahwa ini adalah pemikiran syaikh abu muhammad almaqdisi dan jamaahnya, sampai terpatri bahwa ini adalah gerakan salafy jihadi di seluruh belahan dunia. Maka sangat perlu adanya pencegahan atas bahaya yang ditimbulkan oleh para panganut ghuluw ini.
Kelompok kedua, adalah yang berbeda dari syaikh aqidah, dakwah serta pemikirannya. Mereka menganggap syaikh abu muhammad almaqdisi adalah pencetus pemikiran takfir dan ghuluw. Ketika anda memanggil mereka untuk berdiskusi soal ini secara diskusi ilmiyah dengan kaidah-kaidha ilmiyah, mulai lah mereka melakukan manuver-manuver dusta, sesat lagi berdosa dalam debat kusir meninggalkan diskusi ilmiyah yang kokoh dan pasti untuk mencari hakikat kebenarannya secara syariah.
Mereka memiliki beberapa sifat:
1. Menganggap syaikh abu muhammad almaqdisi adalah orang yang ghuluw (berlebihan, ekstrim) dan suka mengkafirkan sembarangan.
2. Memerangi manhaj syaikh muhammad bin abdul wahab tanpa bukti yang jelas tidak pula manhaj yang shohih.
3. Mempermainkan urusan jihad dengan memelintir nasehat-nasehat syaikh abu muhamad almaqdisy yang aslinya untuk memberi petunjuk kepada para pemuda dalam amaliyat-amaliyyat meraka, supaya aksi-aksi itu sesuai dengan prinsip-prinsip siyasah syar'iyah. Mereka memelintir itu untuk memusuhi jihad dan mujahidin, bahkan meraka menyebut bahwa syaikh adalah seorang agen dan penipu. (besar sekali dosa ucapan y ang keluar dari mulut-mulut mereka, mereka tidak mengatakan kecuali kedustaan).
Mereka bertingkah busuk dalam perdebatan dan memfitnah syaikh dan yang bersamanya dengan kebohongan-kebohongan. Mereka menuduh syaikh yang mulia yang pemahaman fiqihnya luas ini sebagai yang menyelewengkan maksud syariat dan sesat, disebabkan satu kesalahan beliau dalam satu masalah fiqih saja. Lalu nasri al-thahayanah mereka tuduh sebagai pencuri, yang membangun rumahnya dengan harta milik mujahidin, padahal ketahuilah rumahnya saja tidak luas, untuk menampung lima orang sekaligus saja tidak bisa. Syaikh sepuh yang tertawan (abu muhammad at-tahawi, seorang ulama jordan) mereka tuding sebagai orang bodoh dan tolol.
Begitu pun umar zaydan (abu mundzir) dituduhnya dengan tuduhan dusta yang tidak ada petunjuknya dari Alloh. Syaikh nurudin sebelumnya juga begitu, mereka tuduh mencuri harta mujahidin , dan mereka juga berusaha melakukan hal serupa kepada syaikh al-fadhil abu muhammad al-abid dan saudara beliau abu asyraf.
Maka munculah pertanyaan: kenapa mereka melakukan hal-hal yang busuk seperti d atas kepada para ulama dakwah tauhid wal jihad separti syaikh abu muhammad almaqdisi dan para penuntut ilmu lainnya seperti syaikh nurudin, umar zaydan dan siapa pun yang melakukan pengumpulan donasi untuk keluarga mujahidin yang tertawan semisal syaikh abu muhammad al-abid dan saudaranya abu asyraf?
Ketahuilah, beliau-beliau itu merupakan perwujudan dari dakwah tauhid dan jihad ini, dari sisi-sisi:
1. Teoritis ideology (para ulama dan para penuntut ilmu)
2. Operator lapangan (mereka yang mengurusi keluarga yang ditinggalkan oleh para syuhada dan tawanan)
Maka sesungguhnya mereka berkonspirasi dan bermakar buruk kepada dakwah ini dengan suatu metode yang sebetulnya sesuai dengan strategi yang digariskan oleh lembaga RAND ini, baiks engaja atau tidak sengaja. Dengan mereka mengetahui strategi lembaga RAND ini atatu tidak, dengan bantuan langsung atau tidak langsung dari dinas keamanan thoghut. Sukarela atau pun terpaksa. (istilahnya mereka menari dengan tabuhan gendang RAND corporation).
Masalahnya mau apa pun keadaannya, hasilnya ya tetap satu. Yaitu rencana jahat, sebuah konspirasi, makar rekayasa untuk menjatuhkan dakwa yang penuh berkah ini, dengan melakukan pembunuhan karakter, menjatuhkan pengaruh siapa saja yang mengusung dakwah ini dan tokoh-tokohnya yang menonjol.
Mereka tidak membatasi diri dalam hal kerja sama, mereka akan bekerja sama dengan siapa pun, bila hal itu menguntungkan keberhasilan rencana jahat mereka.
Kelompok yang ketiga: ahlu ahwa yang naif dan tertipu.
Sejatinya kelompok inilah yang paling berbahaya dan mengkhawatirkan, mereka mempromosikan pemikiran-pemikiran yang sebetulnya mereka tidak memahami maknanya, mereka menjaebak diri meraka sendiri dalam skema permainan orang lain tanpa meraka sadari, tidak mereka ketahui sasaran dan tujuannya. Maka anda bisa melihat mereka menukil-nukil kabar berita dan isu-isu lalu mereka tambah dan kurangi, mencampurkan antara kebenaran dan kebatilan. Kalau meraka dimintai rujukan dari syaikh mana, dan penafsiran dari beberapa yang ada di otak meraka, anda lihat mereka tidak bisa menjawab.
Maka sebetulnya mereka ini tidak bisa mendengarkan, kalau pun mereka mendengar, mereka tidak bisa memahami, kalau pun paham, mereka tidak melakukanya dengan baik. Mudah menyebarkan rumor-rumor dan menganggap diri mereka beda dari orang lain. Sehingga meraka menjadi mangsa yang empuk, dikarenakan tindaka-tindakan mereka yang tidak disiplin.
Adapun yang jujur… seperti mereka yang berbeda pendapat dengan syaikh di beberapa perkara. Tapi mereka masih masuk kepada bagian aqidah dan tauhid. Mereka sebagian ikhwah yang merupakan para penuntut ilmu tetapi mereka juga memiliki beberapa penyimpangan yang menyelisihi syaikh abu muhammad almaqdisi, namun mereka umumnya tidak menimbulkan kekacauan di dalam gerakan, bahkan terkadang mengkritisi syaikh tanpa tujuan menimbulkan kerusakan dan sekadar qila wa qola saja. Syaikh abu muhammad almaqdisi pun seringkali mendorong mereka untuk berdebat dan berdiskusi, supaya pemikiran meraka terbuka.
Sesungguhnya penyakit hati berupa nafsu terhadap popularitas dan erosinya ke-ikhlas-an dari hati sebagian orang serta sifat dendam merupakan jembatan syetan jin dan manusia semisal lembaga RAND dan siapa saja yang sama dengan mereka. Ibadah mereka untuk mendekatkan diri kepada alloh berganti dengan menyerang dan mencela syaikh salafy jihad internasional abu muhammad almaqdisi semoga Alloh menjaganya, dengan restu lembaga RAND dan dinas keamanan lainnya.
"dan kami jadikan dari mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami sepanjang meraka sabar dan mereka yakin terhadap ayat-ayat kami" as-sajdah 24. begitu lah Alloh subhana wa ta'ala menjadikan kepemimpinan dalam dien tergantung dengan sabar dan yakin. Kita meminta kepada Alloh semoga Alloh memberikan kesabaran dan keyakinan kepada syaikh abu muhammad almaqdisi sampai beliau menemui wajhu robbihi.. Sesungguhnya robb kami maha mendengar lagi maha dekat, yang maha menjawab doa-doa.
Aku menuliskan kepada semua yang menyelisihi syaikh abu muhammad almaqdisi tanpa hujjah dan dalil yang jelas dari al-quran dan sunnah sebuah ayat "wahai orang yang beriman jika kalian bertaqwa kepada Alloh, maka Dia akan menjadikan bagi kalian furqon dan menghapus keburukan-keburukan kalian serta mengampuni kalian, sesunguhnya Alloh memiliki keutamaan yang besar"
Berkata penulis fi zhilali al-quran, sebagai tafsir dari ayat di atas.
Bahwa taqwa kepada Alloh itu menjadikan hati bisa membedakan mana yang haq dan batil, menyingkapkan penghalang jalan, tetapi hakikat ini, sebagaimana seluruh hakikat aqidah.. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia yang merasakannya.
Segala urusan itu terjalin di benak dan akal, thoriqoh itu terjalin dalam pandangan serta pemikiran, dan kebatilan bercampur dengan al-haq ketika diri terpisah dari jalan (kebenaran), hujjah matang tapi tidak mengenyangkan, terdiam tidak berpengaruh terhadap hati maupun akal.
Jadilah jidal dan diskusi sia-sia dan kehilangan tujuan dan hasilnya.. Hal itu terjadi manakala taqwa tiada.
Kalau akal itu terang, yang haq akan jelas, jalan tersingkap, hati menjadi tenang anggota badan pun santai dan kaki akan tetap kokoh di atas jalan (kebenaran).
Al-haq itu sejatinya bukan suatu rahasia bagi fitrah, ada hubungan antara kebenaran dan fitrah itu.
Yang mana dengan itu langit dan bumi diciptakan.. Tetapi di sana ada hawa.. Di antara al-haq dan fitrah. Hawa ini lah yang menyebarkan mendung yang menutupi pandangan, membutakan para pejalan serta menutup jalur jalan. Hujjah itu tidak berpengaruh terhadap hawa, taqwa yang berpengaruh atasnya, rasa takut kepada Alloh.. Perasaan selalu diawasi oleh-Nya baik sendiri sunyi maupun saat telihat ditengah kawan.
Sebab itu.. Furqon ini, yang menerangi pandangan, memisahkan kerancuan dan menyingkap jalan.. Dia tidak ternilai harganya..
Dengan kalam ini aku menjadi, alhamdulillah aku menutup pintu-pintu yang bisa dipakai untuk menyerang dan mencela syaikh abu muammad almaqdisi dan dakwahnya kepada tauhid dan jihad.
Semoga hancur dan binasa bagi lembaga RAND, sedang mimbar tauhid dan jihad senantiasa tinggi dan penuh dengan dakwah dan qital.
diterjemahkan oleh : Abdullah dari website : http://www.tawhed.ws/r?i=16011030
Tweet

