Tahniah Untuk Imaroh Islam Azawad


Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilhamd… Hati orang-orang beriman kembali gembira dan lega atas tegaknya sebuah Imarah (Negara) Islam di Azawad Afrika Barat.

Imarah Islam Azawad di deklarasikan pada tanggal 5 Rajab 1433 Hijriyah / 26 Mei 2012 lalu di kota Gao. Wilayah gurun pasir sahara ini awalnya merupakan wilayah Republik Mali, tetapi pejuang kemerdekaan berhasil menguasai dan menyatakan kemerdekaan Azawad pada awal tahun 2012 lalu setelah mereka berhasil mengusir Tentara Nasional Mali.

Dideklarasikannya Imarah Islam Azawad merupakan hasil kerjasama antara pejuang kemerdekaan yang dikenal sebagai Milisi Tuareg (Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad/MNLA), pejuang islam lokal Harakah Anshorud Dien, serta pejuang islam internasional Al Qaeda Afrika Barat (AQIM/Al Qaeda in Islamic Maghrib).

Menurut wikipedia, wilayah kekuasaan Imarah Azawad meliputi Region Timbuktu, Kidal, Gao, dan sebagian Region Mopti, yang secara keseluruhan meliputi enam puluh persen wilayah Mali. Azawad berbatasan dengan Burkina Faso di selatan, Mauritania di barat dan barat laut, Aljazair di utara dan timur laut, Niger di timur dan tenggara, dan Mali di barat daya. Gao adalah kota terbesar dan ibukota sementara. Timbuktu, kota terbesar kedua, akan dijadikan ibukota permanen.

Sebelumnya, berbagai media telah menyiarkan penerapan syariah islam di kota Gao dan Timbuktu. Dimana minuman keras dilarang, para wanita diwajibkan berjilbab, sekolah yang memiliki kurikulum dan aturan islami, serta baru-baru ini diberlakukan pelarangan rokok.

Berikut ini kami lampirkan naskah kesepakatan antara Jama’ah Ansharud Dien dan Milisi Tuareg :

بسم الله الرحمن الرحيم
Keputusan Perjanjian
Antara: 
Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad dengan Jama’ah Ansharud Dien

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (Ali-Imran: 103)

Tunduk pada perintah Allah dalam ayat yang mulia ini, saudara-saudara dari Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad dan Jama’ah Ansharud Dien melakukan serangkaian pertemuan dan konsultasi selama seminggu penuh, mendiskusikan hal-hal mendasar diantaranya :

- Konsep Kufur kepada Thaghut

- Konsep Al-Wala wal Bara’

- Perlunya pendirian Negara Islam di Azawad ini karena kami diperintahkan oleh Tuhan Semesta Alam dalam firman-Nya, “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Al-Hajj: 41)

Kesepakatan kedua belah pihak:

- Menekankan pada pemegangan Kemerdekaan Azawad, dengan pengakuan total dan menghormati perbatasan negara-negara tetangga.

- Berkomitmen untuk bekerja pada pendirian dan pembangunan sebuah Negara Islam di Azawad yang manhajnya adalah Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW berdasarkan pemahaman para Salafus shalih.

- Memutuskan untuk bergabung untuk kepentingan yang lebih tinggi dari Islam dan Kaum Muslimin di tanah rakyat Azawad ini.

- Berkomitmen segera menggabungkan pasukan bersenjata kami, untuk membentuk sebuah persatuan Tentara.

- Bersepakat untuk membentuk sebuah badan eksekutif transisi atas nama: “Dewan Transisi Negara Islam Azawad”.

- Bersepakat untuk bendera khusus untuk Negara Islam Azawad.

- Menyeru kepada semua kelompok Azawad yang bersifat organisasi untuk perlunya mengambil inisiatif dan berkerja bergabung dengan kerangka kerja baru ini.

- Dewan Transisi Negara Islam Azawad bekerja untuk menyusun rencana untuk melaksanakan ketentuan dari perjanjian ini.

- Pernjanjian ini akan mulai berlaku setelah penandatanganan ini.

Gao, 5 Rajab 1433 H
Sesuai dengan 26 Mei 2012
Atas nama Gerakan Nasional Pembebasan Azawad dan Jama’ah Ansharud Dien
Bilal Ag Charif Alghabass Ag Intalla (Sekjen MNLA)

-----------------------------
Sharia4Indonesia mengucapkan selamat atas lahirnya Imarah Islam Azawad, semoga keberkahan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Azawad dapat menyinari dunia ini menuju tegaknya Khilafah Islamiyah.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilhamd…
Jakarta, 8 Rajab 1433 H / 29 Mei 2012
Sharia4Indonesia
(sumber:
Sharia4Indonesia.com)



Top