Tunjukkan Keganasan Kalian, Wahai Umat Islam..!!

Divisi Informasi Tanzim Al-Qaeda Negeri Dua Aliran Sungai:

Segala puji bagi Alloh, yang memuliakan Islam dengan pertolongan-Nya… 

Yang menghinakan kesyirikan dengan kekuatan-Nya… 

Yang mengatur segala urusan dengan perintah-Nya… 

Yang membinasakan orang-orang kafir perlahan-lahan dengan makar-Nya… 

Yang mempergilirkan hari-hari (kemenangan) antar umat manusia dengan keadilan-Nya… 

Dan menjadikan hasil akhir bagi orang-orang bertakwa dengan anugerah-Nya… 

Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, yang Alloh tinggikan menara Islam melalui perantara pedang-Nya…

Ammâ Ba’du…

Dari Abû Mus’ab Al-Zarqawi, untuk para mujahidin yang jujur di tanah dua Aliran Sungai; medan perwira dan pengorbanan…

Kepada “singa-singa” para pemilik tekad yang tinggi…

Assalamualaikum wa rahmatullohi wa barokatuh…

Syair

Dua tahun sudah Baghdad jatuh ke tangan orang-orang salibis, yang mana tidak ada hasil apapun yang mereka raih selain kekalahan dan kehinaan…

Dua tahun berlalu, yang dengan anugerah Alloh dan taufik Alloh, para penyembah salib itu tidak berhasil meraih target apapun dari tujuan yang mereka bawa. Sebelumnya, mereka berkeinginan –dengan menginvasi Irak— untuk bisa menancapkan hegemoninya terhadap umat Islam, dan setelah itu mendirikan Negara Israel Raya –negeri kaum Zionis— sejak dari sungai Nil membentang hingga sungai Eufrat.

Akan tetapi berkat anugerah Alloh, kemudian berkat pukulan-pukulan Mujahidin, mereka menderita berbagai kerugian, meleset target-target mereka, dan mereka lari ke belakang dengan keadaan hina.  
Hari ini, kalian, wahai para mujahidin, dengan anugerah Alloh menjadi pasukan terdepan umat Islam, harapan utamanya, tamengnya yang kokoh, dan batu penghalang yang menancap kuat, di mana di atas batu itu keangkuhan semu Amerika hancur.

Berkat pertempuran yang kalian lancarkan terhadap para pembawa bendera salib dan orang-orang munafik dan orang-orang murtaddin yang sekulit dengan kita yang ikut berjalan di bawah bendera tersebut, kalian tidak hanya melindungi negeri dua Aliran Sungai saja, namun kalian telah melindungi umat secara keseluruhan.

Hari ini, musuh kalian benar-benar dalam kondisi sulit yang sekali tidak mereka duga sebelumnya, akibat dari serangan-serangan kalian yang terarah dan tepat berkat anugerah Alloh. Ini memaksa mereka berusaha tak kenal lelah untuk membuka pintu dialog dengan mujahidin. Akan tetapi itu tidak mungkin, sebab itu adalah tipudaya iblis yang dia wahyukan kepada syetan-syetan manusia. 

Apakah yang mendorong mereka untuk menyatakan secara terang-terangan mengenai harusnya membuka pintu dialog dengan “kelompok-kelompok perlawan” –menurut istilah mereka, kalau bukan jihad dan kesabaran kalian serta keteguhan kalian dalam musuh? 

Harian The Washington Post, edisi bulan ini tanggal 19, memuat sebuah artikel panjang tulisan seorang reporternya bernama Ascott Tyson, berjudul: DUA TAHUN PASCA INVASI KE IRAK, AMERIKA MASIH BERLUMURAN DARAH. Ia menyatakan: “Dua tahun setelah Amerika Serikat memutuskan menginvasi Irak, operasi-operasi kelompok perlawanan belum berhenti menggempur pangkalan-pangkalan tentara Amerika, di tengah tuntutan-tuntutan berat yang berada pada pertempuran darat, yang tidak diduga sebelumnya. Inilah yang merugikan jumalh personel serdadu AS.” 

Penulis mengutip pernyataan Jendral Richard, Wakil Angkatan Bersenjata AS, dalam acara dengan pendapat di Majelis Senat AS, “Satu pertanyaan yang terus membuatku tidak bisa tidur di malam hari; yaitu, bagaimana membentuk satuan tentara bantuan di tahun 2007.” 

Penulis juga mengisyaratkan sebuah pertempuran tersulit yang pernah diterjuni oleh tentara AS. Penulis mengingatkan bahwa pasukan AS akan mengalami kebangkrutan, yaitu dalam urusan pasukan bantuan. Ia berkata, “Tentara regular, marinir, dan mayoritas tentara cadangan, gagal mencapai target perekrutan tentara bantuan baru di seperempat pertama tahun 2005, ini berdasarkan kalkulasi Departemen Pertahanan. 

Bantuan militer juga terus menyusut di tengah meningkatnya kekhawatiran-kekhawatiran di antara para pejabat militer dan marinir.” 

Roger Swott, komandan Pasukan Keamanan Dalam Negeri, mengatakan, “Jika masalah ini tidak kita tangani secara tepat, maka bahaya akan melampaui batas.” 

Ia menambahkan, “Depresi telah mendera 25 % tentara Keamanan Nasional, yang kemungkinan mengakibatkan dua pertiga dari mereka meninggalkan tugas sebagai tentara sepulang dari Irak.”

Wahai para mujahidin…

Setelah musuh tahu kalau jalan dan pintu di hadapan mereka telah tertutup, mereka beralih kepada cara-cara licik untuk menggulung mujahidin dan jihad penuh berkah ini. 

Lantas mereka secara jahat mengedepankan orang-orang lemah (kaum muslimin) di hadapan mujahidin dengan cara membentuk Angkatan Bersenjata Nasional Irak di daerah-daerah berpenduduk Sunni. Padahal, orang-orang itu sebenarnya hanya dimanfaatkan untuk menghadapi mujahidin sekaligus menjadi “tembok penghalang” antara mujahidin dan para tentara penyembah salib. 

Kalau aku tahu, ke manakah orang-orang ini ketika bom-bom “disiramkan” di atas para mujahidin, dan ketika darah mujahidin tertumpah di atas Tanah Dua Aliran Sungai demi membela agama ini dan melindungi kehormatan kaum muslimat dan muslimin? 

Wahai para mujahidin yang jujur…berhati-hatilah terhadap maker besar yang disusun pembantu-pembantu Iblis, siang dan malam. Wahai para mujahidin, sesungguhnya jihad adalah pintu pengusir kesedihan dan duka, dengan izin Alloh. Sungguh, Alloh telah bukakan pintu-pintu jannah. Alloh mendatangkan musuh-musuh kalian untuk membuka “pasar jihad” bagi kalian. Semoga Alloh merahmati Ibnu ‘l-Qoyyim ketika beliau berkata, “Sesungguhnya Alloh mengadakan peperangan-peperangan antara berbagai negara untuk memilih syuhada di antara kalian.” 

Alloh Ta‘ala berfirman: 

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Alloh.” (QS. Al-Anfâl: 39)

Rosululloh Saw bersabda, “Demi Dzat Yang jiwaku ada di Tangan-Nya, aku akan perangi mereka atas urusanku ini, walau pun aku sendiri. Dan Alloh pasti menjalankan urusan-Nya.” 

Maka jihad kalian terus bersambung, pertempuran-pertempuran kalian terus berlanjut, sampai Alloh hilangkan kabut awan dan kezaliman atas umat ini.

Syair 

Ini adalah seruan, kepada mujahid-mujahid yang jujur di Baghdad Ar-Rosyid…wahai pahlawan-pahlawan kota Haifa dan A‘dhomiyah…Ghozaliyah, ‘Amiriyah, Al-Khodhro’, Al-Manshur, Dora, Amir, dan Makmun… 

Dan kepada “Singa-singa” di Iskandariyah dan Haswah, Musayyab, Mahmudiyyah, Lathifiyyah, Yusfiyyah dan Ridhwaniyyah, di Zoba‘ dan Abu Ghraib, di Madain, Thorimiyah, dan Taji… 

Dan kepada “singa-singa” di Diyala, di Ba‘qubah, Miqdadiyah da Kholish… 

Di Balad Ros dan Jalulaa’, Syahroban dan Khonaqin… 

Dan kepada [kurang hal. ] di Sholahuddin, Tikrit dan Sammarra, Balad, Beiji, dan Ishaqi.

Dan kepada “singa-singa garang” di Nainawa, Syamal, di Moshul dan Tallafar, Robi‘ah, Hawijah, dan Kirkuk. Di Dahuka, Adhila, dan Sulaimaniyah.

Dan kepada [kurang hal. ] di Anbar, Rammadi, Fallujah, dan Garmah. Di Amiriyah, Shoghlawiyah dan Kholidiyah. Di Hitsa dan Haditsa, ‘Alah dan Rowah, di Al-Qaim dan Ruthbah. 

Dan kepada Pasukan depan Penuh berkah di Hillah, Nashiriah, Karbala dan Bashrah; 


Sungguh Alloh telah memberi nikmat kepada kalian berupa jihad yang terus berlangsung selama dua tahun. 

Sudah berapa saja nyawa telah kalian korbankan demi agama kalian. Betapa banyak pula kelelahan dan kepayahan yag menimpa kalian di atas jalan yang kalian tempuh. Maka, takutlah kalian kepada Alloh perihal agama kalian…takutlah kalian kepada Alloh akan jihad yang sudah kalian lakukan.

Dan takutlah kalian kepada Alloh perihal darah saudara-saudara kalian yang telah tertumpah dan kehormatan saudari-saudari kalian yang telah diperkosa. Jangan sampai kalian seperti orang yang melepas pintalannya setelah sebelumnya kuat. Dan janganlah kalian terlena oleh banyaknya orang-orang yang berguguran (mundur), dan janganlah kalian merasa kesepian dengan sedikitnya orang yang menempuh jalan ini. Dan jadikanlah bekal terbaik kalian adalah sabar dan yakin. Semoga Alloh merahmati shahabat Kholid bin Walid, ketika beliau memberikan wejangan di hadapan pasukannya, beliau berkata, “Wahai Umat Islam, sabar adalah kemuliaan. Putus asa adalah kelemahan. Dan dengan kesabaranlah kalian mendapat pertolongan (kemenangan) dari Alloh.

Sesungguhnya orang-orang yang sabar saja lah yang unggul. Dan sesungguhnya pelaku kebatilan lagi lemah itu akan kembali kepada keputus asaan. Sedangkan orang yang melakukan kebenaran tidak akan merasa putus asa, karena ia tahu Alloh selalu bersamanya, dan dirinya tengah membela syiar-syiar-Nya yang mulia dan ia berperang karena-Nya jua. Dan ia tahu kalau ia datang kepada Alloh, Alloh akan memuliakan kedudukannya serta membalas usahanya. Sesungguhnya Alloh Mahaberterimakasih dan mencintai orang-orang yang bersyukur.” 

Maka bersabarlah, wahai rekan-rekan tauhid…semua ini hanyalah hari-hari yang sebentar, setelah itu milik kalian lah hasil akhir. Dan kalian sedang berada di antara dua kebaikan; kebaikan sebagai syahid yang mendapatkan rezeki, atau memperoleh kemenangan yang dekat.

Wahai anak cucu Kholid, Al-Mutsanna, dan Abu Ubaidah…wahai singa-singa ganas dan kuda-kuda tempur…bela lah akidah kalian, lindungilah kehormatan kalian, hunuslah pedang-pedang kalian, dan berperanglah di atas agama kalian dengan mengharap pahala-Nya. Dan hiburlah diri kalian dengan kata-kata Kholid RA ketika ia berteriak di medan pertempuran di tengah-tengah medan pertempuran: “Yâ Ahla `l-Islâm, Asy-Syiddata `sy-Syiddah…! (Wahai orang-orang Islam, tunjukkan keganasan kalian..!!) majulah menyerbu musuh.” Selagi kalian memerangi mereka dengan mengharap pahala Alloh, maka mereka tidak akan bisa menghentikan kalian sesaat pun. 

Dan jangan sampai kalian merasa lemah atau bersantai-santai, atau keyakinan kalian mengendur karena melihat gegap gempita pemberitaan media informasi maupun alat-alat militer musuh yang canggih. Selagi kalian mengikhlaskan niat, kalian perbaiki hati kalian, maka kalian pasti menang dengan pertolongan Robbu `l-Bariyyat (tuhan semua makhluk). Jangan sampai petunjuk kalian tinggalkan, dan ketahuilah bahwa pertolongan itu sebanding dengan niat, dan pahala itu sebanding dengan hisbah (rasa harap memperoleh pahala). Dan seorang muslim tidaklah selayaknya meninggalkan sesuatu yang di sana terdapat pertolongan Alloh untuk dirinya. 

Bagaimana mungkin keyakinan dan semangat kalian melemah, sementara kalian menyaksikan musuh menjajah negeri, memperkosa kehormatan, dan menimpakan kehinaan serta kenistaan kepada masyarakat? 

Tidakkah kalian dengar teriakan minta tolong saudari-saudari kalian yang mengharapkan bantuan dari balik terali penjara kaum salibis? 

Tidakkah kalian dengar peristiwa yang menimpa akhwat-akhwat kalian di kota Fallujah yang mulia? 

Tidakkah kalian dengar teriakan ibu kalian, yang kehormatannya diinjak-injak oleh milisi Syiah (Rafidhah) yang kotor? Ketika tentara itu datang untuk menangkap suaminya. Dan ketika tidak mereka temukan suaminya, mereka tangkap sang ibu sementara ia terus memelas meminta tolong, sampai ia cium sepatu laras mereka, berharap agar jangan diserahkan kepada tentara Amerika. Sembari berkata, “Aku adalah wanita Irak, dan kamu adalah lelaki Irak, lalu mengapa engkau tega menyerahkan aku kepada mereka (tentara AS)?” 

Namun, pasukan milisi tidak menggubrisnya, selain terus menyekap kedua mata sang ibu, mereka ikat tangannya di punggung, lalu mereka gelandang dan kemudian mereka lempar begitu saja ke dalam truk tawanan Amerika. 

Ke manakah suara ulama-ulama sû’ , yang tidak pernah kami dengar suaranya selain ketika mencela para mujahidin? Di mana mereka ketika kehormatan para muslimat membutuhkan perlindungan? “Duh, kalaulah mereka tidak mau membela karena semangat agama, mengapa mereka tidak merasa merasa cemburu akan kehormatan (yang dilecehkan)? 

Kalaulah mereka tidak tertarik dengan pahala ketika perang berkecamuk.. 

Mengapakah mereka tidak mendatanginya walau demi mendapatkan harta ghanimah? 

Kami sambut seruanmu, wahai ibunda. Kami sambut seruanmu, wahai saudariku. Kami sambut panggilan kalian, wahai wanita-wanita suci dan terjaga kehormatannya. Demi Alloh, kami takkan merasa hidup tenang, mata kami tidak akan bisa terpejam, dan pedang kami tak akan tersarungkan, sebelum kami balaskan kehormatan kalian yang dilecehkan. 

Dan kami berjanji kepada Alloh, hai “anjing Rum”, Bush, bahwa kamu tidak akan merasakan hidup tenang dan tentaramu tidak hidup nyaman dan tidur nyenyak selagi masih ada dalam diri kami urat yang bergerak dan jantung yang berdetak. 

Sungguh, kami telah datang…dengan pertolongan Alloh, kami telah datang… 

Wahai singa-singa tauhid di negeri Dua Aliran Sungai yang tercinta, kuizinkan kepada kalian, jika seruanku ini sampai kalian, untuk tidak melewatkan satu malam pun melainkan pedang-pedang kalian berlumurkan darah musuh-musuh kalian. Lakukanlah itu secara berulang-ulang. Berdirilah satu barisan.

Sungguh, tak ada artinya hidup ketika kehormatan kita dilecehkan, kemuliaan saudari-saudari kita dihinakan, dan ketika kita diperbudak oleh para penyembah salib.

Dan jadikanlah Ghozwah Pembalasan, Ghozwah Abu Anas Al-Syami, sebagai era baru untuk membuka kemanangan-kemenangan baru, dengan izin Alloh. 

Wahai pasukan Isytisyhadiyah, majulah dengan barokah Alloh. Jangan biarkan ada satu pun rombongan kafilah musuh yang lewat begitu saja. Jangan sisakan tembok untuk mereka berlindung. Ubahlah malam mereka menjadi siang, dan kesejukan mereka menjadi kobaran api!!! 

Puncak agama paling utama adalah jihad… 

Maka marilah kita berjihad, atau kalau tidak akhiri saja hidup kita… 

Allôhumma Munzila `l-Kitâb, Sarî‘a `l-Hisâb, Mujriya `s-Sahâb, Ihzimi `l-Ahzâb…Allôhumma `hzimhum wa Zalzilhum… 

Ya Alloh, Dzat Yang menurunkan Kitab, Yang MahaCepat perhitungannya, Yang menggerakkan awan, kalahkanlah pasukan koalisi..

 Ya Alloh, kalahkanlah mereka dan guncangkanlah mereka… 

Dan Alloh Maha Menang atas urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.”  

Salam kami,
 Rekan-rekan di Divisi Informasi Tanzim Al-Qaeda Negeri Dua Aliran Sungai



Top