SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Hukum Islam
»
Syari'at Islam Pilihanku
Syari'at Islam Pilihanku
Posted by Anti Thoghut on Jumat, 22 Juni 2012 |
Hukum Islam
“Tali perisai Islam akan terlepas satu persatu. Ketika
satu tali terlepas, orang-orang akan menahan tali-tali lain yang
tersisa. Tali yang pertama kali lepas adalah Syariat dan yang terakhir
adalah shalat.” (Musnad Imam Ahmad)
Pada tanggal 3 Mei1924 tali perisai kekuasaan (Khilafah) telah
dirusak oleh si murtad Mustafa Kamal. Musuh Islam ini dibarengi dengan
penghapusan sistem politik Islam (yang dikenal sebagai Kaisar Ottoman)
terutama rezim Inggris. Hari itu adalah hari malapetaka yang besar
ketika cahaya Islam dipadamkan dan penerapannya dihapus dari kehidupan
kita, meninggalkan ummat ini lemah dan tak berdaya melawan serangan
gencar kaum kuffar. Ia adalah hari dimana umat Muslim kehilangan
perlindungannya yang darinya ia bertahan, melindungi, dan menyebarkan
Dienullah (Islam). Ia adalah hari dimana kekuasaan berada di tangan
manusia,sebuah hari yang merubah seluruh dunia ke dalam kegelapan Darul
Kufur, dimana UU buatan manusia saat ini (Demokrasi, Kapitalisme,
Sekularisme, Nasionalisme, dll) di-idolakan.
Saat ini beban kerja untuk menegakkan khilafah dan
menerapkan syariat berada di atas pundak (leher) seluruh muslim. Ia
adalah wajib (Fardu) yang paling tinggi yang membutuhkan upaya dan
pengorbana yang totalitas.Jika kita mengabaikan kewajiban kolektif ini,
maka kita akan mendapatkan kemarahan dan murka dari Allah SWT.
Muhammad SAW, dan para shahabatnya telah mendapat kehormatan yang
mulia dengan penegakan Negara Islam pertama dengan tanpa pertumpahan
darah sedikitpun. Saat ini kita memiliki hak istimewa dengan mengikuti
jejaknya dan beramal untuk kebenaran dan kemuliaan hal ini.
Nabi dan Rasul Allah SWT yang terakhir dan penutup bersabda :
“Tidak dihalalkan bagi kaum muslimin tidak memiliki pemimpin (Khalifah) selama 3 hari.”
Para ulamaul Haq (ulama-ulama Islam non-pemerintah yang jujur)
semuanya sepakat bahwa kata ‘Imam’ di dalam hadits ini merujuk kepada
pemimpin seluruh kaum Muslimin, yakni Amirul Mukminin. Sejarah
menceritakan bahwa kita sudah tidak punya pemimpin selama lebih dari 80
tahun dan peristiwa ini seiring dengan tangisan-tangisan ummat kita yang
telah lenyap tak terjawab di seluruh dunia seperti Afghanistan, Bosnia,
Burma, Chechnya, Eritria, Irak, Kashmir, Kosova, Palestina, Filipina,
Somalia dll.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah (wafat 728H) menjelaskan betapa pentingnya bersatu di bawah satu kepemimpinan dengan mengatakan :
’Enam puluh tahun diatur oleh pemimpin yang kejam (khalifah yang sah) adalah lebih baik daripada satu malam tanpa Imam’. (Minhaj v.2 hal.146).
Lebih jauh, tabi’in terkenal Abdul Hamid ibnu Yahya menggambarkan
Khilafah sebagai mahkota dari seluruh kewajiban dan merupakan
permatanya. Beliau menasehati Khalifah dengan berkata :
”Wahai Amirul Mukminin, jadilah penghubung Khilafah dan untuk
menjaganya adalah merupakan tugas mulia . Ia adalah basis kekuatan yang
melindungi bibit-bibit Islam dalam sarangnya dan Dien ini tidak lagi
berarti tanpanya”.
Semua hukum-hukum kufur perlu dibasmi dan diganti dengan hukum-hukum
Allah SWT., dengan segera. Kita diperintah untuk menerapkan Islam di
seluruh aspek kehidupan kita dan membawanya ke seluruh dunia melalui
Jihad, sehingga mungkin kita berhasli dalam hidup ini di bawah kekuasaan
Darul Islam dan di akhirat berada di Jannah, Insya Allah.
Muhammad SAW., bersabda :
“Allah menunjukkan kepadaku dari ujung timur hingga ujung
barat (yakni seluruh dunia), dan aku melihat kekuasaan ummatku telah
mencapai keduanya.” (Musnad Ahmad)
Muhammad SAW., bersabda :
” Sungguh, Dien ini akan mencapai tempat dimana saja
siang dan malam bisa mencapainya dan Allah SWT., tidak akan meniggalkan
sebuah rumah baik di kota maupun di desa kecuali ia akan membiarkan
Dien ini memasukinya baik dengan memeluknya secara suka rela maupun
dengan memaksakan hukumnya dengan kehinaan (pemeluknya)…” (HR. Ahmad).
Tweet
