SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Risalah Jihad
»
Kepada Para Singa Forum Jihad
Kepada Para Singa Forum Jihad
Posted by Anti Thoghut on Minggu, 17 Juni 2012 |
Risalah Jihad
Oleh Asy-Syahid Kama Nahsabuh
Abu Dujanah Al-Khurosany rohimahullah
Yang dirilis Ansar Al-Mujahideen Network
http://as-ansar.com/vb
Segala puji bagi Allah, aku memuji-Nya sebagai permohonan penyempurnaan nikmat-Nya, penyerahan diri pada kemuliaan-Nya, memohon perlindungan dari berma'siyat pada-Nya, aku memohon pertolongan-Nya karena memerlukan pencukupan-Nya. Sesungguhnya tidak akan tersesat siapa saja yang Dia beri petunjuk, tidak akan selamat siapa saja yang memusuhi-Nya dan tidak akan kekurangan siapa saja yang Dia cukupi.
Sholawat dan salam kepada yang telah Dia pilah dan pilih, sebagai rosul dan penutup para nabi, Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya yang suci lagi bertakwa, dan siapa saja yang meniti petunjuk mereka dari orang-orang yang shiddiq, sholeh dan para syuhada'. Amma ba'd,
Dari saudara kalian yang zholim terhadap dirinya, yang mengharap ampunan Robbnya, Abu Dujanah Al-Khurosany Kepada Para Singa Forum-Forum Jihad
Assalamu'alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh
Allah mentakdirkanku berada di hadapan kalian, dalam situasi yang menakutkan ini, untuk berpamitan pada kalian dan memotivasi kalian berperang. Dengan izin Allah, kalian takkan mendengar suaraku ini sebelum kedua kakiku menginjakkan medan perang. Ketahuilah, semoga Allah merahmati kalian, aku mengkhususkan kalian dengan pesan perpisahan yang tidak aku tinggalkan semisal ini untuk kedua orangtuaku atau keluargaku, karena rasa hormatku atas keutamaan kalian setelah Allah, juga karena rasa cinta dan rindu pada orang-orang yang menetap dalam ruang tertinggi dalam hatiku. Perkenankan aku untuk tidak berpanjang lebar tentang kepedihan berpisah dengan kalian dan juga penderitaanku karena meninggalkan kalian. Meski cerita tentang orang-orang tercinta tidak membosankan bagi yang merindu dan kabar berita para ksatria forum jihad tidak menjenuhkan bagi yang berpisah, namun perkaranya lebih dahsyat dari sekedar mengumbar kerinduan, dan berbagai peristiwa peperangan lebih cepat dari sekedar memberi kita kesempatan untuk berpelukan.
Aku katakan, -dan bimbingan hanya milik Allah-: Allah telah menyingkap pendekatan diri saudara kalian ini, melepaskan tawanannya, menghancurkan borgolnya dan memudahkan jalan baginya untuk berjihad di jalan Allah. Dan Allah mengetahui bahwa aku mencari dalam berbagai kitab ahlul 'ilmi tentang cara bersyukur pada Allah atas pemberian-Nya yang melimpah dan atas karunia-Nya yang sangat besar. Aku juga bersungguh-sungguh membaca siroh para ulama' yang pandai bersyukur dan para ahlul fadhl yang senang berdzikir, dengan harapan aku bisa mendapatkan keinginanku. Aku membaca fadhilah shodaqoh; Alangkah dahsyatnya! Aku membaca fadhilah dzikir; Betapa indahnya! Aku membaca fadhilah qiyamullail; Alangkah eloknya! Aku membaca fadhilah puasa sunnah; Betapa hebatnya! Namun aku tidak mendapati apa pun yang menyerupai jihad dan syahid di jalan Allah sebagai rasa syukur, pujian dan penghargaan pada-Nya.
Bukhory meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rosulullah, tunjukkan padaku amalan yang menyamai jihad." Rosulullah menjawab, "Aku tidak menemukan." Kemudian beliau melanjutkan, "Apa engkau mampu jika seorang mujahid berangkat berjihad lalu engkau masuk masjid, melaksanakan sholat tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka?!" Lelaki itu pun berkata, "Siapa yang mampu melakukannya.."
Pengarang Masyari'ul Asywaq rohimahullah berkata, menguraikan hadits ini: "Jika orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi, jiwa yang pantang menyerah, kedermawanan dien, pahala mereka dilipatgandakan sebagai sahabat nabi, yang berhasil mendapatkan semua kesempurnaan, yang menempati tingkat atas dalam setiap level kesungguhan, tidak mampu melaksanakan amalan yang menyamai jihad, lalu bagaimana orang seperti kita bisa tenang tanpa sungguh-sungguh. Bagaimana bisa mengandalkan amalan yang ringan dengan semangat yang loyo?! Apalagi disertai dengan riya' dan tidak ikhlas, ditambah lagi dengan kasak-kusuk yang tak kunjung habis. Ya Allah, sadarkan kami dari kelalaian ini dan bimbing kami berjihad di jalan-Mu sebelum terjadinya pergeseran. Engkau adalah Maha Yang Diharap untuk setiap kebaikan. Wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.." Selesai perkataan beliau rohimahullah. Ya Robb, aku memohon dengan nama-Mu yang paling Agung, yang jika diminta dengannya pasti Engkau kabulkan, terimalah aku terbunuh di jalan-Mu sebagai syahid, dan jadikan musuh-Mu memuntungkan hidungku, memotong telingaku dan merobek perutku, kemudian melemparku ke tengah jalan. Hingga datanglah seorang munafik melewati ceceran dagingku dan berkata, "Kalau saja lelaki ini mematuhi kami, pasti dia takkan terbunuh di sini!"
Kan tetapi aku memohon ampun pada Yang Maha Pengasih *** Dan pukulan keras yang melenyapkan buih
Atau tusukan ganas di tanganku, yang dilengkapi *** Dengan tombak yang menembus usus dan jantung
Sampai berkatalah pengecut yang melewati jasadku *** "Kalau saja tidak berjihad, pasti dia takkan merasakan kesusahan selamanya!"
Ikhwany fillah..
Jika Allah mentakdirkan kebaikan pada saudaramu yang berdosa ini, maka hendaklah bergegas orang-orang yang lebih mulia dariku, para anggota forum jihad, untuk menyusul kami ke sini. Kalaulah bukan karena rasa khawatirku mencelakai mereka atau menyebabkan keburukan pada mereka, sungguh aku akan menyebut nama mereka. Dan sungguh akan kupanggil mereka untuk memenuhiku; "Wahai fulan bin fulan, di manakah dirimu?! Wahai fulan bin fulan, kapan engkau akan menyusul kami?!" Sesungguhnya diantara kalian ada orang yang aku merasa terhormat untuk membasuh kedua kakinya. Orang-orang yang bertakwa, penuh petunjuk, ikhlas, gemar beribadah, bersyukur dan berdzikir -aku mengharap demikian dan Allah yang menghisab-. Kalau saja mulianya berangkat berjihad diberikan pada yang berhak, tidak akan berangkat orang sepertiku dan orang seperti mereka takkan tertinggal. Akan tetapi itu semua murni pemberian Allah 'azza wa jalla.
Wahai manusia terelite dan terbaik..
Wahai para pemuda terbaik dan paling beruntung..
Wahai kalian yang menyertai mujahidin dalam kemudahan dan kesulitan, di saat senang dan sedih ketika mereka menghajar musuh atau mereka dihajar musuh, hingga seolah kalian berada dalam rombongan mereka atau di tengah-tengah mereka. Wahai kalian yang mensupport media mereka dengan waktu, pena dan kesungguhan kalian tanpa menghiraukan anjing-anjing dan intel-intel thoghut. Wahai kalian yang telah mempelajari fadhilah jihad, memahami dan mengajarkannya.. jika kalian menunda berangkat berjihad di jalan Allah, lalu siapa yang akan melaksanakannya? Jika kalian mengabaikannya, sedangkan kalian adalah kalian yang seperti ini. Lalu apa yang akan dilakukan orang awam?! Beritahu aku, apa yang mungkin akan mereka lakukan?! Amalan seperti apa yang sedang kalian lakukan yang tidak lagi memerlukan jihad di jalan Allah?! sementara musuh Allah telah menodai umat ini hingga tak tersisa sejengkal bagian dari tubuhnya kecuali pasti terdapat luka tebasan pedang atau tusukan tombak dari musuh penuh dendam. Jiwa yang ada pada kalian itulah yang aku maksud, jika belum kalian kerahkan untuk berjihad di jalan Allah, padahal jihad telah menjadi fardhu 'ain bagi setiap muslim. Lalu dengan apa kalian akan masuk surga?! Dengan apa kalian akan selamat dari api neraka?! Aku bersumpah dengan nama Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang, sesungguhnya jihad di jalan Allah pada zaman ini fardhu 'ain bagi setiap muslim. Aku bersumpah dengan nama Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang, sesungguhnya jihad di jalan Allah fardhu 'ain bagi setiap muslim. Aku bersumpah dengan nama Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang, sesungguhnya jihad di jalan Allah fardhu 'ain bagi setiap muslim. Jika kalian mau, aku tambah lagi untuk kalian.
Wahai para singa forum-forum jihad.. Demi Allah, aku bertanya pada kalian: Bagaimana bisa kalian mencicipi makanan sementara kalian melihat saudara muslim kalian di Afghanistan menjual anaknya dengan 300 dolar demi menghidupi anggota keluarga lainnya?! Bagaimana bisa kalian tinggal bersama isteri kalian dan bermain dengan anak-anak kalian sementara kalian melihat bom fosfor putih merubah malam hari Gaza menjadi siang dan merubah darah anak-anak Gaza menjadi sungai?! Bagaimana bisa kalian mendambakan hidup lebih panjang sedangkan kalian melihat tangan kematian mencincang anak-anak di sana dan mengubur mereka di samping permainan mereka bersamaan dengan puing-puing reruntuhan dan kedengkian.
Karna seperti inilah hati menjadi luluh oleh kesedihan *** Jika dalam hati masih ada islam dan iman
Demi Allah yang tiada ilah melainkan Dia, Allah takkan pernah menolong umat ini kecuali dengan kembali melaksanakan faridhoh yang hilang, jihad di jalan Allah. Inilah dia jalannya para salaf dan dengannya orang-orang kholaf terbaik mencukupkan diri. Kami adalah cucu suatu umat yang memburu kematian lalu diberi kehidupan. Maka tetap hidup orang yang masih hidup di dalamnya dengan penuh mulia dan berlalulah orang yang terbunuh di jalan Allah sebagai syahid lagi bahagia. Mereka tidak melalaikan jihad ofensif yang merupakan fardhu kifayah, maka Allah mencukupi mereka dengan jihad defensif sebagai karomah dan tanda kebesaran dari-Nya.
Pengarang Syifa-ush Shudur mengisahkan dari Dhiror bin Amru, Dhiror berkata: Telah lama aku berada di negeri jihad, aku pun rindu untuk berhaji dan aku ingin bersanding dengan baitullah. Maka aku bersiap-siap untuk melaksanakan haji. Kemudian aku pergi berpamitan pada saudara-saudaraku. Aku pun datang kepada Ishaq bin Abi Farwah untuk berpamitan. Dia berkata, "Mau kemana dirimu wahai Dhiror?" Aku menjawab, "Haji." Dia berkata, "Apa yang merubah pikiranmu dari berjihad?" Aku menjawab, "Tidak, hanya saja telah lama aku berada di negeri jihad dan aku berhasrat untuk haji dan aku ingin bersanding dengan baitullah. Dia berkata padaku, "Jangan kau lihat pada apa yang kau suka wahai Dhiror, tapi lihatlah apa yang Allah sukai. Wahai Dhiror bin Amru, tidakkah engkau tahu bahwa Rosulullah SAW tidaklah berhaji ke baitullah melainkan hanya sekali saja, dan beliau masih terus berjihad hingga berjumpa Allah?! Wahai Dhiror bin Amru, jika engkau berhaji, maka sesungguhnya engkau mendapat pahala haji dan umrohmu. Adapun jika engkau beribath atau berjihad atau melindungi celah kaum muslimin, lalu seratus ribu dan seratus ribu orang berhaji ke baitullah sedangkan dirimu tidak termasuk di dalamnya, sungguh engkau akan mendapatkan seperti pahala haji dan umroh mereka, dan engkau akan mendapatkan pahala dengan jumlah setiap mukmin dan mukminah sejak Allah menciptakan Adam hingga kelak di hari ditiupnya terompet." Sampai dengan perkataannya.. "Wahai Dhiror bin Amru, tidakkah kau tahu bahwa tidak ada seorangpun yang lebih mendekati derajat nabi dari derajat ulama' dan mujahidin?!" Aku bertanya, "Bagaimanakah itu -semoga Allah merahmatimu-?" Dia menjawab, "Karena ulama' melaksanakan apa yang disampaikan para nabi berupa mengokohkan urusan Allah pada hamba dan negeri-Nya, dan juga membimbing manusia kepada Allah. Sedangkan mujahidin, mereka melaksanakan apa yang disampaikan para nabi dari Allah berupa mentauhidkan Allah, agar cahaya-Nya tidak padam dan agar kalimatullah tetap tinggi sedangkan kalimat orang-orang kafir tetap rendah." Dhiror berkata, "Maka aku pun tidak jadi pergi berhaji dan aku tetap berada di negeri jihad." Dia tetap berada di sana hingga berjumpa dengan Allah, rohimahullah.
Thobrony meriwayatkan dengan maksud yang sama: dari Anas bin malik rodhiyallahu 'anhu berkata: Rosulullah SAW pernah ditanya tentang pahala ribath, maka beliau menjawab, "Barangsiapa yang beribath satu malam menjaga kaum muslimin, dia mendapat pahala orang yang berpuasa dan sholat yang dia jaga." Wahai para pemuda forum jihad.. Sesungguhnya dalam kesyahidan di jalan Allah terdapat satu fadhilah, kalaulah tidak ada fadhilah selain fadhilah tersebut sungguh sudah semestinya kalian bergegas untuk menggapainya dan berlari mendapatkannya meski dengan merangkak. Dalam sebuah hadits shohih, Ahmad, Hakim dan Abu 'Awanah meriwayatkan dari Abdullah bin Amr rodhiyallahu 'anhuma berkata: Rosulullah SAW bertanya padaku, "Tahukah engkau satu kelompok umatku yang pertama masuk surga?" Aku menjawab, "Allah dan Rosul-Nya lebih tahu." Lalu beliau bersabda, "Pada Hari Kiamat, orang-orang yang berhijrah datang ke pintu surga, lalu mereka minta dibukakan. Maka sang penjaga pintu berkata, 'Apa kalian sudah dihisab?' Mereka menjawab, 'Dengan apa kami dihisab? sedangkan pedang kami berada di pundak kami di jalan Allah.'" Beliau melanjutkan, "Lalu pintu surga dibukakan bagi mereka, dan mereka menetap di dalamnya selama empat puluh tahun sebelum manusia yang lain memasukinya." Fadhilah mana yang lebih baik dari fadhilah ini?! Allah mengampuni dosa-dosamu di Hari Kiamat sebelum dosa-dosa itu tersingkap. Kemudian Allah memasukkan kalian ke surga empat puluh tahun sebelum manusia yang lain memasukinya, sebagai rahmat dan pemberian yang melimpah dari-Nya. Empat puluh tahun! di waktu orang-orang kafir mengatakan, "Tidaklah kami berada di dunia melainkan hanya satu hari!" Empat puluh tahun, selama itu seorang syahid bergelimang nikmat di surga di saat manusia lainnya menderita siksa di padang Yaumul Hisab. Empat puluh tahun penuh! Berapa lama lagi hidup kalian di dunia dari empat puluh tahun itu?! Lalu kenapa masih saja bimbang dan menunda-nunda?! Masih pikir-pikir dan merenung apa lagi?!
Thobary mengisahkan bahwa Abdul Wahhab bin Bukht berperang bersama Abu Muhammad Al-Baththol, lalu pasukan mereka tercerai berai. Kemudian Abdul Wahhab menenangkan kudanya seraya berkata, "Belum pernah aku lihat kuda yang lebih pengecut darimu. Allah pasti menumpahkan darahku jika aku tidak menumpahkan darahmu." Kemudian dia lempar topi baja dari kepalanya dan berteriak, "Aku Abdul Wahhab bin Bukht, apa kalian akan lari dari surga?!" Kemudian dia menerobos pasukan musuh sampai melewati seorang lelaki yang berkata, "Betapa hausnya!" Dia pun berkata, "Majulah! Ada air di depanmu." Lalu dia menerjang musuh hingga terbunuh dan kudanya terbunuh.
Sesungguhnya kehidupan kita adalah sebuah kisah, dan kita para ksatrianya. Kita tulis bab-babnya dengan amal perbuatan kita. Maka berusahalah untuk menjadikan kisah-kisah kalian tercatat dalam kisah perjalanan orang-orang sholeh. Dan berusahalah untuk menjadikan akhir kehidupan kalian syahid di jalan Allah. Demi Allah, tidaklah pantas bagi para ksatria kecuali mati terbunuh. Dan tidak ada yang menghapuskan dosa-dosa kita sebagaimana halnya kesyahidan di jalan Allah. 'Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu 'anhu selalu mengatakan, "Sesungguhnya kematian paling mulia adalah terbunuh." Dia juga berkata, "Jika kalian tidak terbunuh, pasti kalian juga akan mati!" Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sungguh seribu tebasan pedang lebih ringan bagiku daripada mati di atas kasur.
Bersabarlah dalam hal kematian, tetaplah bersabar *** Kekekalan tidaklah didapat dengan mudah
Jalan kematian adalah program bagi setiap yang hidup *** Buktikanlah hal itu pada penduduk bumi, buktikanlah..
Ketahuilah bahwa Allah dahulu memilih para rosul dari manusia, sampai menutupnya dengan penghulu para nabi. Lalu setelah itu, Allah memilih mujahidin dan para syuhada' dari umatnya. Dan tidak ada yang lebih mendekati derajat kenabian dari mereka. Maka mintalah pada Allah dengan jujur agar menjadikan kalian termasuk hamba-Nya yang diberi keikhlasan dan berjihad. Orang-orang yang aku cintai di forum jihad.. Ketahuilah bahwa sesungguhnya surga di bawah naungan pedang dan sungguh wanginya adalah semerbak harum kematian. Dan kalian pasti akan mati, apakah dengan tebasan pedang atau kecelakaan lalu lintas atau kejang jantung atau kanker ganas. Demi Allah, katakan padaku! Dari apa kalian lari?! Apakah dari kematian?! Ketahuilah bahwa kematian adalah pemburu aktif yang takkan terlewatkan dari orang yang tinggal menetap, takkan dilumpuhkan orang yang melarikan diri, orang yang menyelamatkan diri darinya takkan bertambah umurnya dan tidak ada pelindung antara diri dan harinya. Aku bertanya satu pertanyaan pada kalian, jawablah aku! Apa dari kalian ada yang lebih memilih mati dalam kecelakaan lalulintas atau karena penyakit yang tak tersembuhkan daripada syahid di jalan Allah?! Jika jawaban kalian sudah umum dan memang demikian, maka aku berazam pada kalian agar kalian memenuhi panggilanku atau kalian merenungkannya dalam diri kalian sampai aku tidak memberatkan kalian. Hendaklah kalian berjanji pada Allah untuk berangkat berjihad di jalan Allah, tetapkan niat yang jujur untuk melaksanakannya dan hendaknya setiap orang dari kalian meminta pertolongan pada Allah dalam meletakkan rencana terperinci yang dia tulis di atas kertas, yang demikian itu agar tidak lupa. Dan hendaknya mulai hari ini mengambil sebab-sebab dan mencari berbagai wasilah, dan tidak meninggalkan forum-forum jihad sampai mengajak seorang muslim untuk beriltizam dengan dien. Kemudian menanamkan cinta jihad ke dalam hatinya. Lalu mengajarinya bagaimana menjelajahi forum-forum jihad, bagaimana memasukinya dengan cara yang aman dan bagaimana aktif di dalamnya dan menghidupkannya. Sampai setelah menyelesaikannya, baru kemudian berangkat berjihad di jalan Allah. Dengan demikian, dia telah memenuhi fardhu kifayah dengan mengelola forum-forum jihad, dan melaksanakan fardhu 'ain dengan berangkat menuju medan perang. Itulah kemenangan yang besar! Dan berusahalah agar hal itu tidak kurang dari satu bulan dan tidak lebih dari satu tahun. Dan pertengahannya adalah enam bulan. Saudara-saudaraku yang mulia..
Main-main bagiku jika kata-kataku tidak menyentuh lubuk hati kalian dan menjalar layaknya listrik dalam urat nadi kalian. Main-main saja buatku jika suaraku tidak menggoncang badan kalian dan menggetarkan relung kalian, sedangkan telah lama aku hidup diantara kalian. Dan saudaramu ini tidaklah asing dengan diri kalian.
Sapaan sukma pada jiwa menjalar beredar *** Hati menggapainya tanpa kepayahan
Aku berteriak dengannya, lalu ia terbang tanpa sayap *** Dan erangannya membelah hamparan yang luas
Apa kalian rela dengan apa yang menimpa forum-forum jihad berupa kelemahan dan kelesuan. Di manakah orang yang mengharap pahala di forum Al-Hesbah dan orang-orang yang ikhlas di forum Al-Ekhlas? Di mana kilatan petir di forum Buroq? Di manakah semerbak wangi forum Al-Firdaws?! Mana ketegaran kalian?! Mana daya tahan kalian wahai saudaraku?! Manakah keteguhan kalian?! Apakah kalian senang melihat saudara kalian Abdullah Al-Wazir, koresponden Taliban, memposting di forum Al-Jazeera setelah dia terdampar (dari forum jihad)?! Apa kalian senang dengan jumlah forum-forum jihad yang tidak lebih dari jumlah jari satu tangan?! Apa kalian rela mujahidin diserang dari arah kalian?! Di manakah pembawa panji? yang jika salah satu tangannya terputus, dia menjaga panji dengan kedua bahunya dan tidak rela panji itu jatuh sebelum dirinya jatuh tersungkur. Jika menjadikan payah sebagian kalian dengan terlambatnya serangan mujahidin di jantung kota orang kafir dan mereka melihat bahwa futur dan leha-leha adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu hingga habis batas waktunya, maka ketahuilah bahwa mereka itu salah. Dan mereka akan menyesal penuh sesal atas penelantaran terhadap saudara-saudara mereka di saat saudara-saudara mereka sungguh sangat memerlukan mereka. Membunuh orang kafir dan menimpakan kekalahan pada mereka bukanlah keinginan terbesar dan puncak pengetahuan kami, tapi selamat dari neraka jahannam dan memperoleh surga. Demi Allah, kalaulah tidak tersisa satu kafir di muka bumi untuk kami perangi, sungguh kecemasan dan kesedihan menimpa kami karena tiadanya jihad dan terlewatnya pahala jihad dari kami. Pahala jihad itulah yang kami buru dan mendapat kesyahidan di jalan Allah lah yang kami damba. Lihatlah pada dirimu wahai engkau yang menunggu-nunggu, berapa banyak kebaikan yang terlewat darimu?! Bagaimana bisa dirimu memperoleh pintu keselamatan dengan duduk tertinggal bersama orang-orang yang tidak berjihad?! Bahkan mungkin sebagian mereka disibukkan dengan panjang angan dan terpikat dengan mimpi kemenangan dari Allah sementara dia terbentang diantara dua lapis selimut. Aku ingatkan kalian pada Allah wahai saudara-saudaraku, jangan sampai kalian menjadi bagian dari golongan yang lembek ini yang keinginannya mengikuti hawa nafsunya dan berpanjang angan pada Allah.
Sebagai penutup, aku katakan pada kalian wahai pangkalan ribath dan jihad, wahai pangkalan pengorbanan dan istisyhad, wahai 'azam orang yang gagah berani dan kejantanan orang yang cerdik, sumber kedermawanan, habitat orang-orang mulia, induk pengorbanan, sarang semua yang menerkam, rahim keberanian, bendera syuhada'. Lumatlah diriku wahai cita dan panji kaum musilmin, lumatlah diriku wahai pembalasan dan target orang-orang lemah. Diriku jadi tebusanmu wahai syaikh kami Usamah, dan diriku jadi tebusanmu wahai hakim kami Aiman. Leherku berada di bawah leher kalian berdua dan dadaku adalah tameng bagi dada kalian berdua. Demi Allah, sekiranya tungganganku dibunuh dan darahku ditumpahkan, sungguh lebih aku suka daripada imam kami syaikh Usamah atau syaikh Aiman yang kami cintai terkena duri yang melukai jari kaki salah satu dari keduanya sedangkan aku selamat bersama harta dan keluargaku. Kami berjanji pada Allah musuh kalian tidak akan sampai membuat kalian lapar sementara mata kami masih berkedip dan juga orang-orang selain kalian, dan apa yang mereka kehendaki untuk memotong leher kami dan mencerai beraikan jasad kami, dan apa yang lebih hina dan lebih pahit darinya. Dan Allah sebaik-baik pelindung.
Adapun dirimu wahai Amerika..
Wahai budak perempuan yang melahirkan tuannya, kami katakan padamu, "Bersabarlah..". Sungguh akan datang untuk memerangimu para pemuda mujahid yang berjalan kaki dan menunggang unta, datang dari segala penjuru nun jauh. Dan ketahuilah bahwa kami adalah satu kaum yang tertimpa sejumlah dosa, dan sungguh kami akan mensucikan diri dari dosa-dosa itu dengan mandi darah anjing-anjing kalian. Dan kami mempersembahkan korban pada Allah dengan memenggal leher kalian, maka kirimkanlah pada kami serdadu kalian yang beres dan gemuk, dan cegah dari kami serdadu kalian yang lemah dan sakit. Sungguh telah sampai pada kami dari nabi kami SAW bahwa korban tidak akan diterima kecuali yang selamat dari cacat. Dan ketahuilah bahwa nabi kami SAW bersabda, "Takkan berkumpul di neraka antara orang kafir dan pembunuhnya, selamanya!" Demi Allah! Takkan pernah aku hidup tenang sebelum membunuh dari kalian atau dari serdadu bayaran kalian yang merugi, agar menjadi penyelamatku dari api neraka dan di hari disingkapnya kabar berita.
Adapun dirimu wahai pembunuhku di jalan Allah.. Aku memohon pada Allah agar menerimaku sebagai syahid di jalan-Nya setelah banyak menimpakan kerugian pada musuh-musuh-Nya. Aku katakan padamu wahai yang akan membunuhku, dan tanah Afghan yang basah akan mengisahkan tentang panasnya darahku, sama saja bagiku apakah engkau membunuhku dengan peluru atau dengan roket atau dengan misile. Ketahuilah bahwa aku tidak menemukan balasan yang terbaik untukmu kecuali satu hal, yaitu doa bagimu secara zhohril ghoib agar Allah membimbingmu kepada islam. Kemudian engkau berjihad dengan serius di jalan Allah, lalu menyusul kami sebagai syahid di surga firdaus tertinggi, insyaallah. Nanti, di sana kita saling berpelukan dan menjadi orang yang paling mencintai karena Allah sebagaimana diriwayatkan dari Rosulullah SAW.
Ya Allah Yang menurunkan kitab, Maha Cepat hisab-Nya, kalahkan pasukan Ahzab. Ya Allah, kalahkan dan goncang mereka.
Ya Allah, kami menjadikan-Mu di batang leher mereka dan kami berlindung pada-Mu dari keburukan mereka.
Ya Allah, Engkau adalah Penyokong kami, Engkau adalah Penolong kami, dengan-Mu kami berlalu pergi, dengan-Mu kami menyerang dan dengan-Mu kami berperang, maka tolonglah kami atas musuh-musuh kami, kokohkan langkah kami dan keraskanlah lemparan kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukannya dan Engkau Maha Layak untuk mengabulkan.
"Dan akhir dari seruan kami; segala puji bagi Allah, Robb semesta alam" (10:10)
Saudara kalian tercinta,
Abu Dujanah Al-Khurosany
30 Robi'ul Awwal, 1430 H
Tweet
