SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Musuh Islam
»
Kebijakan Media Kafir Melawan Kaum Muslimin
Kebijakan Media Kafir Melawan Kaum Muslimin
Posted by Anti Thoghut on Senin, 18 Juni 2012 |
Musuh Islam
Kelompok-kelompok dan organisasi yang tidak menginginkan syari’ah Islam tegak,
berusahan menyesatkan umat Islam yang mendukung Mujahidin dan mengalihkan
dukungan mereka. Mereka tahu bahwa karena tujuan mereka untuk menghalangi
tegaknya syari’ah tidak bisa diterima oleh umat Islam, mereka harus mendistorsi
realitas dan menggunakan trik-trik setan untuk menyilaukan orang dengan
kata-kata mereka.
Kebijakan media massa dalam menyesatkan masyarakat terdiri dari tiga landasan :
Konfrontasi
antara kaum mu’minin dengan kafirin telah menjadi sangat intens. Banyak orang
telah terbunuh atau terluka, banyak negeri telah porak poranda. Tapi perang
tidak hanya meluas dengan senjata, peluru, tank, pesawat dan artileri. Mesin
propaganda di masa perang juga sangat sibuk berperan dalam perang psikologis,
yang diadopsi oleh partai politik dan organisasi yang tidak ingin syariat Islam
diterapkan. Mesin propaganda ini telah menyebar banyak kebohongan, distorsi,
pembunuhan karakter untuk mempengaruhi opini publik dan untuk menanamkan
gambaran tertentu dalam benak masyarakat agar membantu mereka dalam tujuan
militer yang mereka inginkan. Mereka telah menyesatkan masyarakat untuk
mencapai tujuan mereka.
1. Penyesatan Media
2. Propaganda
3. Perang Psikologis
Kamp kufur telah mengadopsi tiga landasan tersebut sebagai kebijakan media mereka untuk menyesatkan masyarakat sehingga masyarakat yang mendukung muwahid dan jihad berbalik mendukung mereka.
Distorsi
Distorsi yang dilakukan oleh media berarti mentransfer informasi dengan pengalihan/penyelewengan makna/arti dari kebenaran dan pemalsuan kejadian, pengalihan fakta dan perspektif, menjadikan kata-kata dan kejadian keluar dari konteksnya untuk membisikkan dan mempermainkan pikiran masyarakat.Hal ini dikenal sebagai Al-Tahrif dalam Al Qur'an. Artinya adalah menyelewengkan/menyesatkan sesuatu dari jalur yang benar, Allah (Swt) mengatakan,
"Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya ?"[QS 2:75]
Allah memberitahu kita bahwa mereka mengubah kebenaran, dengan cara yang sama yang dilakukan media hari ini dengan mengambil kata-kata para pemimpin kaum Muslimin, mujahidin dan ulama lalu mereka membawa kata-kata yang mereka ambil tersebut keluar dari konteks, karena digambarkan menjadi kata-kata yang maknanya berlawanan (dengan apa yang dimaksud oleh pemimpin kaum muslimin, mujahidin dan ulama).
Media Blackout
Cara lain yang mereka lakukan adalah dengan mendistorsi media, yaitu mengabaikan dan menyembunyikan informasi sehingga sulit bagi orang untuk mengaksesnya. Terkadang hal itu dikarenakan mereka tidak mau mengakui korban di pihak mereka. Itu sebabnya anda menemukan dalam banyak kasus, beberapa berita dan video yang berisi operasi yang dilakukan oleh mujahidin bisa keluar dari medan perang tetapi anda tidak menemukan berita atau video tersebut di media mainstream seolah peristiwa itu tidak pernah terjadi.
Membuat Keraguan Pada Kekuatan Mujahidin
Setiap kali mereka melakukan reportase atau dipaksa untuk melaporkan berita tentang mujahidin, mereka selalu memberikan kesan bahwa ada keraguan atau ketidaktahuan tentang mujahidin. Mereka akan menggunakan kata-kata seperti 'apa yang disebut' atau 'dugaan' atau 'tampaknya' misalnya mereka mengatakan 'apa yang disebut pejuang' atau 'seseorang yang dianggap pemimpin seperti Abu Mus'ab' dll seolah-olah memberikan kesan bahwa mereka tidak benar-benar ada atau bahwa mereka itu bukan sesuatu yang signifikan. Mereka ingin menyiratkan maksud bahwa ada sesuatu yang mencurigakan atau sesuatu yang salah pada sumber berita yang digunakan Mujahidin atau mereka ingin menyiratkan maksud bahwa ada yang salah dengan berita tentang keberhasilan atau kekuatan mujahidin.
Melebih-lebihkan Kekuatan Barat
Pada saat yang sama mereka selalu mencoba untuk memberikan kesan bahwa usaha dan kekuatan mereka lebih unggul dan tidak dapat ditembus. Mereka akan terus berbicara tentang kemajuan teknologi dan persenjataan, bahkan jika kenyataannya tidak ada atau teknologi dan persenjataan baru mereka tidak efektif. Mereka menggambarkan seolah-olah senjata mereka dapat menghancurkan segala sesuatu mulai dari tentara hingga menghancurkan pegunungan, meskipun kenyataannya tidak ada senjata yang seperti itu. Mereka ingin menyebarkan ketakutan di hati musuh-musuh mereka.
Mereka akan menyebut operasi mereka dengan nama besar dan mempublikasinya secara besar-besaran, seperti 'Operasi Rajawali' dan operasi serupa. Mereka akan menyatakan bahwa mereka akan menggunakan taktik hebat dan menggunakan senjata berat untuk menimbulkan rasa takut dan memancing musuh sehingga mereka dapat melihat apakah musuh akan bereaksi atau tidak - hal ini juga memungkinkan mereka untuk mengumpulkan informasi dan memata-matai musuh.
.
Chinese Whispers
Terkadang mereka menggunakan istilah atau informasi tertentu dalam rangka untuk memprovokasi dan memancing rasa ingin tahu musuh sehingga musuh terpancing akan menyelidiki sebuah cerita yang sebenarnya cerita bohong. Akan tetapi rasa ingin tahu yang alami dari masyarakat akan membantu menyebarkan dan memperluas propaganda mereka.
Mengulang-ulang berita
Mereka juga akan menggunakan taktik mengulangi kebohongan yang sama lagi dan lagi, mengulangnya setiap hari dan bahkan beberapa kali dalam sehari. Mereka akan kembali mengulang-ulang kebohongan yang sama pada setiap kesempatan untuk memberikan kesan bahwa mereka telah menemukan bukti baru yang lebih banyak dan berita bohong yang mereka ulang itu akan memperkuat kebohongan mereka yang pertama.Sehingga berita itu akan menempel di benak orang-orang dan membuat mereka merasa seolah-olah itu pasti benar.
Mengejek
Mereka akan selalu berbicara tentang mujahidin dengan cara mengejek dan meremehkan; menyebut mereka dengan nama (tanpa gelar), meremehkan keyakinan mereka, meremehkan usaha mereka; mencoba untuk mempermalukan dan mengekspos dengan menyebut seolah-olah ada kesalahan dalam karakter, keyakinan dan seruan mereka
Membuat Tuduhan Palsu
Musuh terkadang melakukan operasi dan tindakan kekerasan keji serta tindakan penyimpangan, biasanya terhadap perempuan dan anak-anak lalu melemparkan tuduhan kepada Mujahidin. Mereka memanfaatkan tuduhan palsu ini untuk memperkuat citra palsu mereka di benak masyarakat dan menjadi divisi (baru) untuk melahirkan musuh-musuh baru bagi mujahidin.
Mempromosikan Kaum Munafik
Mereka juga suka menyebarkan berita, komentar dan informasi dari kelompok dan organisasi yang terlihat seperti mujahidin baik kulit, bahasa, agama tetapi mereka ini sesungguhnya mendukung agenda pemerintah.
Mereka memanfaatkan orang-orang yang mendukung mereka dan menyimpan dendam terhadap Mujahidin, menyebarkan kata-kata mereka, mengangkat mereka di mata rakyat dan memberi mereka status, referensi dan reputasi serta mempromosikan mereka sebagai pemimpin masyarakat untuk memberikan kesan bahwa masyarakat melawan mujahidin dan hanya sekelompok kecil saja dari masyarakat yang mendukung mujahidin.
Mereka akan mengijinkan kelompok-kelompok dan organisasi (para munafiqin) ini untuk membuat dan menyebarkan kebohongan dengan kedok kebebasan berbicara. Hal ini akan dimanfaatkan media untuk menyebarkan kebohongan atau memperkuat posisi sambil menampakkan diri seolah-olah mereka netral dan independen.
Polisi Baik dan Polisi Buruk
Mereka akan menggunakan metode ini dalam cara yang sangat sistematis dan terencana, kadang-kadang menyerang dengan kasar dan keras, kadang-kadang tanpa alasan atau sebab. Di lain waktu mereka akan berpura-pura membela Islam terhadap pihak lain. Ketika berpura-pura membela Islam itu mereka akan mendistorsi ide-ide Islam. Sebagai contoh, mereka akan berkata "Islam bukan barbar dan sama sekali bukan kekerasan, sebenarnya mujahidinlah yang telah membajak Islam yang benar-benar damai dan menolak kekerasan serta jihad."
Penggunaan Istilah-istilah Ilmiah Palsu
Mereka akan menggunakan beberapa istilah ilmiah palsu untuk membuat orang-orang terkesan dan memberikan kesan bahwa mereka telah meneliti dan menemukan sesuatu yang orang awam tidak bisa memahami atau menelitinya dengan cermat. Hal ini sebenarnya hanya upaya pembenaran karena kurangnya bukti yang mereka miliki atau kurangnya bukti yang masuk akal.
Perang Psikologis
Mereka berusaha mengguncang keyakinan para mujahidin, kaum Muslimin dan pendukung mujahidin, untuk membuat mereka merasa seolah-olah mereka tidak mampu untuk menangani situasi itu atau bahwa mereka membuang-buang waktu mereka. Hal ini dilakukan untuk menyesatkan masyarakat dan mencegah mereka mendukung mujahidin.
Contoh di Somalia
Ketika media kufur melaporkan penerapan Syariah di Mogadishu oleh Pengadilan Islam, mereka akan melaporkan bahwa penerapan syari’ah itu dilakukan dengan cara beberapa ekstrimis menyerang, membunuh dan memaksa masyarakat berada di bawah otoritas mereka serta menegakkan ideologi mereka pada masyarakat.
Jadi ketika tentara Ethiopia menginvasi dan menduduki Somalia, mereka menggunakan alasan bahwa mereka berjuang untuk melawan ekstrimis dan melakukan apapun yang mereka inginkan. Jadi, apa pun kekejaman yang dilakukan oleh tentara Ethiopia, akan dibenarkan oleh media kufur dengan dalih menanggulangi Al Qa'idah dan terorisme.
Kemenangan Selalu Untuk Islam
Perang mereka adalah melawan Islam dan kaum Muslimin yang percaya akan membawa kembali Islam sebagai jalan hidup. Inilah sebabnya mereka mengadakan perang psikologis terhadap seluruh umat Islam di manapun mereka berada di bumi ini. Mereka berbenturan dengan umat Islam di mana-mana dan mereka berpikir bahwa mereka akan memperoleh beberapa kemenangan.
Namun dengan bantuan Allah, mereka akan kalah dan hancur dan mereka tidak akan meninggalkan negeri kaum Muslimin dengan damai atau dengan kepuasan apa pun. Mereka akan pergi dengan rasa tidak aman dan kekhawatiran dan meninggalkan sebagian besar dari apa yang mereka harapkan untuk dicapai. Bahkan Mujahidin telah berhasil melemparkan ketakutan ke dalam hati para tentara kafir ini dan ke dalam hati penduduk negara mereka sendiri, yang menjadi rumah yang mereka harapkan untuk kembali. Allah (swt) berfirman ;
“Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah”[QS 29:22]..
Jadi mereka tidak dapat melarikan diri dengan kejahatan mereka, mereka akan diserang dan tidak ada tank di bumi atau jet di langit yang dapat melindungi mereka dari hukuman Allah (swt). Itu sebabnya, setiap kali mereka mengalami kekalahan yang buruk, mereka akan meningkatkan propaganda media mereka dan melakukan distorsi terhadap Mujahidin.
Menyatakan Kemenangan (Mujahidin) Sebagai Kemenangan Kelompok Lain
Ketika mereka mengalami kerugian, mereka akan menyebutkan kemenangan para mujahidin sebagai kemenangan dari kelompok lain atau kelompok perlawanan lain atau kemenangan rezim boneka atau bahkan menyalahkan tembakan, cuaca dan kesulitan teknis yang menyebabkan hilangnya tank, helikopter, pesawat dan kekalahan mereka dalam pertempuran.
Sementara kita tahu kenyataannya bahwa Imarah-imarah Islam di seluruh dunia, di Turkmenistan Timur, Chechnya, Irak, Yaman, Somalia dan tempat-tempat lain mendapat kemenangan besar melawan barat dan merupakan kewajiban atas kita untuk mendukung mereka.
Sudah saatnya kita menyadari bahwa saudara-saudara kita membutuhkan bantuan kita. Dan bantuan itu tidak selalu dalam bentuk uang atau diri kita, kadang-kadang dengan lidah dan kata-kata kita, dengan membantu mereka, berdiri di sisi mereka, berdoa untuk mereka dan menyangkal distorsi terhadap mereka.
Sumber : TheIslamist.net
Diterjemahkan oleh Saffa Rasyidah untuk Al-Mustaqbal.net
Textbook ini didownload dari Maktabah Jahizuna
Tweet

