SEO BLOG & TEMPLATES
Anti Thoghut »
Thoghut NKRI
»
Densus 88, Antek Kafir Yang Harus Diperangi
Densus 88, Antek Kafir Yang Harus Diperangi
Posted by Anti Thoghut on Sabtu, 02 Juni 2012 |
Thoghut NKRI
Perilaku biadab Densus 88 yang lebih menyerupai perilaku babi dan monyet ternyata tak juga kunjung henti, dengan didukung oleh rakyatnya yang kafir namun merasa Muslim, penguasa NKRI laknatulloh ini ingin tetap memaksa umat Islam untuk berhukum dengan Pancasila dan UUD 45 yang busuk tersebut. Hal ini tidak akan mampu menyurutkan cita cita kaum Muslimin yang berada di negeri ini untuk tetap patuh dan tunduk (Taslim/Islam) kepada Wahyu Alloh saja. Mungkin mereka sekarang merasa kuat dan mampu, tapi itupun belum teruji karena terbukti dibeberapa tempat aparat NKRI ini sebenarnya hanya pengecut yang berlagak jagoan. Pada beberapa kasus misalnya di berbagai daerah konflik antar agama di negeri ini. Sangat banyak dapat diketahui militer yang sembunyi menyelamatkan diri ketika konflik sedang berlangsung. Inilah mental pengecut aparat NKRI.
Nah sekarang mereka kembali unjuk gigi menembaki orang yang tidak bersalah dengan mengerahkan sekian banyak personel. Kemudian membunuhnya setelah terlebih dahulu memfitnahnya dengan tuduhan teroris atau perampok bank. Rupa rupanya mereka sudah merasa mampu menghadapi kaum Muslimin atau sudah benar benar ingin mengajak perang..?, okelah kalau begitu. Genderang perang ini akan kami sambut dengan senang hati wahai laknatulloh atas kalian semua. Kami akan buktikan siapa yang lebih berjaya diatas segenap kemampuannya. Perlakuan kalian sudah tidak lagi dapat ditolerir. Kasus priok, aceh, ambon dan lain-lain semakin membuat kami bersemangat melawan atau memerangi kalian. Karena kalian begitu berambisi untuk menekan kami agar kami patuh terhadap undang undang kafir kalian. Demi Alloh!, perang ini akan kami hadapi dengan senang hati. Dengan semangat piknik atau rekreasi. Karena berjihad adalah piknik bagi kami. Apakah sebagai penguasa dinegeri yang majemuk ini kalian sudah merasa berlaku adil dengan memaksakan kaum beragama untuk berhukum dengan hukum najis buatan kalian?. Kami tidak memaksa umat lain untuk berhukum dengan hukum Islam, namun biarkanlah kaum beragama yang ada dinegeri ini berhukum sesuai dengan keyakinannya masing masing. Kalian yang dungu-dungu itu apakah faham dengan makna adil yang sebenarnya?. Adil yang sebenarnya adalah biarkan umat beragama berhukum dengan agamanya sendiri dengan kitab mereka sendiri dan bukan dengan Pancasila atau UUD 45 kalian yang najis tersebut.
"Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Alloh dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu" (QS Asy-Syuraa : 15)
"...Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil". (QS An-Nisaa' : 58)
"...Jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu". (QS An-Nisaa' : 135)
"...Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa". (QS Al-Maa'idah : 9)
"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum". (Keluaran 23 : 1-2)
"Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran."(Imamat 19:15)
Sedangkan menurut Islam adil adalah mengikuti Alloh dan RasulNya. Keadilan itulah jalan yang lurus yang bersesuaian dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, penyelewengan keadilan adalah kesesatan yang nyata, maka kalau ada orang yang mengaku Muslim namun berhukum kepada selain Islam dia adalah kafir walau dia shalat haji zakat haji dan puasa. telah dikatakan sebagai berikut:
"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Al-An'amm : 115)
"Selamanya Ummatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan" (Al Mu'jam al Kabirnya ath Thabrani dengan urutan sanad Ibnu 'Umar-Amr bin Dinar-Mu'tamir bin Sulaiman-Muhammad bin Abu Bakr al Maqdami-'Adullah bin Ahmad bin Hanbal)
"Barang siapa yang membenci Sunnahku maka dia bukan dari golonganku"(Musnad Ahmad 5/409, dengan urutan sanad Mujahid-Manshur-Jarir-Yahya bin Sa'id)
"Melakukan keadilan adalah kesukaan orang orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat" (Amsal Salomo 21 : 15)
"Raja yang berlaku bijak dapat mengenal orang orang fasik, dan menggilas mereka berulang ulang" (Amsal Salomo 20:26)
Didalam Qur'an sumber kekafiran adalah tidak berhukum dengan Hukum Alloh yang berasal dari wahyuNya, maka Hukum bagi rakyat adalah hukum yang dari Alloh yang oleh Sang Pemimpin diterapkan dalam negera yang dipimpinnya, dijelaskan
"Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik" (QS Al- Maa'idah : 47)
Injil Perjanjian Lama : "Bila tidak ada Wahyu menjadi liarlah rakyat. Berbahagialahorang yang berpegang pada Hukum" (Amsal 29:18)
"...takutlah akan Alloh dan berpeganglah pada perintah-perintahNYA, karena ini adalah kewajiban setiap orang" (Perjanjian Lama, Pengkhotbah 12:11)
"Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan semua pegawainya menjadi fasik" (Amsal 29:12)
"Laku bhrtya matinggal ratunya, yan hana ratu akeras mapanas ing gawe, byakta sira tininggal ing wadwa nira, leheng ikang ratu makeras swapadi ngrutu makumed tar paradanda, yan hana ratu mangkana tininggal kawulanira, ya leheng makumed paradanda swapadi ratu awisesa, awisesa ngaranya manarub, ya hana wwang kulina janma sinoraken, yang hana wang adhahjati dinuhuraken, yeka anarub ngaranya, yan hana ratu mangkana tininggal sira de ning janma wwang kulina janma"
Terjemahanya Sebagai Berikut :
"Pelayan dapat meninggalkan rajanya, bila raja kejam dan bengis tindakannya. Raja yang demikian tentu akan ditinggalkan rakyatnya.Lebih baik raja yang kejam daripada raja yang kikir dan sewenang-wenang. Raja yang kikir dan sewenang-wenang lebih baik daripada raja awisesa, yaitu raja yang mencampurbaurkan persoalan. Orang-orang yang arif bijaksana direndahkan dan orang yang hina dimuliakan, itulah mencampur-baurkan namanya. Bila ada raja yang demikian akan ditinggalkan oleh orang-orang arif" (Slokantara 40)
Menegakkan Keadilan merupakan beban perintah yang wajib dilaksanakan oleh insan dibumi ini. Dalam Manawa Dharmasastra VII Sloka 19 ada dinyatakan kalau vonis dijatuhkan tanpa pertimbangan yang matang (keadilan) akan menghancurkan segala-galanya.
Adalah kewajiban bagi setiap orang untuk mendedikasikan (membaktikan) hidupnya, intelejensi (kepandaiannya), kekayaannya, kata-katanya, dan pekerjaannya bagi kesejahteraan mahluk lain" (Bhagawata Purana : 10.22.35)
"saktah karmany avidavamso yatha, khurvanti bharata, kuryad vidvams tathasaktas cikirsur loka-samgraham"
"Seperti orang yang bodoh yang bekerja keras karena keterikatan atas kerja mereka demikian seharusnya orang pandai bekerja tanpa kepentingan pribadi, melainkan untuk kesejahteraan manusia dan memelihara ketertiban sosial. (Bagawad Gita : III.25).
Sang Buddha bersabda,"Manusia seharusnya mencari kebajikan ...." (Dhammapada 116)
Menegakkan Keadilan merupakan beban perintah yang wajib dilaksanakan oleh insan dibumi ini. Dalam Manawa Dharmasastra VII Sloka 19 ada dinyatakan kalau vonis dijatuhkan tanpa pertimbangan yang matang (keadilan) akan menghancurkan segala-galanya.
Adalah kewajiban bagi setiap orang untuk mendedikasikan (membaktikan) hidupnya, intelejensi (kepandaiannya), kekayaannya, kata-katanya, dan pekerjaannya bagi kesejahteraan mahluk lain" (Bhagawata Purana : 10.22.35)
"saktah karmany avidavamso yatha, khurvanti bharata, kuryad vidvams tathasaktas cikirsur loka-samgraham"
"Seperti orang yang bodoh yang bekerja keras karena keterikatan atas kerja mereka demikian seharusnya orang pandai bekerja tanpa kepentingan pribadi, melainkan untuk kesejahteraan manusia dan memelihara ketertiban sosial. (Bagawad Gita : III.25).
Sang Buddha bersabda,"Manusia seharusnya mencari kebajikan ...." (Dhammapada 116)
"dan Andaikata seseorang melihat seorang bijaksana ............ hendaklah ia mengikuti orang bijaksana itu ...." (Dhammapada 76)
Didalam kristen disebutkan :
"...Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." (Yohanes 6:35)
"...Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12)
Bila didalam budha dikenal karma dan vipaka, maka Karma adalah tindakan (hukum), lalu Vipaka, buah atau hasilnya (keadilan), yang keduanya adalah reaksi dari suatu aksi.karena disebutkan :
"Sesuai dengan benih yang tumbuh sendiri, Jadi yang Anda memanen buah dari sana, Penjahat yang baik akan mengumpulkan bagus, Pelaku yang jahat, jahat Bawah adalah benih dan kamu akan merasakan buah itu. "( Samyutta Nikaya)
"Bilamana seorang pemimpin dalam sebuah negara selalu mengikuti Kebenaran dan dharma, serta mencukupi kebutuhan rakyatnya, maka semua orang bijaksana dan tokoh masyarakat akan mengikuti dan menyebarkan dharma kepada masyarakat luas" (Atharva Veda: 3.4.2)
Bagi kalian rakyat Indonesia dungu yang mengaku Muslim serta mendukung penguasa NKRI ini kami katakan sesungguhnya kalian hanyalah kafir yang merasa sebagai Muslim. Keadaan kalian tidak ada ubahnya denga kaum 'Aad laknataulloh yang mendukung penguasanya dalam penentangan terhadap penerapan hukum Alloh dan RAsulNya.
"Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum Huud itu" (QS Huud : 59 - 60)
Sebab sesungguhnya Alloh telah mewajibkan kaum Muslimin mentaati dan membantu Pemerintah yang Muslim, sebagaimana Dia mengharamkan atas mereka taat atau membantu pemerintah yang kafir, serta Dia mewajibkan atas mereka untuk melengserkan pemimpin bila dia kafir, oleh sebab itu para ulama' berkata sesungguhnya wajib atas setiap Muslim untuk mengetahui keadaan pemerintahannya. (lihat Al-Mustashfa, Abu Hamid Al-Ghozali juz 2 hal 390).
Begitu juga kalian yang mengaku sebagai pengikut Yesus atau budha...sesungguhnya kalian semua adalah sampah busuk yang merasa diri suci bersih dan benar.
"banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari Alloh orang menerima keadilan" (Amsal 29 : 26)
"Bila seorang pemimpin yang pemarah dengan kesombongannya ingin menghancurkan dan menghina para Brahmana yang ahli Veda, maka negara tersebut akan hancur" (Atharva Veda: 5.19.6)
(Abu Ghozi)
Tweet
