Apa Konsekuensi Jika Berhukum Dengan Hukum Thoghut ?


Hukum adalah sebuah peraturan hidup. Ada peraturan yang dibuat Allah yang  disebut dengan hukum Allah, ada hukum yang dibuat manusia  disebut sebagai hukum positif.

Entah kapan dan siapa yang menyebut hukum buatan manusia disebut sebagai hukum positif. Padahal lebih tepat disebut sebagai hukum negatif. Sebab lebih banyak hukumnya belum mencerminkan rasa keadilan dan masih dapat diperdebatkan serta tak dapat berlaku untuk seluruh manusia.

Mereka yang berhukum selain hukum yang diturunkan Allah  dinyatakan Allah kafir sebagaimana firmanNYA  pada surat Al Maidah ayat 44.
 
“Barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang  Allah turunkan, maka mereka itulah orang-orang kafir”

Anehnya meski Allah sudah menyatakan orang yang berhukum selain hukum Allah adalah kafir, masih banyak orang yang memilih hukum buatan manusia yaitu  hukum jahiliyah  sebagaimana firman Allah pada surat Al Maidah ayat 50.

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

Dalam  surat Al Maidah ayat 44 di atas, orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang kafir. Sedang pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan, akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut.

Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat diatas. Bahkan Allah mevonis orang seperti itu sebagai orang zhalim dan fasiq (lihat surat Al Maidah ayat 45 dan 47).

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahab rahimahullah  menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut, tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh tokoh para thaghut), yang ke tiga yaitu: yang memutuskan  dengan selain  apa yang Allah turunkan.

Jadi,  pemutus hukum  dengan selain  apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut, akan tetapi termasuk pentolan thaghut.

Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali kafir terhadap thaghut.

Lalu bagaimana mungkin pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim,  mu’min,  sedang mereka bukan sekedar thaghut, akan tetapi  salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir, tetapi AMAT KAFIR!.Wallua’lam.(dakta.com)



Top